NovelToon NovelToon
My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.

Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.

Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.

Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.

Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.

Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Gadis Bar-bar yang Tidak Takut Mati

...Ruangan itu terasa mencekam, dipenuhi oleh rasa tegang yang tadi meledak dari ancaman terselubung Gavin. ...

...Posisi mereka masih sangat intim, Larissa terperangkap di antara pintu kamar dan tubuh kokoh sang bos mafia yang hanya berbalut handuk kecil di pinggangnya....

...Napas Gavin memburu, matanya menatap tajam, menanti reaksi ketakutan atau setidaknya tanda-tanda penyesalan dari gadis yang baru saja mengungkap identitas rahasianya....

...Namun, yang didapatkan Gavin bukanlah isak tangis atau tatapan memohon ampun....

...Alih-alih gemetar ketakutan seperti gadis normal yang berhadapan dengan seorang mafia, Larissa justru melakukan hal yang paling tidak terduga dalam logika kewarasan seorang pria normal. ...

...Dia mengedipkan mata hazelnya sekali, lalu senyum ceria yang menyebalkan, senyuman khas gadis bar-bar yang tidak tahu arti kata "bahaya" terbit di wajah cantiknya....

..."Wah," gumam Larissa, suaranya tenang tanpa nada ancaman sedikit pun....

...Tangan kanannya yang lentik terlepas dari genggaman Gavin....

...Tanpa ragu sedikit pun, jari-jari halusnya bergerak menelusuri otot perut sixpack Gavin yang keras dan berkeringat. ...

...Dia mencolek otot perut itu dengan santai, seolah sedang memeriksa kualitas buah di pasar swalayan....

..."Olahraganya teratur, ya?" komentar Larissa sambil terkekeh ringan, seolah mengabaikan fakta bahwa nyawanya baru saja "terancam" oleh pria yang paling berkuasa di dunia bawah tanah Kolombia....

... "Pantas saja kamu sangat kaku, isinya otot semua. Tidak heran kalau kamu tidak bisa bersikap manis sedikit pun kepada wanita. Kurang nutrisi atau terlalu banyak latihan angkat beban, Boss?"...

...Gavin Kingsley, pria yang ditakuti oleh para algojo dan polisi korup, pria yang baru saja memberikan ancaman maut kepada Fabian Celaya, kini mematung....

... Otot-ototnya yang tadinya tegang dalam mode pembunuh, mendadak kaku karena kebingungan yang luar biasa....

...Apa-apaan ini? pikir Gavin panik. ...

...Dia mencolek perutku? Di tengah situasi ancaman yang begitu menakutkan ini?...

...Gavin merasa seluruh akal sehatnya yang sudah dia bangun selama bertahun-tahun runtuh dalam hitungan detik. ...

...Dia sudah mempersiapkan rencana interogasi, ancaman pengusiran, bahkan menghapus ingatan gadis itu jika perlu. ...

...Tapi dia sama sekali tidak siap menghadapi Larissa Moretti dalam mode "usil tingkat dewa"....

...Rasa cemburu, amarah, yang tadi membakar darahnya seketika terserap oleh rasa frustrasi yang luar biasa....

... Telinganya yang merah padam tadi kini berubah menjadi merah membara, seolah-olah seluruh darah di tubuhnya berkumpul di sana. ...

...Gavin merasa harga dirinya sebagai seorang penguasa kartel diinjak-injak dengan sangat santai oleh seorang gadis yang bahkan tidak bisa membedakan antara ancaman maut dan candaan pagi....

..."Anda... Anda benar-benar tidak memiliki insting bertahan hidup," geram Gavin. ...

...Suaranya terdengar frustrasi, ketus, dan sangat jengkel....

...Dia menarik tangannya dari pintu, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain, menolak untuk menatap wajah Larissa yang masih tersenyum lebar....

... Dia menarik napas panjang, mencoba menekan detak jantungnya yang kembali berpacu liar bukan karena ancaman musuh, melainkan karena sentuhan jari Larissa yang masih terasa membekas di perutnya....

..."Berhenti melakukan itu!" bentak Gavin....

... Meskipun nada suaranya lebih terdengar seperti rengekan seorang pria yang sudah kehilangan kesabaran. ...

...Dia menjauh dari Larissa, berjalan dengan langkah lebar menuju lemari bajunya, meninggalkan Larissa yang kini tertawa kecil di dekat pintu....

..."Kamu lucu sekali kalau sedang marah, Gavin," goda Larissa tanpa dosa, mengikuti gerak-gerik Gavin dengan tatapan yang penuh binar kemenangan....

