NovelToon NovelToon
SELIR DI DALAM TUBUH NAYA

SELIR DI DALAM TUBUH NAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dide_Lara

Dulu dia mati karena diam. Sekarang dia hidup untuk bersuara.*

lie yun vei, seorang selir cerdas di era dinasti, mati tragis karena dijebak dan difitnah.
Di kehidupan barunya, dia bereinkarnasi jadi selebriti bawahan yang juga ditindas manajernya, Hans.

Tapi kali ini Naya tidak akan diam.
Dengan otak selir dan mental baja, dia akan membalikkan keadaan.
Di tengah drama, skandal, dan paparazzi... muncullah CEO dingin yang tiba-tiba tertarik padanya.

*Dendam harus dibayar. Ketenaran harus direbut.*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dide_Lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

. BUKTI KEJAHATAN HANS

Puri mencari taksi dan langsung pulang menuju rumah. Setibanya di rumah, ternyata sudah ada Naya yang lebih dulu berada di rumah.

Aku masih menunggu Puri untuk membuka laptop dan mengecek flashdisk yang diberikan Alea. Tidak lama, aku mendengar suara deru mobil.

_Kreekk!!_ Suara pintu dibuka.

"Naya, kamu sudah sampai dari tadi? Jantungku rasanya ingin copot, Naya. Aku sudah lama tidak merasakan setakut ini, terakhir saat aku membunuh ayahku sendiri."

"Iya, ini." Aku menyodorkan benda kecil yang bernama flashdisk kepada Puri.

"Apa ini? Flashdisk?" tanya Puri.

"Iya, Alea istri Hans memberiku ini. Setelah memberi ini dia langsung pergi."

"Kamu menghubungi istrinya Hans?"

"Iya, aku sangat kasihan padanya dan putrinya. Kenapa mereka harus hidup berdampingan dengan manusia bajingan seperti Hans."

Puri menengok ke arah Naya seraya memasukkan flashdisk ke laptop.

"Istri Hans menangis, dia sangat khawatir dengan putrinya. Putrinya dijual atau dipaksa menikahi pria paruh baya hidung belang demi bisnis kotornya."

"Apa?" Puri dengan wajah kaget.

"Iya, Hans memang bukan manusia lagi, Puri."

Akhirnya flashdisk itu sudah terhubung di laptop dengan beberapa file yang sudah ada namanya masing-masing. Aku rasa ini semua bukti kejahatan Hans ke keluarganya sendiri.

Puri mengklik folder paling bawah. Namanya hanya terdiri dari beberapa angka yang tidak beraturan.

"Ini aneh," gumam Puri.

Aku mendekat. "Kenapa?"

"Semua folder memiliki nama yang jelas. Tapi yang satu ini justru disembunyikan."

Puri mencoba membukanya. Sebuah jendela muncul di layar.

*MASUKKAN KATA SANDI.*

Kami saling berpandangan.

"Jangan asal mencoba," kataku cepat. "Kalau ini sistem keamanan, bisa saja semua datanya terhapus."

Puri mengangguk. Ia kembali ke folder sebelumnya dan membuka sebuah dokumen berformat PDF.

Isinya adalah daftar transaksi. Nama-nama orang, jumlah uang, tanggal, dan kode tertentu tercantum di dalamnya.

Namun, satu nama membuat napasku tertahan.

"Naya," Puri menoleh pelan.

"Apa?" jawabku.

Puri memperbesar layar. Di samping nama Mely terdapat sebuah tanggal lama, ketika aku dan Puri belum bergabung dengan agensi yang dimanajeri Hans.

Puri membuka dokumen berikutnya. Kali ini, terdapat foto sebuah gudang tua. Di belakangnya terlihat lambang perusahaan milik Hans.

"Ini bukan sekadar bisnis keluarga," ucap Puri. "Hans mungkin mencatat semua orang yang terlibat dalam jaringan ini."

Aku menatap flashdisk di atas meja. Alea tidak mungkin menyerahkannya tanpa alasan.

"Bagaimana dengan bukti rumah bordil dan bandar narkobanya Hans?" aku bertanya dengan menoleh ke arah Puri.

