NovelToon NovelToon
Cinta Dijalur Misi

Cinta Dijalur Misi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: eka sundari

Revan (30), pimpinan tentara elit yang lima tahun tak pulang, mendapat misi mengintai kelompok pemberontak di hutan desa kelahirannya. Selama ini, Revan terlalu sibuk bertugas hingga tidak sempat memikirkan cinta, sang ibu khawatir dan ingin menjodohkan nya.

Di sisi lain, Nara ...bidan ASN cantik yang jago bela diri,pindah tugas ke desa tersebut. Karna menghindar dari beberapa laki laki yang selalu mendekatimya ,maraknya kasus KDRT dan perselingkuhan membuat ia trauma hingga tak percaya cinta dan enggan menikah.

Takdir mempertemukan mereka di gerbong kereta api. Demi menghindari desakan nikah ibunya via telepon, Revan nekat mengambil diam diam gambar dengan wanita di sampingnya yang sedang tertidur,agar sang ibu tenang, Ia tak menyadari bahwa wanita tersebut adalah Nara, bidan baru yang siap mengubah jalan hidup dan misinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka sundari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam mencekam dipolindes

Nara mengukur kemampuan musuh musuhnya dengan cermat dan transmisi....satu persatu tanpa celah.....

Dia mecari celah lengah , baru menyerang

mata nya penuh awas.

Satu :Berdiri sangat sigap. Luka di bahunya hanya goresan superficial. Pria ini adalah ancaman paling berbahaya karena posisi senapan dan refleks

Dua : masih dalam kondisi Menggenggam parang dengan tumpuan kaki yang mantap. Meski tubuhnya lecet-lecet, ia masih sangat sanggup bertarung jarak dekat dan berada di posisi perimeter

Tiga :Pria bertubuh paling tegap, namun kondisinya paling kritis. Paha kanannya terikat kain lusuh yang basah kuyup oleh darah akibat perdarahan arteri. Wajahnya pucat pasi, napasnya tersengal-sengal parah, dan ia nyaris tak sanggup berdiri tanpa bertumpu pada dinding.

Dua orang itu masih sanggup bertarung penuh. Tapi satu orang di tengah pendarahan hebat... kalau aku pura-pura maju mengambil kotak medis dan memicu

Dan memicu kepanikan pada anak pimpinan, perhatian dua pengawal itu akan teralih sepenuhnya dalam hitungan detik,

batin Nara merencanakan serangan balik. Tangan kanannya meraba pelan gagang pisau lipat taktis di balik saku kargonya.

******

"Cepat sedikit, Ayuk cepat .....!"

bentak pengawal pemegang senapan,

menodongkan senjata kekepala Nara menuju ruang perawatan,

dan salah satunya membantu bosnya mendorong paha anak pimpinan yang bersimbah darah agar terbaring di atas meja periksa.

Nara melangkah amat tenang ke arah lemari kaca. Di balik raut wajahnya yang pasrah, otak dan jemarinya bergerak secepat kilat.

saat beberapa detik mereka lengah ,,...

Ia mengambil spuit injeksi dan menarik cairan anestesi dosis tinggi. (Sekali suntik, obat ini akan menghentikan gerakanmu,) batin Nara, darahnya berdesir hebat menahan gemuruh amarah.

Saat Nara berbalik membawa peralatan medis, pengawal pemegang parang tiba-tiba melangkah mendekat dari belakang. Mata liar menjijikan menatap tubuh Nara yang berbalut jas putih medis.

"Ternyata kamu sangat cantik..."

gumam pria itu dengan hembusan napas berbau busuk.

Tanpa peringatan, tangan kotornya yang penuh lumpur dan keringat kasar langsung memeluk paksa pinggang Nara dari belakang.

Nara menegang seketika. Desir jantung didadanha mendidih , Amarah yang luar biasa membakar seluruh kesadarannya.

"Bos, saya mau nikmati wanita ini dulu baru kita jadikan sandera!"

seru pengawal itu sambil tertawa menyeringai ke arah anak pimpinan yang terbaring lemah.

Anak pimpinan itu menyunggingkan senyum licik dengan wajah pucatnya.

"Ya sudah, terserah kamu. Cepat selesaikan."

"Pegangin dia!"

bentak pengawal pemegang parang pada temannya. Pengawal kedua langsung maju mencengkeram bahu Nara,

menempelkan moncong dingin senapannya tepat di kepala Nara.

"Jangan bergerak kalau nggak mau kepala ini bolong,jangan melawan nikmati saja ya sayanggg!"

Dengan serakah dan kasar, pengawal pemegang parang menarik paksa jubah putih medis yang dikenakan Nara hingga robek dan terlepas ke lantai, menyisakan Nara dalam balutan kaus dan celana kargo hitamnya.

"Sini kamu, jangan melawan, jangan banyak bergerak ahahahah!"

racau pria itu sambil mencondongkan tubuhnya secara kurang ajar.

Tepat sebelum tangan kotor itu bertindak lebih jauh, benteng kesabaran Nara runtuh.

SRAK!

