NovelToon NovelToon
Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Penyesalan Suami
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Diceraikan karena alasan mandul, padahal 3 tahun pernikahan ia menjadi istri yang diabaikan oleh suaminya sendiri. Malam sebelum ia meninggalkan Mansion kediaman Maximillian, Raina diam-diam menjebak suaminya, Cassion Zayn Maximillian untuk menghabiskan malam bersama. Lalu setelahnya ia menghilang begitu saja tanpa jejak sedikitpun.

Namun, 8 tahun kemudian… tepat di acara pernikahan Cassion dengan teman masa kecilnya, Laura Fernandez. Raina kembali membawa sepasang anak kembar, Sean dan Shia untuk mendapatkan hak kedua anak itu sebagai pewaris keluarga Maximillian.

Dan sejak saat itu, kediaman Maximillian tidak pernah bisa tenang lagi. Raina yang tidak lagi penurut, ditambah dengan kedua anak kembarnya yang tak kenal takut. Ibu dan anak kembar itu menuntut banyak hal yang sudah 8 tahun sudah mereka lewatkan begitu saja. Dendam dan hutang mereka perhitungkan dengan baik.

Akankah Raina dan kedua anak kembarnya berhasil membalaskan dendam serta mendapatkan hak mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Keluarga Lengkap

Keduanya memanjat ke atas tempat tidur orang tua mereka dengan kecepatan yang sama sekali tidak cocok untuk pagi hari. Hingga aksi kedua bocah itu mengguncang kasur yang membuat Sion dan Raina merasa terganggu akibat pergerakan Sean dan Shia.

Raina yang masih setengah tertidur mengerutkan kening. “Hm... Apakah ada gempa?”

Sion membuka mata tepat ketika Sean menyelip masuk ke antara dirinya dan Raina sembari berseru, “Papah!”

Sean langsung memeluk pinggang Sion. Namun Shia tidak mau kalah, ia masuk dari sisi lain dan memeluk Sion. “Papah, Shia juga mau dipeluk.”

Raina yang masih mengantuk akhirnya membuka mata sepenuhnya. Ia melihat Sean di sebelah Sion. Kemudian Shia di sisi sebelahnya, juga memeluk pria itu dengan penuh posesif. Raina lalu menatap Sion, dimana pria itu juga menatapnya. Untuk beberapa detik, mereka hanya saling berpandangan.

Raina menghela napas. “Kalian berdua sedang apa?”

“Aku mau tidur di tengah,” jawab Sean.

“Aku juga! Mau dipeluk Papah,” sahut Shia.

“Kenapa?”

Sean menunjuk Sion. “Papah memeluk Mamah.”

Shia mengangguk cepat. “Sekarang kami juga mau dipeluk sama Papah juga.”

Raina terdiam, tetapi Sion justru terlihat sangat tenang. “Kalau begitu,” katanya, “kemari ‘lah biar Papah peluk dengan erat kalian berdua.”

Raina menatapnya tajam. “Sion, berani sekali kau mencuri pelukan dari anak-anakku.”

Sion mengangkat bahu. Namun beberapa detik kemudian, Sean mulai menarik selimut lebih tinggi. Shia juga ikut merapat. Alhasil, posisi Sion kini terjepit di antara kedua anaknya, sementara Raina masih berada di sisi lain menjadi orang yang berakhir diabaikan oleh kedua anaknya sendiri.

“Papah.”

“Hm?”

“Peluk Sean yang erat.”

Sion tersenyum kecil lalu merangkul Sean. Belum sempat ia tenang, Shia langsung protes. “Papah, aku juga!”

Sion tertawa pelan. “Iya, iya.”

Satu tangannya memeluk Sean, tangan lainnya merangkul Shia. Sementara Raina memperhatikan mereka bertiga dalam diam. Jujur saja, hatinya merasa kesal karena Sean dan Shia menjadi mengabaikannya sejak ada Sion. Namun, disisi lain ia juga merasa bahagia karena akhirnya kedua anaknya memiliki ayah seperti anak-anak yang lainnya.

