NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kera Putih

Kebangkitan Kera Putih

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Ketika langit di atas pinggiran Kekaisaran Yanling tiba-tiba terkoyak oleh invasi mendadak monster binatang, ilusi kedamaian hancur dalam semalam. Di tengah kepanikan para kultivator muda elit yang formasinya porak-poranda, Lin Juan—seorang yatim piatu bermarga Lin yang selalu dicaci karena Jiwa Rohnya yang cacat—menjadi satu-satunya yang menolak mundur. Tanpa pancaran energi spiritual yang mewah, ia mengandalkan insting murni dan tubuh yang ditempa penderitaan untuk bertahan hidup. Di tengah genangan darah dan keputusasaan, sebuah jiwa purba yang tertidur di kedalaman nadinya, Roh Kera Putih yang legendaris, akhirnya membuka mata, merespons panggilan kematian dengan raungan yang mengguncang surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PATROLI MALAM PERTAMA

Roda gigi raksasa di dalam dinding Benteng Tembok Besi berputar dengan suara derit yang memekakkan telinga. Pintu gerbang baja setebal dua meter itu perlahan terbuka, menciptakan celah sempit yang hanya cukup dilewati oleh satu orang pada satu waktu. Udara dari luar seketika menerobos masuk, membawa aroma busuk tanah mati dan kabut sedingin es.

Matahari baru saja terbenam di ufuk barat, meninggalkan semburat merah gelap yang dengan cepat ditelan oleh malam pekat.

"Keluar sekarang, dan semoga para dewa tidak mengabaikan doa kalian," Ucap perwira penjaga gerbang dengan suara datar.

Lu Chen melangkah keluar lebih dulu, belati kembar sudah tergenggam erat di kedua tangannya. Lin Yuan menyusul di belakangnya, disusul oleh Shi Tou yang menggenggam perisai besi dan sebatang tombak dengan tangan gemetar. Ah Xiu keluar paling akhir, busur tulang hitamnya sudah terpasang anak panah berujung perak.

Begitu mereka berempat melangkah keluar, pintu gerbang baja di belakang mereka langsung ditutup rapat dengan dentuman keras yang menggetarkan tanah. Tidak ada jalan kembali.

Di hadapan mereka, membentang daratan beku yang dipenuhi kawah-kawah bekas ledakan artileri spiritual. Sekitar dua mil ke utara, siluet pepohonan raksasa yang mati dan tak berdaun menjulang tinggi menembus kabut kelabu. Itulah Hutan Bayangan Kematian.

"Turunkan pusat gravitasi kalian dan melangkah dari tumit ke ujung kaki," Perintah Ah Xiu seraya memicingkan matanya menembus kegelapan. "Hutan ini meredam cahaya bulan. Kalian tidak akan bisa melihat lebih jauh dari jarak sepuluh langkah. Jika kalian terpisah dari formasi, anggap diri kalian sudah mati."

"Jangan terlalu menakuti mereka, Ah Xiu," Kekeh Lu Chen pelan, matanya menyapu sekeliling dengan kewaspadaan penuh meski suaranya terdengar santai. "Mereka belum pernah melihat seperti apa isi perut orang yang dirobek laba-laba. Biarkan mereka berimajinasi."

"Tutup mulutmu, Lu Chen. Candaanmu membuat kakiku makin lemas," Gerutu Shi Tou menelan ludah.

Lin Yuan berjalan dalam diam di sisi kanan formasi. Tangannya beristirahat dengan santai di atas gagang pedang pendeknya. Di dalam lautan jiwanya, Kera Putih bermata emas itu tidak tidur. Monster purba itu justru berdiri tegak, menghirup energi pembunuhan yang menguar dari udara luar benteng.

Semakin dekat mereka dengan batas Hutan Bayangan Kematian, Lin Yuan bisa merasakan aliran *qi* di meridiannya bergerak semakin reaktif. Insting liarnya menajam. Ia bisa mendengar suara gesekan ranting kering di kejauhan, desiran angin yang membelah kabut, hingga detak jantung Shi Tou yang memburu karena panik.

