NovelToon NovelToon
OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

OTAK SUPER SANG DOKTER IDIOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di balik tatapan kosong dan cemoohan sebagai "dokter idiot" yang selalu diremehkan di rumah sakit elit, Arka Prasetya sebenarnya menyimpan kejeniusan otak super serta sertifikasi bedah internasional yang tidak diketahui siapa pun. Ketika hidupnya terus diinjak-injak oleh para dokter senior yang arogan dan terjebak dalam perjodohan tak terduga dengan Clara, seorang pewaris konglomerat yang angkuh, Arka perlahan mulai menunjukkan taringnya lewat operasi-operasi mustahil yang akan memberikan tamparan telak bagi siapa saja yang berani merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Gedung ballroom hotel bintang lima tampak berkilau diterpa cahaya lampu kristal raksasa.

Ting... ting... ting...

Suara sendok berdenting pelan beradu dengan gelas kristal mewah di tengah ruangan.

Para tamu undangan berpakaian jas rapi dan gaun malam elegan tampak berkumpul dalam kelompok kecil.

Mereka adalah para petinggi dunia medis, pengusaha kaya, dan pejabat tinggi kota.

Arka melangkah masuk ke dalam ballroom mengenakan jas hitam sederhana namun pas di badan.

Di sampingnya, Clara Wijaya berjalan anggun dengan gaun malam berwarna biru safir yang memukau.

Siska berjalan tepat di sisi sebelah kanan Arka dengan balutan gaun formal berwarna merah muda lembut.

Kehadiran mereka bertiga langsung menarik perhatian seluruh pasang mata di dalam ruangan megah itu.

"Itu kan dokter muda yang membongkar korupsi dewan direksi kemarin," bisik seorang tamu pria takjub.

"Dan wanita di sampingnya adalah pewaris tunggal yayasan rumah sakit," sahut tamu wanita di sebelahnya.

Arka memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya dengan ekspresi sangat santai.

Ia sama sekali tidak merasa canggung dikelilingi oleh orang-orang paling berpengaruh di kota ini.

Clara tersenyum ramah menyapa para tamu penting yang membungkuk hormat ke arahnya.

"Selamat malam, Nona Clara dan Dokter Arka," sapa seorang direktur bank terkemuka ramah.

"Selamat malam," balas Clara singkat dengan senyuman elegan.

Arka hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Meskipun dingin, tidak ada seorang pun di ruangan itu yang berani meremehkan wibawa Arka.

Siska berdiri sedikit di belakang Arka sambil memegang segelas jus jeruk dengan gugup.

"Jangan tegang begitu, Siska, nikmati saja makanannya," bisik Arka lembut kepada Siska.

Pipinya Siska seketika merona merah mendengar perhatian kecil dari Arka.

"Iya, Arka, aku cuma kagum melihat orang-orang kaya berkumpul di sini," balas Siska berbisik.

Tiba-tiba, musik di dalam ballroom berhenti sejenak digantikan oleh suara pengeras suara.

Seorang pria paruh baya berjas putih selaku ketua asosiasi medis naik ke atas panggung utama.

"Selamat malam para tamu undangan yang terhormat sekalian," ucap ketua asosiasi memulai sambutan.

"Malam ini kita berkumpul untuk merayakan era baru dunia medis yang lebih bersih dan profesional."

"Dan mari kita sambut tokoh utama di balik kebangkitan ini, Dokter Arka Prasetya."

Prok... prok... prok...

Tepuk tangan meriah langsung bergemuruh memenuhi seluruh sudut ruangan ballroom mewah tersebut.

Semua mata tertuju ke arah Arka yang berdiri tenang tanpa ekspresi berlebihan.

Clara menyenggol lengan Arka pelan sambil tersenyum lebar.

"Kamu dipanggil ke atas panggung, sana maju," suruh Clara bersemangat.

Arka menghela napas pendek lalu melangkah perlahan menaiki anak tangga panggung.

Ia berdiri di sebelah ketua asosiasi yang langsung menyerahkan mikrofon kepadanya.

Arka menatap ratusan pasang mata yang memandangnya dengan penuh rasa kagum dan segan.

"Saya tidak punya banyak hal untuk dikatakan di malam pesta ini," ucap Arka datar.

