NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:602.2k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 Malam terkutuk

​Cahaya keemasan dari lampu kristal raksasa yang menggantung angkuh di langit-langit Hotel Royal Bellevue terasa menyilaukan, seolah mengejek penderitaan yang tengah merayap di tubuh Clara.

Di sepanjang koridor berkarpet tebal salah satu penginapan paling bergengsi di Jenewa, Swiss itu, langkah seorang wanita muda tampak terhuyung-huyung, berat menyeret kakinya yang terasa seperti kepingan timah.

​Wajah cantiknya pias tak berdarah. Keringat dingin mengucur membasahi pelipisnya.

​Ia adalah Clara Jasmine, gadis berusia dua puluh tahun yang dikenal publik sebagai putri angkat keluarga Smith, sebuah dinasti bisnis yang menduduki posisi ke-100 dalam deretan konglomerat teratas negara itu.

​Namun, publik tidak pernah tahu bahwa di balik kemewahan dan nama besar Smith, kehidupan Clara jauh dari kata bahagia. Di kediaman megah itu, ia tak lebih dari properti usang; orang asing yang kerap direndahkan dan hanya dikeluarkan dari sarangnya saat sedang dimanfaatkan.

​Termasuk malam ini.

​Semuanya berawal dari sebuah pesan singkat yang masuk ke ponselnya satu jam yang lalu dari ibu angkatnya: "Clara, Mommy minta tolong kamu temui dulu anak klien Daddy yang baru tiba dari luar negeri. Mommy, Daddy, dan Kak Sofia masih ada urusan lain. Setelah menyusul, kita akan makan malam bersama di sana."

​Sebagai putri angkat yang berusaha mencari validasi dan kasih sayang, Clara mengiyakan tanpa sedikit pun rasa curiga. Ia tiba lebih awal sesuai permintaan.

Namun, saat melangkah masuk ke ruangan privat VVIP yang ditentukan, atmosfer di sana terasa lengang dan hampa. Berusaha menekan firasat buruknya, Clara membatin bahwa tamu yang ditunggunya mungkin belum turun dari kamar.

​Tak lama berselang, seorang pelayan berseragam rapi masuk mendorong troli. “Ini kiriman khusus dari Tuan Alfonso untuk Nona,” ucap pelayan itu sopan seraya meletakkan segelas jus, sebelum menunduk dan berlalu pergi.

​Clara tersenyum lega, mengira itu adalah tanda keramahan dari rekan bisnis ayahnya. Tanpa ragu, dahaganya membuat ia meminum jus segar itu hingga tandas.

​Namun, itu adalah awal dari nerakanya.

​Hanya dalam hitungan menit, rasa nyaman dari minuman dingin itu menguap tak bersisa. Kepalanya mendadak berputar hebat bak dihantam godam, sementara sekujur tubuhnya terasa terbakar oleh gejolak panas asing yang abnormal.

​“Kenapa … tiba-tiba panas sekali?” gumamnya parau. Jemari kecilnya yang mulai gemetar bergerak mengibas udara di depan wajahnya yang kini bersemu semerah mawar.

​Belum sempat ia menguasai kewarasannya yang kian menipis, pintu ruangan terbuka lebar.

​Seorang pria paruh baya bertubuh tambun melangkah masuk dengan gaya santai. Senyum serakah dan menjijikkan terukir di bibirnya saat matanya yang rakus menelusuri lekuk tubuh Clara dari ujung kepala hingga kaki.

​“Maaf membuatmu menunggu lama, Nona cantik. Jangan buang waktu lagi, ayo kita langsung ke kamar saja,” ucapnya serak, mengedipkan mata dengan sorot penuh nafsu yang tak ditutupi.

​Clara terkesiap, mundur bergegas hingga punggungnya nyaris menabrak meja. Dahinya berkerut waspada. Sensasi terbakar di nadinya kian merayap cepat, mengikis akal sehatnya secara brutal.

“Maaf, Tuan. Anda pasti salah orang. Saya di sini menunggu kedatangan Tuan Alfonso, anak dari klien Daddy saya.”

​Pria tambun itu meledak dalam tawa yang serak dan menggema di ruangan sunyi itu. “Ha ha ha! Kamu sungguh polos, Manis. Akulah Alfonso yang kamu tunggu! Dan dengar baik-baik: Ibumu dan kakakmu sendiri yang telah menyerahkanmu padaku. Malam ini, kau sudah dibeli untuk menjadi milikku!”

​Darah Clara serasa ditarik paksa dari ujung kakinya. Jantungnya berpacu liar, diiringi rasa sakit luar biasa yang menusuk ulu hati, jauh melebihi panasnya obat di tubuhnya. Ia tahu keluarga angkatnya dingin dan tak acuh, tetapi ia tak pernah membayangkan mereka bisa sekeji ini. Menjualnya layaknya barang murahan!

​“Tidak mungkin … itu mustahil! Anda pasti salah paham!” bantah Clara dengan suara bergetar, mati-matian mempertahankan kewarasannya yang mulai kabur.

