Aira Khumaira Az-Zahra, Gadis cantik yang saat ini memasuki usia seperempat abad. Dokter muda yang sangat cerdas putri seorang Petinggi di angkatan darat tak membuat dia menyombongkan diriinya. Gadis sholehah karena didikan sangat ayah dan bunda nya menambah nilai plus untuk Aira.
Aira, hampir 10 tahun hatinya terukir 1 nama yang tak pernah luntur meskipun tahun telah berganti. Rio, laki-laki kecil entah seberapa saat ini putra dari sahabat ayahnya yang sudah menjadi sahabatnya di saat masih anak-anak. Janji yang pernah terucap dan tak pernah Aira lupa.
"Aira, besok kamu mau ya jadi pengantinku?" Ucap seoarang anak laki-laki kecil kepada sahabatnya.
Dapatkah Aira menemukan sahabat kecilnya dan mereka dapat bersatu mewujudkan impian kecil mereka setelah badai dan perpisahan yang di alami mereka????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dedek Adyan Rafif Putra ALmair
"Dedek...." Teriak Aira yang kegirangan melihat ayahnya membawa Adyan.
"Shut......."Ucap
Irsyad dengan memberikan tanda telunjuk tangan di bibirnya.
"Jangan kencang-kencang kak,si adik baru tidur." Tambah Irsyad menasehati
putrinya.
"Maafin Aila ayah."Jawab Aira dengan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
"Nggak papa sayang,ayo sini katanya kakak mo lihat adik."Ajak Irsyad dengan melambaikan
tangan kanannya ke arah sang putri. Sedangkan tangan kirinya menggendong Adyan.
Aira,Rio dan Irfanpun maju ke arah Irsyad yang sudah berada disini Salma untuk melihat
wajah Adyan.
"Wah ganteng juga anakmu Suh." Puji Irfan setelah melihat wajah Aydan yang
putih seperti Salma dan hidung mancung seperti ayahnya.
"Ya jelas dong. Bibit unggul."Jawab Irsyad dengan bangga memamerkan karya
benihnya.
"Kok dedek nya kecil om. Terus itu tangannya juga kecil-kecil."Ucap Rio.
"Iya yah,itu kok tangan adik kecil."Tambah Aira yang penasaran.
"Kan pertumbuhan adik bertahap kakak. Coba kakak lihat pohon mangga yang kakak tanam
di depan rumah. Apa waktu kakak menanamnya pohonnya sudah besar seperti
sekarang?" Salma pun menjelaskan kepada putrinya tentang tahap tumbuh
kembang sang adik.
"Enggak bunda."Jawab Aira menggelengkan kepalanya.
"Itu juga sama kayak adik,nanti berlahan-lahan adik akan tumbuh besar seperti pohon
mangga yang di tanam kakak. Jadi adik harus minum susu. Seperti pohon mangga
kakak yang tumbuh besar karena kakak sering menyiraminya dengan air,kalau adik
tumbuh besar kalau di beri susu."Tambah Salma.
"Gitu ya bunda,ya udah nanti adik di beli susu ya bunda bial cepat besal dan bisa
maen sama kakak."
"Dan juga bisa maen bola sama Rio tante."Tambah Rio.
"Pah,Rio juga pingin punya adik."Ucap Rio tiba-tiba setelah melihat kelucuan baby
Adyan.
Salma dan Irsyadpun saling pandang dengan tersenyum melihat rengekan Rio kepada ayahnya.
Sedangkan Irfan hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung mo
jawab apa.
"Nanti kalau mama datang tanya sama mama saja,mau nggak mama buatin adik
Rio."Jawab Irfan.
"Ok,nanti Rio mo minta sama mama."Ucap Rio dengan menekuk kedua tangannya di depan
dadanya.
"Waduh mampus ni,bisa di gorok ibunda ratu ni."Batin Irfan yang takut dengan sang
istri. Dulu waktu melahirkan Rio,Rosa merasakan sakit yang luar biasa hingga
Irfan jadi bahan pelampiasannya agar Irfan juga merasakan apa yang dia rasakan.
Hingga Rosa belum memikirkan mempunyai anak lagi karena masih trauma dengan
persalinan pertama.
"Awas saja suh,bentar lagi ada macan betina ngamuk." Ledek Irsyad yang tahu
permasalahan Irfan. Irsyadpun tertawa hingga Aydanpun terbangun karena kaget.
"Mas,ih tu putra kita jadi bangun."Protes Salma dengan mencubit perut Irsyad.
"Hehehe,ampun dek."Jawab Irsyad. Diapun memberikan Adyan kepada Salma untuk di tidur kan
Salma. Karena Aydan sudah kenyang,sehingga Salma hanya memidurkannya di atas
bed. Apalagi masih ada Irfan disana jadi ia merasa tidak nyaman untuk menyusui.