Mereka melangkah memasuki batas hutan.

Perubahan suhu terasa seketika. Udara di dalam hutan ini sepuluh derajat lebih dingin daripada di luar. Akar-akar pohon hitam menjalar liar di atas tanah, membentuk jebakan alami yang memaksa mereka melangkah dengan sangat hati-hati.

SREK... SREK...

Suara gesekan tipis terdengar dari balik kabut di atas kepala mereka.

"Berhenti," Bisik Lin Yuan tajam.

Tiga anggota Unit 9 lainnya langsung membeku di tempat. Ah Xiu menarik tali busurnya separuh, sementara Lu Chen menyilangkan belatinya di depan dada.

"Kau mendengar sesuatu, Anak Baru?" Tanya Lu Chen dengan suara sangat pelan.

"Di atas," Jawab Lin Yuan tanpa mendongak, matanya menatap lurus ke kabut tebal di depan. "Ada bau asam yang sangat pekat. Sesuatu sedang mengeluarkan jaring."

Ah Xiu mengerutkan kening. Insting pemanahnya biasanya yang paling tajam di unit ini, namun ia tidak merasakan apa pun. Meski begitu, ia tidak meragukan peringatan Lin Yuan. Di perbatasan, meragukan insting rekan setim adalah tiket cepat menuju alam baka.

TRASH!

Sebuah jaring sutra berwarna hitam kelam tiba-tiba meluncur turun dari dahan pohon raksasa tepat di atas Shi Tou. Jaring itu tidak berbau, nyaris tak terlihat dalam kegelapan, dan bergerak dengan kecepatan peluru.

"Awas!" Teriak Lin Yuan.

Lin Yuan menghentakkan kakinya, menerjang ke arah Shi Tou, dan mendorong pria bertubuh besar itu hingga terguling ke tanah. Jaring hitam itu menghantam tanah tempat Shi Tou berdiri sedetik yang lalu. Begitu sutra itu menyentuh tanah yang membeku, suara desisan keras terdengar; tanah itu langsung meleleh dan mengeluarkan asap beracun.

"Laba-Laba Malam! Menyebar!" Teriak Ah Xiu memutar badannya.

CTAK! CTAK! CTAK!

Suara kertakan rahang yang mengerikan menggema dari segala arah. Dari balik dahan-dahan pohon mati, belasan pasang mata merah seukuran kepalan tangan menyala di tengah kegelapan. Bayangan-bayangan hitam sebesar anjing mastiff merayap turun dengan kecepatan kilat menyusuri batang pohon.

Laba-Laba Malam. Tubuh mereka dilapisi cangkang berbulu kasar yang sekeras baja, sementara delapan kaki mereka berujung pada sabit runcing yang bisa merobek baju zirah besi layaknya kertas.

SRAUT!

Seekor Laba-Laba Malam melompat dari batang pohon terdekat, mengarahkan sabit kakinya langsung ke leher Lu Chen.

"Lambat," Desis Lu Chen sinis.

Pemuda mantan bangsawan itu tidak mundur. Ia memiringkan badannya dengan keanggunan seorang penari, membiarkan sabit monster itu menyapu angin di depan wajahnya. Dalam gerakan berputar yang mematikan, belati di tangan kanan Lu Chen memotong persendian kaki sang monster, sementara belati kirinya menusuk langsung ke celah mata merahnya.

BLES!

Cairan hijau pekat muncrat. Monster itu memekik ngeri sebelum mati tergelepar.

Namun, pertempuran baru saja dimulai. Tiga ekor Laba-Laba Malam lainnya langsung menerjang bersamaan ke arah formasi mereka.

"Formasi berlian! Shi Tou, tahan depan! Lu Chen dan aku urus sayap! Lin Yuan, awasi atas!" Teriak Ah Xiu sambil melepaskan anak panahnya.

SWUSH! JLEB!

Panah perak Ah Xiu menembus tepat di tengah dahi salah satu laba-laba yang sedang melompat, memakukannya ke batang pohon dengan kekuatan hantaman yang luar biasa.

