NovelToon NovelToon
My Teacher, Istri Untuk Papa

My Teacher, Istri Untuk Papa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Leogirl's

~Novel ini masih tahap revisi. Mohon maaf jika masih banyak tipo dan kepenulisan yang tidak sesuai kaidah kepenulisan dan PEUBI, terlebih di seperempat bab awal.~

Rania gadis cantik yang berprofesi sebagai guru SD bertemu dengan Kanaya anak kecil si periang yang memiliki magnet tersendiri, membuatnya begitu nyaman bersama kanaya dan begitupun sebaliknya.
Tanpa diketahui Rania, Kanaya adalah anak dari Leo dan Ayu sang kekasih yang menghianatinya dengan sahabatnya sendiri. Kanaya yang merindukan sosok seorang ibu dan terlanjur jatuh hati pada sang guru bertekad menjodohkan Rania dengan sang Papa, sesuai amanah ibunya untuk menyatukan kembali cinta Papa Leo dengan sahabatnya.
Namun, Rania sudah terlanjur sakit hati dengan pengkhianatan Leo dan Ayu yang membuatnya begitu terpuruk. Akankah Rania menerima Leo kembali setelah ia mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi di masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunda ....

Rania dan Kanaya sampai di rumah Rania. Rumah yang begitu nyaman dan bersih, dengan bunga-bunga indah menghiasi halaman depan rumah. Rumah dua lantai yang tidak terlalu luas seperti rumah milik Kanaya yang tinggal di kawasan perumahan elit di daerah C.

"Ayo, Sayang masuk!" ajak Rania, "ini rumah keluarga ibu, maaf ya jelek." tuturnya lagi.

"Kata siapa jelek? Aya suka dengan rumah Ibu. Disuruh tinggal di sini pun Aya mau," celetuk Kanaya.

Ya ampun nih anak asal jeplak aja, kalau tinggal disini entar aku tinggal di mana.

Rania membuka pintu dan mengucapkan salam, "Assalamualaikum Bu, Rania pulang!" Tampak ibu di dapur sedang membuat makan siang.

"Waalaikumsalam," jawab Ibu sambil menoleh ke arah suara, "sudah pulang, Nak? Eh, ini siapa yang kamu bawa, Kak?" tanya ibu, melihat ada sesosok anak kecil menggandeng tangan Rania.

"Ayo, Sayang salim dulu sama ibunya Ibu!" perintah Rania dan Kanaya menurut.

"Assalamualaikum, Nenek! Kenalin aku Kanaya suka dipanggil Aya. Aya muridnya bu Guru cantik," Kanaya memperkenalkan diri.

"Owh, ya ampun, cantik banget muridmu, Nak!" ucap ibu pada Rania, "tapi kenapa bilang ibu, nenek? nenek belum punya cucu lho?" ucapnya pada Kanaya.

"Karena Nenek 'kan ibunya bu Guru cantik," ujarnya, "kalau gitu bagus dong Nek, Aya bisa jadi cucu pertama Nenek, boleh 'kan Nek?" tutur Kanaya lagi.

"Boleh banget Sayang, Nenek tuh sebenarnya udah kebelet pengen punya cucu. Ah ... Nenek seneng banget." Ibu memeluk Kanaya.

"Wah langsung akrab nih," goda Rania.

"Iya dong," jawab keduanya kompak.

"Aya, Nenek lagi masak. Kamu maen dulu sama bu Guru ya, nanti kita makan siang bersama," tutur ibu kemudian.

Ibu melanjutkan memasak, sedangkan Kanaya mengikuti Rania kekamarnya.

"Kamar Ibu cantik Aya suka, banyak boneka juga. Boleh maen boneka, Bu?"

"Makasih pujiannya Sayang. Boleh dong! Anggap aja kamar Aya sendiri," ucap Rania sambil berlalu ke kamar mandi tuk ganti pakaian.

Kanaya sangat senang berada di rumah Rania, dia asyik bermain bersama boneka-boneka kesayangan Rania. Setelah berganti pakaian Rania menemaninya bermain.

"Mama Kanaya apa lagi sibuk ya, Sayang?" tanya Rania.

