NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zahira Aulia Utami menikah dengan Galang Putra Hadian. Mereke sudah menikah selama delapan tahun dan di karuniai seorang putri cantik bernama Cantika Alya Putri Hadian, berusia enam tahun. Namun putri mereka memiliki hal yang berbeda dengan putri orang lain pada umumnya. Dia memiliki sesuatu yang spesial.

Rumah tangga mereka sebeanrnya baik-baik saja. Hanya memang satu tahun terakhir Aulia dan Galang sering bertengkar. Dan inti dari masalahnya adalah Cantika, Galang merasa malu memiliki anak yang dia pikir ga-gu. Dan itu semua karena Aulia. Dia menyalahkan Aulia sehingga membuatnya malu saat membawa mereka dalam pertemuan keluarga atau saat acara di kantor.

Semenjak itu, hubungan mereka terasa hambar, Galang seing pulang telat ke rumah.

pertengkaran terus berlanjut, apalagi keluarga Galang juga ikut campur hingga akhirnya Aulia dan Cantika melihat Galang bersama dengan seorang wanita bergandengan mesra. Hati Aulia rasanya semakin membeku. Tak ada lagi alasan untuk bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aulia 11

Lampu aula perlahan meredup, menyisakan sorot cahaya hangat yang terarah langsung ke tengah panggung. Suara riuh rendah dari para orang tua yang hadir seketika senyap saat pembawa acara mulai memanggil nama penampil berikutnya.

"Dan sekarang, mari kita sambut penampilan spesial dari dua bintang kecil kita yang paling bersinar pagi ini... Farrel dan Cantika!"

Gemuruh tepuk tangan membahana. Aulia yang duduk di kursi paling depan langsung menegakkan punggungnya. Dia menaruh cup kopi pemberian Ghani, matanya tidak berkedip menatap tirai yang perlahan terbuka.

Di atas panggung, Farrel dan Cantika sudah berdiri berpegangan tangan. Cantika terlihat begitu anggun dengan gaun indahnya, sementara Farrel tampak gagah dengan setelan jas kecilnya. Begitu musik instrumental bernada ceria mulai mengalun, kedua bocah itu mulai bergerak.

Gerakan Cantika begitu lincah dan penuh percaya diri. Senyumnya merekah lebar, melompat kecil dan berputar dengan anggun. Setiap ketukan musik seolah menjadi pembuktian bahwa keterbatasan bicaranya tidak menghalangi pancaran kebahagiaan di hatinya. Di sisinya, Farrel menjadi pasangan menari yang sangat suportif, sesekali menuntun tangan Cantika dan melempar tawa lepas yang menular ke seluruh penonton.

Melihat putrinya begitu bercahaya di atas panggung, pertahanan Aulia runtuh. Air mata yang sejak tadi dia tahan mati-matian akhirnya lolos juga, mengalir membasahi pipinya. Namun, kali ini bukan air mata kesedihan karena ditinggalkan Galang, melainkan air mata haru dan bangga yang luar biasa.

Di sebelahnya, Ghani memperhatikan pundak Aulia yang sedikit bergetar. Tanpa sepatah kata pun yang bisa mengganggu momen sakral itu, Ghani mengambil tisu bersih dari sakunya dan meletakkannya dengan sopan di atas meja kecil di dekat tangan Aulia. Ghani kemudian kembali fokus menatap panggung sambil tersenyum lebar, bertepuk tangan dengan bangga melihat kekompakan putra dan teman kecilnya itu. Aulia mengambil tisu tersebut.

Penampilan ditutup dengan gerakan membungkuk hormat yang kompak dari Farrel dan Cantika. Seluruh aula bergemuruh. Tepuk tangan dan sorakan kagum menggema memenuhi ruangan. Cantika melambaikan tangannya ke arah bangku depan, matanya berbinar saat melihat sang mama sedang bertepuk tangan paling keras untuknya.

Namun, kejutan hari itu belum berakhir. Pembawa acara kembali naik ke atas panggung dengan membawa dua buah piala besar berselimut pita emas dan beberapa piagam penghargaan.

