Disarankan untuk baca season pertamanya dulu ya!
****
Tiga tahun setelah bangkit dari kematian dengan kekuatan Batu Es yang terkutuk, Han Seol menjelma menjadi penyihir terkuat yang ditakuti sekaligus kesepian. Di tengah bayang-bayang arwah jahat dan luka masa lalu atas hilangnya Seol Ah, ia dipertemukan kembali dengan Jin So Hwa—putri sulung rahasia dari Jinyowon yang jiwanya menyimpan misteri besar.
Demi lolos dari kurungan ibunya, So Hwa nekat mengajukan pernikahan gila kepada Han Seol. Dan demi membungkam seisi kerajaan, sebuah kebohongan konyol terucap: "Saksi pernikahan kami adalah anak di dalam perutku!"
Saat takdir lama mulai terajut kembali dengan identitas baru, akankah es di hati Han Seol mencair, ataukah rahasia tiga tahun lalu justru akan menghancurkan mereka sekali lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Hanyut di Danau Cheon Gi dan Labrakan di Cheon Gi Won
"Perpisahanku dengan Seol Ah... rasanya seolah-olah ada sebilah pedang tajam yang menancap mati di dadaku setiap hari. Hidup dengan kekuatan ini terasa seperti kutukan yang menyiksa."
Mendengar pengakuan jujur dari keponakannya, gurat kesedihan mendalam tampak di wajah paruh baya Do Kwang. Ia berjalan mendekat, lalu menepuk pundak Han Seol dengan lembut.
"Han Seol, dengarkan aku baik-baik," ucap Do Kwang dengan nada serius dan penuh kehati-hatian.
"Kekuatan Batu Es itulah yang menopang jiwamu dan membuatmu tetap hidup sampai detik ini setelah altar itu meledak tiga tahun lalu. Jadi, jika batu itu ditarik keluar dari tubuhmu, sudah bisa dipastikan... kau akan mati seketika."
Han Seol tidak terkejut, ia hanya menatap pamannya tanpa ekspresi.
Do Kwang menghela napas berat, melanjutkan, "Dan katakanlah, jika ada seseorang dengan kekuatan spiritual yang teramat ajaib berhasil menarik batu itu keluar dan entah bagaimana kau bisa selamat... toh, hal itu tetap tidak akan bisa menyembuhkan luka batin di hatimu. Kehilangan Seol Ah adalah luka jiwa, bukan luka fisik yang bisa disembuhkan dengan hilangnya Batu Es."
Han Seol terdiam. Kata-kata pamannya terngiang-ngiang di kepalanya. Namun, di saat yang sama, ingatan Han Seol mendadak berputar pada sosok wanita misterius di kedai tempo hari—Jin So Hwa.
Wanita yang dengan mata telanjang mampu melihat energi Batu Es di dalam dadanya.
Sebuah kekuatan luar biasa.
Setelah menimbang cukup lama di dalam keheningan, dengan mempertimbangkan kemampuan spiritual langka yang dimiliki Jin So Hwa yang mungkin bisa menjadi kunci atas penderitaannya, Han Seol akhirnya mengambil keputusan besar. Ia setuju untuk menikahi wanita itu.
****
Kembali ke pihak Jin So Hwa. Waktu terus berjalan, dan rombongan pengantin mulai membawanya keluar dari gerbang dalam Jinyowon menaiki sebuah perahu upacara di sepanjang aliran sungai khusus menuju tempat resepsi.
So Hwa menatap air sungai dengan pandangan yang hampir putus asa. Ia tahu waktu telah habis. Han Seol tidak datang.
Namun, tepat ketika keputusasaan itu mencengkeram batinnya, sebuah fenomena magis terjadi.
Wussshh!
Tiba-tiba saja, udara di sekitar sungai menjadi sangat dingin. Air sungai di bawah perahu So Hwa mendadak bergolak hebat, meninggi dengan cepat membentuk pusaran air raksasa yang aneh.