"Ayah,nama dedek siapa?" Tanya Aira yang bingung mau manggil siapa kepada adik
bayinya.
"Nama dedek Adyan Rafif putra Almair kak."Jawab Irsyad dengan mencubit pipi
Aira.
"Wah nama yang bagus Suh."
"Terus manggilnya siapa om?" Tanya Rio.
"Aila boleh manggil dedek dengan nama Ian yah?" Usul Aira.
"Boleh sayang,kakak boleh panggil dedek Ian."Jawab Irsyad.
"Halo dedek Ian,ini ada abang Rio. Cepat besar ya biar bisa maen sama
abang."Ucap Rio dengan mengelus tangan Adyan.
"Lio kan dedek Ian adik Aila,jadi ya maennya sama Aila."Tolak Aira.
"Kan dedek Ian cowok,ya maennya sama cowok juga dong." Jawab Rio.
"Telus kenapa Lio maennya sama Aila. Kan Aila cewek." Sanggah Aila yang tidak
terima.
"Hehhe,kan Rio mau dekat sama Aira dan mo lindungi Aira dari anak yang nakal,jadi ya Rio
maen sama Aira." Jawab Rio dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal akibat pertanyaannya yang di balik Aira.
"Pokoknya dedek Ian halus maen sama Aila."
"Sudah-sudah kakak dan abang nggak boleh berantem,nanti dedek kaget dan nangis lo.... Dedek Ian besok kalau sudah besar bisa maen kok sama abang Rio dan kakak Aira. Kalau sekarang dedek kan masih kecil jadi belum bisa di ajak maen."Jelas Salma memberikan pengertian kepada Aira agar tidak berantem dengan Rio.
"Maafin Rio ya Aira."Pinta Rio dengan mengulurkan tangannya. Ia merasa bersalah
karena membentak Aira berebut Adyan.
"Iya Lio,maafin Aila juga ya."Jawab Aira dengan menjabat tangan Rio.
Merekapun tersenyum setelah saling memaafkan. Sedangkan orang-orang dewasa yang berada di sana pun ikut senang melihat anak-anak mereka akur kembali setelah acara berebut Adyan.
Pintu kamar Salma di buka. Ada 2 wanita dewasa yang tersenyum bahagia masuk kedalam
sana.
"Eh anak mama sudah datang."Sapa Rosa kepada Rio dengan menghampiri nya.
"Mama dari mana?" Tanya Rio.
"Habis nganterin tante Nita periksa ."
"Memangnya tante Nita sakit apa Ma?" Tanya Rio. Rio termasuk anak yang aktif. Dia
sering bertanya apapun yang membuat dia penasaran. Terkadang Irfan dan Rosa Pun
kualahan menjawab pertanyaan Rio jika pertanyaannya cleneh,sehingga Sebagai
orang tua Rio merekapun benar-benar mengawasi Rio karena mereka takut jika Rio
sampai dengar kata-kata yang tak pantas untuk anak seusia mereka dengar.
Meskipun terkadang sifat Irfan yang juga terkadang mesum. Sehingga Rosa Pun
selalu memarahi habis-habisan sang suami.
"Bentar lagi tante Nita dam om Randy juga punya dedek Rio."Jawab Rosa dengan
berbinar.
Nitapun ikut tersenyum malu dengan melihatkan binar bahagia di wajahnya. Akhirnya yang
di tunggu-tunggu di pernikahannya dengan Randy terkabul juga. Dia yakin setiap
masalah yang Allah beri pasti ada hikmahnya. Dan dia pun merasakannya,dibalik
pengkhianatan dan berujung kecelakaan suami dan mantan sahabatnya,diapun dapat
merasakan dicintai sang suami hingga sekarang hadirnya buah hati di
rahimnya.Semoga ini juga bisa memperbaiki hubungannya dengan sang ayah.
"Wah selamat mbak Nita,akhirnya mbak Nita hamil juga. Sudah berapa bulan ini
mbak?"Ucap Salma memberi selamat kepada Nita.
"Terimakasih
mbak,Alhamdulillah sudah 5 minggu. Berkah buat kami mbak."Jawab Nita
dengan tersenyum.
"Alhamdulillah mbak,pasti Suh Randy bahagia mendengar kabar ini."Tambah Irsyad yang ikut
merasakan kebahagiaan Nita.
"Iya om,Aku jadi nggak sabar ketemu mas Randy."
Kebahagiaan akan selalu hadir setelah awan mendung menghampiri. Tak ada manusia yang tidak pernah mendapat cobaan dalam hidupnya. Semua pasti pernah mengalaminya.
******