NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Monarki

Bulan bersinar cerah dilangit senja. Dan obor-obor menyala terang di gerbang.

Iring-iringan itu bersiap..

Demikanlah, Leader Jhuma bergerak dengan rombongan Iblis Merah ; Kapten Jack Robson, Alexander Turnbull, William Meredith, George Anderson, dan empat Iblis Merah baru ; Arthur Alman ,Sam Cookson, Thomas Chortlon, dan Arthur Cashmore. ditambah 30 prajurit pengawal lainnya, mereka menuju Whangarei.

*

Ommer Ghie dan istrinya ; Doria, mengawasi orang-orang yang bersama mereka mempersiapkan tempat tinggal yang diberikan oleh Leader Jhuma. ini adalah bangunan-bangunan lama yang ditinggalkan oleh pasukan kekaisaran di Kaitaia. Sudah banyak yang terbengkalai sehingga perlu ada perbaikan.

Kedepannya sebuah lokasi di arah tenggara kastel rencananya juga akan dipersiapkan menjadi perkampungan para pendatang ini. Mereka bekerja dengan giat. Untuk persiapan perkampungan baru itu.

Sore itu,

Ommer membacakan buku ayahnya pada istrinya ;

“Aku membuat pintu kastilku dengan pahat yang kuasah dengan setiap anak panah yang diabadikan dihatiku. Aku menutup pintu-pintu ini dan menyembunyikan kuncinya di menara tertinggi yang kubangun. Di setiap langkah, aku mengukir rasa hormat. Aku menghancurkan setiap jendela kaca dan menggantinya dengan jeruji besi. Aku menghancurkan setiap dinding yang tercemar oleh tangan orang-orang yang kupercaya dan mengecewakanku. Aku merobek setiap kertas yang kutulis kepada mereka yang mendengar kata-kataku hanya dengan telinga mereka, bukan dengan pikiran atau dengan hati. Aku melindungi hatiku dengan sangkar emas. Kutinggalkan kuncinya ditempat gelap. Dan aku mencari cahaya. Jiwaku mencari kedamaian. Ia mencari kemurnian dari dunia berdebu yang mengelilinginya. Ia rindu akan kesejatian yang bersinar dari dalam diri. Jiwaku mencari kunci yang hilang tetapi segera sadar bahwa itu tidak dibutuhkan, karena aku sudah menjadi pemilik hatiku sendri…”

“Ayahmu penulis berbakat.” kata Doria. Sambil menyulam kain yang dipegangnya. Mereka belum memiliki anak sampai 2 tahun pernikahan.

“Ia menulis buku ini selama di Lemuria. Karena ia belum lama di Horn. Waktu singkatnya disini dihabiskannya untuk perang.” tatapan Ommer melihat sekeliling.

“Apakah kita akan terus tinggal disini?” tanya istrinya. Ia menghentikan sulaman dan menunggu jawaban suaminya.

“Tentu istriku. Lemuria adalah masa lalu kita. Kita telah membawa semua yang kita butuhkan untuk memulai hidup baru ditempat ini, bahkan para pengikut kita pun,..baginda sangat baik pada kita memberikan kita tempat untuk tinggal”.

“Sesekali aku merindukan tanah kelahiranku. Tak kusangka kini aku di negeri yang asing denganku.”

“Kita akan terbiasa setelah ini..kamu bantulah ibu-ibu yang lain menata tempat ini, mereka butuh kehadiranmu.” kata Ommer. Ia menggengam tangan istrinya. Memberikan penguatan.

Setelah beberapa saat istrinya pergi, berkumpul dengan wanita-wanita lain yang bekerja menata tempat itu. Beberapa anak-anak menemani mereka bekerja. Berlarian meramaikan suasana sore itu. Sementara para pria menjadi tukang untuk memperbaiki beberapa rumah yang rusak. Sebagiannya menuju lokasi yang diberikan baginda. Menumpas pohon-pohon dan membersihkannya.

