NovelToon NovelToon
Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fuji Lisa

Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Jessica sudah bersiap dengan pakaian kuliahnya. Hari ini ia akan kembali mengikuti perkuliahan setelah tiga hari lamanya izin tidak masuk. Dengan polesan bedak tipis dan lip balm pada bibirnya, wajah Jessica terlihat begitu natural dan manis.

Jessica berangkat ke kampus bersama suaminya. Tak lupa, Reyhan memberikan lima lembar uang seratus ribu kepada Jessica. Jujur saja, jumlah itu cukup banyak bagi Jessica hanya untuk uang jajan. Biasanya, orang tuanya hanya memberinya lima puluh ribu rupiah. Tak hanya itu, Reyhan juga memberikan sebuah kartu black card kepada istrinya.

"Mas, aku turun di halte aja, ya," ucap Jessica.

Ia ingin menghindari perhatian teman-teman mahasiswa maupun dosen yang mungkin melihatnya turun dari mobil Reyhan.

Sebenarnya, sejak masih berada di mansion, Jessica sudah menolak berangkat bersama Reyhan. Ia takut teman-teman kampusnya melihat dirinya turun dari mobil sang suami. Bisa-bisa ia menjadi bahan pembicaraan para penggemar Reyhan, apalagi banyak mahasiswi yang mengagumi pria itu. Cukup Reva dan gengnya saja yang membuat Jessica malas berurusan dengan masalah.

"Kenapa turun di halte? Dua menit lagi perkuliahan dimulai. Kamu bisa terlambat kalau harus berjalan dari halte ke kampus," ujar Reyhan, sementara pandangannya tetap terarah ke depan.

Tumben banget manusia kutub ngomong panjang. Dasar aneh! Kadang irit banget kalau ngomong, kadang malah ceramah panjang lebar, batin Jessica.

"Nggak apa-apa, sih, Mas—"

"Jangan panggil saya Om lagi, Jessica. Saya bukan om kamu. Saya sudah menjadi suami kamu," potong Reyhan tegas.

Jessica langsung menoleh dengan wajah bingung."Lah, terus aku harus panggil apa dong?"

"Mas."

Jessica mengerucutkan bibirnya.

Banyak maunya banget, si kutub satu ini."Ya udah, deh, Mas Rey," jawab Jessica akhirnya.

Mendengar panggilan itu, Reyhan tiba-tiba merasa salah tingkah. Ia segera membuang pandangannya ke arah jendela.

Kenapa gue salting saat dia manggil gue Mas? Apa jangan-jangan gue mulai punya perasaan sama istri kecil gue sendiri? batinnya.

"E-eh, kamu benar-benar mau turun di halte? Kenapa nggak mau sampai depan gedung kampus?" tanya Reyhan setelah berusaha mengendalikan dirinya.

"Nggak apa-apa, Mas. Aku takut ada mahasiswa atau dosen lain yang melihat kita."

"Kamu tetap turun di kampus."

Jessica terdiam sejenak.

Ya udahlah, ikutin aja kemauan dia. Daripada debat pagi-pagi, bikin darah tinggi aja.

Akhirnya, mobil mewah milik Reyhan memasuki area Universitas Lentera Bangsa dan berhenti di tempat parkir depan gedung utama. Banyak mahasiswi langsung berseru heboh ketika melihat mobil tersebut.

"Pak Reyhan!"

"Ya ampun, ganteng banget Pak Reyhan pagi ini!"

"Anjir, dari luar mobilnya aja udah kelihatan mewah banget!"

Dan masih banyak lagi komentar yang didengar Jessica.

Ketika Reyhan keluar dari mobil, pria itu segera membukakan pintu untuk Jessica. Gadis tersebut justru terdiam, menatap suaminya dengan tatapan kosong karena tidak menyangka Reyhan akan melakukan hal semanis itu di depan banyak orang.

"Nanti jam sepuluh saya harus ke kantor karena ada rapat. Kalau kamu mau pulang naik taksi, hubungi saya dulu," ucap Reyhan.

"Iya, Mas," jawab Jessica sambil tersenyum kecil.

"Buruan turun. Sebentar lagi dosen kamu masuk."

"Iya, iya!"

Jessica akhirnya keluar dari mobil Reyhan. Begitu kakinya menginjak tanah, ia langsung mendengar bisikan para mahasiswa di sekitarnya.

"Pak Reyhan kok berangkat bareng Jessica, ya?"

"Kok Pak Reyhan mau, sih, pergi sama dia?"

