Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.
Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.
Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjara Antar Bintang
Selnya bukan terbuat dari baja atau batu. Itu terbuat dari kehampaan yang dipadatkan.
Dinding-dindingnya adalah bidang hitam legam yang menyerap semua cahaya, suara, dan bahkan udara. Lantainya, langit-langitnya—semuanya sama. Satu-satunya sumber cahaya berasal dari dirinya sendiri, atau lebih tepatnya, dari marka giok di tangannya yang memancarkan cahaya hijau redup yang memantul tanpa henti ke dalam ketiadaan, seolah-olah terperangkap di dalam kotak hitam yang sempurna. Tidak ada pintu. Tidak ada jendela. Hanya ruang kubus berukuran tiga meter di setiap sisi, tanpa arah, tanpa waktu.
Ini adalah Pengasingan.
Leo tidak tahu berapa lama dia telah berada di sini. Detak jantungnya adalah satu-satunya penanda waktu, dan bahkan itu terasa melambat, seolah-olah waktu itu sendiri ragu-ragu untuk memasuki sel ini. Tidak ada rasa lapar fisik, tidak ada rasa haus. Tubuhnya dipertahankan oleh medan stasis yang tak terlihat. Hanya pikirannya yang dibiarkan bebas, dan itulah siksaan sebenarnya.
Dan dia tidak sendirian.
Di dalam Vault-nya, atau apa yang tersisa darinya, kehadiran Pengumpan itu membelit kesadarannya. Tanpa saluran keluar, tanpa materi baru untuk dikonsumsi, ia berbalik ke satu-satunya sumber di dekatnya: Leo sendiri.
Lapar... gumaman itu bukan suara, melainkan sensasi, seperti gatal di bawah tengkorak. Berikan...
Leo duduk bersila di tengah lantai hitam, matanya tertutup, berusaha mengabaikannya. Dia berfokus pada memori—pada wajah Dr. Arif, pada desain Hati Prometheus, pada rasa nasi goreng kaki lima di dekat kantor lamanya. Tapi setiap ingatan itu diserap oleh kelaparan entitas itu, seperti gambar-gambar yang dijatuhkan ke dalam sumur tanpa dasar.
Cita rasa... kehidupan... berikan lebih...
"Saya tidak akan memberimu itu," gumam Leo, suaranya tenggelam tanpa gema di dinding penyerap.
Sebagai balasannya, sebuah rasa sakit yang dalam dan tumpul menggerogoti intinya. Bukan sakit fisik, tapi kehampaan eksistensial. Sebuah peringatan. Ia bisa membuat Leo gila dengan merampas semua makna, semua memori, meninggalkannya sebagai cangkang kosong.
Leo menarik napas dalam-dalam, meskipun tidak ada udara yang masuk. Dia beralih ke alat terakhirnya: pengetahuan yang dia gandakan. Persamaan, rumus, prinsip-prinsip ilmiah. Dia memproyeksikannya secara mental ke dalam kegelapan Vault, seperti melemparkan daging kepada binatang buas.
Entitas itu melahapnya—hukum termodinamika, mekanika kuantum, teori string—dengan keserakahan yang sama. Tapi ini berbeda. Ini tidak memuaskannya seperti emosi atau materi, tapi memperlambatnya. Seolah-olah ia harus mencerna konsep-konsep itu.
Di sinilah Leo menemukan celah.
Ia mulai dengan matematika murni. Teori bilangan. Aljabar abstrak. Ia menuangkan aliran konsep yang semakin kompleks ke dalam kesadaran entitas itu. Dan dia memperhatikan: semakin abstrak pengetahuannya, semakin lama entitas itu terpaku, seolah-olah terjebak dalam sebuah labirin yang tidak bisa dimakannya.
Itu adalah penemuan. Pengumpan itu lapar untuk esensi, untuk substansi. Pengetahuan abstrak adalah bentuk yang substansinya telah dikupas, meninggalkan hanya pola. Itu seperti memberinya air ketika ia menginginkan darah. Itu akan menahannya, tapi tidak memuaskannya.
Leo menghabiskan periode waktu yang tidak diketahui—mungkin berjam-jam, mungkin berhari-hari—dengan hanya memberi makan entitas itu aliran matematika murni. Rasa laparnya mereda menjadi geram yang rendah, seperti mesin yang sedang idle.