"Hadirin sekalian, hari ini Yayasan juga ingin memberikan penghargaan khusus atas bakat, keberanian, dan perkembangan luar biasa yang ditunjukkan oleh anak-anak kita. Penghargaan Bintang Harapan Terbaik tahun ini jatuh kepada... Cantika dan Farrel! Selain itu, Cantika juga memiliki prestasi luar biasa lainnya. Memenangkan juara umum lomba menulis seluruh Tk di kota dan kabupaten..."

Nama Cantika dipanggil. Gadis kecil itu sempat tertegun, lalu melonjak kegirangan. Farrel langsung menggandeng tangan Cantika untuk maju ke depan menerima piala dari kepala yayasan.

"Kami juga memohon kesediaan perwakilan orang tua, untuk mendampingi putra-putrinya di atas panggung guna sesi foto bersama," ucap pembawa acara melalui mikrofon.

Aulia sempat ragu, namun Ghani menatapnya dengan pandangan menyemangati.

"Ayo, Bu Aulia. Ini momen emas putri Anda. Mari kita naik."

Aulia mengangguk tegas. Dia menghapus sisa air matanya, merapikan pakaiannya, lalu melangkah naik ke atas panggung bersama Ghani dengan kepala tegak. Di bawah sorot lampu panggung dan puluhan kilatan kamera, Aulia langsung berlutut dan memeluk Cantika dengan sangat erat.

"Mama bangga sama Cantika... Sayang banget sama Cantika," bisik Aulia di telinga putrinya.

Cantika membalas pelukan itu dengan pelukan yang tak kalah erat, mengecup pipi mamanya dengan sayang. Padahal dalam hatinya, kalau saja dia bisa bicara dengan lancar, Cantika ingin sekali ayahnya melihat dia menari dan mendapatkan penghargaan untuk prestasinya di sekolah. Namun apa daya, ayahnya ada urusan yang lebih penting seperti yang di katakan ibunya.

Saat mereka berdiri berdampingan untuk berfoto, Aulia memegang pundak Cantika yang memeluk pialanya, dan Ghani berdiri di samping Farrel dengan senyum berwibawa. Pemandangan itu terlihat begitu serasi dan penuh kehangatan. Semua orang yang melihat mereka akan mengira bahwa inilah potret keluarga yang utuh dan saling mendukung.

Dari atas panggung ini, sambil menggandeng tangan putrinya yang berprestasi dan dikelilingi oleh orang-orang yang tulus menghargai mereka, Aulia memandang ke arah pintu keluar aula yang terbuka. Di luar sana, dunianya dengan Galang mungkin sudah hancur berantakan. Namun di dalam sini, di atas panggung ini, Aulia tahu bahwa hidup barunya yang jauh lebih baik dan terhormat bersama Cantika, baru saja dimulai.

Setelah sesi foto bersama selesai, gemuruh tepuk tangan para hadirin perlahan mereda mengiringi langkah mereka turun dari panggung. Cantika sama sekali tidak mau melepaskan piala besarnya. Dengan kedua tangan mungilnya, dia memeluk piala emas itu erat-erat ke dadanya, seolah takut prestasi pertamanya itu akan hilang jika dia lengah.

"Farrel, Cantika, kalian hebat sekali hari ini! Dan ini ada hadiah untuk kalian..." puji Ghani begitu mereka kembali ke area tempat duduk. Dia mengeluarkan dua hadian untuk Cantika dan Farrel.

Cantika sedikit ragu saat Ghani memberikan hadiahnya, dia melirik ke arah sang ibu yang memberinya isyarat dengan anggukan kecil, pertanda jika ibunya setuju. Dengan senyum lebar dan mata berbinar bahagia, Cantika mengambil hadiahnya dari tangan Ghani dan setelannya dia mencium punggung tangan Ghani dengan Takzim.

"Aaaaciiiih... Paaaa Aeeeelll..." (Terima kasih Papa Farrel )

"Sama-sama anak cantik dan hebat," jawab Ghani merentangkan kedua tangannya dan memeluk Chantika kemudian juga Farrel.