"Enggak Bu, kenapa emang?"

"Kalau Papa gak jemput, kenapa gak dijemput sama mama?"

"Aya gak mau dijemput sama Mama, Bu."

"Kenapa?"

"Aya masih mau bersama sama Papa. Kalau dijemput Mama, Aya gak bakalan ketemu Papa?"

Apa bener yang di ucap Suci ya? orang tuanya berpisah. Rania kepo.

"Kok bisa gitu, Sayang?"

"Soalnya mama udah di surga, Bu, kalau ikut mama aku meninggal dong, Bu. Papa jadi sendirian kasian dia, Bu," tuturnya.

Ya ampun jadi mamanya udah meninggal, kasihan sekali Kanaya.

"Maafkan Ibu, Ya! Ibu gak bermaksud bikin Aya sedih." Rania memeluk Kanaya.

"Gak apa-apa, Bu. Mama Aya pergi waktu ngelahiriin Aya," jelas Kanaya.

Bahkan ia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.

"Ibu mau jadi mama Aya?" Pertanyaan yang membuat sontak Rania kaget.

"Mama?" tanya Rania keras.

"Gak mau ya?" Kanaya menyimpulkan dan air mata mulai mengalir di pipi cubynya.

Kok malah nangis sih?

"Bukan gak mau, Sayang. Ibu cuma kaget aja. Aya boleh, kok, anggap ibu sebagai mama Aya," jelas Rania membuat Kanaya senang dan langsung mengeratkan pelukannya.

"Makasih, Bu. Kalau gitu Kanaya boleh panggil Ibu dengan sebutan Mama?"

Hah mama?

"Mama itu 'kan buat mama Aya yang udah ngelahiriin Aya, Sayang."

"Kalau gitu bunda aja gimana bu Guru?"

"Boleh deh."

"Makasih, Bunda."

Bunda panggilan baru kanaya kepada Rania. Setelah asyik bermain, Kanaya tertidur di saat Rania membacakan dongeng untuknya.

Ketika melihat Kanaya sudah terlelap, Rania pergi ke dapur membantu ibunya.

"Kanaya mana Kak? kok di tinggal?"

"Udah tidur, Bu."

"Owh, dia anak siapa? Kayaknya deket banget sama kamu?" tanya ibu.

"Gak tahu, Bu. Dia murid baru di kelasku."

"Dan langsung sedekat itu?" tanya ibu lagi.

"Entahlah, gak ngerti Kakak juga. Dia langsung mendekat dan aku langsung menerimanya. Mungkin karena dia gak pernah mendapatkan kasih sayang seorang Mama kali ya, Bu," jelas Rania.

"Emang kemana mamanya?"

"Udah meninggal waktu ngelahiriinnya. Itu, sih, yang ia bilang tadi," ucap Rania sambil membantu ibu memotong sayuran.

"Kasihan sekali ya anak itu, masih kecil gak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu." Ibu merasa iba kepada Kanaya.

Masak sudah hampir selesai. Rania mulai menyajikannya di ruang makan. Tiba-tiba datang Dewi dari kamar atas sambil berlari.

"Kak gila lo yah! Tiga tahun jadi guru sekarang cari profesi baru? Kurang apa gaji PNS-mu?" Dewi memborbardir pertanyaan kepada Rania.

"Apa, sih? Kapan pulang dari kampus? Tahu-tahu nongol dari atas aja."

"Udah pulang dari sebelum duhur, dosennya gak hadir jadi pulang aja ngerjain tugas di kamar," jelas Dewi. "Eh, kenapa malah mengalihkan topik? Sejak kapan kau jadi penculik?"

tanya Dewi lagi, yang langsung mendapat jitakan dari Rania.

"Kalau ngomong disaring jangan asal mangap. Siapa yang jadi penculik?"

" Nah, itu ada anak siapa di kamarmu? Nanti orangtuanya nyariin. Apa jangan-jangan lo minta tebusan ya, Kak?" tanya Dewi lagi.

"Ya ampun, De! Lama-lama nih, sambel nemplok dimuka lo ya!" teriak Rania yang sedang menyimpan sambal.

