NovelToon NovelToon
PENGANTIN YANG DITUKAR

PENGANTIN YANG DITUKAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

H-3 pernikahan yang disusun dari keringatnya, Kalea Mahika mendapati kenyataan pahit. Reno, kekasih 8 tahunnya, menghamili Gisel, kakak kandungnya sendiri. Bukannya membela, orang tuanya justru memaksanya menyerahkan gaun, dekorasi, hingga calon suaminya demi menutup aib.

​Dianggap anak durhaka karena menolak, Mahika memutus hubungan total, menjual rumah impiannya, lalu pergi merantau.

​Di tanah rantau, Mahika bangkit menjadi pengusaha sukses dan bertemu Reagan Baskara, pria tegas yang menghargainya. Ketika mantan dan keluarganya kembali memohon maaf dalam kehancuran, Mahika hanya tersenyum dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGANTIN YANG DITUKAR

​

​Suasana di lantai tiga gedung pusat Aura Fashion Jakarta pagi itu terasa berbeda dari biasanya. Meskipun aktivitas para karyawan berjalan seperti biasa, hembusan rumor mengenai pengunduran diri mendadak Kalea Mahika Lead Designer kesayangan perusahaan masih menyebar hangat di selasar-selasar kantor dan ruang istirahat.

​Namun, di tengah gelombang kebingungan itu, Reno Alamsyah melangkah menyusuri lorong kantor dengan kepala tegak.

​Pria itu mengenakan kemeja kustom bernuansa biru muda yang disetrika licin, dipadukan dengan celana bahan hitam dan sepatu kulit mengilap. Senyum ramah berulang kali tersaji di bibirnya setiap kali berselisih jalan dengan para staf atau tim operasional. Wajahnya sama sekali tidak menyiratkan kepanikan, rasa bersalah, atau penyesalan. Di mata orang-orang, Reno berakting sangat sempurna sebagai sosok calon suami yang sedang sabar menanti emosi tunangannya mereda.

​"Pagi, Mas Reno," sapa salah satu staf administrasi seraya menunduk sopan.

​"Pagi. Semangat ya kerjanya," balas Reno mengangguk hangat, mengumbar pesana manis seperti biasanya.

​Di dalam hatinya, Reno merasa berada di atas angin. Mahika sudah pergi membawa koper-kopernya tanpa membawa bukti apa pun. Narasi bahwa Mahika ngambek, emosional, dan kabur melarikan diri karena stres menghadapi persiapan pernikahan H-26 sudah tertanam rapi di benak rekan-rekan kerjanya. Semua kepingan domino berada di posisinya, tinggal menunggu hari H di mana Gisella akan menggantikan posisi Mahika di pelaminan demi 'menyelamatkan' nama baik keluarga.

​Pukul sepuluh pagi, seluruh jajaran manajerial, tim operasional konveksi mitra, serta perwakilan divisi desain berkumpul di ruang rapat utama.

​Reno duduk di barisan depan dengan map berkas di tangannya. Ia menegakkan punggung, siap mempresentasikan laporan operasional bulanan. Ia yakin betul prestasinya selama ini akan terus melicinkan jalannya menuju promosi jabatan berikutnya.

​Klek.

​Pintu ganda ruang rapat terbuka lebar. Ibu Aura melangkah masuk dengan balunan blazer hitam elegan dan gaun krep berwarna gelap. Wajah anggun sang CEO tampak dingin bagai es. Tidak ada senyum hangat atau sapaan ramah yang biasa beliau bagikan sebelum memulai rapat.

​Aura intimidatif yang terpancar dari wanita paruh baya itu begitu kuat hingga seketika memotong riuh bisik-bisik di dalam ruangan. Seluruh staf mendadak bungkam, merasakan ketegangan mencekik yang tak biasa.

​"Selamat pagi semuanya," sapa Bu Aura pendek, mendudukkan diri di kursi utama kepala meja. Suaranya datar, tanpa nada. "Kita mulai rapat evaluasi hari ini."

​Selama dua jam rapat berlangsung, Bu Aura memimpin pembahasan dengan ketegasan yang mengerikan. Setiap laporan yang dipaparkan oleh para kepala divisi dibedah secara kritis. Namun, pandangan mata Bu Aura secara berkala tertangkap menghujat lurus ke arah Reno yang duduk di seberang meja.

​Setiap kali Reno berbicara atau memberikan tanggapan terkait pasokan bahan kain dari pabrik konveksinya, jemari Bu Aura di atas meja mengepal keras hingga buku-buku jarinya memutih.

​Mata sang CEO memancarkan amarah yang teramat pekat. Bu Aura harus mengerahkan seluruh penguasaan dirinya agar tidak berdiri saat itu juga, melempar berkas ke wajah Reno dan membongkar kebusukan pria parasit itu di depan seluruh jajaran direksi.