“Jujur saja aku merasa kesal karena sejak ada Sion, mereka jadi mengabaikan aku sebagai ibunya. Namun, aku juga merasa bahagia melihat Sean dan Shia bahagia seperti itu. Tidak ada hal lain yang bisa membuat seorang itu bahagia, selain melihat anak-anaknya bisa tersenyum bahagia seperti itu,” ucap Raina dalam hati.

Hingga kemudian Sean tiba-tiba menatapnya. “Mamah.”

“Hm?”

“Mamah juga harus masuk.”

Raina menaikkan alis, tidak mengerti apa yang putranya maksud. “Masuk kemana?”

“Ke sini.” Sean menunjuk ruang sempit di antara dirinya dan Shia.

Raina memandang celah yang nyaris tidak ada itu. “Sean yakin?”

“Iya.”

Shia mengangguk mantap. “Biar keluarga kita menjadi lengkap, Mah!”

“Jadi, Mamah sekarang hanya dijadikan pelengkap saja oleh kalian.” Sion sungguh tak kuasa menahan tawanya mendengar penuturan Raina yang terkesan cemburu kepada anak-anaknya sendiri.

“Raina, ayo cepat kemari. Biar aku memelukmu juga agar kau tidak cemburu dengan anak-anakmu sendiri,” goda Sion.

“Cih, siapa yang cemburu.”

Meski begitu, Raina tetap memposisikan diri seperti yang Sean tunjuk sebelumnya. Alhasil, Sion akhirnya bergeser mendekat dan merangkul keempat orang di depannya sekaligus. Kini tidak ada lagi jarak di antara mereka. Sean tersenyum puas dan Shia juga.

Raina hanya bisa menggeleng sambil tersenyum. Pemandangan itu terasa begitu sederhana, begitu hangat dan untuk sesaat, tidak ada yang memikirkan perceraian, masa lalu, atau semua alasan yang seharusnya membuat mereka menjaga jarak. Yang ada hanyalah sebuah keluarga yang sedang berdesakan di atas satu tempat tidur pada pagi hari.

Sampai Sean tiba-tiba berkata, “Papah.”

“Ya?”

“Mulai sekarang Papah harus peluk Mamah terus ‘yah...”

Sion menatap anaknya. “Kenapa?”

Sean mengerutkan hidung. “Jangan sampai Mamah kabur lagi dan membawa kami pergi.”

Seketika suasana menjadi sunyi. Raina terdiam, siapa sangka anaknya malah menyindirnya secara langsung tepat dihadapannya. Begitu juga dengan Sion, karena penyebab Raina pergi adalah dirinya yang menceraikan Raina begitu saja saat itu. Memaksanya pergi tanpa membawa apapun, tanpa tahu apa yang dialami wanita itu selama menjadi istrinya. Sementara, Shia memandang keduanya dengan polos.

Kemudian Sean menambahkan, “Soalnya aku suka kalau kita begini. Menjadi keluarga yang utuh seperti teman-teman yang lain.”

Raina menatap kedua anaknya. Senyumnya perlahan mengembang. Ia mencium kening Sean, lalu kening Shia. Seolah ciuman itu adalah ucapan permintaan maafnya karena membuat kedua anaknya lahir tanpa didampingi ayah kandungnya.

Cup… Sion mengecup pipi Sean. Cup… kali ini Sion beralih mengecup pipi menggemaskan Shia. Dan… Cupp, Sion berakhir mengecup kening Raina.

Lalu berkata, “Baiklah. Mulai detik ini kita akan sama-sama terus menjadi keluarga yang lengkap dan keluarga yang paling bahagia di dunia.”

“Yay, Papah hebat! Sean sayang, Papah!” seru Sean.

“Shia juga… sayang Papah banyak-banyak!”