Nara memutar tubuhnya secepat kilat. Jarum suntik berisi anestesi dosis tinggi di jemarinya mengujam telak ke leher pengawal yang memeluknya!

preeetkkkk!

"A-apa ini...bang##t ?!"

jerit pengawal itu, matanya mendelik saat obat bius dosis tinggi itu menyerang sistem sarafnya,

membuatnya roboh seketika ke lantai.

Melihat rekannya tumbang, pengawal kedua dengan sigap mengarahkan senapannya ke dada Nara dan menarik pemicu!

"Kurang ajar kamu,kamu apaakan dia......!"

DwaaaaR!

Namun, Nara sudah merendahkan tubuhnya secara drastis, membiarkan peluru meleset menghantam dinding kaca.

praaakkkk!!!

Tanpa membuang hitungan detik, Nara melayangkan tendangan memutar yang teramat keras tepat ke pergelangan tangan pengawal tersebut.

PAK!

Senapan otomatis itu terlempar bebas dari genggaman musuh, melayang di udara dan jatuh berdentang jauh di sudut ruangan.

Tepat pada momen mencekam itu,

Revan datang .... napasnya masih belum stabil...beradu dengan kondisi malam mencekam...

Revan menerobos masuk dari pintu yang hancur. Langkah kakinya membeku sejenak saat melihat pemandangan di depan matanya,

Jubah putih Nara tergeletak robek ...di lantai, dan Nara sedang beradu tenaga dengan pengawal Tegap itu ,,

" seharusnya begini baru adil," pekik Nara menghatam tinjuan demi tinjuan yang bertubi tubi

" sama sama dengan tangan kosong, jangan pengecut " amarah nya mangkin meledak .

Anak pimpinan pemberontak yang terluka parah di atas meja, hendak menyerang Nara....

Dengan sigap Revan maju didalam raut kebingungan tidak mengira wanita berwajah teduh itu ...punya bela diri melebihi prajurit Elitpimpinan nya .

"awassss kau.....,......." teriak keras dengan sepenuh tenaga yang tersisa sambil mengayunkan parang ke arah Nara.

Bilah parang berkilat tajam menyasar tubuh Nara. Nara yang emosinya belum stabil refleks hendak membalas, namun sebuah bayangan hijau zaitun melesat lebih cepat memotong jalur serangan tersebut.

SRRAK!

"Nara awasss......!" Revan lantang.

Revan pasang badan di depan Nara, menahan ayunan parang itu dengan bahunya.

Bilah tajam itu menyayat kain tebal dan mengoles bahu Revan hingga darah segar menetes membasahi seragamnya.

PRAK!

Dengan satu gerakan kencang, Revan memelintir pergelangan tangan anak pimpinan itu hingga parangnya berpindah tangan, lalu membanting tubuh pria itu keras ke lantai.

Bersamaan dengan itu, tiga anggota prajurit Elang 1 menyeruak masuk.

"Amankan dia! Bawa mereka keluar sekarang!" perintah Revan tegas pada pasukannya sambil menahan bahunya yang terluka.

"Siap, Komandan!"

seru para prajurit sambil mengikat cepat anak pimpinan ....

Namun, napas Nara masih memburu hebat. Darah di kepalanya mendidih mengingat perlakuan pelecehan dan tangan kotor yang menyentuhnya.

Dalam kondisi emosi yang belum stabil sama sekali, matanya tertuju pada parang yang tergeletak di atas lantai.

Nara menyambar parang itu dengan satu gerakan kilat, melangkah cepat menuju satu pengawal yang pingsan belum diamankan ...

memotong tangannya tampa ampun serta mengambil pisau dna menusukkan ke kemaluannya....

Semua mata yang melihat Nara marah mebabi buta , tak percaya apa yang dilakukan Nara lebih brutal dari prajurit.

Revan terdiam sejenak, menahan napas ....matanya terperanjat tak percaya apa yang dilihatnya.

sebelum kesadarannya pulih ....

Nara sudah mendekat , seorang lagi ...yang aduh jotos padanya....sedang tersudut ketakutan mau melawan nya...

Revan menarik nya ....

"Nara ! Tahan! Jangan!" teriak Revan mencoba menghentikan, smabil memegang bahunya yang luka .

Tapi Nara sudah tidak mendengar lagi. Dengan raungan amarah yang meluap dari dadanya, Nara mengayunkan punggung besi parang itu kuat-kuat tepat ke arah tangan pengawal yang tadi berani memeluk dan merobek bajunya!

PRAK!

"AARGGHHH! AMPUN! AMMPUUNN!!!

1
sakura
....
es moon: terima sudah mampir, semoga suka ,happy reading
total 1 replies
Rian Moontero
Mampiiirr
es moon: terima kasih, semoga suka..happy reading
total 1 replies
Apis
huuu revan belum jadian asal main kokop aj
es moon: Wkwkwk 😂 Revan emang gercep ya, Kak. Belum jadian udah berani macam-macam.
Terima kasih telah mengikuti kisah cinta Revan dan Nara ❤️ , DiTunggu ya kak kelanjutannya,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!