NovelToon NovelToon
Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Anak Genius
Popularitas:54.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.

Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.

Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.

“Aku akan menikah dengannya.”

Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.

Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.

Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 17

Victor buru-buru duduk mendengar ancaman Zoey yang akan mencabut giginya.

“T–tunggu, Zoey. Tidak usah memanggil dokter! Ini... ini cuma sakit sedikit kok! Nanti siang kalau aku bawa tidur pasti sembuh sendiri!”

“Oh, tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja, Victor” bantah Zoey sembari melangkah maju.

“Kau tahu, bakteri di gigi berlubang itu bisa menjalar lewat pembuluh darah langsung ke saraf otak. Takutnya, besok pagi kau bangun dan sudah tidak mengenali siapa dirimu. Aku harus segera menelepon dokter untuk operasi kecil. Tenang saja, tang cabut giginya hanya sebesar catut paku.”

“Z–zoey, kumohon... ini bukan gigi berlubang,” sangkal Victor, wajahnya memucat membayangkan alat medis mengerikan itu.

Victor berusaha mencari alasan rasional supaya kegilaan ibu sambungnya segera berakhir.

“Pasti karena aku terlalu banyak makan permen. Ya! Gusi bengkak saja! Tolong buatkan aku teh hangat saja, oke?”

“Semakin bengkak, semakin bagus,” potong Zoey tanpa ampun, senyum kemenangan terukir jelas di wajahnya.

“Karena kalau gusimu sedang bengkak parah, bius lokal kadang tidak mempan, loh. Jadi dokter harus mencabut akar gigimu secara... hidup-hidup.”

Victor menelan ludah dengan susah payah, keringat dingin membasahi pelipisnya.

Niatnya hanya ingin mengerjain Zoey dengan cara berbohong malah senjata makan tuan begini.

“Jadi Tuan Muda, bangun dan mandi sekarang untuk pergi ke sekolah bersamaku, atau menunggu dokter keluarga Alfred datang membawa koper peralatannya dalam lima belas menit. Pilih mana?” tantang Zoey sambil mengangkat satu alisnya.

Victor benar-benar kehabisan kata-kata. Mulutnya terbuka dan ternutup tak bersuara, sadar bahwa ia telah kalah telak dan tak punya celah lagi untuk berdebat melawan ibu sambungnya yang ternyata jauh lebih licik darinya.

“Sepertinya aku telah salah memilih lawan. Ternyata dia lebih licik dariku,” batin Victor menjerit.

****

“Tuan Muda, anda baik-baik saja? Bukankah anda tadi bilang sedang sakit gigi yang amat parah?” tanya Lukas dengan kening berkerut heran.

Kepala pelayan itu tengah merapikan meja makan ketika Victor tiba-tiba turun dari lantai dua dengan langkah gontai.

Bukan pemandangan itu yang membuat Lukas heran, melainkan penampilan remaja laki-laki tersebut. Victor mengenakan seragam sekolahnya dengan sangat lengkap dan rapi.

Dasi sekolah terpasang sempurna di kerahnya, bukan sekadar dikalungkan asal-asalan. Kemejanya terkancing rapi, dan rambutnya tersisir klimis.

Padahal, biasanya tuan muda itu selalu tampil dengan seragam berantakan bak preman pasar. Terlebih lagi, belum ada setengah jam yang lalu Victor menolak turun sarapan dengan alasan sakit gigi yang luar biasa menyiksa.

Victor menghentikan langkahnya, menatap Lukas dengan wajah masam dan mata mendelik tajam.

“Diam kau, Paman Lukas! Jangan pura-pura terkejut begitu!” bentak Victor kesal. “Pasti kau yang berkomplot menyuruh wanita itu masuk ke kamarku dan mengancam ku, kan?!” tuduh Victor seraya menuding wajah Lukas.

Lukas refleks menunduk dalam-dalam, berusaha keras menggigit bibirnya untuk menahan tawa yang nyaris meledak melihat nasib malang tuan mudanya.

“Maafkan saya, Tuan Muda. Sungguh, saya berani bersumpah saya tidak tahu-menahu soal rencana Nyonya Zoey masuk ke kamar anda pagi ini.”