"Ampun, Kak! Nanti mukaku bau terasi, Ade 'kan cuma nanya," ucap Dewi.

Mama yang dari tadi mendengar perdebatan mereka, mencoba menjelaskan kepada Dewi siapa yang ada dikamar Rania.

"Owh begitu toh ceritanya? Bilang dari tadi, 'kan aku gak bakal mikir yang aneh-aneh, Kak." Dewi berujar tanpa rasa bersalah.

"Mau jelasin gimana? kamu nyerocos mulu kaya beo," ujar Rania jengkel.

Tiba-tiba terdengar suara dari atas tangga,

"Bunda ... Bunda ...." teriak Kanaya.

Dewi dan Ibu langsung kaget dibuatnya, "Hah! Bunda?" ucap keduanya berbarengan.

"Iya, tadi Aya izin mo panggil aku bunda," tutur Rania.

"Wah baru dua hari udah jadi bunda aja nih? Besok-besok kayaknya bapaknya bocah manggil lo bunda juga, Kak?" cerocos Dewi yang suka ceplas ceplos.

"Ngaco kamu," jawab Rania sambil menghampiri Kanaya ke dekat tangga.

"Secara anaknya cantik pasti dia dari bibit unggul. Tak apalah walaupun duda yang penting keren. Pastinya lo dapet bonus tuch anak cubby, gak usah sakit-sakit lahirin anak," ucap Dewi panjang lebar yang dibalas pelototan dari Rania.

Rania memang paling sensitif kalau disinggung mengenai lelaki. Semenjak 8 tahun lalu Rania tak pernah lagi menjalin hubungan asmara dengan siapapun.

"Udah jangan bahas nyampe ke sana, tahu sendiri kakak kamu paling gak mau di sanding-sandingkan sama lelaki." Ibu mengingatkan Dewi.

"Iya, Bu." Dewi menurut.

"Tapi wajah anak itu kayak familiar ya, Bu?"

"Masa, sih?" tanya Ibu yang sebenarnya ia pun sepemikiran dengan Dewi.

"Iya Bu, mirip siapa yah?" tanya Dewi sambil berpikir.

Apa iya? Gak mungkin juga kan dia anaknya, batin Dewi yang mulai megingat sesuatu. Akan tetapi, ia tak berani memberitahu ibu apalagi kakaknya.

1
Nur Syamsi
awas masuk angin calpeng
Nur Syamsi
paket komplit Kanaya udah agamawati cantik, lembut pula....segerah dihalalin bapaknya Alief
Nur Syamsi
😥😥😥 sesak Thor bacanya tp bahagia rasanya terkyak kebusukan Gisel
Nur Syamsi
dasar wanita ular iblis yg putus urat malunya,
Nur Syamsi
apa yg dimaksud katakan Alvin perlu dipertimbangkan Dev, selidiki si Gizrl jgn smpe nyesal kamu ntinya
Nur Syamsi
ponakan Dewi,
Nur Syamsi
Ranianya ngidam kayaknya pak suami
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
Winda Winda ap Tdk kebalik,
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
sesak bacanya author kirain Mas Leo suami Rania...😥😥
Nur Syamsi
Tante Lux sepupu dg Tante Sunsilk...😂😂😂
Nur Syamsi
pasti Rania datang bulan kasian Leonya
Nur Syamsi
🤣🤣🤣 kasih baju tu istrinya Leo ntar Kanayanya nanya baju bundanya
Nur Syamsi
🤣🤣🤣🤣 dasar Dewi adik durhakim, ngga papa Rania diluar ke arab"an dikamar ke barat" an 🤣🤣
Nur Syamsi
Aldo Aldo,untung diintilin seandainya Tdk pasti udah disosor tu adeknya...🤣🤣🤣
Nur Syamsi
salut dg prinsip Aldo, nti sudah nikah semua adek ceweknya baru dianya nikah jga .
Nur Syamsi
the best Wisnu....
Nur Syamsi
😭😭😭 terharu ceritanya Aya thor
Nur Syamsi
mungkin itulah jg karma waktu Wisnu membantu papanya Ayu waktu menjebak Ayu dan Leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!