NovelToon NovelToon
RETAK

RETAK

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Angst / Persahabatan / Chicklit / Tamat
Popularitas:648.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

[Proses Revisi]
On IG: @ry_riuu
Ini kisah tentang seorang gadis yang mengorbankan perasaan demi sahabatnya, tanpa memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri.

Karena pengorbanan yang dilakukannya, dia dipertemukan dengan seorang pria tampan yang selalu mengisi hari-harinya.

Hingga pada akhirnya dia pun harus mengorbankan lagi perasaannya, mengikhlaskan pria yang selalu mengisi hari-harinya itu untuk sahabatnya lagi,

Akankah pria tersebut bisa menerima sahabatnya itu? atau malah sebaliknya? atau bahkan tetap menetap pada gadis yang terus saja mengorbankan perasaannya?

-Lakukan selama itu membuatmu bahagia, tanpa pernah bertanya tentang hatiku kenapa, pertanyaan itu malah membuat hatiku semakin sesak.- Iris Anastashia.

-Jangan pernah hidup dalam kepura-puraan, jika dia menghilang kau jangan menyesali kepergiannya.- Zhein Anggara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RETAK [07]

Happy Reading🥀

Rate

Like

Comment

Vote

...Dunia bukan tentang harta dan rupa saja, hati yang baik, senyum yang tak pernah pudar adalah salah satu untuk menjalani hidup yang sehat....

...-Airin-...

"Tidak Sus, saya bawa uangnya, nanti saya akan ke sana." ujar Kakek.

"Baik Pak, saya tunggu." ucap perawat tersebut sambil berlalu pergi.

Kakek tersebut langsung duduk di kursi dengan wajah khawatir bercampur sedih dan takut.

"Kalau Iris boleh tau, administrasinya berapa lagi Kek?" tanya Iris.

"5 juta lagi neng." jawab Kakek sambil tersenyum menutupi rasa cemasnya.

"Kakek, Airin gak apa-apa Kok kalau harus di rawat di rumah." jawab Airin.

"Gak Rin, Kakek bawa kok uangnya. Airin gak usah khawatir ya." ucap kakek sambil berlalu pergi keluar ruangan.

"Airin sakit apa?" tanya Iris.

"Kanker paru-paru Kak, sekarang udah stadium 3." jawab Airin. Iris menatap iba kearah Airin yang sudah pasrah.

"Airin tau, Kakek gak bawa uangnya, Airin cuman nyusahin Kakek selama ini, Airin gak tau harus gimana lagi Kak, Airin benci semua ini." ucap Airin.

"Airin gak boleh gitu, Airin bisa sembuh, Airin mau kan liat Kakek senyum lagi?" tanya Iris sambil menggenggam tangan Airin. Sedangkan Airin hanya menganggukkan kepalanya sambil meneteskan air mata.

"Soal biaya Airin gak usah khawatir. Yang terpenting saat ini Airin jangan pernah menyerah buat sembuh dari penyakit Airin, jangan lupa selalu berdo'a sama Tuhan biar semuanya dapat jalan keluar." sambung Iris sambil menyeka air mata yang menetes.

"Airin janji bakalan berusaha buat sembuh." ucap Airin sambil memeluk Iris, Iris membalas pelukan Airin dengan penuh kasih sayang.

"Kakak pergi dulu, jangan lupa buahnya dimakan ya, kalau Airin butuh tempat curhat bisa datang ke Kakak, Kakak usahain bakal selalu jenguk Airin." ujar Iris sambil tersenyum.

"Makasih Kak, selama ini Airin belum nemu orang secantik Kakak yang sudi di peluk sama Airin." ucap Airin.

"Airin gak boleh bilang gitu, semua orang bakal peluk Airin dengan penuh kasih sayang cuman waktunya bukan sekarang." ujar Iris sambil melambaikan tangannya dan berlalu pergi.

"Makasih Kak Iris." teriak Airin antusias melambaikan tangannya.

"Kakek masih disini?" tanya Iris.

"Iya Neng, Kakek bingung." jawab Kakek tersebut.

"Kakek gak usah khawatir, semuanya bakalan ada jalan keluarnya." ucap Iris.

"Kakek gak punya biaya buat lanjutin pengobatan Airin." ujar Kakek tersebut sambil meneteskan air matanya.

"Biar Iris bantu Kek." ucap Iris sambil menyeka air mata kakek tersebut.