“Pembohong! Kalian semua sama saja, bersekongkol menjebak ku!” gerutu Victor sambil memegangi perutnya yang keroncongan. “Siapkan aku sarapan sekarang! Cepat! Aku lapar karena terlalu banyak menghabiskan energi untuk berdebat dengan si nenek sihir itu!” pinta Victor tak sabar, menarik kursi dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar.

“Baik, Tuan Muda. Tunggu sebentar,” jawab Lukas seraya bergegas menuju dapur dengan bahu yang masih sedikit bergetar geli.

Sementara itu, di lantai dua,

“Victoria, di mana kau?” teriak Zoey lantang saat baru saja mendorong pintu kamar bernuansa merah muda tersebut.

Dari gundukan selimut di atas tempat tidur, terdengar suara erangan pelan yang dibuat-buat.

“Keluar dari kamarku. Aku demam tinggi hari ini. Tubuhku menggigil. Aku tidak berniat pergi ke manapun, apalagi ke sekolah bersamamu,” sahut Victoria dengan suara serak yang sengaja di lirih kan.

Zoey melipat tangannya di dada, melangkah perlahan mengelilingi ruangan sebelum akhirnya berhenti di samping ranjang.

“Benarkah? Wah, kalian ini anak kembar yang sehati sekali, ya. Yang satu mengeluh sakit gigi, yang satu lagi mendadak demam.”

Tanpa aba-aba, Zoey menyibak paksa selimut tebal itu, membuat Victoria mengeluh protes.

Zoey langsung menempelkan punggung tangannya ke dahi Victoria.

”Hmm, aneh sekali. Keningmu sama sekali tidak panas,” gumam Zoey santai, menatap wajah Victoria yang merona kemerahan karena kesal, bukan karena suhu tubuh.

Victoria menepis tangan Zoey dengan kasar.

“Memangnya kalau demam harus selalu disertai dahi yang panas, hah?! Aku yang merasakan tubuhku sendiri, bukan kau! Aku bilang aku sakit, berarti aku sakit!” ketus Victoria.

Dalam hati, Victoria tersenyum penuh kemenangan. Ia sangat yakin wanita ini pasti baru saja keluar dari kamar Victor dan saudara kembarnya itu pasti sudah berhasil mengelabui Zoey dengan akting sakit giginya.

Dan sekarang, giliran Victoria untuk menipu Zoey mentah-mentah.

1
Sri Rahayu
hahaha...kmrn masih pd kaku2 gengsi skrg pd ngeributin Zoey saling cemburu 🤩🤩🤩🤪🤪🤪....lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah....jangan2 Damian cemburu karena Zoey lbh perhatian ke Victor drpd dirinya 🤩🤩🤩🤩🤩
Esther
Damian cemburu sama anak sendiri🤣🤣.
Sabar ya Zoey menghadapi suami dan anak laki2 nya😄
Esther
panas2in terus bapakmu itu Victor😂.
Anak & ibu sambung kompak sekali pagi ini.
Ayo Zoey buat Victoria menyerah juga dgn kamu😁
mimief
Wkwkwkkw
apa rasa berantem Ama duplikat nya sendiri?🫣🤣🤣
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: ya begitulah 🤣
total 1 replies
mery harwati
Damian bentar lagi kau akan saingan dengan Victoria juga, tunggu saat itu tiba Damian 🤣
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ bener kak dah habis sudah damian
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣🤣 gelut lah ayah anak
Sastri Dalila
🤭🤭
Sastri Dalila
😅😅
mimief
wkwkwkkw
cemburu sama ank sendiri 🫣
rheisha
kesaing sama anak sendiri ...😁
Mundri Astuti
😂😂😂
Mundri Astuti
😂😂😂 saingan dah tuh berdua
ryuka
🤣🤣🤣🤣😍😍😍🤭🤭🤭🤭 duuhhh yg cemburu
Lovita BM
tinggal Victoria yg semakin panas sesak brutal nanti 🤣🤣
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: /Facepalm/
total 1 replies
ALT
lagi🌚
MamDeyh
😅😅😅
Endang Sulistiyowati
Sabar ya Zoey, sekarang Godzilla nya berubah jadi bocah balita. Harap kuatkan hati dan telingamu menghadapi rasa cemburu dan keposesifan mereka ke kamu. 🤣
Dede Maesaroh
🤣
Susi Sayadi
nah kan?!?!?!?🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!