Suaranya yang tenang terdengar sangat jelas ke seluruh penjuru ruangan melalui pengeras suara.

"Selama kalian bekerja dengan jujur dan mengutamakan nyawa pasien, posisi kalian aman."

"Tapi kalau ada yang mencoba bermain kotor demi keuntungan pribadi, kalian tahu akibatnya."

Ancaman dingin itu disampaikan Arka tanpa senyuman sedikit pun di wajahnya.

Namun tidak ada satu pun orang di ruangan itu yang berani membantah ucapannya.

Prok... prok... prok...

Tepuk tangan kembali bergemuruh jauh lebih kencang dari sebelumnya.

Clara dan Siska ikut bertepuk tangan bangga dari bawah panggung.

[Sistem Mendeteksi Pengukuhan Status Kekuasaan Mutlak Di Selesaikannya ]

[Membuka Akses Penuh Ke Tingkat Jaringan Gelap Korporasi Farmasi]

Suara notifikasi bernada datar berderik pelan di dalam kepala Arka.

Arka menerima plakat penghargaan kehormatan tertinggi dari ketua asosiasi medis kota.

Acara seremonial itu menandai berakhirnya masa-masa penindasan dan dimulainya era kekuasaan Arka.

Selepas turun dari panggung, Clara langsung menyambut Arka dengan senyuman lebar.

"Pidatomu tadi benar-benar singkat tapi sangat mematikan, Arka," puji Clara kagum.

"Daripada pidato panjang yang membosankan, lebih baik langsung pada intinya," jawab Arka santai.

Siska menyerahkan segelas air mineral kepada Arka yang baru saja turun panggung.

"Kamu pasti haus setelah berbicara di depan banyak orang penting," ujar Siska perhatian.

Arka menerima gelas itu lalu meminumnya separuh.

"Terima kasih, Siska, kamu memang paling peka," puji Arka tersenyum tipis.

Clara kembali memasang wajah cemberut pura-pura cemburu melihat perhatian di antara mereka.

"Wah, pujiannya cuma buat Siska saja nih?" sindir Clara bercanda.

Arka tertawa kecil merespons candaan dari wanita di sampingnya itu.

"Kalian berdua sama-sama penting dalam perjalanan ini," jawab Arka tenang.

Suasana pesta malam itu berlanjut dengan sangat meriah dan penuh kedamaian.

Tidak ada lagi bayang-bayang ancaman dari dewan korup maupun aliansi pusat yang mengganggu.

Arka berdiri di dekat jendela kaca besar menikmati pemandangan malam kota dari lantai atas hotel.

Perjalanan panjang di arc pertama resmi ditutup dengan kemenangan mutlak di tangannya.

Namun di dalam sistem pikirannya, babak baru yang jauh lebih besar sudah menanti untuk ditaklukkan.

1
nadymaddy
hebat🥰
Shinta geol
karya yang bagus dan masuk ke dalam alur
Shinta geol
salut sama sikap thor yang tenang menguasai keadaan,saya kasih vote lah biar rame😍
Shinta geol
kasihan si arka selalu dekerjain para dokter lain nya😭
setiawan
motivasi hidup,saya kasih bintang 5
Jangkar pion
🥰😍🤩
Anton barly
saya suka karakter Thor🤗
gofur
karya yg menarik
yani
😶‍🌫️
fitri
motivasi untuk org normal biar tambah wawasan
fitri
hebat nya orang idiot tpi otak melebihi orang normal👍
Angel
sangat berkesan untuk orang nornal biar tambah semangat dalam bekerja💪
Angel
walaupun banyak yang hina tpi dia tidak runtuh sama sekali👍👍👍
Anton barly
orang idiot aja masih punya musuh,apalagi dia normal
Anton barly
orang pintar walaupun udiot masih aja punya musuh
fitri
sikap thor yang tenang menghadapi masalah👍
pricilia
jangan meremehkan orang yang memiliki kekurangan,belum tentu orang kekurangan itu di bawah batas kita,saya sadar orang normal belum tentu baik😒
clara
sangat bagus
clara
saya suka alur crita nya saya kasih vote 1 deh biar bisa lanjut baca nya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!