NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tertukar

Jodoh Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:327.8k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

Karena ingin melihat putri kembarnya (Agatha & Amanda) segera menikah, Edward menjodohkan mereka dengan pria-pria pengusaha muda tampan yang kaya, putra dari relasi-relasinya.

Agatha di jodohkan dengan Jonathan.
Amanda dijodohkan dengan Vincent.

Pertentanganpun terjadi. Agatha dan Amanda juga Jonathan dan Vincent menolak dijodohkan.

Apa yang terjadi jika Agatha bertemu dengan Vincent (jodoh buat Amanda) dan Amanda bertemu dengan Jonathan (jodoh buat Agatha).

Apakah mereka akan jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan untuk saudara kembarnya?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-5 Kencan buta

Jonathan keluar dari kamar mandi, terdengar pintu kamarnya diketuk, diapun membukanya, ternyata ayahnya sudah berdiri dipintu.

“Daddy ingin kau melihat gadis itu,sebelum Daddy kembali ke London,” kata ayahnya.

Jonathan masuk ke kamarnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Mr.Darwinpun masuk. Di tangannya menenteng sebuah handphone. Dia membuka handphoennya itu dan menyodorkannya pada jonathan.

Sebenarnya Jonathan malas melihatnya, tapi karena ayahnya memperlihatkannya di depannya, terpaksa dia melihat kearah handphonenya itu. Tadinya dia berniat cuek, dia melirik sebentar dan memalingkan muka tapi kemudian matanya kembali ke layar handphone, dan meraih handphone itu.

“Dia cantik, bukan?” kata Mr.Darwin, dia senang melihat reaksi anaknya yang tertarik pada foto gadis itu. Bukan itu sebenarnya. Jonathan kaget saat melihat foto wanita yang ada di seminarnya itu di layar.

“Namanya Agatha,” kata Mr.Darwin.

“Ya aku tahu,” jawab Jonathan, membuat Mr. Darwin terkejut.

“Kau mengenalnya? Dia kuliah di…”

“Aku sudah tahu, aku sudah pernah bertemu dengannya,” jawab Jonathan.

Mr Darwin langsung tersenyum.

“Baguslah kalau begitu. Kau menyukainya kan? Kalau pun belum, cobalah mengenalnya lebih dekat,” kata Mr. Darwin, tersenyum senang.

Jonathan hanya diam, masih menatap foto itu.

“Ada yang perlu lagi Daddy jelaskan?” tanya Mr.darwin.

“Tidak perlu. Dan sepertinya aku tidak menyukainya,” jawab Jonathan.

“Di sangat cantik,” kata Mr.Darwin.

“Ya dia memang cantik, tapi dia pecicilan, Aku tidak suka gadis kekanak kanakan begitu, dia tidak cocok untukku,” jawab Jonathan. Mr. Darwin menghela nafas panjang.

“Sepertinya kau membutuhkan waktu untuk mengenalnya, cobalah mengenalnya,” kata Mr. Darwin.

Jonathan diam.

“Ya sudah, Daddy harap kau mau mendengarkan kata-kata Daddy. Daddy sudah berjanji pada Mr. Edward untuk menikahkanmu dengan Agatha,” kata Mr. Darwin.

Jonathan masih tidak bicara.

“Daddy pulang ke London besok, dan akan lama tinggal disana. Daddy harap Daddy akan mendapatkan kabar baik sepulangnya dari London, atau kau sendiri yang datang ke London membawa gadis itu,” kata Mr.Darwin.

Jonathan benar-benar tidak bisa bicara apa-apa lagi. Dia tidak suka pada gadis itu. Meskipun dia cantik tapi dia sangat kekanak kanakkan, dia tidak suka mempunyai istri seperti itu, mau bagaimana nanti rumahtangganya jika dia menikah dengan  gadis seperti itu?

Sepertinya dia harus menemui Agatha dan berterus terang kalau dia menolak perjodohan ini.

Jonathan mengambil jam tangannya yang tergeletak di meja rias, dilihatnya jamnya tidak bergerak, diputar-putarnya lagi, ternyata masih tidak berputar, sepertinya jamnya mati. Dia mengeluh, sepertinya dia harus ke mall ke tempat service jamtangan itu. Dia memiliki banyak jam tangan, tapi dia sangat menyukai jam tangannya ini.

 

************

Mall itu terlihat sangat ramai.

Mobilnya Agatha dan Amanda memasuki parkiran. Sesuai dengan rencana awal, Amanda menggunakan baju biru sedangkan Agatha menggunakan baju merah.

Dibelakangnya menyusul mobilnya Vincent dan Tony. Sekarang Tony terlihat keren, menggunakan pakaian yang Vincent pinjamkan untuknya.

“Dengar, gadis itu bernama Amanda dan memakai baju biru,” kata Vincent.

“Iya, Pak Vincent tenang saja, aku akan berperan dengan baik,” kata Tony.

 Dibelakangnya lagi ada mobilnya Jonathan, mengendarai mobilnya sendiri dia akan menyervice jamtangannya yang rusak.

Agatha dan Amanda menuju tempat janjian mereka di counter pizza.  Tapi Vincent belum juga datang.

“Kenapa dia belum datang?” tanya Amanda.

“Entahlah aku tidak tahu,” jawab Agatha.

Merekapun duduk dengan mata yang melirik ke setiap pengunjung yang datang.

“Aku mau ke toilet dulu,” kata Agatha, sambil berdiri.

“Jangan lama-lama, kalau pria itu jelek aku akan langsung kabur,” kata Amanda.

“Iya, kalau jelek, kita kabur sama-sama hehhe..” jawab Agatha sambil tertawa.

Diapun meninggalkan Amanda sendirian, menuju toilet yang tempatnya harus keluar dulu dari counter pizza.