"Gak usah neng, udah cukup bawa buah aja, kakek gak mau ngerepotin. Nanti kakek bayarnya pake apa?" tanya kakek.

"Gak apa-apa, kakek cukup bayarnya anggap Iris cucu Kakek, udah itu aja. Gak usah di bayar pake uang lagi." jawab Iris dengan mata yang berkaca-kaca.

"Kakek anggap neng sebagai cucu kakek dari waktu neng nolongin kakek." ucap Kakek.

"Kalau Kakek anggap Iris cucu Kakek, izinin Iris buat bayar semuanya, itu kewajiban seorang cucu bukan?" tanya Iris yang sudah meneteskan air matanya.

"Dan satu hal lagi panggil Iris aja kek." sambung Iris.

"Terimakasih Iris, semoga Iris selalu dapat kebahagiaan, kalaupun sakit pasti ada obat dari rasa sakit itu, apapun pengorbanannya kakek yakin Iris bakalan dapat yang lebih baik, ini doa dari seorang kakek untuk cucunya." ucap Kakek tersebut sambil memeluk Iris. Iris yang mendapat pelukan seperti itu langsung membalas pelukan sang kakek yang terlihat bahagia.

"Kalau gitu Iris bayar dulu, kalau Iris ada waktu, Iris bakal usahain buat kesini." ucap Iris.

Iris berdiri dari duduk nya sambil tersenyum ke arah kakek yang juga sedang tersenyum bahagia menatap kearahnya. Iris melangkahkan kakinya pergi sambil melambaikan tangannya ke arah kakek.

Terkadang ada beberapa hal yang harus kita syukuri dari kehidupan yang sudah kita miliki, harta bukan tolak ukur untuk menjadi bahagia. Rasa syukur adalah hal yang nilainya lebih tinggi dari sebuah kebahagiaan. ucap Iris dalam hati sambil menyeka air matanya.

Tanpa Iris sadari ada seseorang yang melihat kejadian tersebut dengan senyuman yang mengembang.

"Iris memiliki satu hal yang jarang gue temui dari gadis lain." ucap orang tersebut.

...----------------...

Iris sudah membayar semua administrasi rumah sakit atas nama Airin, dia juga sudah mengganti ruangannya menjadi VIP.

Ke ruangan Haiden jangan ya?

Kesana ajalah, Iris kesini kan mau ketemu sama Haiden. ucap Iris dalam hati sambil melangkahkan kakinya ke ruangan Haiden.

"Permisi." ucap Iris saat membuka pintu ruangan Haiden.

"Iris." ujar Sherin dan Celine secara bersamaan. Iris melangkahkan kakinya mendekat kearah Sherin yang sedang duduk di samping ranjang Haiden

"Haiden nya udah bangun?" tanya Iris.

"Belum Ris, dari tadi gue tungguin gak bangun-bangun." jawab Sherin.

"Gimana, temen lo baik-baik aja?" tanya Sherin.

"Baik." jawab Iris.

Iris melihat ke arah Celine dan Kenneth yang saling menggenggam tangan satu sama lain.

"Oh iya, lo belum kenal dia kan?" tanya Celine. Iris menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Kenalin ini Ken, pacar gue." sambung Celine.

Kenneth mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan, padahal dirinya dan Kenneth sudah saling kenal. Iris menerima uluran tersebut.

"Iris." ucap Iris.

"Lo tau ruangan Haiden dari siapa?" tanya Sherin. Dalam seketika jantung Iris mendadak berhenti mendengar lontaran pertanyaan dari Sherin.

Mati gue! Harus jawab apa?

"Em, itu, tadi gue.." Iris ingin menjawab perkataan Sherin namun secara tiba-tiba ada seseorang yang membantunya berbohong.

"Tadi dia ketemu gue pas abis dari kamar mandi, terus nanyain ruangan Haiden." ucap seseorang yang secara tiba-tiba masuk kedalam ruangan Haiden.

"Lo gimana sih Ris, tinggal bilang ketemu sama Zhein aja susah banget." ujar Sherin sambil tertawa.

Iris diam tak berkutik, dirinya kembali di tolong oleh Zhein lagi.

"Iya tadi gue mau ngomong itu tapi keburu dia yang jawab." ucap Iris sambil tersenyum ke arah Sherin.

Zhein duduk di sebelah Iris, karena itulah tempat yang masih kosong di ruangan ini.

"Makasih udah nolongin gue." bisik Iris sambil melihat keadaan sekitar yang sedang sibuk dengan dirinya sendiri.

