NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Sudut Aman di Yogyakarta

Deru mesin kereta eksekutif malam yang membawa Arunika membelah kegelapan pulau Jawa terdengar konstan di sela-sela kesunyian gerbong. Sepanjang perjalanan dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Yogyakarta, Arunika hampir tidak bisa memejamkan matanya. Tatapannya lurus menatap keluar jendela kaca yang sesekali menampilkan siluet pepohonan dan lampu-lampu pemukiman warga yang berpendar samar di balik kegelapan malam.

Di dalam hatinya, rasa lega yang luar biasa bercampur dengan kewaspadaan yang tinggi. Setiap putaran roda kereta seolah membawanya menjauh dari neraka pernikahan perjodohan yang diatur ayah dan papa mertuanya, dan badai skandal yang saat ini pasti sedang menguliti harga diri Saka. Satu tangannya tidak pernah lepas dari atas perutnya yang masih rata, mengirimkan kehangatan dan janji pelindungan mutlak kepada janin yang sedang tumbuh di dalam rahimnya.

Arunika tidak tahu apa yang akan dia hadapi di depan sana. Namun keyakinannya untuk menyembunyikan kehamilannya dari Saka dan keluarga Daniswara tidak akan berubah. Arunika tidak ingin anaknya terpengaruh dan tumbuh di keluarga yang penuh dengan kebohongan, keserakahan dan gila hormat. Anaknya harus tumbuh di lingkungan sosial dan akhlak yang baik. Di Yogyakarta, bersama Ibu Sandra, Arunika yakin bisa.

Tepat saat fajar menyingsing dan semburat cahaya jingga mulai memotong langit timur, kereta perlahan melambat. Suara pengumuman dari pengeras suara gerbong menggema, menandakan bahwa perjalanan mereka telah sampai di tujuan akhir: Stasiun Tugu, Yogyakarta.

Begitu pintu gerbong dibuka, udara pagi kota budaya yang bersih, sejuk, dan bebas dari polusi ibu kota langsung menyergap indra penciuman Arunika. Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan pasokan oksigen yang menenangkan mengalir ke dalam paru-parunya. Jakarta dengan segala drama kejamnya resmi ia tinggalkan di belakang.

Arunika melangkah perlahan menyusuri peron stasiun yang mulai ramai oleh aktivitas pagi, membawa koper dan tas jinjingnya dengan keanggunan yang tidak pernah luntur. Di area penjemputan luar stasiun yang dinaungi arsitektur bangunan kolonial yang khas, sepasang mata Arunika bergerak liar, mencari sosok-sosok yang sangat ia rindukan.

"Nika! Arunika... sayang!"

Sebuah suara parau yang sarat akan kerinduan terdengar memecah keriuhan stasiun. Arunika menoleh cepat. Di dekat pembatas jalan, seorang wanita paruh baya mengenakan gamis bersahaja dengan hijab bergo instan panjang berwarna teduh sedang melambaikan tangan dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya yang masih kencang, meski usianya tidak muda lagi. Itu Ibu Sandra. Penampilannya yang bersahaja dan menutup aurat dengan sempurna mencerminkan kesehariannya di Jogja yang mengabdikan diri sebagai guru mengaji di sekolah agama dekat rumahnya.

Melihat sosok tersebut, kenangan masa kecil Arunika langsung berputar. Ibu Sandra bukan sekadar wanita yang menyusuinya, melainkan sosok yang menanamkan fondasi ilmu agama, kesabaran, dan akhlak mulia dalam diri Arunika sejak ia masih belia di bawah bimbingan almarhum ayahnya, Bagus Wiranata. Ilmu-ilmu agama dari Ibu Sandra pulalah yang membuat Arunika mampu bertahan menghadapi dinginnya pernikahan perjodohan karena wasiat dari papa mertuanya dan syarat dari ayahnya, tanpa kehilangan harga dirinya.

Alasan ini juga yang membuat Arunika memilih Yogyakarta, bukan ke luar negeri seperti yang disarankan pengacara dan Tante Ayu, ibu dari Dinda, saat dia pamit dan memberikan kabar tentang keberangkatannya ke Jogja.

