seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGIKUT SANG BENCANA
Debu aspal dan sisa-sisa logam kapal udara yang terbakar masih berjatuhan dari langit Sektor 1 bagaikan hujan abu vulkanik. Di dasar kawah raksasa, Andre berdiri tanpa ekspresi menatap kepala Kaelen yang telah terpisah dari tubuhnya. Sang Pahlawan Nasional Peringkat Ketujuh itu tewas dengan mata masih membelalak, membawa arogansi sucinya menuju alam baka.
Andre membungkuk, menarik sebuah cincin perak dengan permata putih yang melingkar di jari telunjuk mayat Kaelen. Begitu cincin spasial itu berpindah tangan, Andre langsung menggunakan mananya untuk meretas segel kepemilikannya.
Bastian dan Marvin yang baru saja turun dari menara observasi berlari mendekat. Sang Tanker menatap bangkai Kaelen dengan siulan panjang.
"Dunia akan benar-benar gila besok pagi," ucap Bastian sambil menggelengkan kepala. "Dengan matinya Kaelen, formasi Sepuluh National Protection kini hanya menyisakan sembilan orang. Secara otomatis, sistem hierarki Asosiasi akan bergeser. Pahlawan peringkat delapan, sembilan, dan sepuluh akan naik satu tingkat masing-masing untuk mengisi kekosongan ini. Tapi tetap saja, kursi kesepuluh akan kosong melompong sampai ada monster baru yang diakui dunia."
"Itu urusan politik Arthur. Biar dia yang pusing mencari penggantinya," Andre memutar cincin spasial Kaelen di antara jari-jarinya. "Yang lebih penting adalah warisan yang ditinggalkan anjing pesuruh ini."
Andre memproyeksikan isi cincin spasial tersebut ke udara. Mata Bastian dan Marvin langsung berbinar. Di dalam ruang dimensi cincin itu, tersimpan kekayaan pribadi seorang pahlawan nasional. Ada ribuan kristal mana tingkat tinggi, gulungan sihir darurat, dan tumpukan artefak. Namun, Andre hanya menarik dua benda.
Pertama, sebuah batu inti berwarna emas yang terus memancarkan panas. "Ini Solar Core kelas Legendary," ucap Andre, melemparkannya kepada Bastian. "Ini adalah sumber tenaga dari sihir api Kaelen. Tanamkan ini ke dalam perisaimu, Bastian. Elemen pertahanan emasmu akan mendapatkan atribut pantulan api yang bisa membakar siapa pun yang memukulmu."
Bastian menangkap inti itu dengan senyum lebar. "Perisaiku akan menjadi benteng landak yang menyala. Aku menyukainya."
Andre kemudian menarik sebuah buku tebal bersampul putih gading dan menyerahkannya kepada Marvin. "Dan ini, Tome of Holy Purification. Catatan pribadi Kaelen tentang bagaimana sihir cahaya menetralisir berbagai jenis elemen gelap dan racun. Pelajari hukum pemurniannya, Marvin. Jika kau tahu bagaimana cahaya menghancurkan racun, kau bisa menciptakan racun yang kebal terhadap cahaya."
Marvin memeluk buku itu dengan erat, otaknya yang jenius sudah mulai menyusun puluhan formula racun baru. "Terima kasih, Kak. Ini akan sangat menghemat waktu risetku."
"Bagus," Andre menyarungkan pedangnya. "Eden pasti akan merespons kematian Kaelen, entah dengan mengirim lebih banyak pasukan atau Arthur sendiri yang akan turun tangan. Kalian berdua masih terlalu lemah untuk menahan serangan dari pahlawan peringkat lima ke atas. Kita harus masuk ke Nightmare Dungeon dan menaikkan level kalian secara ekstrem malam ini juga."
Mereka bertiga segera kembali ke penthouse Valerius untuk bersiap. Di ruang tamu yang masih dipenuhi harta rampasan pelelangan semalam, Bastian tiba-tiba berjalan menuju brankas rahasia di balik lukisan dinding. Ia memasukkan kata sandi, lalu menarik sebuah kotak pendingin berbahan mithril.
Saat kotak itu dibuka, hawa dingin dan aroma manis mana yang sangat kental memenuhi ruangan. Di dalamnya, tersusun rapi dua puluh botol kaca berisi cairan emas yang terus bergejolak.