Ini memberi Leo ruang untuk berpikir. Untuk merencanakan.
Dia menyentuh dinding selnya. Dingin, atau lebih tepatnya, tidak ada suhu sama sekali. Materialnya bukan materi seperti yang dia kenal. Mungkin itu adalah singularitas yang distabilkan, atau mungkin bidang kekuatan yang begitu padat sehingga menolak keberadaan lainnya. Dia fokus pada gioknya, mencoba merasakan lingkungan di luar sel. Tidak ada. Itu adalah isolasi sempurna.
Tapi kemudian, sesuatu yang aneh terjadi.
Saat dia memproyeksikan satu persamaan yang sangat kompleks—sebuah konjektur topologi multidimensi—ke dalam Vault, sisi lain dari giok itu bereaksi. Urat hitam di giok hijau bergerak, dan untuk sesaat, dia melihat.
Bukan dengan matanya. Tapi dengan persepsi entitas itu.
Dia melihat selnya bukan sebagai kotak hitam. Dia melihatnya sebagai simpul. Sebuah titik dalam jaringan energi yang luas dan kompleks, sebuah jaringan yang membentang melintasi ruang, menghubungkan sel-sel serupa lainnya. Dan di ujung jaringan itu, ada sebuah... kehadiran. Besar, tua, dan kesal.
Pengadilan. Atau sesuatu yang bekerja untuk mereka.
Pengumpan itu, merasakan kehadiran besar itu, mendengus dengan penuh minat. Kelaparannya berpindah sasaran. Itu... besar... penuh...
"Tidak," kata Leo, menarik kembali persepsinya. Itu terlalu berbahaya. Tapi ide itu tertanam.
Selnya bukanlah kehampaan yang terisolasi. Itu adalah bagian dari sistem. Dan sistem bisa dimanipulasi.
Dia mulai bereksperimen dengan sengaja. Dia tidak lagi memberi makan entitas itu matematika acak. Dia mulai memberinya pengetahuan yang sangat spesifik: prinsip-prinsip resonansi simpatik, mekanika celah kuantum, teori lubang cacing Einstein-Rosen. Dia memberinya peta konseptual tentang bagaimana sesuatu yang terisolasi bisa beresonansi dengan sesuatu yang lain, bagaimana menembus penghalang.
Dia sedang mengajar monster itu cara melarikan diri.
Risikonya mengerikan. Jika Pengumpan itu memahami dan memutuskan untuk memakan jaringan itu alih-alih mengikutinya, konsekuensinya tidak terbayangkan. Tapi Leo sudah mati rasa terhadap risiko. Dia telah kehilangan segalanya. Sekarang, satu-satunya tujuan adalah keluar.
Setelah periode pemberian makan yang lain, dia merasakan perubahan dalam entitas itu. Kelaparannya tidak lagi acak. Itu menjadi terarah. Seperti anjing yang mencium jejak.
Jaringan... berdenyut... ikuti...
Leo mengulurkan tangannya, menempatkan telapak tangannya yang bermarka ke dinding sel. Dia tidak memerintahkan apa pun. Dia hanya membuka saluran, membiarkan persepsi terarah Pengumpan itu mengalir melalui dirinya, ke dalam dinding.
Dinding hitam itu bergetar.
Untuk pertama kalinya sejak dia tiba, ada sensasi selain kehampaan. Getaran halus, seperti senar raksasa yang dipetik. Dan di dalam getaran itu, ada informasi. Leo menangkapnya—sebuah kode, sebuah pola pemeliharaan, sebuah alamat dalam jaringan.
Selnya adalah Sel 7.441 dalam Blok Theta, yang terletak di "Stasiun Karantina Zona Buffer L2", mengorbit bintang katai merah tak bernama di lengan Orion.
Dia memiliki lokasi.
Dan Pengumpan itu memiliki rasa.
Lebih... beri tahu lebih... desisnya, sekarang penuh dengan antisipasi yang mengerikan.
Tiba-tiba, tanpa peringatan, sebuah bagian dari dinding di depannya menjadi cair dan transparan, membentuk sebuah layar. Di atasnya, muncul wajah Arbiter, galaksi di matanya berputar dengan tenang.