Sion hanya bisa tersenyum, lalu menatap Raina. Tatapan mereka bertemu. Namun kali ini, tidak ada kemarahan di mata Raina. Hanya kehangatan yang diam-diam mulai kembali. Dan Sion tahu satu hal. Mungkin rumah ini belum sepenuhnya menjadi rumah mereka lagi. Tetapi pagi itu... rasanya sudah sangat dekat satu langkah sebagai permulaan yang baik.

“Sudah cukup! Sekarang kita mandi dan setelah itu pergi sarapan,” perintah Raina kepada kedua anaknya.

“Sean mau mandi bersama Papah!” seru Sean penuh semangat.

Raina seketika menatap Sion, seolah meminta jawaban pria itu. Dan tentu saja Sion tidak menolak, “Baiklah, ayo kita mandi duluan.”

“Yay, Papah yang terbaik!” Sean berseru senang.

“Kalau begitu Shia akan mandi bersama Mamah,” ujar Shia yang tak mau kalah dalam hal apapun dari saudaranya.

“Tentu, Anak manis!” Raina menyentil hidung mancung putrinya yang menggemaskan.

Sion pun langsung membawa Sean kembali ke kamar mandi, sementara Raina mulai menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh ayah dan anak itu. Ya, Raina juga mengambil pakaian milik Sion seolah sudah menjadi kebiasaan baginya. Seakan-akan mereka masih menjadi pasangan suami istri yang sah.

Raina sendiri juga merasa heran, kenapa ia bisa melakukan itu. Namun, masa bodoh lagipula cepat atau lambat ia memang akan menikahi Sion lagi. Ia harus mengamankan posisinya sebagai Nyonya Maximillian, begitu juga posisi kedua anak kembarnya.

“Benar, ini hanya permulaan. Jangan pernah lengah, Raina. Pertarungan sesungguhnya baru saja akan dimulai,” gumam Raina menyakinkan pada dirinya sendiri.

Dan tanpa Raina sadari Sion ternyata sedang berada tepat dibelakangnya saat ia mengatakan itu. Sion pun juga bertekad bahwa kali ini ia akan melindungi Raina dan kedua anak kembarnya.

“Tenang saja, kali ini kau tidak akan sendirian lagi, Sayang!” gumamnya lirih.

Bersambung….

1
Budhe Satryo
moga tidak JD menikah dngn laura
Budhe Satryo
semoga nanti g bisa bngun adik kecilmu kalu Ndak dngn rayna 😄😄😄
Budhe Satryo
good rayna setidaknya ad kenang"an dr mantan suami
Budhe Satryo
barengan sekalinya keluar kandang kak author ini
Budhe Satryo
suka semua karya KK ni
Sri Yatun
sekarang kamu ada rasa cinta makanya sadar coba tanpa adanya cinta masa bodo mau sprti apa istri mu dulu sekarang liat dan baru sadar sakit kan apa LG di depan anak anak nya yg sudah seperti orang dewasa tau dan bisa membedakan keadilan dan tidak Adilan mau bagaimana menyikapi orang tua mu/ibu tirinya dan saudara tirimu Sion pasti bakal ada cemohan dri anak anak mu
InaraAp 09
Semangat lanjut up nya thor
InaraAp 09
jangan khawatir Raina, kini kau tidak sendirian
Dew666
💎
InaraAp 09
pemandangan yang indah😄
InaraAp 09
Keren Ryland😍
InaraAp 09
lebih baik emg kembali bersama🤭
InaraAp 09
cemburu sama adik ipar🤣🤣🤣
InaraAp 09
Cieee... mulai ada rasa nih Sion🤣
InaraAp 09
😄😄😄puas banget yah Rain
InaraAp 09
🤣🤣🤣ketagihan katanya...
Sri Yatun
apa adenya sama sama mafia....?
🇦 🇵 🇷 🇾👎
nk"😂
Fahmi Ardiansyah
pasti Sion sengaja Krn dia pasti mau menikahi nya LG demi anak kembarnya.
Fahmi Ardiansyah
Alhamdulillah dugaanku salah.aku kira dia musuh nya eeh ternyata adknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!