Shi Tou mengaum keras, membuang rasa takutnya, dan menahan terjangan laba-laba dari depan menggunakan perisai besinya. Benturan keras terjadi, membuat pria bertato itu terdorong mundur dua langkah.

Di saat yang bersamaan, Lin Yuan merasakan hawa dingin yang menusuk dari arah atas punggungnya.

Dua ekor Laba-Laba Malam meluncur tanpa suara dari dahan di belakang mereka, mengincar titik buta Ah Xiu yang sedang menarik busurnya untuk tembakan kedua. Laba-laba itu sudah membuka rahang berbisanya, siap mencabik leher sang pemanah.

Lin Yuan tidak menarik pedangnya. Senjata tajam akan tersangkut pada cangkang keras monster itu dari sudut seperti ini.

SREEEET!

Aura Kera Putih meledak dari dalam meridiannya. Udara di sekitar Lin Yuan mendadak menjadi sangat padat. Ia memutar tumitnya, melesat bagai bayangan hantu, dan mencegat kedua monster itu di udara murni dengan ketangkasan fisiknya.

BAM!

Tangan kanan Lin Yuan yang dilapisi lapisan *qi* putih samar menghantam kepala laba-laba pertama dengan pukulan lurus yang sangat brutal. Cangkang keras kepala monster itu retak dan melesak ke dalam seketika. Tubuhnya terpental ke belakang seperti boneka kain putus tali.

Tanpa menarik napas, Lin Yuan meraih sabit kaki laba-laba kedua yang melayang ke arahnya. Ia menggunakan momentum serangan monster itu sendiri, membanting tubuh seberat seratus pon itu ke atas tanah beku.

KRAK!

Lin Yuan menghentakkan lutut kirinya tepat ke dada sang monster, menghancurkan organ dalamnya hingga cairan hijau menyembur dari mulut rahang raksasa tersebut.

Ah Xiu yang baru menyadari serangan dari belakang itu menatap Lin Yuan dengan mata membelalak. Kecepatan dan kebrutalan murni pemuda itu sama sekali tidak mencerminkan seseorang yang tidak memiliki kultivasi elemen. Itu adalah kekuatan fisik liar tingkat tinggi.

"Jangan melamun!" Bentak Lin Yuan dingin seraya menarik pedang pendeknya untuk memotong jaring sutra yang nyaris melilit kaki Ah Xiu.

"Mereka terlalu banyak!" Teriak Shi Tou dari garis depan. Perisai besinya sudah mulai penyok dan berlubang terkena percikan bisa. "Sarang mereka... kita pasti memancing seluruh sarangnya!"

Lu Chen melompat mundur setelah membunuh laba-laba ketiganya. Napas pemuda itu mulai tersengal. "Shi Tou benar! Monster kelas rendah ini seharusnya tidak seberani ini menyerang formasi penuh kecuali mereka melindungi sesuatu, atau... digiring oleh sesuatu!"

Kabut kelabu di sekitar mereka mendadak menebal secara tidak wajar. Suara kertakan rahang Laba-Laba Malam yang tadinya riuh, tiba-tiba berhenti. Hutan kembali sunyi senyap, namun keheningan ini terasa jauh lebih mematikan.

Lin Yuan berdiri tegak di tengah formasi. Keringat dingin menetes dari pelipisnya. Di dalam lautan jiwanya, Roh Kera Putih mendadak mengaum keras, mengirimkan gelombang peringatan yang membuat seluruh otot Lin Yuan menegang hebat.

Dari balik kegelapan kabut di ujung jalur, terdengar suara gesekan kaki bergerigi yang teramat besar. Suara itu tidak tunggal. Sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih beracun dari Laba-Laba Malam biasa sedang merayap mendekati mereka, menutup semua rute pelarian.

"Tarik napas kalian," Bisik Lin Yuan dengan mata hitam pekat yang berkilat tajam membelah kegelapan. "Malam ini baru saja dimulai."

1
Iskandar Muda
mantap
Fery Oktavian: semoga suka dengan ceritanya 👍🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!