"​Sial! Kenapa aku sebodoh ini? Ayo, Clara, cepat berpikir sebelum kamu benar-benar jadi korban pria menjijikkan ini!" jerit batinnya panik.

​“Tenang saja, Gadis Manis. Aku takkan menyakitimu asalkan kamu menurut,” gumam Alfonso menjilat bibirnya, melangkah memangkas jarak. Tangan gemuknya terulur, berniat menyentuh pipi Clara yang memerah.

​BUGK!

​Adrenalin dan insting bertahan hidup mengambil alih. Dengan sisa tenaga yang masih bisa ia kumpulkan, Clara mengayunkan kakinya sekuat tenaga, menendang keras tepat di titik vital pria hidung belang tersebut.

​“Awwgh!!”

Alfonso menjerit tertahan, wajahnya seketika memucat. Tubuhnya membungkuk parah, kedua tangannya memegangi bagian bawah tubuhnya yang berdenyut nyeri luar biasa.

​"Rasakan itu, dasar tua bangka mesum!" desis Clara tajam, matanya menyalang penuh amarah.

​Tak membuang satu detik pun, Clara berbalik dan berlari sekuat tenaga menerobos keluar dari ruangan. Napasnya tersengal, ia menyeret kakinya yang kian terasa berat seolah tertanam di lantai akibat pengaruh obat perangsang dosis tinggi yang mulai bekerja brutal memompa darahnya.

​“Bocah jalang sialan! Awas kamu, ya!” pekik Alfonso murka dari dalam ruangan, suaranya teredam rasa sakit.

"Apa yang kalian lihat, bodoh?! Cepat tangkap gadis itu! Seret dia ke kamarku sekarang juga!"

teriaknya pada dua pengawal berbadan kekar yang baru saja tiba di ambang pintu.

​“Siap, Bos!”

​Kedua pengawal itu langsung merangsek maju, melesat mengejar bayangan Clara yang baru saja menghilang di tikungan koridor.

****

****

​Di sisi lain gedung yang sama, kekacauan yang tak kalah mematikan sedang terjadi.

​Alexio Van Der Berg melangkah menyusuri lorong VVIP dengan rahang mengetat keras hingga urat-urat di lehernya menonjol. Pria yang dikenal sebagai penguasa mutlak lingkaran organisasi bawah tanah sekaligus pembisnis berdarah dingin ini berjalan dengan wajah memerah padam.

​Napasnya memburu kasar. Sorot mata abu-abunya yang biasanya sedingin es kutub, kini menyiratkan rasa sakit dan panas yang membakar dari dalam pembuluh darahnya.

​“Sial … aku kecolongan!” desisnya penuh kemarahan tertahan.

​Tangan kekarnya menyibakkan kancing jas mahalnya dengan kasar, merobek kancing kemeja putihnya di bagian atas demi mencari pasokan udara yang rasanya kian menipis.

Dengan jemari yang bergetar menahan gairah mematikan, ia meraih ponselnya untuk memanggil asisten kepercayaannya, Reno.

​Namun, layar layar ponselnya hanya menampilkan ikon silang tanpa sinyal. Seseorang telah memblokir sinyal di area ini. Panggilannya gagal total.

​“Sialan! Kenapa sinyal mendadak hilang?! Reno, kau di mana?!” geram Alexio tertahan. Kepalanya berdenyut nyeri, pertahanan akal sehat dan kendali dirinya benar-benar berada di ambang batas. Ia mempercepat langkah kakinya yang panjang menuju kamar suite pribadinya.

​“Xio! Ternyata kamu ada di sini!”

​Sebuah suara wanita yang sengaja dibuat menggoda mendadak terdengar dari arah belakang.

Alexio menghentikan langkahnya, berbalik perlahan dengan tatapan membunuh. Di sana, berjarak beberapa langkah, berdiri Jessie, mantan tunangannya.

Wanita itu mengenakan gaun merah berpotongan sangat rendah, memamerkan lekuk tubuhnya tanpa malu.

​“Jessie …” gumam Alexio dengan nada suara yang membekukan udara di sekitarnya.

​Mengabaikan peringatan mematikan dari pria itu, Jessie tersenyum penuh kemenangan lalu berjalan mendekat. Ia berusaha melingkarkan tangannya yang berhias kuku merah menyala ke lengan kekar Alexio.

“Aku sangat merindukanmu, tahu? Sudah lama kita tidak bertemu.”

​Alexio mendengus sinis, penuh rasa jijik. Ia menepis kasar tangan wanita itu tanpa ragu sedikit pun.

“Hubungan kita sudah usai. Jaga jarakmu dan pergilah sebelum aku kehilangan kesabaran untuk membunuhmu!” usirnya tanpa ampun sebelum berbalik kembali pergi.

​Jessie tak tinggal diam. Ia sudah merencanakan malam ini dengan matang, bersekongkol dengan musuh Alexio untuk menjebak pria ini ke dalam ranjangnya demi mengikat takdir mereka kembali.

​“Xio! Aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja! Obat itu sudah bekerja, kan? Biarkan aku membantumu melepas rasa panas itu!” seru Jessie tanpa malu, mempercepat langkah mengejarnya dari belakang.

