NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Om Sahabatku

Menikah Dengan Om Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Aluna Putri adalah mahasiswi yatim piatu yang menghabiskan waktunya bekerja keras, hingga suatu hari ia nyaris tumbang karena kelelahan di depan Kayvan Dipta Madhava, CEO kaku sekaligus om dari sahabatnya, Raline.

Pertemuan canggung itu menjadi awal dari skenario besar yang disusun oleh Baskara Madhava yaitu papa dari Kayvan dengan alasan kesehatan yang menurun, tuan Baskara mendesak Kayvan untuk segera menikahi gadis pilihannya yang tak lain adalah Aluna.

Terdesak masalah finansial yang mengancam pendidikannya, Aluna terpaksa menerima tawaran pernikahan kontrak dari Kayvan.

Meski terpaut usia dua belas tahun, benih cinta mulai tumbuh di sela-sela kesibukan kuliah Aluna dan jadwal padat Kayvan.

Pada akhirnya, Aluna dan Kayvan membuktikan bahwa cinta bukan tentang siapa yang lebih dulu memiliki, melainkan tentang siapa yang sanggup bertahan dan melindungi dalam diam.

Bagaimana Kelanjutannya??
Yukkk Gass Bacaaaa!!!!!

IG: LALA_SYALALA13
YT: NOVELALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diusir

Aluna tertunduk malu dan wajahnya memerah, Kayvan berdeham dan mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Bagaimana kuliahmu, Raline? Jangan sampai nilaimu turun karena terlalu banyak bermain." tanya Kayvan.

"Aman Om! Aku kan belajarnya sama Aluna. Kalau aku nggak ngerti, Aluna yang jelasin sampai aku paham." jawab Raline bangga.

Setelah makan malam, saat Raline dan Tuan Baskara sedang sibuk menonton televisi di ruang tengah, Kayvan mengajak Aluna ke perpustakaan pribadi di lantai atas.

Ruangan itu penuh dengan ribuan buku tua dan baru dengan aroma kertas dan kayu yang khas.

"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan." ujar Kayvan.

Ia berjalan menuju sebuah rak kayu besar dan mengambil sebuah album foto beludru berwarna merah tua.

Ia membukanya di atas meja besar, di dalamnya terdapat foto-foto masa kecil Kayvan bersama kedua orang tuanya, ada foto Kayvan saat wisuda, dan foto-foto kenangan keluarga lainnya.

"Ini mendiang Ibu." tunjuk Kayvan pada seorang wanita cantik dengan mata yang mirip sekali dengannya.

"Beliau selalu bilang, rumah itu bukan soal bangunannya tapi soal siapa yang ada di dalamnya." liriknya.

Aluna mengusap permukaan foto itu dengan lembut dan entah kenapa dia tiba-tiba saja mengusapnya dengan kebutuhan.

"Ibu Om cantik sekali." ucap Aluna.

"Aku menceritakan ini karena... aku ingin kau tahu bahwa tawaranku tempo hari bukan sekadar untuk menyenangkan papa." Kayvan menatap Aluna dalam-dalam.

"Aku merasa rumah ini kembali menjadi rumah sejak kau sering datang, papa lebih ceria, Raline lebih disiplin dan aku... aku merasa punya alasan untuk pulang lebih awal dari kantor." ucapnya serius namun begitu enak didnegar oleh Aluna.

Aluna terdiam, jantungnya berdegup kencang. Pengakuan jujur Kayvan terasa jauh lebih kuat daripada lamaran resmi mana pun.

"Om Kayvan..." panggilnya lirih.

"Aku tahu kau masih ragu Aluna, aku tahu harga dirimu sangat tinggi dan kau takut kehilangan kemandirianmu." Kayvan melangkah lebih dekat namun tetap menjaga jarak yang sopan.

"Tapi izinkan aku membuktikan bahwa kau bisa tetap menjadi dirimu sendiri bersamaku, kau tetap bisa kuliah, tetap bisa mengejar mimpimu, dan aku akan menjadi orang pertama yang berdiri di depan untuk mendukungmu." ucapnya.

