"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-
"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-
"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-
Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba-tiba Perhatian
Setiap pagi Narendra selalu mengirim makanan untuk Serena, kondisinya semakin hari semakin membaik. Namun sikap Narendra menjadi sedikit protektif untuk dirinya, Serena yang merasa heran dengan sikap Narendra selalu memarahi laki-laki itu.
"Kenapa sih kamu ini?!"-berkacak pinggang-
"Nggak usah. kelebihan dehh!! Minggir sana Om!!"-mendorong pelan badan Narendra-
"Kamu itu habis sakit...jadi harus di awasi!!"-menatap lekat Serena-
"Huft....makasih sebelumnya!! Tapi cukup yaa!!"-berlalu pergi meninggalkan Narendra-
"Nggak!!! Nggak mau dan nggak akan pernah!!"-jelas Narendra dengan serius-
Kemanapun Serena pergi selalu saja ada cara Narendra untuk menemukan gadis itu, bahkan saat Serena pergi ke mall untuk cek toko miliknya. Laki-laki itu sudah ada di depan tokonya dengan tersenyum manis.
"Kamuuuu lagiii!!! Kenapa sih?!!"-menyilangkan kedua tangannya-
"Aku mau jemput kesayanganku"-jelasnya dengan tatapan tengil-
"Siapa?!!! Emang kamu punya kekasih?!!"-menatap sinis-
"Punya dong...orang tampan sepertiku siapa yang menolak?!!"-ucapnya sambil tersenyum tipis-
"Akuuu!!! Aku yang nolak kamu!!!"-ucap Serena berkacak pinggang-
Tanpa pikir panjang pria itu langsung menggendong Serena dan membawanya pulang dengan mobilnya. Sedangkan motor Serena di tinggal di parkiran mall. Sepanjang jalan Serena terus saja mengomeli Narendra, bahkan tak segan mencubit lengan kekarnya.
Narendra hanya tersenyum gemas mendengar omelan Serena yang belum berhenti, tangannya menggenggam erat tangan Serena sampai gadis itu menggigitnya.
"Kamu lapar?!! Kita mampir restoran dulu"-ucapnya santai-
"Nggak!! Siapa juga yang lapar!! Sok tau!!"-mengalihkan pandangannya-
"Barusan gigit tangan?!!"-celetuknya dengan tengil-
"Huhh...menyebalkan sekali orang tua ini!!"-ucapnya pelan-
"Namanya orang tua...jadi harus menjaga putrinya kannn?!!"-jelasnya tersenyum gemas-
"Ishh...malas banget punya orang tua modelan kamu!!!"-celetuk Serena kesal-
Ia menghentikan mobilnya di sebuah restoran tak jauh dari mall, dengan menu makanan oriental dan terkenal dengan harganya yang sangat mahal.
"Ngapain kesini?!! Mahal banget harga makanannya!!"-celetuk Serena sinis-
"Aku yang bayar semuanya Cantikkk"-mencubit pipi Serena-
"Ehh...kamu pikir aku nggak punya uang sendiri?!!"-menatap tajam Narendra-
"Simpan uang mungilmu itu Cantikkk!! Habiskan saja uangku!!"-jelas Narendra sambil tersenyum lebar-
"Ihhh....norak banget sih!! Dasar orang tua!!"-mengepalkan tangannya di depan wajah Narendra-
"Dasar anak kecil!! Nggak boleh melawan orang tua yaaa!!"-mendekatkan wajahnya ke Serena-
"Nggak usah deket-deket!!! Masih bisa lihat wajah kamu itu!!"-menyilangkan kedua tangannya-
Sesampainya di dalam, Narendra memilih tuang VVIP untuk makan berdua dengan Serena. Pelayanan eksklusif khusus untuk keduanya dan harganya yang cukup mahal membuat Serena menatap curiga Narendra.