Sebelum para pengawal di tepi sungai sempat berteriak, perahu yang ditumpangi So Hwa tiba-tiba amblas, menghilang ditelan oleh air yang meninggi dari bawah beraliran sihir Hwansu. Menelan perahu beserta tubuh Jin So Hwa entah ke mana, menyisakan riak air yang kembali tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
Ternyata, itu adalah perbuatan Han Seol. Dengan kemampuan sihir tingkat tertingginya, Han Seol telah memindahkan perahu beserta Jin So Hwa ke sebuah dermaga sepi yang terisolasi di tepi Danau Cheon Gi.
Di sana, di bawah siraman cahaya bulan purnama, Han Seol sudah berdiri tegak menanti. Jubah hitamnya berkibar pelan ditiup angin danau yang dingin.
Jin So Hwa yang sempat terkejut dan terengah-engah di atas perahu, mendongak.
Ketika matanya menangkap sosok Han Seol, senyum kemenangan dan rasa lega langsung merekah di wajah cantiknya.
Inilah alasan mengapa ia berada di dermaga sunyi itu sekarang: sang Penyihir Agung telah datang menjemputnya.
****
Di tempat lain, di sebuah sudut sepi di luar area Cheon Gi Won, suasana justru dipenuhi oleh drama yang menguras air mata.
Do Hyun duduk berlutut di atas tanah batu, menangis tersedu-sedu hingga bahunya berguncang hebat. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya.
"Chae Rin... kenapa kau harus menikah dengan orang lain... kenapa..." ratapnya pilu.
Hatinya hancur berkeping-keping karena ia mengira bahwa malam ini Jin Chae Rin, mantan kekasih yang teramat dicintainya, sedang melangsungkan pernikahan di Jinyowon.
Baek Seo Jun yang berdiri di sampingnya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah dramatis sahabatnya itu. Ia menghela napas, lalu menepuk punggung Do Hyun dengan keras.
"Hei, Do Hyun! Berhentilah menangis seperti anak kecil. Kau salah paham!" seru Baek Seo Jun berkacak pinggang.
Do Hyun mendongak dengan hidung memerah dan mata sembap. "Salah paham apa? Seluruh kota tahu Jinyowon sedang mengadakan pernikahan malam ini!"
"Memang ada pernikahan, tapi yang menikah dengan pamanku malam ini adalah Jin So Hwa, putri sulung Jinyowon! Bukan Jin Chae Rin!" jelas Seo Jun dengan gemas.
Mendengar penjelasan itu, Do Hyun seketika tertegun. Tangisnya berhenti mendadak bagai keran air yang ditutup. Ia mengerjapkan matanya yang basah dengan wajah bodoh.
"A-Apa? Jin So Hwa? Kakak Chae Rin yang katanya sudah meninggal itu? Jadi... Chae Rin tidak menikah?"
Seo Jun memutar bolanya malas. "Tentu saja tidak, Bodoh."
Do Hyun langsung bangkit berdiri, menghapus sisa air matanya dengan buru-buru, merasa lega sekaligus malu setengah mati.
****
Namun, kedamaian malam itu tidak berlangsung lama. Di kediaman Jinyowon, kekacauan besar pecah saat para pengawal dengan napas memburu berlari menghampiri Jin Hwa Young yang sedang menunggu di aula utama bersama Baek Yun O.
"Nyonya! Gawat! Nona So Hwa... Nona So Hwa tiba-tiba menghilang dari perahu upacara secara misterius!" lapor sang komandan pengawal dengan wajah pucat.
"Apa?!"
Jin Hwa Young murka, energinya meledak hingga membuat vas bunga di dekatnya retak.
Pihak Jinyowon segera melakukan penyelidikan cepat. Setelah mendengar laporan dari mata-mata pasar bahwa desas-desus pernikahan ini sempat diketahui dan direspon secara emosional oleh Do Hyun, Jin Hwa Young dan Jin Chae Rin langsung mencurigai pemimpin muda Cheon Gi Won tersebut sebagai pelaku penculikan.
"Pasti Do Hyun yang melakukannya!" tegas Jin Chae Rin dengan raut wajah geram.
