NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Ancaman Pembunuhan

​Sinar matahari pagi yang tipis perlahan menembus sela-sela celah langit gua es yang mencair. Cahaya itu memantul di atas permukaan lantai batu menciptakan kilauan perak yang benderang.

​Lin Tian tetap duduk bersila di sudut tergelap ruangan dengan napas yang teratur sangat tenang. Aliran qi cair di dalam dantiannya kini telah berputar dengan stabil mengisi setiap sudut meridian.

​Di atas ranjang teratai es, sepasang kelopak mata indah milik Shen Bingxue bergetar pelan. Wanita itu perlahan membuka matanya memancarkan kembali warna biru kristal samudra yang sangat jernih.

​Kesadaran spiritualnya telah pulih sepenuhnya setelah badai racun Ular Naga Api berhasil dijinakkan malam tadi. Namun sensasi dingin yang menyengat di area pangkal pahanya membuat tubuh mulusnya menegang kaku.

​Shen Bingxue merasakan ada sesuatu yang hilang dari titik pusat kesucian jiwanya selama ini. Dia segera menundukkan kepala memandangi gaun putih sutranya yang telah terkoyak berantakan menutupi tubuh.

​Bercak noda darah merah yang telah mengering di atas hamparan kain putih itu terlihat sangat kontras. Ingatan tentang tarian liar penuh gairah malam tadi seketika berputar hebat di dalam kepalanya.

​Wajah Shen Bingxue yang semula pucat langsung berubah menjadi sangat merah sebelum akhirnya memutih karena murka. Kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya meledak menghancurkan seluruh sisa ketenangan mental seorang tetua agung.

​“Bocah keparat babi kotor!” Sebuah jeritan kemarahan yang dipenuhi oleh niat membunuh murni bergema memecahkan kesunyian dinding gua.

​WUSSS

​Gelombang energi ranah Transformasi Dewa meledak secara liar dari tubuh polos Shen Bingxue tanpa kendali. Seluruh sisa air kondensasi di dalam ruangan itu seketika membeku kembali menjadi paku-paku es tajam.

​Sebuah gerakan tangan cepat dilakukan oleh wanita itu untuk menarik pedang pusaka tipis dari cincin ruangnya. Bilah pedang perak itu memancarkan hawa dingin absolut yang mampu membekukan aliran darah makhluk hidup.

​Lin Tian bahkan tidak berkedip saat merasakan gelombang niat membunuh yang mengunci posisi duduk bersilanya. Dia tetap mempertahankan posisi tubuhnya tanpa niat untuk melarikan diri dari hadapan wanita murka tersebut.

​Hanya dalam satu kerlipan mata, ujung mata pisau pedang perak itu sudah menempel ketat di kulit lehernya. Shen Bingxue telah berdiri di depan Lin Tian dengan gaun yang dipasang terburu-buru seadanya.

​Rambut panjang wanita itu terurai berantakan membingkai wajah cantiknya yang kini dipenuhi oleh gurat kebencian pekat. Sepasang matanya menatap tajam lurus ke arah sepasang mata hitam pekat milik Lin Tian.

​“Aku akan mencincang tubuh kotormu itu menjadi sepuluh ribu keping daging untuk makanan anjing rawa!” Suara Shen Bingxue bergetar hebat menahan luapan emosi yang hampir menghancurkan fondasi rasionalitas jiwanya.

​Pedang tipis di tangannya bergetar hingga menggores sedikit permukaan kulit leher Lin Tian hingga berdarah. Setetes darah segar mengalir lambat membasahi bilah pedang es yang sangat berkilau tajam tersebut.

​Lin Tian sama sekali tidak menunjukkan raut ketakutan atau mencoba memohon ampunan yang merendahkan harga diri. Dia justru mendongakkan sedikit kepalanya membuat luka goresan di lehernya menjadi semakin dalam terbuka.

​Sebuah senyuman tipis yang sangat berani dan bermuka tebal perlahan terukir di kedua sudut bibir pemuda itu. Dia menatap balik ke arah tetua agung wanita itu dengan tatapan mata yang sangat tenang.

​“Bunuh saja, tapi aku adalah pria pertamamu.” Ucapan tenang Lin Tian meluncur lambat laksana sebuah belati yang menusuk ego suci wanita tersebut.

​Kalimat pendek itu mengandung sebuah kebenaran absolut yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh sejarah dunia mana pun. Fakta bahwa kesucian seorang Tetua Agung Istana Es telah diserahkan kepada seorang pemuda fana bawah.

​Tangan Shen Bingxue yang memegang gagang pedang semakin bergetar hebat mendengar jawaban bermuka tebal tersebut. Niat membunuhnya melonjak tinggi namun secara aneh ada sebuah ikatan batin misterius yang menahan lengannya.

​'Bocah sialan, kamu benar-benar sedang menari di atas mata pisau kematian dengan memprovokasi wanita ini.' Yue Chan bergumam cemas di dalam lautan kesadaran jiwa Lin Tian menyaksikan kenekatan inangnya.

​Lin Tian mengabaikan peringatan permaisuri iblis itu karena dia tahu betul psikologis dari seorang kultivator wanita suci. Menunjukkan kelemahan atau kepanikan di depan wanita seperti ini justru akan mempercepat datangnya tebasan eksekusi mati.

​Dia sengaja menggunakan fakta penyatuan intim malam tadi sebagai perisai mental untuk menggoyang keteguhan tekad Shen Bingxue. Tindakan berani ini diambil berdasarkan perhitungan matang mengenai segel keperawanan kuno yang mengikat jiwa.