​Alexio mengabaikannya total. Ia mengerahkan seluruh sisa daya tahan dan arogansinya untuk tetap berjalan tegak, menyembunyikan fakta bahwa dadanya kian bergemuruh hebat dan pandangannya mulai mengabur.

​Namun, takdir memiliki rencana yang jauh lebih gila malam itu.

​Tepat saat Alexio membelok di ujung tikungan lorong yang remang, sebuah tangan kecil dan gemetar mendadak mencengkeram pergelangan tangannya yang kokoh.

​Sebelum Alexio sempat menepis atau bereaksi, sisa tenaga terakhir dari pemilik tangan kecil itu menarik tubuh besarnya dengan paksa, menyeret sang tiran masuk ke dalam sebuah kamar gelap di sisi lorong, dan detik berikutnya...

​Klik!

​Pintu otomatis itu terkunci rapat dari dalam. Alexio lenyap seketika, menghilang seolah ditelan udara.

​Jessie yang baru saja memutari tikungan terbelalak panik. Napasnya tersengal melihat lorong panjang yang mendadak kosong melompong.

​“Sialan! Ke mana dia menghilang?!” geram Jessie kesal, menghentakkan kaki dengan hak tingginya sambil memindai koridor yang tak lagi menyisakan jejak sang penguasa.

​Bersambung ....

1
Tatiw
org dewasa ny pda bodoh si clara dan ketty bisa ny cuma panik pinteran bocil 🤭
Tatiw
jgn ada yg ganggu kebahagiaan clara suami dan twins.. semoga gk ada ulet keket penghancur rumah tangga org😭
C2nunik987
suka sama semua karakter tokoh di novel ini terutama ma kerja sama keluarga kecil papa Xio dan cara dia bangun kerajaan yg tak tersentuh oleh lawan manapun ....cerita hdp Clara yg happy ending di cintai ugal ugalan sama suami tampan yg cerdas 🫰😍🙏♥️
C2nunik987
keren sukaaaa keluarga papa Xio dan uncle Reno akhirnya bahagia dgn segala macam ujian dan keharmonisan pasangan yg absolut 😅😅😍😍
C2nunik987
selamat iahhh uncle Reno dan bund Ketty sbntr lagi juga punya baby 😍😍
C2nunik987
karena mereka semua kerja sama nya bgs antara feeling dan logika jalan blm di support 2 bocil ajaib punya papa Xio 😍😍😂😂
C2nunik987
keren bgt kecebong papa Xio ....jd penasaran kehebatan Kael dan Klarine nanti saat udh umur 3thn keatas 😍😍😂😂
C2nunik987
anak bayik premium Klarine jgn bikin kakak key deg degan iahhh ma kecerdasan mu kelak ....hrs sayang ma kak Key dan kak Ken 😅😅😅
C2nunik987
anak bayik berteman ma luchifer kuda kesayangan papa Xio ....perkenalan boss kecil ma kuda nya papa 😂😂😍😍
C2nunik987
ini novel luar biasa ....balita mau home schooling....anak anak bocil papa Xio memang beda ma yg lain 😅😅😅
C2nunik987
papa Xio udh punya harta paling mewah dan mahallll di hdpnya yaitu mama Clara dan 4 calon pewaris Van Der Berg 😍😍cucu cicit kesayangan kakek buyut Alexander 😍😍
C2nunik987
yuhuuuu uncle Reno jet pribadi mu udh ready gasss honeymoon 😍😍
C2nunik987
congrats uncle Reno dan bund Ketty samawa bikin anak yg banyak biar rame di hdp kalian ....biar uncle Reno tidak kaku lagi 😂😂😂😂
V3
kalau model nya sdh membatalkan kontrak dan menghilang ,,,,, yaa dh lah mending Ketty atau Clara ja yg JD model nya 🤣🤣🤣
atau Oma nya si Kembar ja yg JD Model Dadakan nya 🤣🤣🤣
V3
mmg cari mati si keluarga Smith ,, sdh gali lobang kuburan nya sndri 🤣🤣🤣
V3
si kembar gercep bgt ,,, tangan Jenius nya lngsung dapat siapa tikus-tikus itu 👏👏
kini tugas papa Xio yg akan menghancurkan semua tikus-tikus itu 🤣🤣
V3
hahahaha ..... Keluarga Smith mo meretas servernya Clara ,, mana bisa 🤣🤣
yg ada kalian skrg yg hancur di bantai oleh anak kembarnya Clara 🤣🤣🤣
V3
naaah bgtu donk Clara ,, skrg mah kamu jgn nunduk trs ,, skrg sdh waktunya kamu mengangkat kepala mu dr orang-orang jahat spt tu 👏👏👏
V3
setelah sekian tahun Clara hidup susah dan sllu Nomaden hidup nya bersama si kembar ,,,, kini kesusahan itu berbuah manis.
kini hidup Clara sdh bahagia dan sejahtera 🤗💃💃🤗
V3
knp di sensor sich ,,, kn JD gak bisa ikutan traveling Loch aku nya 😔😔🤣🤣🤣🤣
V3: hahahaha ...... benar jg sich ,, Baik lah 🤗🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!