"Jika bukan kita yang memusnahkannya, maka dia yang akan memusnahkan kita nantinya."
Demi menjaga kehormatan leluhurnya, keluarga Hambali terus melakukan ritual Karena mereka percaya dendam masa lalu leluhurnya tidak akan pernah selesai sebelum mereka menghabisi musuhnya yaitu keluarga Bisri.
Dari keturunan keluarga Bisri yang terakhir berusaha untuk melupakan semua karena dianggap tidaklah berguna.
Namun tidak dengan keluarga Hambali, apalagi sampai sekarang mereka percaya jika keluarga mereka lah yang paling berkuasa.
Bagaimana cara Raya sebagai keturunan terakhir keluarga Bisri menanggapinya?
Apalagi sekarang Raya dan Ali yang merupakan keturunan terakhir keluarga Hambali ternyata sama sama memiliki perasaan sebagai kekasih?
Simak kelanjutannya hanya di sini🤗☺️
Semoga berkenan🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rinee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 07 (masih bang Ali)
Pagi itu, Raya dan kedua sahabatnya hanya duduk duduk saja di teras. Mereka masih trauma dengan kejadian sebelumnya yang selalu dihadang warga jika meninggalkan rumah nenek Sari.
"Bosen kalau gini! Ngapain gitu?" Manda menikmati singkong rebus yang mereka masak sendiri.
"Memangnya ada masalah apa dengan warga kampung sampai melarang kamu balik lagi ke sini?" tanya Lily pada Raya.
"Entahlah! aku juga heran, apa maksud mereka melarang ku tinggal disini? lagipula kita disini kan hanya Liburan saja. Setelah itu juga kembali ke kota." jawab Raya yang juga heran dengan sikap warga kampung yang tak bersahabat dengannya.
Hingga siang hari, mereka hanya bercanda di rumah. Kadang kadang main game di ponsel masing masing.
"Bosen ah..aku mau tidur dulu!" Lily beranjak dari tempat duduknya dan kembali ke kamarnya. Manda dan Raya hanya menatapnya dan tersenyum.
Manda yang suka dengan pemandangan di Kampung Raya, merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara segar sepuas puasnya.
"Sudah siang begini tapi udara masih segar saja. Coba di kota, baru jam 8 Pagi polusi sudah dimana mana." Manda menyipitkan matanya karena melihat seseorang yang sepertinya dia kenal. Namun agak jauh dari tempatnya berdiri.
"Ray..lihat deh kesana!" tunjuk Manda pada seseorang yang melintas membawa sesuatu. Raya pun memperhatikan petunjuk Manda dengan seksama. Raya ikut menyipitkan kedua matanya agar tampak lebih jelas.
"Bukannya itu bang Ali? apa yang dia lakukan di sana?" Raya langsung berlari hendak menghampiri Ali. Manda yang juga penasaran mengikuti kepergian Raya.
Raya berhenti dan bersembunyi di balik pohon. Manda masih mengikutinya.
"Kenapa kita tidak langsung menemui bang Ali saja?" bisik Manda
"Shuuutt..."Raya meminta Manda untuk diam. Manda langsung menutup mulutnya.
Tak jauh dari mereka berdiri, terlihat Ali telah selesai menyembelih ayam hutan. Manda masih menutup mulutnya, merasa ngeri karena melihat darah ayam yang bercucuran. Ali pun meninggalkan tempat tersebut sambil memperhatikan sekeliling. Sepertinya dia tidak tahu jika Raya dan Manda sudah mengawasinya dari tadi. Raya dan Manda mengikuti kemana Ali pergi.
Sampai di rumah Ali, Raya dan Manda masih mengamati dalam diam. Ali masuk ke dalam rumah membawa ayam tersebut. Namun tak lama kemudian keluar lagi menuju samping rumah. Raya dan Manda tak beranjak dari tempatnya, karena masih bisa melihat Ali dari sana. Ternyata Ali berlatih beladiri.
Manda yang melihat tubuh kekar Ali tanpa atasan menjadi terkesima. Manda jadi terpesona dengan tubuh kekar Ali. Pantas saja Lily merona jika bertemu Ali. Ternyata selain tampan dia juga bertubuh atletis.
"Gak nyangka ada pria sempurna di tempat ini!" kata Manda lirih namun masih bisa di dengar Raya.
"Awas iler jatuh!" canda Raya. Manda spontan mengusap bibirnya, namun tak ada apapun disana. Manda pun memukul bahu Raya.
"Trus ngapain kita disini?" tanya Manda memperhatikan sekeliling, takut ketahuan warga dan dimarahi lagi.
"Apalagi..lihat bang Ali latihan lah!" jawab Raya Asal.
"Ternyata kamu tertarik juga sama bang Ali? aku pikir cuma Lily yang jatuh cinta?" lagi lagi Manda memukul Raya.