"Anggap aja pertolongan gue balasan dari kebaikan yang lo lakuin hari ini." ucap Zhein sambil menatap mata Iris dan tersenyum tipis.

Iris dapat melihat senyuman yang membuat matanya tak berkedip sama sekali. Mata yang seolah mampu memberhentikan waktu dan detak jantungnya.

"Gue tau gue ganteng." ujar Zhein sambil menjentikkan jarinya di hadapan wajah Iris.

"Kepedean banget lo!" bentak Iris dengan suara berbisik.

"Terus lo tadi liatin apa? kalau bukan liatin gue." tanya Zhein yang melipat kedua tangannya.

"Gue liat lo itu orang yang paling nyebelin gue temuin dari sekecil bayi sampai segede ini." jawab Iris dengan tatapan tajamnya, Namun bagi Zhein tatapan itu tidak mempan dan malahan tatapan tajam Iris baginya itu sangat menggemaskan.

Kok gue gemes banget ya? ucap Zhein dalam hati.

Kalau diliat-liat Zhein ganteng juga ya? ucap Iris dalam hati sambil tersenyum manis.

1
Zefanya Ester
Luar biasa
Zefanya Ester
Lumayan
Story Neng Gina
baca retak ini udah ke 4x nya. tapi tetep aja bikin melow😢😢😢

semangat terus bikin karya2 nya kak💪🏻🤗
Al-za Nur Rasyid
aelah tamatin cerita echa dulu napa thor
Matthias Von Herhardt
Embat ajaaaa dua2nya Haiden atau Zhein 😁😁😁😁😁😁😁😁😁 hahaaa
Matthias Von Herhardt
Sherin... aku bacanya jadi ilfeel bngt dah .. tapi gpp buat iris ngorbanin perasaanmu demi Sherin temen laknatmu... suatu saat klo dapet yg tulus jgn kasih kendor ..
Matthias Von Herhardt
Faktanya di dunia nyata jg sama, hanya karena laki2, persahabatan jadi hancur, hubungan keluarga pun bisa hancur hanya krna cinta... mending iris fokus belajar aja sayang...
Matthias Von Herhardt
si neng riumi bnr2 bikin bunda jadi gregettt.... novelnya gak jauh2 yaa dari SMA, cwo ganteng2, ciwi2 cantik hadeeehh... seketika ingin kembali ke masa muda lagi enak kali yaaa...😁😁😁
Santi Sari
sangat bagussszzz
Santi Sari
berulang2 ngebaca cerita ini,dk pernah bosen..ditgu up ny thor
ncsa
keren banget karna semua ceritanya masuk ke para pembaca jadi ikut ngersaain sedih dan senengnya juga smngtt trusss kakkk riumii❤️❤️❤️dtngguu S2nya hehehe
ncsa
aaa kak riumii aku padamu, pokoknyaa ini crtaa ditungguuu s2 nyaa gaa puas klo crtaa zhein sma iris smpes sini doangg, smngttt kakk selaluu sukaa samaa karyaa karyaa outhor stuuu iniii krnaa crtaanya seru seruu bikinn kesell sedihhh bahagiaa pokoknya smuaanya dapett aplgi crtaaa echa sma bara and kwn kwnn udahh hmpirr setaun keknyaa ga upp trkhir bca teror selaluuu aku cekk trnytaa emng gaa ada up upp trus akuu cba cek profile kak riumi penasaran sama RETAK akhirnya cbaa bcaa krna lgi bosenn eh tau tauu ramee crtaanyaa jdii jatuh cintaaa tngguuuu kakkkk s2nyaaa ga mau tauu tnggung jawab sma kita yg udahh baper inih🥺❤️❤️❤️
Esti Restianti
Sherin cepet banget merubah moodnya,kayanya dia memiliki gangguan de,dia terlalu penuh obsesi
Esti Restianti
Sherin cepet banget merubah moodnya,kayanya dia memiliki gangguan de,dia terlalu penuh obsesi
Esti Restianti
baru baca aja udah ilfeel sama Sherin
Esti Restianti
mampir kak
Sushii
bagus banget ceritanya. ngena sampe hati yang baca
Freddy
ceritanya menarik tidak membosankan
Freddy
tadinya Revan. diganti zhein. sekarang balik Revan. lain kali ga usah ganti nama tokoh, jadi ga salah sebut nama terus. sebagai pembaca setia jadi ikutan bingung
Anonymous
amazing!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!