Vina Aulia mengalami nasib buruk yang menimpanya selama satu hari penuh, bertekad pindah keluar negeri demi kehidupan baru. Bertemunya dengan wanita bernama Gladi membuatnya tahu apa arti saudara, saudara tidak perlu harus memiliki hubungan darah namun dia yang baik pada kita pantas menjadi saudara.
Siapa yang tahu dirinya hamil hanya karena di tiduri satu malam oleh Rengga Cafanza. Rengga yang ingin meyakinkan bahwa wanita yang di tidurinya hamil anaknya atau tidak terus melakukan pencarian tanpa henti, hingga saat menemukan Vina dirinya menggunakan seribu cara untuk kembali mengambil anaknya.
" Jodoh Tuan Kejam "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Gladi membawa Vina keluar dari rumah sakit tanpa bertanya satu katapun, sampai di dalam mobil Vina yang tidak bisa menahan air matanya langsung menangis sambil menutupi matanya.
"Aku tidak menginginkan bayi ini" ucap Vina sambil memukuli perutnya.
Gladi yang tidak tahu harus berbuat apa terpaksa hanya bisa menarik tangan Vina lalu memeluknya.
"Tenangkan dirimu" ucap Gladi.
"Huuuu, huuuuu, aku tidak menginginkannya, aku tidak menginginkannya" sahut Vina sambil terus menangis.
"Tenangkan dirimu, kamu bisa bercerita padaku apa yang sebenarnya terjadi" ucap Gladi mencoba menenangkan Vina.
"Hiks, hiks, hiks. Waktu itu aku pergi ke Bar bersama teman ku, aku tidak tahu siapa yang meniduri ku saat itu aku di bius" sahut Vina menjelaskan ke Gladi.
"Pria sialan itu" Gladi yang mendengar perkataan Vina merasa sangat geram.
"Bantu aku mengguggurkan janin ini" ucap Vina sambil mengusap air mata di pipinya.
"Apa kamu bodoh, untuk apa di gugurkan apa kamu berpikir tanpa pria kamu tidak bisa menghidupi calon anak mu" bentak Gladi.
"Tapi" Vina tidak jadi melanjutkan perkataannya.
"Dasar bodoh, kamu tenang saja aku akan membantu sebisa ku untuk menghidupi anak mu, kamu hanya harus tetap tenang duduk di rumah sisanya serahkan padaku" ucap Gladi sambil mengusap perut Vina.
"Maaf lagi-lagi aku merepotkan mu" sahut Vina.
"Jujur saja dari pertama aku melihatmu aku merasa kita akan menjadi dekat nantinya, setelah aku berhasil membawa mu pulang benar saja aku merasa hidupku tidak lagi terasa sepi" ucap Gladi.
" Haaaah, Aku akan membantu mu mencari kerja, aku tahu penghasilan dari supir taksi tidak seberapa dan aku tidak ingin membebankan semua padamu" sahut Vina sambil menghela nafas panjang.
"Sudah ku bilang semua serahkan padaku, asal kamu tahu menjadi supir taksi hanya pekerjaan sampingan ku" ucap Gladi.
"Lalu apa pekerjaan tetap mu?" tanya Vina.
"Agen mata-mata" sahut Gladi sambil berbisik di telinga Vina.
"Benarkah" ucap Vina.
"Tentu saja tidak" sahut Gladi sambil tersenyum.
Vina yang melihat Gladi sengaja menipunya langsung tersenyum, Vina merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan teman seperti Gladi, Vina berharap semoga kedepannya Gladi tidak menjadi seperti temannya yang ternyata penghianat.
Di tempat berbeda Andreas mencoba mencari udara segar dengan cara berkeliling, hari libur nasional dari sekolahnya membuatnya yang tidak memiliki teman merasa sangat kesepian.
Andreas yang mengendarai mobilnya berhenti di lampu merah. Tanpa di sengaja Andreas melihat keluar mobilnya, betapa terkejutnya dia melihat Vina yang berada di dalam taksi.
"Kak Vin" teriak Andreas.
Lampu yang menyala hijau membuat taksi yang di naiki Vina berjalan lurus, Andreas yang tidak ingin kehilangan jejak Vina langsung mengikuti taksi yang membawa Vina dari belakang. Walau tidak tahu kenapa dan bagaimana Vina bisa berada di Singapura Andreas tidak ingin kehilangan Vina lagi, dirinya juga harus meminta maaf atas apa yang di perbuat pamannya waktu itu.
Setelah mengikuti cukup lama Andreas melihat mobil taksi yang membawa Vina berhenti di sebuah rumah, Vina dan seorang wanita lainnya bergegas masuk ke dalam rumah itu tanpa mengetahui jika mereka di ikuti dari belakang oleh Andreas.
Ting tong, ting tong...
Suara bell rumah berbunyi berulang kali, Gladi yang baru saja masuk rumah merasa sangat kesal mendengat bell rumahnya yang terus berbunyi.
"Biar aku saja" ucap Vina.
"Jangan, biar aku saja. Ingat kata dokter kamu tidak boleh kelelahan" sahut Gladi sambil berjalan ke arah pintu.
Gladi yang membuka pintu langsung menatap pria muda di depannya, setelah memperhatikan dari atas hingga bawah Gladi merasa sangat yakin bahwa dirinya tidak mengenal pria muda di depannya itu.
"Hay dik, sepertinya kamu salah alamat" ucap Gladi.
"Aku tidak salah alamat, aku ingin bertemu kak Vina" sahut Andreas.
"Vina, apa kamu yakin" ucap Gladi.
"Aku temannya kak Vina, aku tidak tahu kalau ternyata kak Vina juga tinggal di Singapura" sahut Andreas.
"Kalau begitu masuklah, dia ada di dalam" ucap Gladi yang langsung masuk ke dalam rumah.
Vina yang masih bersandar sambil menutup matanya di di sofa tiba-tiba merasa seseorang sedang berdiri di depannya, Vina yang mengira Gladi ingin mengerjai dirinya langsung memeluk Gladi tanpa membuka matanya.
"Kamu kenapa berdiri saja" ucap Vina yang masih tidak sadar siapa yang di peluknya.
"Ehem, main peluk saja" sahut Gladi yang ternyata duduk di samping Vina.
Vina yang mendengar suara Gladi di samping langsung membuka matanya, Vina bergegas melepaskan pelukannya sambil menatap siapa yang baru saja di peluknya itu.
"Andreas" ucap Vina.
"Hay, kak Vina" sahut Andreas sambil tersenyum.
"Maaf aku mengira tadi Gladi yang berdiri di depan ku" ucap Vina sambil mengalihkan pandangannya.
"Emmm, duduklah dulu" sambung Vina yang kembali duduk.
"Kak Vina aku mau minta maaf, karena aku Paman menculik mu. Aku benar-benar minta maaf" ucap Andreas sambil menundukan kepalanya.
"Sudah lupakan saja aku tidak menyalahkan mu, yang ada aku merasa prihatin kamu memiliki paman yang kejam seperti itu" sahut Vina.
"Terima kasih kak" ucap Andreas.
Setelah berbasa basi Andreas berpamitan pulang, karena dia sekarang mengetahui di mana tempat tinggal Vina di lain hari dirinya bisa sering bermain lagi ke sana.
opo aq kurang seksi mas