​Shen Bingxue menggigit bibir bawahnya sangat keras hingga mengeluarkan tetesan darah segar yang membasahi dagu putihnya. Dia merasakan sebuah penolakan alami dari dalam jiwanya setiap kali berniat mendorong pedangnya lebih dalam.

​Hubungan fisik yang didasari oleh metode kultivasi ganda tidak sengaja malam tadi telah menciptakan ikatan takdir. Jiwa murni miliknya secara tidak sadar menolak untuk menghancurkan sumber energi Yang yang telah menyatu dengannya.

​“Jangan mengira karena ikatan jiwa sialan ini aku tidak akan berani menghancurkan dantian milikmu!” Shen Bingxue membentak dengan suara serak menahan rasa malu yang bercampur aduk dengan harga diri yang terluka.

​Dia menarik sedikit bilah pedangnya dari leher Lin Tian namun mata pisaunya tetap mengarah lurus ke jantung. Matanya beralih menatap tanda-tanda perubahan energi yang memancar dari dalam tubuh pemuda yatim-piatu itu.

​Pupil mata biru milik Shen Bingxue seketika menyusut tajam saat menyadari fluktuasi ranah baru Lin Tian. Pemuda yang malam tadi hanya berada di tingkat Pengumpulan Qi kini telah memancarkan aura Pembangunan Fondasi.

​Lonjakan tingkat kultivasi yang sangat tidak masuk akal ini adalah hasil dari penyerapan esensi Yin murni miliknya. Sisi pragmatis di dalam benak tetua wanita itu menyadari bahwa pemuda ini memiliki bakat wadah tersembunyi.

​Lin Tian perlahan menggeser tubuhnya bangkit berdiri tegak membalas penindasan tinggi dari postur tubuh Shen Bingxue. Dada bidangnya yang dipenuhi bekas luka goresan malam tadi terekspos jelas di depan mata wanita itu.

​Shen Bingxue secara instingtif memalingkan wajahnya ke samping untuk menghindari pemandangan tubuh atletis pria pertama dalam hidupnya. Rona merah samar kembali merayap di sekitar telinga putihnya membuat kewibawaannya jatuh runtuh.

​“Malam tadi adalah situasi hidup dan mati di mana racun Ular Naga Api yang mengendalikan seluruh keadaan.” Lin Tian mulai berbicara dengan nada suara yang sangat tenang dan penuh dengan penekanan logika.

​“Jika bukan karena tubuh Yang murni milikku yang menetralisir racun itu, kamu sudah menjadi abu sekarang.” Penjelasan objektif ini diberikan Lin Tian untuk menempatkan posisi dirinya sebagai pihak penolong bukan pemerkosa kotor.

​Shen Bingxue terdiam membisu mendengar argumen rasional dari pemuda yang usianya jauh berada di bawahnya tersebut. Dia tahu betul bahwa analisis medis pemuda itu adalah kebenaran yang tidak bisa dibantah oleh logika.

​Namun sebagai seorang tetua agung yang dihormati di benua tengah, kenyataan ini tetap menjadi aib terbesar dalam hidup. Kehilangan kesucian di dasar jurang fana oleh seorang anak kecil adalah lelucon yang sangat kejam.

​“Tutup mulut kotor milikmu itu dan jangan pernah berani membahas kejadian malam ini lagi!” Shen Bingxue berteriak dengan suara yang tertahan menahan gemuruh badai emosi yang berkecamuk di dalam dadanya.

​Dia menurunkan pedang peraknya dengan gerakan frustrasi yang sangat jarang diperlihatkan oleh seorang ahli tingkat tinggi. Hawa dingin di dalam gua es perlahan mulai mereda seiring dengan terkendalinya sisa emosi wanita tersebut.

​Lin Tian diam-diam menarik napas lega melihat pedang maut itu akhirnya menjauh dari area pembuluh nadi lehernya. Taruhan mental yang dilakukannya malam ini terbukti berhasil memenangkan sisa waktu hidupnya yang sangat berharga.

​Dia memutar tubuhnya membelakangi Shen Bingxue lalu berjalan santai menuju tempat Pedang Berat Hitam miliknya tergeletak. Langkah kakinya sangat stabil mencerminkan keteguhan mental seorang raja iblis yang tidak bisa digoyahkan situasi.

​Pemuda itu mengambil senjata beratnya lalu menyarungkannya kembali ke punggung dengan gerakan yang sangat halus. Dia kemudian mengambil sisa kain jubah luar cadangan dari cincin spasial untuk menutupi dadanya yang terbuka.

​Pertempuran psikologis di dalam gua es itu akhirnya mereda meninggalkan keheningan baru yang dipenuhi kecanggungan pekat. Dua manusia yang telah menyatu secara intim kini berdiri terpisah sebagai orang asing yang saling menjaga jarak.

​Lin Tian menolehkan sedikit wajahnya ke belakang memandangi sosok Shen Bingxue yang sedang merapikan penampilan gaun putihnya. Sumpah balas dendam di dalam hatinya kembali bergaung mengingatkannya pada urusan luar kota Daun Merah.

​Perjalanannya di dasar Jurang Kematian ini telah memberikan berkah kekuatan yang sangat melimpah untuk memulai pembalasan. Kini saatnya bagi sang raja iblis untuk merangkak naik kembali dan menuntut utang darah yang belum terbayar lunas.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!