...Gavin meraih sebuah kaos hitam polos dari dalam lemari....

... Dengan gerakan yang kasar dan terburu-buru, ekspresi dari rasa salah tingkah yang tak tertahankan....

...Dia menarik kaos itu ke atas kepalanya. ...

...Pakaian itu dikenakan secara asal-asalan, kerahnya bahkan sedikit tidak rapi di bagian leher, namun bagi Larissa, itu justru membuatnya terlihat lebih manusiawi dan... entahlah, sangat menarik....

..."Kita keluar sekarang," ucap Gavin ketus tanpa menoleh sedikit pun. ...

...Dia meraih lengan Larissa, cengkeramannya kali ini tidak lagi posesif dengan maksud membuatnya takut, melainkan cengkeraman seseorang yang ingin segera melarikan diri dari situasi memalukan ini....

..."Hei, tunggu! Apa kita akan langsung kembali ke mansion?" tanya Larissa sambil terseret mengikuti langkah lebar Gavin menuju pintu paviliun....

..."Saya tidak akan membiarkan Anda berada di sini satu detik lebih lama lagi," balas Gavin dengan nada yang sangat dingin dan tegas, berusaha membangun kembali tembok pertahanan dirinya yang sudah hancur lebur....

... "Rahasia saya sudah terbuka, Anda terlalu berisiko berada di dekat saya sekarang."...

...Gavin menarik napas dalam, memantapkan hatinya untuk menghadapi kenyataan bahwa dia tidak bisa lagi bertindak sebagai "pengawal kaku". ...

...Dia harus segera mengambil keputusan, apakah dia akan mengusir Larissa, atau dia akan menyeret gadis ini ke dalam perang besarnya....

...Tepat saat tangan Gavin menyentuh gagang pintu paviliun yang menuju ke arah taman, dia menarik napas panjang, bersiap untuk memberikan pidato formal tentang "batasan pengawal dan majikan"....

...KLIK....

...Pintu terbuka....

...Gavin melangkah keluar dengan percaya diri, siap untuk segera menjauhkan Larissa dari wilayah pribadinya. ...

...Namun, langkahnya terhenti secara mendadak. ...

...Seluruh tubuhnya yang tadi sudah siap untuk berperang, kini mematung total....

...Di depan pintu paviliun, di bawah lampu taman yang temaram, berdiri sosok wanita paruh baya dengan gaun sutra yang sangat elegan dan senyuman yang begitu lembut namun tajam di balik kacamata bacanya....

...Helena Moretti, ibu kandung Larissa, berdiri di sana....

...Di tangannya, Helena membawa sebuah nampan perak yang berisi satu loyang kue cokelat yang masih hangat, lengkap dengan piring kecil dan garpu....

... Matanya menatap tajam ke arah Gavin, lalu beralih ke arah Larissa yang tampak sedikit berantakan dengan rambut yang sedikit kusut dan wajah yang merona....

..."Gavin," suara Helena terdengar sangat manis, namun bagi telinga Gavin yang sudah terbiasa dengan nada interogasi musuh, suara itu terdengar seperti lonceng kematian....

... "Tadi saya lewat di depan paviliun dan mendengar suara kalian. Ibu pikir, karena kalian baru saja mengalami hari yang sangat melelahkan dengan insiden mobil itu, mungkin kalian butuh sedikit camilan malam."...

...Helena melangkah maju satu langkah, matanya menyipit saat melihat kaos Gavin yang dikenakan secara asal-asalan dan kerah bajunya yang tidak rapi....

... Dia kemudian melirik Larissa, lalu kembali menatap Gavin dengan tatapan yang sangat, sangat menyelidik....

..."Ibu harap," lanjut Helena dengan senyuman yang perlahan berubah menjadi ekspresi penuh arti, "kalian tidak sedang melakukan sesuatu yang... memerlukan 'olahraga' berat di dalam sana, kan?"...

...Hening....

...Bagi Gavin Kingsley, penguasa dunia bawah, mantan tentara bayaran, dan pemimpin kartel yang telah berhasil selamat dari seribu pertempuran, ini adalah saat di mana dia benar-benar ingin menenggelamkan dirinya ke dalam kolam ikan koi di belakangnya. ...

...Dia menatap Helena, lalu menatap Larissa yang kini justru menahan tawa, dan menyadari bahwa di kehidupan kali ini, melawan musuh bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi ibu dari gadis yang dicintainya.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!