"Ibu..." bisik Arunika, suaranya tercekat di tenggorokan.

Arunika mempercepat langkahnya. Begitu jarak mereka terkikis, Ibu Sandra langsung menghambur memeluk tubuh Arunika dengan teramat erat. Tangis wanita paruh baya itu pecah seada-adanya di pundak Arunika, menyalurkan seluruh rasa rindu, rasa cemas, dan kasih sayang murni seorang ibu yang selama empat tahun ini tidak pernah Arunika dapatkan dari ibu mertuanya.

"Gusti... anakku. Kamu kurus sekali, Nak," bisik Ibu Sandra di sela-sela tangisnya, mengusap punggung Arunika dengan jemarinya yang hangat. "Ibu sudah mendengar semuanya dari Dinda lewat telepon semalam. Kamu aman di sini, Nika. Ibu tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi."

Arunika memejamkan mata rapat-rapat, membiarkan air mata harunya menetes. Pelukan Ibu Sandra terasa seperti sebuah rumah yang sesungguhnya, sebuah tempat bernaung yang tulus tanpa ada embel-embel wasiat, harta pusaka, atau manipulasi kontrak bisnis.

Ibu Sandra tidak datang sendirian pagi itu. Di belakangnya, berdiri seorang gadis muda berwajah manis yang mengenakan hijab segi empat polos berwarna senada dengan pakaian kasualnya yang rapi. Gadis itu langsung tersenyum lebar dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru.

"Mbak Nika! Akhirnya kamu sampai juga di Jogja!" seru gadis itu penuh semangat.

Dia adalah Anggita, saudara sepersusuan Arunika yang juga tumbuh menjadi wanita muslimah yang santun dan berhijab rapi di bawah didikan ibunya. Usia mereka hanya terpaut dua bulan lebih tua Arunika. Karena sempat berbagi ASI yang sama dari Ibu Sandra saat bayi dulu, ikatan batin di antara keduanya tumbuh begitu kuat bak saudara kandung seayah dan seibu.

Anggita langsung ikut memeluk lengan Arunika, menyalurkan dukungannya yang tanpa syarat.

"Biar aku yang bawa kopernya, Mbak Nika. Mbak pasti lelah setelah perjalanan semalaman," sebuah suara bariton yang ramah dan terdengar kokoh menyela dari arah samping.

Seorang pemuda bertubuh tegap dengan kemeja kasual yang rapi melangkah maju dengan cekatan. Dia adalah Anggoro, kakak kandung dari Anggita. Anggoro tersenyum hangat, menatap Arunika dengan tatapan penuh rasa hormat dan syarat perlindungan seorang kakak laki-laki yang siap pasang badan. Dengan sigap, Anggoro mengambil alih koper berukuran sedang dari tangan Arunika dan membawanya menuju mobil tua milik keluarga mereka yang terparkir di sudut stasiun.

Melihat kehadiran Ibu Sandra, Anggita, dan Mas Anggoro di sekelilingnya pagi itu, Arunika merasakan sebuah kekuatan baru yang luar biasa membuncah di dalam dadanya. Di Jakarta, setelah ayahnya, Bagus Wiranata, meninggal dunia, ia selalu merasa kesepian, terisolasi, dan tidak memiliki siapa-siapa di dalam sangkar emas milik Saka. Namun detik ini, di Stasiun Tugu Yogyakarta, Arunika menyadari satu hal yang paling berharga, dia tidak pernah sendiri. Dia memiliki keluarga yang sesungguhnya. Sebuah keluarga dari garis persusuan yang taat dan siap menjadi benteng pertahanan pertamanya.

"Terima kasih, Ibu... Anggita... Mas Anggoro," ucap Arunika dengan senyum tulus yang paling bersih yang pernah ia tunjukkan. "Maaf jika kedatanganku yang tiba-tiba ini merepotkan kalian."

"Bicara apa kamu ini, Nika?" potong Ibu Sandra, menyeka air mata di sudut mata Arunika dengan ujung jilbabnya. "Kamu itu anak Ibu. Rumah Ibu adalah rumahmu juga. Ayo, kita pulang sekarang. Ibu sudah masak gudeg hangat kesukaanmu di rumah kita."