"Gue juga mau dong satu mobil sama Pak Reyhan!"

"Ya Allah, bibir Pak Reyhan seksi banget!"

"Tapi cocok banget, deh, Jessica sama Pak Reyhan."

"Jessica cantik banget pagi ini!"

Jessica hanya bisa menahan senyum sambil berjalan mendekati gedung fakultasnya.

"Pagi, Pak Reyhan," sapa Pak Gungun, salah satu dosen yang kebetulan melintas di dekat mereka.

"Pagi, Pak Gungun," jawab Reyhan dengan wajah datarnya.

Mas Rey pelit banget, sih. Senyum sedikit aja susah banget, gerutu Jessica dalam hati.

"Permisi, Mas. Pak, saya masuk kelas dulu, ya," pamit Jessica sambil menyalami tangan Reyhan dan Pak Gungun.

Setelah itu, ia segera berlalu menuju ruang kuliahnya.

"Halo, Guys!" sapa Jessica riang sambil melambaikan tangan ketika memasuki kelas.

"Pagi, pengan—"

Belum sempat Amel menyelesaikan ucapannya, Jessica langsung membekap mulut sahabatnya itu.

"Lo berisik banget, sih, Maemunah! Nyesel gue undang lo ke pernikahan gue!" bisik Jessica kesal.

Amel hanya nyengir setelah Jessica melepaskan tangannya."Hehe, sorry, Jes. Gue keceplosan."

"Tahu, nih, Amel. Mulut lo nggak bisa direm sedikit apa?" timpal Viola.

Tak lama kemudian, bel perkuliahan berbunyi. Para mahasiswa segera menempati tempat duduk masing-masing untuk mengikuti kelas.

Saat ini Jessica dan ketiga sahabatnya sedang berada di kantin kampus untuk makan siang.

Sementara itu, Reyhan sudah tiba di kantor karena ada rapat mendadak. Sebelum memasuki ruang rapat, ia sempat membuka ponselnya dan mengirim pesan kepada sang istri.

My Little Wife

Reyhan: Kamu nanti pulangnya naik taksi, ya. Saya sedang di kantor.

Reyhan menatap layar ponselnya beberapa saat.

"Mungkin lagi makan siang," gumamnya.

Ia kemudian memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana dan memasuki ruang rapat.

Kembali ke kantin kampus, Amel masih belum bisa menghilangkan rasa penasarannya.

"Jes, lo beneran belum melakukan itu sama Mas Rey?" tanyanya sambil mendekatkan wajah.

Jessica hampir tersedak minumannya."Ya ampun, Amel! Bisa nggak, sih, kalau ngomong jangan blak-blakan begitu?"

"Lah, gue cuma nanya!"

"Iya, gue udah bilang sama Mas Rey kalau gue mau menunda hubungan suami istri sampai gue lulus kuliah," jawab Jessica.

"Cieee, sekarang udah manggil Mas!" goda Anggun.

Viola dan Amel ikut mencolek dagu Jessica bergantian, membuat pipinya memerah.

"Apa, sih, kalian! Wajar dong gue manggil Mas. Kan sekarang dia udah jadi suami gue!"

"Iya, deh. Yang udah nikah mah bebas," celetuk Anggun.

Viola kemudian menatap Jessica dengan rasa penasaran.

"Jes, sebenarnya lo udah cinta belum sama Pak Rey?"

Jessica terdiam."Nggak tahu," jawabnya jujur.

Ia sendiri masih bingung dengan perasaannya. Entah kenapa, ia sering merasa gugup ketika berada dekat Reyhan. Bahkan, panggilan sederhana seperti 'Mas' saja bisa membuat suasana hatinya berubah.

Kalau ciri-cirinya begitu, berarti gue udah cinta belum, ya? Tapi gue nyaman sama Mas Rey.

Argh, apaan, sih, Jessica! Nggak mungkin juga Mas Rey cinta sama gue, batinnya sambil terkekeh kecil.

Amel tiba-tiba menghela napas dramatis."Lo enak banget, Jes. Bangun tidur, pangeran tampan udah ada di samping lo."

"Lebay banget, lo!" balas Jessica sambil mencubit lengan Amel.

Mereka pun kembali tertawa dan melanjutkan makan siang hingga bel perkuliahan berikutnya berbunyi. Setelah membereskan barang-barang mereka, Jessica dan ketiga sahabatnya kembali menuju ruang kelas untuk mengikuti perkuliahan selanjutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!