"Jangan minta ganti yaa ntar!!"-celetuknya dengan sinis-
"Kamu sendiri yang pilih restorannya!!"-sambungnya lagi-
"Nggak perlu!! Kamu makan saja!!"-ucap Narendra dengan serius-
"Mencurigakan sekali orang tua ini!!"-gumamnya pelan-
"Hari Minggu besok kemana?"-menatap lekat Serena-
"Tidur sih kayaknya!! Kenapa?!"-jawabnya singkat-
"Mau ikut denganku!!"-tersenyum tipis-
"Enak ajaaa!!! Nggak!!"-menatap penuh curiga-
"Kamu pikir aku perempuan apaan?!! Hish!!"-memukul lengan Narendra-
"Perempuan cantikk"-celetuk Narendra sambil tersenyum lebar-
"Modusnya modus banget!!"-memutar bola matanya-
Narendra dibuat gemas oleh ucapan Serena yang selalu ada saja, bukannya marah dirinya justru menjadi semakin penasaran dan gemas dengan gadis kecil itu. Terlebih sewaktu Serena sedang dalam kondisi demam tinggi dan mengigau ketakutan.
"Jangan takut kalau mau cerita denganku!!"-celetuknya lembut-
"Cerita apa?!! Cerita sama kamu?!!"-ucap Serena tak percaya-
"Apa aja boleh...yang penting kamu nyaman"-tersenyum tipis-
"Males banget cerita sama kamu!!"-ucapnya sambil menguyah makanannya-
"Aku tunggu sampai kamu mau cerita denganku"-membelai rambut Serena-
"Kenapa sih orang ini!!!"-menepis tangan Narendra pelan-
Keduanya makan bersama dengan sangat kondusif, tanpa keributan dan drama kecil. Sesekali Narendra menatap wajah Serena yang sangat menggemaskan saat makan. Pipinya yang terlihat sangat lucu saat makan, membuatnya tersenyum kecil.
"Jangan sampai lepas kali ini Naren!!"-gumamnya sendiri-
"Dia harus jadi milikmu Naren!!"-gumamnya sambil menatap Serena-
"Kenapa sih!! Makan aja udah makan!!"-ucap Serena kesal-
"Belepotan banget sih makannya?!!"-mengusap sudut bibir Serena dengan jarinya-
"Dasar anak kecil!!"-celetuknya pelan-
"Aku dengar yaaa!!"-ucapnya sambil cemberut-
"Kenapa kamu ini?!! Tiba-tiba banget perhatian?!!"-menatap curiga-
"Kasihan aja! Anak kecil sendirian"-jelasnya sambil tersenyum jahil-
"Nggak butuh kasihan dari kamu!!"-mengehentikan makannya dan pergi keluar-
"Serena...Rena!!"-berlari mencegah Serena pergi-
"Dengar yaa!!! Aku nggak butuh kasihan dari kamu!!"-mendorong badan Narendra-
"Haish....kenapa salah ngomong sihh!!!"-mengusap wajahnya kasar-
Serena pulang ke apartemen dengan taksi online, meninggalkan Narendra yang menjemputnya. Sepanjang perjalanan dirinya merasa sangat kesal dengan ucapan Narendra.
"Kasihan!!! Cih....siapa dia!!"-gerutunya sendiri-
"Dasar orang tua menyebalkan!!! Nggak punya hati!!!"-mengepalkan tangannya-
"Awas aja kalau muncul lagi!! Aku tarik rambutnya itu!!"-gerutunya dengan gemas-
"Jangan terlalu kesal Nona...nanti jadi kecintaan lhoo"-celetuk sopir taksi-
"Dia aja menyebalkan begitu!! Nggak punya hati lagi!!"-kesalnya langsung-
"Mungkin maksud dia baik...tapi tidak tau cara bicaranya Nona"-jelasnya sambil tersenyum-
"Bapak temannya orang tua itu yaa!!"-ucapnya curiga-
"Saya aja nggak kenal siapa orangnya Non"-ucap sopir itu sambil tertawa kecil-
"Kirain kenal sama dia?!!"-gumamnya pelan-
Sampai di depan apartemen, tidak terlihat mobil Narendra maupun orangnya langsung. Serena berjalan dengan santai seperti biasa, tiba-tiba saja dari belakang ada seseorang yang memukul bahu Serena hingga gadis itu tersungkur.
