NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Ada Yang Tahu

Jodoh Tak Ada Yang Tahu

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Nara Askiya, gadis cantik yang memiliki tubuh tinggi dan menawan, tak salah jika banyak laki-laki yang mendambakannya, ia terkenal sopan anggun dan cerdas, berprofesi sebagai seorang pengawas di sebuah mall terkenal di kota itu.
namun nasib hidupnya tak se indah gambaran dirinya, ketika ia menikah dengan kekasih yang ia cintai dan sangat ia dambakan.
penghianatan mengubah hidupnya saat acara ijab akan di laksanakan, ia harus menelan kepahitan saat tahu sang kekasih pergi meninggalkannya tanpa aba-aba tanpa ucapan tanpa penjelasan.
Namun, di tengah kepedihan itu... ada seorang laki-laki gagah yang rela menutupi malu keluarganya di hari yang seharusnya bahagia bagi Nara, semua sempat mendapat perdebatan namun akhirnya Nara menerima laki-laki itu' dialah Deon Satya, laki-laki yang tak Nara ketahui adalah seorang pemilik mall tempatnya bekerja yang hidupnya memilih sederhana. bagaimana kehidupan Nara dan Deon usai menikah tanpa rasa cinta dan mengenal? apakah Nara akan menerima Deon...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana baru

Tentang bagaimana keluarga Arka bukannya meminta maaf, malah menyalahkannya karena terlalu cepat menerima laki-laki lain.

Sahabatnya langsung membelalakkan mata.

“Hah?”

“Iya.”

“Jadi mereka bukan minta maaf, sekarang malah menyalahkan kamu?”

Nara mengangguk.

“Gila.” Sahabatnya menggeleng-gelengkan kepala.

“Kalau aku jadi kamu, sudah aku blokir semuanya, aku labrak tuh emaknya.”

Nara tertawa kecil.

“Aku juga tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi.”

“Bagus, kalau perlu labrak aja emaknya.”

Sahabatnya kemudian melirik Nara dari atas ke bawah. “Lagipula sekarang kamu sudah punya suami. Jadi lebih berani donk.”

Nara kembali mencubit lengannya.

“Jangan mulai lagi! Jangan ngajarin aku.”

***

Jauh di luar negeri, seorang pria duduk sendirian di sebuah apartemen.

Arka.

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari seseorang yang dikenalnya di tanah air.

Arka membaca pesan itu. Wajahnya perlahan berubah.

Nara sudah menikah.

Arka terdiam, Matanya bergerak membaca kalimat berikutnya.

Dengan tetangganya. Namanya Deon.

“Deon?”

Nama itu membuat rahangnya mengeras. Ia mengenal laki-laki itu, Arka bahkan tahu siapa Deon, dia adalah teman semasa SMKnya dulu, dan Deon sama-sama menyukai Nara sudah sejak lama.

“Jadi kamu…”

Tangannya mengepal. Arka merasa seolah-olah Deon telah memanfaatkan kepergiannya.

Memanfaatkan keadaan. Mengambil Nara ketika dirinya tidak ada. Namun Arka tidak mau mengakui satu hal.

Dirinyalah yang meninggalkan Nara, Dirinyalah yang memilih pergi, Dirinyalah yang mengejar perempuan lain. Dan kini ketika Nara mulai melanjutkan hidupnya, justru dirinya yang merasa kehilangan.

Arka menatap foto Nara yang masih tersimpan di ponselnya.

Dadanya terasa panas. “Kenapa harus bersama Deon?”

Ia meletakkan ponselnya dengan kasar. Untuk pertama kalinya, Arka mulai menyadari bahwa keputusan yang dibuatnya mungkin tidak akan pernah bisa ditarik kembali.

***

petang...

untuk pertama kalinya, Deon menjemput Nara pulang dari bekerjanya, di depan mall ia menunggu Nara. Ia duduk di atas motor seolah dirinya bukanlah pemilik mall tersebut.

Deon memperhatikan pintu mall, di sana Nara tengah berjalan keluar bersama satu temannya yang tadi pagi sempat menggoda Nara.

"Nah itu dia, " batin Deon sembari memperhatikan Nara dari balik helm.

Tak lama Nara mendekat, ada senyum yang terlukis di wajahnya. "hai... Udah lama nunggu?"

"belum, baru bentar," jawab Deon sembari memberikan helm Nara, "nih Helm kamu."

"terimakasih." Nara segera memakainya.

Sembari menunggu Nara, Deon mengamati sekitar dari banyaknya orang di sana, pengunjung, tak ada yang tahu siapa Deon.

"masih aman." batin Deon kembali.

"Ayok Deon, kita jalan..." ucap Nara yang sudah naik ke atas motor Ninja Deon.

Deon segera menyalakan mesin, dan menarik gas perlahan hingga akhirnya mereka melaju meninggalkan halaman Mall.

...

Di perjalanan, Deon berfikir ingin mengajak Nara makan berdua di warung nasi goreng sederhana... Bukan tempat mewah bahkan yang penuh pelayanan dengan istimewa.