Marvin terkesiap hingga mundur selangkah. "I-itu... Potion EXP tiga puluh persen! Kak Bastian, di rumah pelelangan, satu botol ramuan penambah EXP ini harganya bisa mencapai miliaran koin emas karena tingkat keberhasilannya yang mutlak dan tanpa efek samping! Bagaimana Keluarga Valerius bisa punya sebanyak ini?!"
Bastian tertawa bangga, mengambil tiga botol dan membagikannya. "Inilah bedanya orang kaya baru dengan konglomerat lama, Vin. Ayahku mungkin tidak memiliki level setinggi ketua guild raksasa, tapi dia memiliki otak bisnis yang mengerikan. Valerius diam-diam mendanai dan menyandera kontrak kerja dari tiga Alkemis Grandmaster terbaik di benua ini. Selain itu, kami memonopoli tiga dungeon rahasia yang menghasilkan bahan baku ramuan ini. Jadi, sementara orang-orang di luar sana saling membunuh untuk mendapatkan satu botol di pelelangan, keluargaku meminumnya seperti sirup vitamin."
Andre mendengus pelan, sedikit terkesan dengan pragmatisme Keluarga Valerius. "Sangat efisien. Minum ramuan kalian. Kita berangkat ke Sektor 5."
Satu jam kemudian, mereka berdiri di depan portal dimensi berwarna ungu kehitaman yang terletak di dasar sebuah jurang terpencil. Papan peringatan hologram dari Asosiasi berkedip merah: Ngarai Tulang Hitam - Tingkat Kesulitan: NIGHTMARE. Rekomendasi: Level 95+.
Begitu mereka melangkah masuk, efek dari Potion EXP langsung bereaksi di dalam darah mereka, memunculkan ikon buff emas di sudut pandangan Sistem.
Ngarai itu benar-benar terbuat dari tulang-belulang makhluk purba yang ukurannya sebesar bukit. Kabut beracun dan udara yang menusuk tulang menyelimuti tempat tersebut. Ribuan monster berwujud gargoyle tulang dan Undead Knight Level 80 berhamburan menyerang mereka.
Namun, dengan kombinasi pertahanan Solar Core baru Bastian dan racun Plague Domain Marvin yang kini kebal terhadap sihir pemurnian, barisan monster itu hancur bahkan sebelum Andre perlu mencabut Nocturne. Pilar cahaya level-up berkali-kali menyelimuti Bastian dan Marvin selama dua jam pembantaian non-stop di sepanjang ngarai.
Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah gua raksasa yang menjadi ujung dari dimensi tersebut.
Di tengah gua, duduk seekor monster yang ukurannya melampaui naga mana pun yang pernah mereka temui. Makhluk itu menyerupai hibrida antara beruang raksasa dan serigala, diselimuti zirah tulang hitam alami yang memancarkan aura kematian pekat. Di setiap helai bulunya, mengalir energi kutukan yang membuat batu di sekitarnya membusuk menjadi pasir.
[Peringatan: Bos Area Terdeteksi!]
[Identitas: Voraz - The Bone Crusher (Mutant Beast)]
[Estimasi Level: 105 (Nightmare Tier)]
Voraz membuka matanya yang berwarna merah menyala. Monster raksasa itu tidak langsung mengaum seperti binatang buas biasa. Ia bangkit berdiri, menyebabkan gempa lokal di dalam gua, lalu menatap Andre dengan kecerdasan yang sangat tajam.
"Bau ini..." suara Voraz berat dan kasar, menggema di dalam kepala mereka melalui telepati paksa. "Aku mencium bau darah iblis. Astaroth. Dan bau kekosongan yang tidak asing. Jadi, manusia yang mengacaukan ekuilibrium kosmik itu adalah kalian."
Bastian mengeratkan cengkeramannya pada perisainya. "Bisa bicara? Sejak kapan monster Nightmare punya kapasitas otak untuk berpidato?"
"Dia bukan sekadar monster dungeon," potong Andre, melangkah maju sambil meletakkan tangan di gagang pedangnya. Tatapan mata Andre setajam silet. "Dia adalah pengikut. Salah satu anjing peliharaan kesayangan dari Calamity Ketiga, sang Raja Binatang Buas."
Voraz menyeringai, memperlihatkan deretan taring yang besarnya setara dengan pohon ek. "Ternyata kau manusia yang berwawasan luas. Benar, aku ditugaskan oleh Tuanku untuk menjaga segel energi di ngarai ini. Karena kalian telah membantai pasukan pionku dan masuk ke ruanganku, kalian akan menjadi persembahan daging untuk sang Calamity!"