"Ternyata kamu masih hidup Rena!!"-menyeringai tajam-
"Ka...muuu!!"-ucapnya terbata-
"HEIIII!!! JANGAN KABUR KAMUU!!!"-teriak staff keamanan-
"Ingat!! Urusan kita belum selesai!!"-mengusap pipi Serena-
"HEIII!!! TANGKAP ORANG ITU!!!"-berlari mengejar orang misterius itu-
"Mamaaa.....sakit!!"-ucapnya lirih-
"Nona Serena!! Nona baik-baik saja?"-membantu Serena bangun-
"Polisi sudah menuju kesini Nona...tenang saja"-jelas pihak keamanan-
"Ada apa ini?!!"-celetuk Narendra serius-
"Terjadi kekerasan terhadap Nona Serena"-jelas salah satu staff keamanan-
"Nona!!! Nona Serena!!!"-ucapnya panik-
"Serena!!!"-berlari ke arah kerumunan-
"Panggil ambulance sekarang!!"-menatap tajam-
"Sudah Tuan...sedang di perjalanan."-jelas staff ketakutan-
Darah mengalir dari bahu Serena dan wajahnya terlihat mulai pucat, karena ambulance yang datang lama. Narendra langsung membawa Serena ke rumah sakit dengan mobil pribadinya. Wajahnya yang sudah pucat dan tangannya mulai terasa dingin, membuat Narendra sama sekali tidak tenang.
Sampai dirumah sakit, bajunya dipenuhi noda darah dari bahu Serena. dirinya sama sekali tidak mau melepaskan tangan yang mulai dingin itu.
"Tuan...harap tunggu diluar"-ucap perawat yang membawa Serena-
"Serena....siapa pelakunya?!!"-gumamnya sendiri-
"Andai saja aku tak membiarkan dirinya pulang sendiri"-mengusap wajahnya kasar-
"Bos....apa yang terjadi?!!"-ucap Viktor yang baru saja datang-
"Aku dengar....barusan terjadi kekerasan"-lanjutnya lagi-
"Bisa diam nggak kamu ini!!!"-menatap tajam-
"Baiklah Bos....itu noda darah kan?!!"-celetuknya pelan sambil duduk di samping Narendra-
"Mulutmu perlu di sumpal sandal!!!"-gerutu Narendra kesal-
Beberapa menit kemudian, pemeriksaan Serena sudah selesai dan dokter menemui Narendra. Jika Serena harus dirawat intensif untuk pemulihan, karena luka pukulan itu sangat keras. Kondisinya juga kritis dan belum sadarkan diri, membuat Serena harus rawat inap sampai sembuh.
Narendra mengurus semua administrasi dan ruangan perawatan Serena VVIP dengan fasilitas yang lengkap. Tak hanya itu dirinya juga memasang kamera pengawas di ruangan itu untuk menjaga hal yang tidak diinginkan.
"Bos...ini beneran pasang CCTV?!!"-celetuk Viktor santai-
"Lebih baik kamu pergi dari hadapanku!!!"-mendorong badan Viktor-
"Tanya aja sih Boss"-terkekeh pelan-
"Pertanyaan nggak penting sama sekali!!"-menatap tajam-
"Kayaknya ada yang mulai perhatian nih!!"-celetuknya pelan sambil melirik Bosnya-
Narendra hanya melirik sekilas Viktor yang tak hentinya menggoda dirinya, karena ketahuan begitu perhatian dengan. Serena.
"Nggak takut di omelin Boss?!"-bisiknya pelan-
"Udah biasa!!"-jawab Naren dengan santai-
"Wahhh...kayaknya ketinggalan berita nih aku"-gerutunya sendiri-
"Nggak perlu tahu....kamu berisik!!!"-celetuk Narendra dengan tatapan tajam-
~Ser.....beneran peduli deh tu orang! Lain kali kalau ngomong yang bener ya Pakk...lantam banget mulutnya orang tua satu ini~🫣