"Dia pasti mengira pengantin wanitanya adalah aku, makanya dia nekat menculik kakak untuk mengacaukan pesta ini!"
Tanpa membuang waktu, berangkatlah rombongan Jinyowon yang dipimpin langsung oleh Jin Hwa Young dan Jin Chae Rin menuju Cheon Gi Won. Mereka datang dengan pasukan penuh dan langsung melabrak masuk, menemui Do Kwang yang kebetulan sedang berada di halaman luar.
"Do Kwang! Serahkan Do Hyun sekarang juga!" bentak Jin Hwa Young tanpa basa-basi, matanya berkilat penuh amarah.
Do Kwang yang tidak tahu apa-apa terkejut, namun ia berusaha tetap tenang. "Nyonya Jin, ada apa ini? Mengapa Anda datang malam-malam dan menuduh keponakanku?"
"Jangan berlagak bodoh! Keponakanmu telah menculik putriku dari perahu pernikahan!" sahut Jin Hwa Young dengan suara meninggi.
Namun, di samping kemarahannya, Jin Hwa Young dengan sangat hati-hati tidak sedikit pun menyebut nama "Jin So Hwa" secara gamblang di depan pengawal biasa.
Hal itu jelas saja dikarenakan keberadaan dan status hidup Jin So Hwa selama tiga tahun terakhir ini memang menjadi rahasia paling sakral yang disembunyikan rapat-rapat oleh Jinyowon dari mata publik.
Tak lama kemudian, suasana yang tegang itu terinterupsi oleh langkah kaki yang mendekat. Do Hyun berjalan masuk ke halaman bersama Baek Seo Jun dan pamannya, Baek Yun O yang tampak kebingungan dengan baju pengantinnya.
"Ada apa ini? Mengapa Anda mencari saya, Nyonya Jin?" tanya Do Hyun dengan sopan namun tegas.
Jin Chae Rin maju selangkah, menunjuk Do Hyun. "Jangan berakting, Do Hyun! Kau menculik pengantin Jinyowon malam ini karena kau mengira pengantinnya adalah aku, bukan?!"
Do Hyun menghela napas panjang, lalu menggelengkan kepalanya. "Nona Chae Rin, Nyonya Jin... dengarkan saya baik-baik. Memang benar, meskipun saya sangat ingin mengacaukan acara pernikahan itu tadi karena kebodohan saya yang mengira pengantin wanitanya adalah Jin Chae Rin... namun saya berani jamin demi nama baik keluarga saya bahwa saya bukan pelaku penculikan tersebut. Saya sama sekali tidak menyentuh area sungai Jinyowon malam ini."
Baek Seo Jun segera maju ke depan, berdiri di samping Do Hyun untuk memberikan pembelaan. "Saya bersaksi atas ucapan Do Hyun, Nyonya Jin. Saya menemani Do Hyun di kediaman sepanjang malam ini sebelum kami ke sini. Do Hyun sama sekali tidak pergi ke mana pun. Dia memiliki alibi yang sangat kuat."
Baek Yun O yang berada di sana juga mengangguk setuju dengan wajah lesu karena pernikahannya batal.
Mendengar kesaksian dari Baek Seo Jun dan melihat calon mempelai pria sendiri membenarkan bahwa Do Hyun bersamanya, Jin Hwa Young tidak bisa berkata-kata lagi.
Tuduhannya mentah dan tidak terbukti. Dengan wajah yang memerah menahan amarah dan perasaan malu yang teramat sangat karena telah melabrak tanpa bukti yang jelas, Jin Hwa Young akhirnya berbalik.
"Kita pulang!" perintah Jin Hwa Young dingin kepada pasukannya.
Rombongan Jinyowon pun berjalan pergi meninggalkan Cheon Gi Won dengan perasaan dongkol, sementara di tepi Danau Cheon Gi yang sepi, sebuah aliansi baru yang tak terduga antara Han Seol dan Jin So Hwa baru saja dimulai di bawah sumpah bulan purnama.