NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:278
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

​"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.

​Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.

Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:

​Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?

​Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?

​Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan

H-10 sebelum hari pernikahan tiba..

Mulai hari ini aku sudah mulai berhenti bekerja. Kami sudah benar-benar sibuk dengan persiapan pernikahan. Daftar tamu, pakaian, Venue dan Catering sudah di persiapkan. Aku dan mas Adrian sepakat hanya mengundang keluarga inti. Bahkan kami tidak mengundang orang-orang kantor mas Adrian. Hanya beberapa sahabat mas Adrian dan kerabat dekat. Begitu juga denganku, hanya mengundang keluarga inti, hanya keluarga bibi dan keluarga pamanku.

Orang tua mas Adrian hanya sempat bicara dengan kami lewat telefon. Sebenarnya kami bisa saja menemui orang tua mas Adrian, hanya saja mas Adrian tidak mau menemui mereka. Aku bahkan tidak memahami konflik seperti apa yang terjadi sampai-sampai mas Adrian terlihat cukup membenci mereka. Yang jelas.. Aku tidak mau memikirkannya, yang ku fikirkan sekarang satu-satunya hanyalah mas Adrian, calon suamiku.

Aku tidak menyangka hanya butuh waktu 5 bulan kami saling mengenal dan sekarang kami memutuskan untuk menikah.

Aku harap semuanya akan baik-baik saja..

-

"Hari ini aku dan mas Adrian pergi ketempat mengepas pakaian gaun pernikahan. Aku sangat bersemangat ingin mencoba gaunku yang di rancang khusus sesuai dengan keinginanku.

Mas Adrian di persilahkan memasuki ruang ganti dan aku memasuki ruang ganti yang satunya lagi. Aku memakai gaun putihku dengan sangat hati-hati. Dan seorang pembuat gaun membantuku memasang gaunku. Setelah sedikit berdandan aku akan keluar melalui tirai.. dan mas Adrian akan melihatku secara langsung. Aku harap mas Adrian menyukai gaun pilihanku.

Tirai mulai terbuka dan aku sudah berdiri sambil memandang kedepan..

Saat tirai terbuka aku melihat mas Adrian sudah berdiri di depan tirai dengan jas nya yang berwarna putih dengan celana hitamnya.. Kami sama-sama tertegun melihat satu sama lain. Mas adrian benar-benar terlihat tampan, bahkan lebih tampan dari biasanya.. dia sangat cocok menggunakan jas. Bahunya terlihat sangat lebar dan dadanya yang bidang serta lengannya yang berotot membuatku tidak kuasa menahan diri untuk terus memandanginya.

"Kamu benar-benar cantik sayang.. seperti yang mas duga.. Kamu bersinar hampir seperti malaikat.. ". Ucap mas Adrian sesaat setelah beberapa waktu tirai terbuka.

"Kamu juga mas.. kamu terlihat sangat.. sangat.. sangat.. tampan menggunakan jas itu..". Ucapku sambil tersenyum.

Lalu mas Adrian mendekatiku dan memegang kedua tanganku. Mas Adrian menatapku dengan mata yang berkaca-kaca. Aku bisa melihat ketulusan mas Adrian kepadaku. Tanpa sadar orang-orang yang bekerja di tempat itu sedang melihat ke arah kami dengan saling melempar senyum, mungkin karena kami yang terlihat terlalu romantis.

Aku merasa siap untuk melangkah bersama mas Adrian dengan menggunakan gaun ini..

-

Aku dan mas Adrian pulang kerumah. Kami mulai menyusun barang yang kami beli sebagai perlengkapan rumah sebelum hari pernikahan. Dan aku akan mulai memindahkan sedikit demi sedikit barangku ke rumah mas Adrian..

"Kamu capek sayang ?". Tanya mas Adrian.

"Lumayan mas.. bepergian ketempat kerabat dan menyusun semuanya benar-benar melelahkan..". Ujarku sambil rebahan di sofa .

Tiba-tiba mas Adrian mendatangiku dan duduk di sisi sofa dan mengambil kakiku. Mas Adrian memijitku dengan lembut dan membuatku merasa lebih baik. Pijatan mas Adrian membuatku sangat nyaman hingga hampir tertidur. Aku harus segera pulang dan beristirahat. Aku dan mas Adrian sepakat akan tetap tinggal dirumah masing-masing sampai hari pernikahan tiba. Karena mas Adrian khawatir jikalau kami sudah tinggal bersama, mas Adrian dan aku tidak bisa menahan diri. Kami sudah sepakat akan melakukan itu setelah menikah.

Begitulah calon suamiku..

Dia sangat menghormatiku dan tidak mau menyentuhku sebelum hari pernikahan.

Akupun pulang lalu merebahkan tubuhku ke tempat tidur..

Lalu tiba-tiba aku kefikiran tentang malam pertama kami. Aku berencana berbelanja pakaian dalam dan pakaian tidur sebelum malam pertama. Mas Adrian memberiku Black card untuk aku berbelanja kebutuhanku. Ini benar-benar membuatku bersemangat.. Aku pergi ke mall dan belanja beberapa pakaian malam pengantin. Dan pakaian-pakaian untuk rencana kami yang mau berbulan madu ke daerah Lombok. Aku jadi tidak sabar..

Tapi aku juga merasa takut akan 1 hal..

Aku takut hal yang menyangkut keperawananku. Apakah aku masih perawan setelah kejadian dulu..? Aku bahkan tidak memahami apa itu kejadian saat pertama kali pecah perawan.

Aku mencoba mengingat lagi masa kelam waktu itu dan memikirkan apakah aku pernah mengeluarkan darah di bagian itu. Aku bahkan lupa separah apa yang pernah pria itu lakukan padaku dulu, karena aku masih berusia 5 tahun saat itu. Dan itu kejadian di 16 tahun yang lalu. Seandainya aku menemukan laki-laki itu. Rasanya ingin sekali aku membunuhnya karena sudah merusak kehidupanku.

Aku hanya berharap semua akan baik-baik saja.. aku harap mas Adrian menerimaku apapun hasilnya kelak.

-

Handphoneku berdering ketika aku sedang tidur. Lalu ku lihat di layar handphoneku sudah ada sepupuku Dwi yang menelepon.

"Hallo..?". Aku bicara lebih dulu

"Hallo Briar? Sepertinya aku tidak bisa hadir di pernikahanmu.. Karena di hari itu aku harus keluar kota karena mertuaku akan pulang dari luar negeri. Jadi kami harus menyambutnya di bandara.. akan tetapi aku berjanji akan mengunjungimu saat aku sudah tidak sibuk.. Aku juga ingin tau siapa pria yang membuatmu mau menikah secepat itu.. Mereka bilang calon suamimu lebih tua darimu dan sangat tampan.. Aku jadi makin penasaran untuk mengenalnya..". Ucap sepupuku Dwi.

"Ohh.. begitu.. iya tidak apa-apa.. lagi pula kita bisa segera bertemu..Aku juga ingin memperkenalkan kalian.. jangan lupa bawa suamimu agar mas Adrian ada teman mengobrol saat nanti kamu menemuiku kesini..". Jawabku pada sepupuku Dwi.

"Baiklah..kalau begitu aku lanjut kerja dulu.. Bye..". Dwi mematikan teleponnya.

Hmm.. baiklah.. jadi satu-satunya sepupuku yang perduli padaku tidak bisa datang ke pesta pernikahanku. Sedikit menyedihkan tapi ya sudahlah..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!