Aluna menatap mata Kayvan yang penuh dengan ketulusan, ia teringat bagaimana Kayvan menggendong anak panti tadi siang, bagaimana ia memperlakukan ayahnya dengan hormat dan bagaimana ia menjaganya selama seminggu terakhir ini tanpa menuntut apa pun.

"Beri saya sedikit waktu lagi Om." bisik Aluna.

"Saya hanya ingin memastikan bahwa saya memilih Om bukan karena saya butuh bantuan, tapi karena saya memang ingin ada di samping Om." ujar Aluna.

Kayvan tersenyum tipis, sebuah senyum yang kali ini mencapai matanya.

"Aku akan menunggumu, berapa lama pun itu." ucap Kayvan.

Malam itu, saat Kayvan mengantar Aluna pulang, gerimis mulai turun membasahi bumi.

Di depan gerbang kosan, sebelum Aluna turun Kayvan merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil.

"Ini bukan cincin." ucapnya cepat sebelum Aluna sempat protes, ia membukanya dan di dalamnya terdapat sebuah gantungan kunci berbentuk buku kecil dengan ukiran inisial A.

"Tadi salah satu anak panti menitipkannya untukmu sebagai ucapan terima kasih, mereka yang membuatnya sendiri." lanjutnya.

Aluna menerima benda kecil itu dengan mata yang berkaca-kaca.

"Terima kasih Om, ini hadiah paling indah yang pernah saya terima." sahut Aluna dengan senang.

Aluna turun dari mobil dengan senyum yang terus mengembang, ia tidak lagi melihat mansion Madhava sebagai penjara emas, melainkan sebagai tempat yang penuh dengan cinta yang selama ini ia rindukan sebagai seorang yatim piatu.

Di sisi lain Kayvan memandangi punggung Aluna hingga masuk ke dalam rumah, ia menyadari bahwa strategi satu bulan yang ia ajukan sebenarnya bukan hanya untuk meyakinkan Aluna, tapi juga untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia telah menemukan wanita yang tepat untuk menghabiskan sisa hidupnya.

Dinding es sang CEO benar-benar telah runtuh, bukan oleh ledakan besar, melainkan oleh kelembutan seorang gadis yang mengajarkannya bahwa kekayaan sejati adalah ketika kita bisa menjadi berarti bagi orang lain.

...****************...

Pagi itu, langit Jakarta tampak mendung seolah sedang menyimpan rahasia yang kelam.

Aluna baru saja menyelesaikan kelas paginya dan berniat menuju perpustakaan sebelum berangkat ke kantor Madhava Group untuk shift sorenya.

Namun langkahnya terhenti saat melihat Raline berlari menghampirinya dengan wajah yang tidak hanya panik, tapi juga basah oleh air mata.

"Aluna! Gawat Al!" Raline terengah-engah, memegangi pundak Aluna dengan tangan yang gemetar.

"Ada apa Lin? Tenang dulu, napas pelan-pelan." Aluna mencoba menenangkan sahabatnya, meski jantungnya sendiri mulai berdegup kencang.

"Tadi... tadi ada telepon dari kampus. Katanya beasiswa kamu... beasiswa kamu dicabut secara sepihak dan bukan cuma itu Al, bapak kos kamu menelepon aku katanya ada orang-orang berjas datang ke sana dan mereka bilang kontrakannya akan segera dirobohkan karena lahan itu sudah dibeli pihak lain, kamu... kamu disuruh pindah hari ini juga!" serunya dengan panik bukan main.

Aluna merasa dunianya seolah berhenti berputar, telinganya berdenging.

Beasiswa yang selama ini ia perjuangkan dengan nilai IPK sempurna, tiba-tiba hilang? Dan tempat tinggalnya satu-satunya, tempat ia menyimpan kenangan terakhir tentang orang tuanya, akan dihancurkan?

"Nggak mungkin Lin, aku baru saja bayar administrasi lewat bantuan Om Kayvan kemarin dan semuanya sudah lunas." gumam Aluna dengan suaranya yang parau.

