NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:158.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5🩷 Denial

Dan benar saja, apa yang terjadi pada Mita memantik kemarahan MIPA 3, meski saat ini yang maju hanya para siswi lebih pada----

"Inggrid! Dea!"

Vina dengan segala kesewotan dan emosinya bersama Muti dan Tasya berlari menyerang Dea dan Inggrid dengan menyiramkan air teh manis ke arah keduanya sebelumnya, saat mereka hendak masuk ke mobil Willy, membuat pertengkaran tak terelakan.

Aaaaaa! "Si Alan!!" Baik Dea ataupun Inggrid terjengkat kaget dan menjerit. Dea langsung menjauh dan mengibas-ngibaskan seragam di bagian punggung yang terlanjur basah.

"Woyyy! Apa-apaan nih!" sarkasnya melotot.

Dea masih menjambak Muti dimana rambut keduanya sama-sama tergerai, "Lo jangan mentang-mentang cheers terus ngerasa paling cantik, nih rasain muka sama rambut Lo gue acak-acak!" jerit Muti pada Dea yang menjerit tak kalah kencang, "si alan Lo ya, boncel dasar! Iri bilang! Gue emang cantik, cheers pula!" jawab Dea.

Bahkan Rifal, ia tertawa renyah melihat cara bertengkar mereka, terlebih lucu saja melihat Dea dan Muti yang saling berteriak begitu sementara Tasya dan Vina mengeroyok Inggrid.

"Weyy udah, woyyy elahhh!" Gibran dan Willy turut bingung sebenarnya sembari bersiap melerai.

"Kurang ajar!"

Nara sudah gemas ingin melerai, namun alih-alih melerai para lelaki MIPA 3 ini justru tertawa menonton, "cewek begitu ya, berantemnya. Pasti jambak."

Rama memperhatikannya, "pisahin Bay, Bay...itu si Vina..." tunjuknya hanya begitu, dengan nada tenangnya melihat orang-orang sudah heboh melihat mereka bertengkar.

"Woyy! Udah! Lo bertiga ngga fair, lagian apa-apaan ini main nyerang aja!" bentam Willy membantu bersama Gibran, namun MIPA 3 tidak tinggal diam, "wehey, ngga malu lawan cewek?!" ujar Bayu.

Hingga akhirnya ramai dan ribut ini memancing atensi penghuni sekolah lain termasuk guru, berujung mereka masuk ke ruang BK.

"Mereka duluan!"

"Mereka yang bully Mita duluan, Bu!"

"Lah Lo bilang yang dibully Mita, terus urusan lo bertiga apa? Toh Mita juga diem diem aja...fitnah mereka Bu!" tusuk Inggrid lagi berusaha membela diri.

Dan masih begitu, di ruang BK pun baik Vina atau Inggrid masih berseteru, Mutiara dan Tasya ikut beradu mulut, Mita turut dipanggil sebagai akar permasalahan.

Sementara Dea...ia justru mendadak diam, hanya sibuk merapikan rambut basah nan lengketnya itu bergantian rambut Inggrid, entahlah...ia hanya merasa tak perlu banyak bicara. Toh tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena biasanya semua akan teratasi hanya oleh Tante Anya, mama dari Willy, biasanya pun akan seperti itu, atau bahkan tidak akan terjadi apa-apa. Hanya saja....begini jika urusan dengan MIPA 3, sedikit bikin ribet.

Akhirnya semua berakhir, di meja ruang BK. meski Vina tetap kekeh ingin orangtua Dea dan Inggrid dipanggil, dan keduanya diberikan hukuman, termasuk dirinya yang berani ambil resiko hukuman juga demi membela Mita, agar adil.

Sejenak Dea terdiam membeku, wajahnya kosong tanpa ekspresi menatap kesewotan Vina, Muti dan Tasya sejak tadi yang mati-matian membela Mita.