Suatu hari Ommer dikunjungi orang yang tak dikenalnya. Yang memperkenalkan diri bernama ; Falvel. ia adalah salah satu pelajar di Selatan yang kini tinggal di Kaitaia. Usianya baru 37 tahun namun wajahnya sudah terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Kurus dan mata cekung. Selalu terlihat senyum yang disengaja.

Falvel inilah yang juga sempat menemui Angurey Wayn tahun lalu. Menawarkannya untuk mengganti sistem pemerintahan dengan Kerajaan. Seperti kekaisaran di Lemuria. Namun idenya itu diabaikan Angurey yang percaya bahwa Owen Ghie mendirikan negara baru bukan untuk menjadi seorang Raja. Namun hanya untuk meletakan dasar kepemimpinan bagi sistem Pemerintahan yang ia beri nama The Small Council.

“Aku menawarkan pada Angurey saat itu untuk menghubungi Master Sorush. Untuk mencarimu. Meminta untuk mengangkatmu sebagai Pangeran. Sebelum ayahmu mangkat. Agar legitimasi kepemimpinan antara Leader Owen dan kamu bisa berkesinambungan. Dirikan Kerajaan maka negara ini akan kuat. Percaya padaku, jika kepemimpinan Jhuma tak diambil dan akan berganti pemimpin-pemimpin lain hanya dengan kesepakatan seperti ini, maka negara yang didirikan ayahmu ini tak akan lama, hanya akan menunggu waktu saja untuk kemudian hancur berkeping-keping seperti negeri lain di pulau besar. Semakin para kesatria utama memimpikan untuk memperluas wilayah, maka disitu pulalah ancaman perpecahan akan terjadi, karena akan ada keinginan untuk membagi wilayah. Dan jika wilayah semakin besar, para Lord dan Earl akan menjadi raja-raja kecil untuk wilayah mereka masing-masing. Maka tak ada yang lebih baik dari sistem monarki.” Panjang lebar Falvel yang cerdik meyakinkan Ommer untuk secara perlahan mengambil kekuasaan di negeri ini.

“Ide itu akan merusak sistem yang ditawarkan ayah sendiri, tentang kepemimpinan di negeri ini.. ia tak pernah mengatakan padaku untuk menjadi pemimpin jika kembali ke The Horn.” kata Ommer.

“Mungkin benar. Hanya saja apakah itu pilihan yang tepat, aku meragukan pendapat itu. Sekarang sudah menjadi tugasmu untuk melanjutkan kepemimpinan yang digagas ayahmu ini. Ambil kekuasaan dan semua akan lebih baik.”

“Tidak.aku tak mau mengkhianati ayahku.” segera Ommer berdiri bersiap untuk pergi. Ia sama sekali tak sepakat. Bagaimana bisa ia yang baru saja datang tiba-tiba memberikan ide yang bertolak belakang dengan situasi saat ini. Falvel berfikir, ia harus secara perlahan menguasai anak ini. Karena jika sistim Kerajaan impiannya ini tercapai, ia akan menduduki jabatan penting sebagai pendamping Raja. Namun ia harus sabar. Biarkan dulu anak muda ini dengan keinginannya. Fikirnya.

“Aku akan mengunjungi makam ayahku.” kata Ommer. Bersiap pergi.

“Bolehkan aku menemani?” tanya Falvel. Sejenak Ommer menatapnya, dan memang ia butuh teman di negeri yang masih asing baginya ini. Falvel mungkin akan menjadi temannya sementara ini.

“Baik, ayo.”

Demikianlah, mulai saat itu dalam banyak kesempatan Falvel menjadi teman diskusi Ommer, yang diimpikannya sebagai seorang pangeran. Putra Owen. Leader pertama Kaitaia.

Keduanya kemudian ke Bukit Serum tempat para pejuang dimakamkan.

*

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!