Melihat Cantika membalas pelukan Ghani membuat hati Aulia menceos dan memalingkan wajahnya karena air matanya tak mampu dia tahan. Bahkan di saat seperti ini, malah ayah orang lain yang mengerti, mengapresiasi prestasi anaknya dan bahkan memberikan pelukan hangat seorang ayah yang hampir satu tahun sudah tak pernah di rasakan Cantika. Cantika tersenyum sangat lebar hingga matanya menyipit, lalu mendongak menatap ibunya dengan tatapan penuh binar.

"Ma... Pa... la..." ucapnya terbata, berusaha menyebut kata 'piala' dengan lidah kecilnya yang masih kaku. (Ma lihat, aku dapat piala)

"Iya sayang, ini piala Cantika. Anak Mama pintar sekali, kamu anak terhebat mama..." jawab Aulia lembut.

Dia berlutut di depan putrinya, merapikan kembali beberapa helai rambut Cantika yang sedikit berantakan karena keringat. Rasa hangat menjalar di hatinya, perlahan mengikis rasa sesak yang sempat ditinggalkan oleh Galang di parkiran tadi. Kemudan Farrel mendekat dan Aulia memberikan pujian kepada sahabat Cantika itu, dan tak lupa pelukan hangat untuk keduanya.

1
Sari Supriyanti
up...up...uuuuupppppp.....semangat ....semngaaaaattttt...💪💪💪😍😍😍😍
ryuka
baguusss aulia... kamu kereenn.. kereeenn bangwt malaaaahh.. cantika ga butuh keluarga bapak nya sama zekali toxic banget 🔥🔥🔥🔥
Ambu Rinddiany Thea
galon mana galooon 🤣
Mundri Astuti
libas sekalian Aulia ...jangan kasih muka tu si Galang banci....tampol sekalian keluarga benalunya
Ambu Rinddiany Thea
kmh lamn posisi s aulia aya d anak2 cewe manehna ratna .. mikir ath sagenah na we .. lila lila d sleding gera tah
Heni Setiyaningsih
gimana Galang?? panik kaaannn,,,, panik dong ,masa gak panik🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yam_zhie: jangan keras-keras kak kasihan 🙈
total 1 replies
nely_48
keberuntungan berpihak pd mu aulia,,, sok kumpul semua para benalu n pelakor vs istri sah yg terzholimi , jd tontonan tetangga n ada yg mem viralkan, tamat s galang family s pelakor
Yam_zhie: haha bener teh 🙈
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lanjut makin seruuuiu 💪
Yam_zhie: maksih kak 🤗
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha seru ini 🤣🤣😂😂 mampus kamu Galang, gimana Bu Ratna, pelacur murahan kesayangan Galang sudah muncul tuh 🤣🤣😂😂
Yam_zhie: pening Bu Ratna 🙈
total 1 replies
ryuka
terlambat kamu galang.. aulia zudah ga akan mundur.. makan itu semua kelakuan bodoh mu itu 🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍
Mundri Astuti
ohoooo tenang Galang, pelan" otw tuh yg kamu takutin di otak kamu, ga ngotak si jadi org...klo dah dtg tu karma ga kaleng" ntar
Yam_zhie: betul. apalagi yang dia dzalimi juga anaknya sendiri 😭😭
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 pak ghani niih yg punya perusahaan tempat si galang kerja ,🤭🤭🤭🤭🤭
nely_48
d kerutug kan sm keluarga toxic
Ilham
aku penasaran pertemuan pertama Aulia sama yang punya perusahan
Ilham
lanjut
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah genahna d kumahakeun nya eta indung na s galang plus anak2na .. 🤔🤔
gemar baca
syuka sama ceritanya,keren Mengen banget
arniya
makin seru and gereget.....
Thewie
Pakah pak Ghani ci i o yg menyamar🤭
Muft Smoker: kyakny dy bos ny galang ,,, amsyoong deeh si galang 😂😂😂😂
total 2 replies
ryuka
jangan2 yang punya itu Pak ghani, perusahaan tempat kerja nya si galang ubur2.. duhhh jadi penasaran thoorrr 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!