"Aku nggak tahu Al, tapi ini aneh banget karena semuanya terjadi barengan. Ayo, kita ke kosan kamu sekarang!" seru Raline.

Sepanjang perjalanan di dalam taksi, Aluna hanya bisa terdiam, ia memandangi jalanan dengan tatapan kosong, ia merasa seperti sedang dihantam ombak besar yang tidak ada habisnya.

Di saat ia baru saja mulai merasa bisa bernapas lega karena bantuan Kayvan kenyataan pahit kembali menariknya ke dasar laut.

Sesampainya di depan kosan, pemandangan yang menyambut Aluna jauh lebih buruk dari bayangannya.

Beberapa barang miliknya seperti buku-buku kuliah, baju-baju yang sudah usang, dan sebuah kardus berisi foto keluarga sudah tergeletak di pinggir jalan.

Beberapa pria berwajah sangar berdiri di depan gerbang kayu yang kini sudah dipasangi garis pembatas.

"Maaf Mbak, ini perintah atasan. Lahan ini sudah dibeli secara mendadak jadi Mbak silakan ambil barang-barangnya." ujar salah satu pria itu dengan nada dingin.

Aluna berlutut di samping kardus fotonya, ia tidak menangis dengan histeris, ia hanya menatap foto ibunya yang sedikit kotor terkena debu jalanan dan rasa sakitnya terlalu dalam hingga air mata pun enggan keluar.

"Ini nggak adil..." bisik Aluna.

Raline segera mengambil ponselnya, jarinya dengan cepat mencari kontak Kayvan.

"Aku harus telepon Om, ini pasti ada yang nggak beres. Om Kayvan harus tahu!" gumam Raline.

"Jangan Lin!" Aluna menahan tangan Raline.

"Jangan libatkan Om Kayvan lagi, aku nggak mau dia pikir aku ini cuma bawa sial dan masalah, aku akan urus sendiri." cegah Aluna.

"Urus gimana, Al? Kamu nggak punya tempat tinggal! Malam ini kamu mau tidur di mana? Di pinggir jalan?" Raline membentak karena gemas melihat keras kepala sahabatnya.

Tanpa memedulikan larangan Aluna, Raline tetap menekan tombol panggil dan begitu sambungan tersambung Raline langsung berteriak.

^^^Raline: [Om! Ke kosan Aluna sekarang! Cepat! Aluna diusir, barang-barangnya dibuang ke jalan!]^^^

Di seberang sana, Kayvan yang sedang memimpin rapat penting di kantor pusat langsung berdiri dari kursinya.

Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun pada para direksi yang bingung, ia hanya mengambil kunci mobil dan berlari keluar.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Mita Paramita
kapan malem pertama nih pasangan pengantin baru 🤣🤣🤣
Sastri Dalila
si opa asyik makn² aja kerja nya🤣
Dartihuti
Canggung ya Lin...blm terbiasa🤭🤭🤭
Rahma Inayah
so sweet
aroem
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kakkk🙏🙏🤗🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Cristine 1107_
huhhh thorrr ihhh kok masih kamu amat sih mereka berdua🤧
Rahma Inayah
lnjut thor
Dartihuti
Kutup es'y udah cair dikit dikit nih...😄😄
Retno Harningsih
up
Anonim
Update bab yg banyakkk yaa, aku suka cerita nya
Alim
hemmm🥰🥰
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya kak🙏🙏🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Alim
hemmm😍😍😍
Mira Hastati
bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungannya🙏🤗🤗😍😍
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut Thor
🇦 🇵 🇷 🇾👎
klo gk ada perubhn gk aq lnjtkn bc ny...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
aq bsen sm crt ny... tntg kerjaan pun di msuk kn... gk ada cnda twa... bsen lh


ud gt cwek ny sok ni x... harga dr hrga dr....🙏🏻
Dartihuti
Belum biasa Luuun...🤗
Retno Harningsih
up
Cristine 1107_
lanjuttt thor
erviana erastus
pencuri hati kayvan 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!