"Ya sudah ayo pulang! ntar ada warga lewat, kita dihadang lagi!" Raya meninggalkan tempat nya. Seketika Manda memegang tengkuk lehernya yang terasa dingin. Manda berlari menyusul Raya.
"Tunggu Ray.."
🌿🌿🌿
Sampai di rumah, Raya dan Manda langsung menuju kamar setelah mencuci tangan dan kakinya di kamar mandi. Istirahat siang mungkin bisa membuat mereka lebih rilex.
"Lily kemana? bukannya tadi dia sudah tidur?" Manda celingukan mencari keberadaan Lily namun tak ada. Raya hanya mengangkat bahunya.
"Apa kita cari Lily saja?"usul Raya.
"Biarlah! aku ngantuk, mo tidur saja!" jawab Manda langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Raya yang tidak ngantuk mengambil buku untuk dibaca.
Hingga sore tiba, Raya membangunkan Manda untuk sholat ashar. Manda pun terbangun dan melaksanakan kewajibannya gantian dengan Raya.
"Lily belum pulang?" tanya Manda.
"Tak kelihatan dari tadi!" jawab Raya.
"Lily Kemana Ray?" tanya Manda lagi.
"Entahlah!"
Raya dan Manda berbincang di teras, sambil menunggu Lily yang mungkin keluar rumah. Tapi kenapa Lily pergi sediri tanpa mengajak mereka?
Senja mulai menampakkan cahaya oranye. Membuat pemandangan lebih cantik, namun hawa suram menyelimuti. Manda yang merasakan keanehan mengajak Raya masuk ke dalam rumah.
"Nenek aku kata, jika senja begini kita tidak boleh keluar rumah. Karena para penghuni dunia lain sedang keluar mencari teman." ucap Manda pada Raya.
" Nenek kamu yang mana mengucapkan kata kata seperti itu?" tanya Raya menyeringai. Manda pun tersenyum, sampai saat ini Manda hanya bisa melihat neneknya dalam foto saja. Karena nenek dan kakek dari kedua orangtuanya telah tiada saat Manda masih bayi, bahkan ada yang meninggal sebelum Manda lahir.
Hingga lepas magrib, Lily tak kunjung menampakkan diri. Raya dan Manda mulai cemas. Kalaupun mencari,kemana mereka harus pergi?
"Nenek..Nenek sudah pulang?" sapa Raya ketika melihat nenek Sari memasuki rumahnya.
"Iya Ray..kalian sudah makan belum?" tanya nenek Sari balik.
"Sudah nek.." jawab Raya. Nenek Sari hanya tersenyum dan masuk ke dalam rumah.
"Ray.. kenapa aku selalu merinding jika ketemu nenek kamu?" Manda langsung mendekati Raya dan memeluk lengan Raya dengan erat.
"Apaan sih?" Raya melepaskan pelukan tangan Manda.
Raya pun masuk ke dalam rumah mencari neneknya. Mungkin saja nenek Sari bertemu Lily di luar tadi.
"Nenek..apa tadi di jalan nenek bertemu Lily? dia tidak ada di rumah sejak siang tadi. Sampai sekarang belum pulang." tanya Raya.
"Nenek tidak bertemu siapapun sampai rumah!" jawab nenek Sari yang sedang duduk di kursi goyangnya. Lagi lagi nenek Sari hanya tersenyum pada Raya.
Raya kembali ke teras menemui Manda.
"Nenek tidak bertemu dengan Lily! Ayo kita cari!" Raya masuk ke kamar mengambil jaketnya. Tak lupa membawa jaket Manda juga. Manda yang sebenarnya enggan keluar rumah terpaksa ikut, karena tidak mau sendirian di rumah apalagi hanya berdua dengan nenek Sari. Manda selalu merasa aneh jika melihat nenek Sari tersebut.
" Nenek...kami keluar dulu mencari Lily!" pamit Raya dengan berteriak dari luar rumah. Tak ada sahutan dari nenek Sari.
"Apa nenek kamu dengar?" tanya Manda.
"Harusnya dengar! beliau sedang duduk di kursi goyang." jawab Manda.
Raya dan Manda keluar rumah mencari keberadaan Lily yang menghilang sejak tadi siang. Di sepanjang jalan mereka tidak bertemu dengan seorang pun yang lewat.
"Kamu merasa aneh gak sih? padahal masih jam segini, tapi tak satu orang pun terlihat?" tanya Manda. Raya hanya mengangkat bahunya.
"Bukankah itu bang Ali?" tunjuk Raya dan langsung bersembunyi di balik pagar tetangga. Manda pun mengikuti Raya.
Mereka melihat Ali sedang berjalan sendirian. Entah darimana dan mau kemana? Namun dari arah yang dituju sepertinya mau pulang ke rumah. Raya dan Manda pun mengikuti Ali.
"Sepertinya ada yang aneh dengan bang Ali!"
salam dari keluarga besar arsgaf 🙏