"Aktivitas energi terdeteksi dalam sel Anda. Menghentikan percobaan."
Leo tidak terkejut. Dia bahkan tersenyum, sebuah gerakan yang terasa asing di wajahnya. "Ini bukan percobaan. Ini negosiasi."
"Tidak ada yang bisa dinegosiasikan. Anda adalah tahanan."
"Setiap tahanan memiliki hak," kata Leo, menatap langsung ke mata-galaksi itu. "Hak untuk tidak diperlakukan dengan kejam dan tidak biasa. Memisahkan seseorang dari alam semesta, membiarkan mereka dimakan hidup-hari oleh entitas parasit... menurut standar mana pun, itu kejam."
"Anda adalah ancaman. Ini adalah penahanan preventif."
"Atau," kata Leo, menurunkan suaranya, "saya adalah aset. Anda melihat apa yang bisa dilakukan Pengumpan ini. Anda melihat bagaimana ia bereaksi terhadap pengetahuan. Apakah Pengadilan memiliki musuh? Ancaman yang bahkan tidak bisa ditangani oleh Arbiter?"
Arbiter itu diam. Tapi layarnya tidak menghilang.
Leo melanjutkan, menebak-nebak. "Kekuatan ini mengacaukan hukum fisika Anda. Itu menakutkan bagi Anda. Tapi bagi seseorang yang lebih tinggi di hierarki Kardashev... mungkin itu adalah senjata. Atau kunci. Berikan saya tujuan. Berikan saya misi. Apa pun selain kehampaan abadi ini."
"Anda mengusulkan untuk menjadi alat?"
"Saya mengusulkan untuk menjadi solusi yang lebih baik daripada pemborosan." Leo mengangkat tangannya yang bermarka. "Saya bisa mengarahkan kelaparan ini. Saya bisa menjadi anjing penjaga Anda. Atau pemburu Anda. Dengan imbalan... kebebasan terbatas. Akses ke pengetahuan. Sebuah tujuan."
Di dalam dirinya, Pengumpan itu mendengus, tidak senang dengan ide menjadi diarahkan. Tapi Leo menekannya dengan aliran teori bilangan yang lebih dalam.
Arbiter itu mempertimbangkannya. Akhirnya, dia berkata:
"Ada sebuah dunia. Sebuah peradaban Tier 1.2 yang melanggar Mandat dengan cara yang berbeda. Mereka menyebut diri mereka 'Penghisap'. Mereka mengkonsumsi bintang-bintang yang masih muda, mengacaukan siklus galaksi. Pengadilan telah mengeluarkan perintah penghapusan, tetapi upaya kami telah... tidak efektif. Teknologi mereka beradaptasi."
Sebuah gambar muncul di layar: sebuah armada kapal yang terbuat dari kristal hitam, mengelilingi sebuah matahari yang sekarat, menyedot plasma langsung dari koronanya.
"Jika Anda bisa menetralisir ancaman ini, Pengadilan akan mempertimbangkan untuk meninjau kembali status Anda. Anda akan tetap diawasi, tetapi tidak terkurung."
Sebuah misi. Sebuah tujuan. Dan sebuah medan pertempuran di mana kelaparan Pengumpan bisa diarahkan pada sesuatu yang layak dimakan.
Leo berdiri. Di matanya, cahaya hijau dan titik hitam bersinar dengan intensitas baru.
"Tunjukkan jalannya."
Layarnya padam. Dinding di depannya tidak lagi menjadi bidang hitam, tapi menjadi jendela ke bintang-bintang. Di kejauhan, sebuah kapal kecil berwarna perak—mungkin sebuah shuttle—melayang mendekat. Sebuah pintu masuk muncul di dinding selnya, sebuah celah dalam kehampaan.
Leo melangkah maju, keluar dari penjaranya. Angin dingin ruang angkasa yang tidak seharusnya ada menyentuh wajahnya. Dia tidak melihat ke belakang.
Perjalanan untuk mencapai Kardashev 1 telah berakhir.
Perjalanan sebagai algojo Pengadilan Kardashev baru saja dimulai. Dan di dalam jiwanya, dua kelaparan—satu manusia, satu kosmik—bersiap untuk berpesta.