​Pria tidak tahu diri, batin Bu Aura membakar. Kamu duduk di sana dengan senyum tanpa dosa, mengklaim keberhasilan penjualan, padahal seluruh angka itu lahir dari keringat dan air mata Mahika yang kamu khianati secara jijik bersama kakak kandungnya.

​Napas Bu Aura bertambah berat menahan gejolak di dadanya. Namun, bayangan wajah Mahika saat di bandara kemarin kembali melintas di benaknya.

"Biarkan mereka merasa menang, Bu... Biarkan mereka naik ke pelaminan dulu, agar jatuhnya sempurna."

​Pesan Mahika menjadi penahan rem utama bagi Bu Aura. Dengan menghembuskan napas pelan, Bu Aura memaksakan jemarinya kembali rileks. Ia menahan badai murkanya, menyimpan seluruh bukti dan bom pemecatan tidak dengan hormat itu rapat-rapt di dalam tas kerjanya hingga hari pernikahan yang dinanti tiba.

​"Rapat hari ini kita cukupkan sampai di sini," ucap Bu Aura akhirnya dengan nada dingin. "Seluruh laporan operasional divisi konveksi akan saya tinjau ulang secara privat. Terima kasih."

​Bu Aura berdiri anggun, merapikan dokumennya, lalu melangkah keluar dari ruang rapat tanpa menoleh lagi pada siapa pun.

​Begitu pintu ruang rapat tertutup rapat di belakang Bu Aura, hembusan napas lega terdengar riuh dari para peserta rapat.

​"Anjir, Bu Aura hari ini seram banget ya?" bisik Andri, staf operasional yang duduk di sebelah Reno, seraya mengelap keringat dingin di dahinya. "Gue sampai takut mau napas pas baca slide laporan tadi."

​Reno hanya terkekeh pelan, menyusun berkas-berkasnya ke dalam map kulit. "Biasa lah, bro. Beliau kan memang perfeksionis kalau soal target kuartal ketiga."

​Saat para karyawan perlahan berdiri meninggalkan ruangan, Andri dan dua orang staf dari divisi desain mendekati meja Reno dengan raut wajah penasaran yang tak lagi bisa ditahan.

​"Eh, Ren," panggil Andri pelan, melirik ke kanan-kiri memastikan situasi aman. "Gue masih kepikiran soal Mahika, nih. Tadi pas rapat Bu Aura sama sekali enggak sebut nama Mahika atau siapa pengganti Lead Designer buat projek musim depan. Beneran Mahika ngundurkan diri secara permanen, Ren?"

​Salah satu staf wanita ikut menimpalinya dengan cemas. "Iya, Mas Reno... Mbak Mahika kan desainer terbaik kita. Kenapa tiba-tiba banget keluar H-26 pernikahan kalian? Kalian... lagi enggak ada masalah serius, kan?"

​Reno menghentikan gerakan tangannya. Ia menghela napas panjang dengan raut wajah yang mendadak dibuat sendu, prihatin dan penuh kesabaran sebuah akting papan atas yang sangat memukau.

​Pria itu menatap rekan-rekan kerjanya satu per satu, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan beban terpendam.

​"Kalian tahu sendiri kan..." ujar Reno dengan suara dipelankan, terdengar begitu bijaksana dan dewasa. "Persiapan pernikahan H-26 itu tekanan mentalnya luar biasa gede. Banyak hal yang bikin emosi gampang tersulut, hal kecil bisa jadi debat panjang."

​Reno menyandarkan punggungnya di pinggiran meja, melipat kedua tangannya di dada.

​"Mahika lagi emosional banget belakangan ini. Dia mungkin merasa kewalahan membagi fokus antara kerjaan kantor sama persiapan acara kita. Jadi dia mengambil keputusan impulsif buat mundur dari kantor dan... ya, pergi sebentar menenangkan diri," lanjut Reno penuh rasa kepalsuan.

​"Jadi Mahika beneran kabur, Ren?" tanya Andri memastikan dengan mata membelalak.

​Reno mengangguk pelan, pura-pura menutupi rasa sedihnya. "Bisa dibilang begitu. Tapi ya sudah lah... sebagai calon suami, tugas gue sekarang cuma bisa sabar dan memahami dia."

​Pria itu menepuk bahu Andri seraya tersenyum tenang. "Doakan kami baik-baik saja ya, teman-teman. Doakan semoga acara pernikahan kami tiga puluh hari lagi tetap berjalan lancar dan semua masalah ini ada jalan keluarnya."

​"Wah... gokil sih, lu sabar banget, Ren," puji Andri menatap Reno dengan rasa kagum. "Mbak Mahika egois juga ya kalau sampai lepas tanggung jawab kantor cuma gara-gara emosi nikah. Semoga cepet sadar deh calon bini lu."