Voraz menghentakkan kakinya. Ribuan pilar tulang hitam berduri melesat dari bawah tanah, mencoba menembus tubuh ketiga pemuda itu dari bawah.
"Absolute Guard: Solar Aegis!" teriak Bastian.
Sang Tanker menghantamkan perisainya ke tanah. Sebuah kubah emas yang kini bercampur dengan kobaran api matahari meledak melingkupi mereka. Pilar-pilar tulang hitam milik Voraz bertabrakan dengan perisai itu dan langsung meleleh menjadi abu akibat panas Solar Core warisan Kaelen.
"Maju, Marvin! Buktikan hasil belajarmu!" komando Bastian.
Marvin tidak ragu. Remaja itu melompat ke atas perisai Bastian, kedua matanya menyala ungu pekat. "Venomous Sanctuary: Corrupted Light!"
Marvin tidak lagi menyebarkan rawa di tanah. Ia memanipulasi racunnya menjadi hujan jarum cahaya ungu yang melesat menembus udara, memanfaatkan prinsip pemurnian yang ia pelajari dari buku Kaelen, namun membaliknya menjadi penetrasi pembusukan. Hujan jarum racun itu menghantam zirah tulang Voraz. Alih-alih terpantul, racun itu menembus pori-pori tulangnya, menciptakan bercak-bercak hitam yang membuat sang monster melolong kesakitan.
"Serangga sialan! Aku akan menginjak kalian menjadi debu!" raung Voraz. Monster Level 105 itu menerjang maju dengan kecepatan yang menabrak hukum fisika untuk ukuran tubuh raksasanya. Cakar beruangnya yang memancarkan aura kehancuran diayunkan lurus ke arah kubah Bastian.
Namun, sebelum cakar itu menyentuh kubah, ruang di depan Voraz terbelah.
Andre muncul tepat di hadapan moncong monster raksasa itu. Kilatan petir hitam menyambar dari stigmata mahkota di dadanya.
"Kau terlalu banyak bicara untuk ukuran seekor anjing peliharaan," bisik Andre.
"Black Lightning: Executioner's Arc."
Nocturne dicabut dalam satu gerakan memutar yang sangat cepat hingga menciptakan ilusi bulan sabit berwarna hitam di udara. Tebasan itu mengabaikan seluruh zirah tulang Voraz, membelah otot leher, dan memutuskan saraf tulang belakang monster itu dalam seperseribu detik.
Voraz mematung. Matanya yang merah kehilangan cahayanya. Kepalanya yang seukuran rumah kecil bergeser dari lehernya, lalu jatuh berdebum ke lantai gua, memicu gempa hebat yang membuat stalaktit runtuh. Darah hitam menyembur bagaikan air mancur raksasa.
Monster Level 105, pengikut salah satu dari sepuluh Calamity, mati hanya dalam satu pertukaran serangan brutal.
Seketika, notifikasi Sistem meledak di depan mata mereka bagaikan kembang api kosmik. Efek dari Potion EXP 30% yang digabungkan dengan EXP masif dari bos Nightmare pengikut Calamity menciptakan lonjakan energi yang belum pernah terjadi.
[Bos Area 'Voraz' (Lv. 105) Terbunuh!]
[Bonus Pengikut Calamity Diterapkan. Potion EXP 30% Aktif!]
[Level Anggota Party 'Marvin' meningkat drastis! Mencapai Lv. 78!]
[Level Anggota Party 'Bastian' meningkat drastis! Mencapai Lv. 85!]
Pilar emas yang menyelimuti Bastian dan Marvin begitu tebal hingga menyerupai kepompong cahaya. Kapasitas mana mereka berdua kini telah resmi memasuki ranah para elit dunia.
Bahkan Andre pun merasakan aliran energi yang padat menembus meridiannya.
[Level Anda mencapai 96.]
Andre mengibaskan Nocturne, menyarungkannya kembali ke dalam bayangan. Ia menatap bangkai Voraz dengan senyum tipis yang mematikan. Pembantaian ini bukan hanya soal level. Membunuh pengikut Calamity Ketiga berarti ia baru saja menampar wajah sang Raja Binatang Buas secara tidak langsung.
Rishing Guild tidak hanya memancing kemarahan surga, tetapi juga menantang monster-monster terburuk di planet ini. Dan sang Kaisar Kilat tidak akan berhenti sampai seluruh musuhnya berlutut di bawah bayang-bayangnya.