"kita makan dulu ya..." ucap Deon dari balik helmnya.

Nara sedikit menunduk ke bahu Deon, "makan apa?"

"kita ke warung Nasi goreng, kamu mau?" tanya Deon sembari fokus dengan jalanan.

"boleh... Kebetulan aku lapar."

Nara nampak bersemangat, padahal Deon sebelumnya takut, bahwa mengajak Nara ke tempat sederhana akan membuatnya ilfil ataupun tak suka, nyatanya Nara terdengar bersemangat dan tak ada pilihan bahkan protes.

Di balik helmnya, Deon tersenyum lega.

Mereka akhirnya menuju alun-alun kota, mencari tempat Nasi goreng langganan Deon. lima menit sampai di warung Nasi goreng, Deon memarkirkan motornya tak jauh dari sana, mereka akhirnya turun dan masuk.

Nara duduk di samping Deon, salah satu pelayan bertanya dengan sopan, " mau pesan nasi goreng apa mbak?"

Nara menoleh pada Deon, "mau yang apa? Aku soalnya gak tahu kesukaanmu."

"aku nurut kamu saja, nasi goreng apa saja aku mau kok."

Nara tersenyum, "ya sudah..."

Nara akhirnya menoleh pada pelayan, memesan nasi goreng dan minuman sesuai kemauan nya. Sementara Deon tiba-tiba mengeluarkan sebatang Cokelat, ia mencolek kan cokelat itu ke pipi Nara yang tengah fokus pada handphone, "nih, buat kamu."

Nara menoleh, "wah... Cokelat. Aku suka banget ini... Kok kamu tahu si?"

Deon tersenyum, ia tahu Nara menyukai cokelat, terlebih cokelat yang di beli Deon, adalah jelas kesukaan Nara. Ia tahu semua itu dari hasilnya mengintip Nara di CCTV saat Nara dan teman-temannya istirahat.

"Deon, kamu kok tahu aku suka cokelat ini?" tanya Nara kembali.

Deon mengangkat bahunya, "mengira-ngira saja, aku beli tadi di dekat kerjaan, asal ambil... Nggak tahu kalau itu kesukaanmu."

"makasih ya."

Deon mengangguk, ia lega melihat Nara tersenyum, apa lagi melihat Nara tersenyum karena menerima hal sederhana dari dirinya.

Tak lama nasi goreng pesanan mereka datang, Nara dan Deon akhirnya menikmati nasi goreng itu tanpa gangguan apapun, dan siapapun. Belum dan tidak tahu bagaimana akhirnya hubungan mereka nanti.

...

Malam semakin gelap, usai petang tadi menikmati Nasi goreng dan sembat duduk berdua di taman alun-alun kota yang masih ramai, mereka akhirnya pulang. Tak terasa mereka pulang sedikit terlambat.

Sampai di rumah, Deon segera memarkirkan motornya di teras rumah orang tua Nara. Sebelum masuk Nara menunggunya sejenak hingga akhirnya Lely mamah Nara membukakkan pintu.

Klek.. Suara pintu rumah terbuka.

"kok pulangnya malam?" tanya Lely.

Nara segera meraih tangan sang mamah, menyalaminya dan mencium punggung tangannya, begitu juga Deon.

"kita abis makan di luar bentar mah, abis itu main di alun-alun."

"pantas saja, kalian ini..."

Ketiganya akhirnya masuk ke dalam rumah.

Hanan yang sejak tadi diam memperhatikan mereka di ruang tamu ikut tersenyum.

"biarkan saja, mah... Kaya kamu tidak pernah muda," ucap Hanan akhirnya.

Nara dan Deon tertawa kecil.

Lantas, melihat Nara pulang bersama Deon, tertawa bersama tanpa wajah murung seperti beberapa hari sebelumnya membuat hati Hanan dan Lely sedikit lega.

Setelah berbincang sebentar, Nara dan Deon masuk ke kamar. Nara meletakkan tasnya di atas meja. Kemudian ia melihat Deon yang sedang membuka jaket.

“Deon.”

“Iya?”

“Besok kamu jadi mencari rumah?”

Pertanyaan itu membuat Deon berhenti.

Ia menoleh.

“Oh, itu.”

Deon sebenarnya sudah memiliki rumah tersebut, rumah yang selama bertahun-tahun dipersiapkannya untuk masa depan. Namun Nara belum mengetahui apa pun.

“Iya. Memangnya mau Kapan?”

“Mungkin besok.”

Nara mengangguk.

“Aku ikut?”

Deon sedikit terkejut.

“Kamu mau ikut?”

“iya, boleh?” Nara duduk di tepi ranjang.

“Kalau memang nanti kita tinggal di sana, aku juga ingin melihatnya.”

Deon tersenyum.

“boleh.”

Nara kemudian menatapnya. “tidak terlalu besarkan?"

Deon mengangkat alis. “Kenapa?”

“Aku tidak terbiasa tinggal di rumah besar.”

Deon tersenyum. Rumahnya memang tak terlalu besar.

1
sakura
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!