"Aku sedang mencarinya, Naya. Ada beberapa file yang terkunci, jika kita gegabah filenya bisa hilang," jawab Puri.

Suara mobil terparkir di depan rumah, aku yakin itu Alex.

_Krekk..._ pintu rumah terbuka.

"Kalian sedang apa?" tanya Alex.

"Naya diberi file oleh Alea, istri Hans."

"Bagaimana dengan misimu, Puri?"

"Sudah aman," jawab Puri sambil mengklik-klik file.

"Aku melihat manajer Hans datang ke studio, seolah semuanya baik-baik saja, seperti tidak ada skandal tentang dirinya," Alex sambil duduk di sofa depanku.

"Alex, besok letakkan benda kecil ini di tas dalam dompet Mely," aku sambil menyodorkan alat penyadap suara.

Puri menengok.

"Dapat dari mana kau benda itu, Naya?"

"Aku membelinya saat ingin bertemu Alea istri Hans. Aku juga merekam suara istri Hans seraya menangis mengatakan Velyn anaknya dijual oleh Hans."

Alex mengepalkan tangan. "Bajingan..."

Puri menghentikan gerakan tangannya di atas laptop. Tatapannya terpaku pada layar.

"Tunggu."

"Ada apa?" tanya Alex.

Puri membuka sebuah file yang baru saja berhasil dipulihkan. Di dalamnya terdapat beberapa foto dan dokumen dengan tanda tangan Hans.

"Aku menemukan sesuatu."

Aku dan Alex segera mendekat. Di layar terlihat sebuah daftar nama. Beberapa nama diberi tanda merah, sementara nama lainnya disertai tanggal dan lokasi.

Puri menggulir layar perlahan.

"Ini daftar orang yang pernah berurusan dengan Hans. Ada nama-nama dari perusahaan, pejabat, bahkan beberapa orang dari agensi termasuk Mely."

"Dia mungkin tahu lebih banyak daripada yang selama ini dia tunjukkan."

Puri segera menutup file tersebut.

"Besok kita harus berhati-hati. Jangan sampai Mely menyadari bahwa kita sudah menemukan dokumen ini."

Aku mengangguk, lalu menyerahkan alat penyadap kepada Alex.

"Letakkan ini di tasnya besok. Kita perlu mengetahui apa yang dia bicarakan dengan Hans."

Puri menatapku tajam.

"Alex hati-hati, jangan bertindak gegabah. Kalau mereka menyadari kita sedang mencari bukti, semuanya bisa berantakan."

Aku menatap layar laptop yang masih menampilkan nama Hans.

"Aku tahu."

Namun, di dalam hati, aku sudah mengambil keputusan. Kali ini, aku tidak akan membiarkan Hans terus menghancurkan kehidupan orang lain.

Tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari laptop. Puri mengerutkan kening.

"File tersembunyi itu terbuka sendiri..."

Kami semua kembali menatap layar. Sebuah video mulai diputar. Di dalamnya, Hans sedang berbicara dengan seseorang yang wajahnya tidak terlihat jelas.

"Kalau Naya mulai mencari tahu, kita harus menghentikannya sebelum dia menemukan nama asli orang itu."

Aku membeku. Suara dalam video kembali terdengar.

"Dan pastikan Mely tidak pernah tahu bahwa ayah Naya masih hidup."

Ruangan itu seketika dipenuhi keheningan. Aku menatap layar dengan napas tercekat.

"Apa...?" bisikku.

Puri menoleh kepadaku. "Naya, kamu tidak apa-apa?"

Aku tidak menjawab. Karena selama bertahun-tahun, aku percaya bahwa aku sendiri yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Namun, video itu baru saja membuka kemungkinan yang jauh lebih mengerikan. Bagaimana jika selama ini naya telah mempercayai kebohongan?

*Bersambung...

1
Rosdianah 🌷
revisi kak, pelayan ku.
Nurull Sef Az: oke ka makasih
ya ka
total 1 replies
Nurull Sef Az
plotwis banget
muhammad fikriaz
suka sama alur ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!