Mita, ia memang dirundung....namun ia memiliki teman yang solid, yang berani membelanya sampai sebegininya, lantas sorot mata Dea berubah getir dan nanar,

Dulu, gue ngga ada yang bela. Dulu gue sendirian, bahkan saat meminta tolong pun semua orang justru mundur....rasanya Tuhan tak adil.

Dulu gue berjuang sendirian, gue hadapin dan makan bullyan sendirian.

"De, kita balik." suara Inggrid dan Gibran mematikan lamunannya, ia ikut beranjak dengan perjanjian hukuman, pada masing-masing perusuh hari ini, "iya."

Vina masih emosi sebab, ia merasa hukuman yang ditimpakan begitu ringan dan tak membuat Dea---Inggrid jera.

"Hukum tuh emang tumpul ke atas!" sewotnya berdesis keluar dari ruangan.

Inggrid menyeringai, "dah tau kan sampai mana power kita, ngga usah macem-macem!" ucapnya lirih ketika mereka mulai keluar dari ruang BK melewati anak-anak MIPA 3 bersama ketiga lainnya termasuk Dea.

"Wooooo!" seru mereka menyoraki Dea dan kawan-kawan. Namun diantara mereka, mungkin hanya Nara yang melihat perbedaan dari diri Dea.

"Loser..." lirih Inggrid pada mereka.

"De, Lo sakit?" tanya Willy digelengi Dea, namun langkahnya tertahan oleh Gibran yang menarik tangan Dea untuk berjalan di belakang langkah Willy dan Inggrid, "De, asma lo kambuh, dari tadi ngelamun terus?" tanya nya khawatir digelengi Dea, "ngga usah ngomongin asma gue disini, Gib....lagian gue ngga apa-apa kok. Gue cuma-----laper aja." jawabnya, "yok pulang yok!"

3 hari, Dea dan Inggrid menjalani hukuman yang sebenarnya tidak benar-benar mereka kerjakan, sebab....Kembali, Inggrid menggunakan ancaman dan tekanannya pada beberapa siswi yang sering dirundung olehnya.

**Squad**

(**Inggrid**) *guys, weekend clubing yuk*!

(**Gibran**) *kuy*...

(***Willy***) *gue liat jadwal dulu, takutnya weekend papi balik*.

(***Inggrid***) *Sad* 🥺

Entahlah, rasanya lelah mulai mendera dirinya. Dea, tanpa membaca notifikasi grup sudah bisa melihat dari pop up, jika Inggrid mengajak mereka untuk masuk club malam lagi weekend ini. Sementara dirinya....belakangan ini asmanya sering kambuh. Ia khawatir jika nanti asmanya justru kambuh di club malam.

Dea masih duduk menekuk lututnya di pinggiran kolam ikan rumah, menaburkan pakan hingga ikan-ikan gemoy itu berkejaran demi melahap pakan menimbulkan riak air yang riuh.

Diam membuat suara hatinya semakin menjerit lirih, terdengar bersamaan dengan sepoi angin yang menerpa dedaunan dan gemericik air membuat suara alam ini semakin kencang memperdengarkan isi hati.

*Stop Dea, mau sampai kapan? Apa yang kamu cari*?

*Maafkanlah masa lalu*

Bukan tanpa sebab, tiap kali ia dan Inggrid usai melakukan perundungan itu, selalu ada ingatan yang membuatnya tak tenang duduk, berkeringat dan bermimpi buruk meski saat melakukan itu ia merasa yakin jika setiap perasaan dendamnya terbalaskan.

Ditambah, kemarin saat Tante Anya pulang dan mendapatkan telfon dari pihak sekolah, mama Willy itu memarahinya dan yang lain.

*Ck! BK lagi. Ini tahun ketiga loh, masa mau terus-terusan begini. Bikin masalah terus, mami ngga bisa bantuin terus-terusan. Udah malu muka mami, mau ditaro dimana*?!

Dea menunduk, kini otak dan hatinya itu berisik dan berdebat.

*Sudah cukup De...apa yang mau kamu buktikan*.

