NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vvhiiiiivhy

Jika ada kehidupan kedua, aku bersumpah akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam!"
Di kehidupan pertamanya, Elena adalah Nona Muda yang naif. Ia menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi membantu Gavin, sang suami, naik takhta menjadi Kaisar. Namun setelah tujuan tercapai, Gavin justru mengkhianatinya. Pria itu berselingkuh dengan adik tiri Elena, merebut takhtanya, membantai putranya yang masih kecil, dan membakar Elena hidup-hidup di sel penjara bawah tanah.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih pergi ke akhirat, Elena terbangun dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat tiga tahun sebelum pernikahan terkutuk itu terjadi.
Berbekal ingatan dari masa depan, Elena bersumpah tidak akan lagi menjadi domba yang penurut. Ia akan menghancurkan satu per satu orang yang telah menginjak-injak harga dirinya.
Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Elena mendekati Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di kekaisaran—dan menawarkan sebuah aliansi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vvhiiiiivhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Api Pengkhianatan

Api dengan cepat melahap jerami, merambat naik ke dinding sel dan membakar gaun Elena. Rasa panas yang luar biasa mulai menguliti tubuhnya. Di tengah kobaran api yang kian membesar dan menjemput ajalnya, rasa sakit di hati Elena berubah menjadi sebuah kebencian yang mendalam.

Jika ada kehidupan kedua... jika Tuhan mengizinkanku membuka mata sekali lagi... aku bersumpah demi sisa darahku, aku akan menyeret kalian berdua ke neraka yang paling dalam!

"Ahhhhh!!!"

Jeritan melengking Elena menyatu dengan derak kayu dan jerami yang terbakar. Kulitnya melepuh, digerogoti oleh lidah api yang merah membara. Napasnya terasa mencekik saat asap hitam yang pekat mulai memenuhi paru-parunya. Namun, rasa sakit fisik yang luar biasa itu sama sekali tidak sebanding dengan hancurnya jiwa Elena saat membayangkan nasib tragis Leo. Putra kecilnya yang tidak berdosa dibiarkan mati membeku di hutan utara, sementara dua manusia iblis itu menari dan tertawa di atas penderitaannya.

Gavin... Shena...

Nama itu digumamkan Elena di sela-sela napas terakhirnya yang berbau gosong. Pandangannya perlahan menggelap, digantikan oleh keheningan mutlak yang sangat dingin. Jiwanya terlepas dari raga yang hangus menjadi abu, membawa dendam membara yang menolak untuk padam oleh waktu.

Wush!

"Hah! Uhuk... uhuk uhuk.....uhukkk.. Hah...hah!"

Elena tersentak bangun secara mendadak. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya seolah-olah baru saja tenggelam dalam lautan yang sangat dalam. Dadanya naik turun dengan liar, sementara keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya sampai bajunya pun basa semua.

Hal pertama yang ia rasakan bukan lagi lantai batu yang dingin atau aroma anyir darah yang memuakkan, melainkan kehangatan dari kasur bulu yang sangat empuk. Hubungan indra penciumannya pun menangkap aroma menenangkan dari esens bunga lavender yang sangat familier.

Elena terengah-engah, dengan panik memeriksa kedua tangannya.

Jemari ini... utuh? Tidak ada bekas luka cambuk? Kulit lengannya tampak putih bersih, mulus, dan ia mengenakan gaun tidur sutra berwarna merah muda.

Elena segera turun dari ranjang, kakinya yang telanjang melangkah terhuyung-huyung mendekati cermin besar di sudut ruangan. Begitu menatap pantulan di cermin, jantungnya hampir berhenti berdetak.

Di dalam cermin, berdiri seorang gadis muda berusia delapan belas tahun. Wajahnya berseri, pipinya ranum, dan matanya berbinar sehat—jauh dari sosok wanita ringkih bertubuh kurus kering yang mati mengenaskan di penjara bawah tanah. Ini adalah dirinya, lima tahun sebelum seluruh malapetaka itu terjadi. Masa di mana ia belum menyerahkan seluruh aset keuangan keluarga besarnya demi mendukung pemberontakan Gavin.

"Aku... kembali?" bisik Elena, air mata haru menetes di pipinya. "Tuhan... Kau benar-benar mendengarkan sumpahku."

Tok! Tok! Tok!

Pintu kamar tiba-tiba terketuk, disusul oleh suara lembut seorang pelayan dari luar. "Nona Muda Elena, Tuan Muda Gavin dari kediaman Baron telah tiba di ruang tamu. Beliau membawakan buket bunga mawar kesukaan Anda dan ingin mengajak Anda berjalan-jalan di taman kota."

Mendengar nama itu, kilatan kebencian yang pekat langsung memenuhi sepasang mata Elena yang indah. Sudut bibirnya perlahan terangkat, dan membentuk seulas senyuman dingin yang mengerikan.

Gavin, kau sudah datang rupanya. Selamat datang di permainan baruku. Kali ini, akulah yang akan menuntunmu menuju kehancuran. Kali ini kau harus siap-siap dengan apa yang sudah kalian perbuat terhadapku.

..

1
Pelangi Jingga
ceritanya di ulang trus
jenny
pelayan setianya ganti kak? bukannya namanya Yana?
jenny
Misha atau Dara
Nycthophile
banyak bener nih adik tiri punya nama😌
jenny: ha ha hs
total 1 replies
Nycthophile
Thor mohon maaf nih sebelum nya minta tolong kalo ada pergantian nama karakter kasih tau Thor soal nya nama adik tiri nya Elena ganti ganti terus 🙏😔
jenny: saya pikir bukan cuma saya yang bingung cz banyak nama di setiap chapter... 🤭 atau mungkin adik tirinya lebih dari satu dan semuanya tergila-gila dengan Gavin 😄
total 1 replies
Nycthophile
nama adik tiri nya yang benar Mya atau Misha Thor😔
Nycthophile
lagi perasaan tiga bab udah di ulang terus😔
Nycthophile
nama adiknya ganti ya terus Thor awalnya Dara abis itu Misha sekarang Mya😔
Siskasuryaningsih
namanya semua di ganti2, eh bambang lu ye, buat kepala ane pening tau, 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!