Anggoro membuka pintu mobil untuk mereka dengan sikap yang sangat protektif, sementara Anggita menggandeng erat jemari Arunika, memastikan saudara perempuannya itu merasa nyaman. Mobil tua itu perlahan bergerak meninggalkan area Stasiun Tugu, membelah jalanan kota Yogyakarta yang tenang dan damai menuju kediaman mereka di Sleman.

Di dalam mobil yang melaju santai, Arunika menatap ke luar jendela dengan perasaan merdeka yang seutuhnya. Langkah sunyinya telah berhasil membimbingnya ke tempat terbaik. Di Jakarta, Saka mungkin sedang kelimpangan dihantam badai skandal moral dan penurunan saham perusahaan, sementara Valerie sedang membakar dirinya sendiri dalam dendam di pelaminan yang hancur. Namun di Jogja, di bawah kehangatan keluarga barunya yang saleh dan bayang-bayang persiapan menuju kampus UGM, Arunika bersiap melahirkan takdir barunya sendiri sebagai seorang ibu mandiri yang berpendidikan tinggi, mengunci rapat seluruh gerbang masa lalunya tanpa menyisakan ruang bagi Saka untuk kembali.

1
Aidil Kenzie Zie
bayangkan perasaan papa Raditya yang juga dikhianati tapi tetap diam 😡😡 serta Nika yang juga kamu khianati 😡😡😡
Noey Aprilia
Gmna rsanya d khianati???sakit kn???
gtu jg yg arunika rsakan dlu...jd trima nsib aja,hkum krma udh dtang.......
Lucy
nah ketauan juga kan Valeri,ank rian kau blg ank saka untung saka pinter GK mau kejadian dirinya terulang lagi😀😀
Lucy
lanjut Thor,penasaran isi surat keterangan Test DNA nya😃😃
Sri Widiyarti
lanjut kak penasaran..
Noey Aprilia
Kevin sm anknya udh nyman sm gita,tp oma'nya msih ttp mau mnjdohkn dgn kluarga yg setara ktanya....tp tnang aja,ibunya kevin udh ngsih lmpu hjau kyanya....
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu up-nya...
Lucy
Oma Kevin seharusnya LBH mementingkan Kevin dan Keysha drpd martabat kluarga😡jgn mau di atur Oma mu kevin
Sri Widiyarti
arunika bahagia setelah lepas dari kamu saka....
Sri Widiyarti
saka...saka muak arunika liat mukamu...
Noey Aprilia
Oma'nya kevin mstinya lbh mmentingkn prsaan ccunya drpd skdr gengsi.....ngpn jg pke jdoh2an kl ga bsa bkin nyman,apa lg ada ank kcil yg btuh ssok ibu....udh nmpel gt sm anggita,msa ga ngrti.....
udh msuk rak kk,tp aku glau bcanya....sedih.....😭😭😭
Sri Widiyarti
semoga Abang mahen jodohnya sejatinya arunika ..
Sri Widiyarti
selamat hancur saka penyesalanmu ga guna ..
Noey Aprilia
Mga aja ga ada drama mnyebalkn dr kluarganya mahen,kn kl holang kaya biasanya songong....mskpn ga smua sih.....tkutnya blm apa2 udh kluar kta" tidak merestui krna prbedaan sosial"....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuuuuut kak
Noey Aprilia
Jgn usik nika....
skrng pawangnya bnyak,pd galak pula...sklinya ngusik,abis d bntai....😁😁😁
Nurhartiningsih
suka sama novel yg tokoh wanitanya cerdas..kuat .dan tangguh .nggak cengeng nggak menye2
Noey Aprilia
Ngarep bgt pgn ktmu arunika...
sorryyyy yeee.....😛😛😛
Ariany Sudjana
skak mat itulah hukum tabur tuai, kamu sudah membuang berlian mahal demi pelacur murahan seperti Valerie 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Yg jd prtnyaan....
apakh kluarga bsar mahen dn kevin bkln mrestui????
emng sih skrng blm rsmi,tp kl suatu saat nnti mreka srius....bsakh mnerima arunika dgn statusnya????🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!