*Tapi sangat sulit untuknya tidak mengikuti alur yang biasa dilakukan, terutama dengan mereka yang tak bisa Dea tinggalkan*.

Benar, dia tak mungkin meninggalkan pertemanannya dengan Inggrid, Gibran dan Willy yang sudah terjalin lama, ditambah merekalah teman pertama yang Dea dapatkan sejak ia tak pernah memiliki teman selama ini.

Sayup-sayup suara seseorang dari luar yang masuk ke dalam rumah dan bercengkrama dengan mama tak lantas membuatnya berangsur menyambut, Dea tetap betah dengan keributan hati dan pikirannya disana.

"Hay De, ngapain?"

Dia Nara yang tumben-tumbenan sekali ke rumahnya, seolah tau arti pandangan Dea, Nara langsung menunjuk ke arah dalam, "abis ngembaliin Tupperware punya tante Sarah, kemaren ada kasih lapis ke rumah. Thanks ya, lapisnya enak."

"Ya." Dea kembali menaburkan pakan ikan pada ikan-ikan gemuk itu.

"De, are you oke?" tanya Nara.

.

.

.

.

1
Trituwani
haduwhh ko ad q min disitu/Slight/
UfyArie
eh nadia omara maksudnya😄,kembara sunyi keren juga lo kak😄👍
R Melda
no name🤔🤔🤔
Fitri Yaningsih
wah di gantung 😁😁😁kita tunggu esok kelanjutannya pemirsah 🤭🤭
safitri
semangat trus ya kak...selalu menunggu up darimu pokoknya...😍
Eci Rahmayati
etdah tantrum nya nngeri🤣
PuputMega Shelviana SuJanii
siap2 d tolak y om😅 kyax nya adegan sama dialognya beda y teh sama yg d lapak d palak preman pasar, yg ini lbh ngena bikin deg2 ser, Dea yg d tembak aq yg ikut deg2an 😅
thasya angela
peluk saya neng pelukk 🤭
rizky tria
nah gt dari kemaren om Fal biar jelas statusnya kalopun ngelarang" atau posesif 🤭😁
Iccha Risa
paan itu, gayamu bang donatur kasih coklat selipin cincin berlian ke segede gaban, minta gadis jadi pacar gini amat bang, jgn to the point banget ath.. maluu doon
ieda1195
duh gussstiiiii🤦‍♀️,, romantis dikit kek omm,, langsung jederrr begitu ,,
bener2 hidupmu sesimpel ituu, gk mau ribet 😂
𝐙⃝🦜Ro
langsung tembak dong😄😄😄 tapi sayang mereka akan berpisah jarak, atau rifal ikut ke Jogja😉🤔
ieda1195
sambil pakai kostum badut om fall😂
ieda1195
hadoohhh, aku jdi bayangin yg di wallpaper GC 🤭
ieda1195
awal loh om, ntar malem gk bisa tidur, mikirin dipeluk dea teruss
lestari saja💕
ga ada mukadimah nya,langsung to the point😂😂😂
Miko Celsy exs mika saja
lempeng amat fal ngajak jd pacarmu ke dea🫣🫣🫣🫣
lestari saja💕
kurang kerjaan kayaknya😂😂
Salim S
heh abang rifal kalau nembak cewek tuh yg romantisan dikit, minimal tempat atau suasana nya gitu 🤭🤭🤭hadeeeh ini nembak cewek kok ya terkesan gimana gitu bener bener anti mainstream sekali andah 🤭🤭🤭pastikan dea akan menanyakan siapa hana...ceritakan dengan jujur dan lengkap tentang hana sebelum dea tahu dari orang lain dan cerita yg ngga bener...ayo dea terimalah abang donatur mu 🤭🤭🤭
Wanda
teh sin sengaja diputus sampe kata" ngajak jadi pacar, habis itu kan ada yang marah"😭🤣🤣
Eci Rahmayati: kebiasaan pasti jam Kunti ini up nya 🤣😄
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!