​"Iya, Mas Reno, yang sabar ya," tambah staf wanita di sebelahnya ikut bersimpati. "Laki-laki mana lagi yang mau ngertiin cewek ngambek sampai kabur H-26 kalau bukan Mas Reno."

​Namun, di luar pintu ruang rapat yang sedikit terbuka, sebuah bayangan berdiri membatu.

​Ibu Aura, yang ternyata kembali ke ruang rapat karena ada kartu aksesnya yang tertinggal di atas meja, berdiri mematung di lorong. Wanita paruh baya itu mendengarkan seluruh narasi busuk dan kebohongan manis yang keluar dari mulut Reno tanpa terskip sepatah kata pun.

​Mendengar bagaimana Reno memutarbalikkan fakta, memfitnah Mahika sebagai wanita egois yang kabur dari tanggung jawab, dan mencitrakan dirinya sendiri sebagai calon suami yang paling sabar dan teraniaya... darah Bu Aura terasa mendidih seketika.

​Tangan Bu Aura yang memegang gagang pintu bergetar hebat. Rahangnya mengeras tajam. Rasanya ia ingin mendobrak pintu itu sekarang juga, menampar wajah palsu Reno di depan kawan-kawannya, dan berteriak bahwa pria itulah binatang berdarah dingin yang sudah menghancurkan hidup Mahika.

​Namun, dengan napas yang memburu halus, Bu Aura memejamkan matanya rapat-rapat. Ia memaksa kakinya mundur dua langkah dari pintu.

"​Nikmati panggung kamu hari ini, Reno Alamsyah", batin Bu Aura dengan tatapan mata yang mendadak berubah menjadi sangat mengerikan. Gunakan seluruh mulut manismu buat menipu semua orang. Karena saat kamu berdiri gembira di pelaminan nanti... aku sendiri yang akan merobek topengmu di depan seluruh tamu undangan.

​Bu Aura berbalik arah, melangkah pergi meninggalkan lorong ruang rapat dengan keteguhan hati yang kian membaja.

​Sementara di dalam ruangan, Reno Alamsyah masih tersenyum puas, meminjam simpati dari kawan-kawannya, tanpa pernah menyadari bahwa setiap kebohongan yang diucapkannya hari ini... sedang mencetak tiket menuju kehancurannya sendiri.

1
sutiasih kasih
gmn rasanya... klean jdi gembel😅😅
mkanya jgn hobi jdi BENALU...
Ernaaaaa
makasih Thor
merry
jdi gelandangan dech klian
merry
bisa gk hdp tnp mahika dan kluarga mu reno dan untuk cari krj susah nama mu dh terkenal 🤭🤭🤭🤭
sutiasih kasih
smpe sana.... rumah udh di jual😂😂😂😂😂😂
hadueh ren.... org tuamu kaya... org berada... tpi kok km jdi laki mokondo🤔🤔🙄
Lee Mba Young
selamat menikmati jd gembel
Mundri Astuti
mang dah bener ma pas ya, si Reno ma keluarga si sel ..sel..
Mundri Astuti
owh ortunya Reno org ada toh, tapi ko anaknya dompleng mahika yak🤔
sutiasih kasih: knaoa mndompleng mahika yg dri kalangan biasa....
mmbingungkn🤔🤔🤔
total 2 replies
Lee Mba Young
tanpa harta selamat mnikmati
Mundri Astuti
mang bisa tuh anak kesayangannya bangun atap aja, jangan bangun rumah dah
sutiasih kasih
di bangun lgi dunk rumah yg sdh runtuh.....
jgn apa" morotin dwit mahika.... tpi mahika g punya hak tinggal di rmh itu...
msih ingat dunk bu maya.... saat mahika pergi... dgn tak punya hati ibu mmbuang barang" mahika yg ada di kamarnya..... anda itu ibu macam apa 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🙄🙄
Tining Revi
bukanya mahika berhijab thor. kok "puji Tuhan"
merry
pdhl tdi mau bongkar ditmpt mrk resepsi dihotel tau ya mrk cm resepsi di tanah kosong dan mahika lewat live ig buat mrk maluu 🤭🤭🤭🤭se kanoha pd tau lhh
Mundri Astuti
sekali tepok ....jatuh semua .... gayanya mahika kereeennnn....Badas....😂😂😂
sutiasih kasih
tamatlah sudah riwayat para pmbohong & penghianat......
😂😂😂😂😂😂
Heni Setiyaningsih
Mahika,,,,,,, KEREN!! gk perlu teriak teriak cuma tunjukkan hasil dari kerja kamu, siapa itu Reno dan klrg toxic, hempaskan😂😂
Agunk Setyawan
bacanya deg"an banget🤣
Humay Uum
dtunggu bomy KK Thor 💪💪💪💪
falea sezi
kelamaan bertele tele 🤣
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!