Karena hari ini hari libur, mall itu terlihat sangat penuh, apalagi tanggal muda juga, sepertinya semua orang tumplek berbelanja ke mall.

Agatha berjalan menyusuri lorong-lorong menuju toilet, tiba-tiba dia menabrak seseorang dan hampir jatuh. Orang itu segera menahan tubuhnya dan langsung meminta maaf.

“Maaf, aku tidak sengaja,” kata pria yang tabrakan dengannya itu.

“Oh tidak apa-apa,”jawab Agatha. Merekapun saling bertatapan. Agatha tertegun melihat pria itu, dia sangat tampan. Dia tidak berkedip melihatnya. Tidak dengan pria itu, dia langsung berwajah masam dan buru-baru melepaskan pegangannya pada Agatha. Membuat Agatha kaget, kenapa pria itu berubah kasar padanya.

“Benar-benar mimpi buruk, aku bertemu denganmu,” kata pria itu yang ternyata Jonathan, dia mengira Agatha adalah Amanda yang dia kenal di kampus bernama Agatha.

“Apa? Mimpi buruk? Maksudmu apa?” tanya Agatha tidak mengerti, kenapa pria tampan itu begitu membencinya?

Jonathan segera pergi meninggalkan Agatha yang terheran-heran dengan sikap pria itu. Tapi Agatha kemudian tersenyum, pria itu terlihat lebih tampan meskipun marah-marah. Diapun buru-buru menuju toilet.

Jonathan segera ke counter jam tangan, yang letaknya tidak jauh dengan tempat dia tabrakan tadi.

“Lama tidak?” tanya Jonathan pada petugas counter.

“Sekitar setengah jam,” jawab petugas counter itu.

Akhirnya Jonathan terpaksa menunggu. Kalau dia kembali pulang, waktunya akan terbuang sia-sia, lebih baik dia menunggu di mall ini.

Amanda masih duduk menunggu Vincent yang belum juga muncul, Agatha juga yang ke toilet begitu lama belum kembali lagi, sepertinya di toiletnya ngantri.

Amanda sudah memesan banyak pizza yang dia titipkan di tempat kasir.

Vincent dan Tony baru akan memasuki counter pizza.

“Dia pasti lama menunggu,” kata Tony.

“Biarkan saja, jangan terlalu baik pada wanita,” jawab Vincent.

Tiba-tiba seseorang menarik tangan Vincent. Seorang wanita cantik menatapnya dengan tatapan marah. Vincent tampak terkejut melihatnya.

“Kau tega ya membohongiku? Kau bilang kau sibuk dengan pekejraanmu, ternyata kau jalan-jalan ke mall. Apa kau akan bertemu dengan gadis-gadis lainnya?” maki wanita itu.

“Mm tidak, kau salah faham, aku mengantar Tony, dia dia..” Vincent bingung harus bicara apa pada wanita itu.

“Temani aku berbelanja!” kata wanita itu. Vincent tampak masih kebingungan. Bagaimana dia bisa memantau seperti apa wanita yang akan ditemui Tony kalau Meli, wanita yang ada di depannya mengajaknya berbelanja? Bukan mengajaknya saja, tapi dia juga yang harus membayar belanjaannya Meli.

Meli tiba-tiba menarik tangan Vincent, menjauh dari Tony.

“Pak! Ini bagaimana?” tanya Tony. Dia kebingungan majikannya malah pergi dengan wanita itu. Vincent hanya menunjuk ke counter pizza supaya Tony tetap masuk ke dalam.

Akhirnya Tony masuk ke counter pizza, menuju meja nomor 24 tempat janjian majikannya dengan gadis yang bernama Amanda. Dilihatnya di meja itu sudah ada gadis cantik berbaju biru, diapun tersenyum, tidak sia-sia dia menggantikan majikannya untuk kencan, ternyata gadis itu sangat cantik.

“Ehm!” Tony berdehem saat langkahnya terhenti di depan meja 24. Amanda yang sedang menunduk mengotak atik hapenya, melihat ke arah yang berdehem.

Dia agak terkejut dengan kehadiran pria berkulit hitam dan berbadan kurus itu. Baju yang dipakainya sih bagus dan keren hanya agak kebesaran ditubuh pria itu. Apa bajunya dapat minjem kali ya? Kayanya ga cocok banget dengan kulit wajahnya yang berminyak dan hitam, batin Amanda.

“Kau Amanda?” tanya Tony.

“Mm iya,” jawab Amanda dengan tidak bersemangat. Tapi dia teringat sudah memesan banyak pizza tadi dan akan meninggalkan billnya untuk Vincent.

Tony tampak tersipu-sipu, dia merasa geer janjian dengan gadis cantik. Sering-sering saja majikannya menyuruh menggantikannya berkencan, batinnya.

“Aku boleh duduk?” tanya Tony.

“Kau Vincent?” tanya Amanda. Tony langsung mengulurkan tangannya mengajak bersalaman, Amanda dengan malas menyambutnya.

“Vincent” jawab Tony.

“Amanda,” jawab Amanda dengan malas.

“Kau sangat cantik, ihik ihik ihik..” kata Tony sambil tertawa, dan tidak melepaskan tangan Amanda. Melihat Tony yang tertawa, Amanda semakin terkejut. Karena selain kulitnya yang hitam gigi Tony ternyata ompong dua di depan. Feelnya benar-benar-hilang, dan ingin sekali pergi dari sana apalagi melihat Tony yang terus cengengesan.

“Agatha, kau benar-benar menyiksaku,” keluhnya dalam hati.

Ternyata Tony masih tidak melepaskan tangannya Amanda. Amanda menariknya, dia malah menariknya lagi, Amanda mencoba melepaskan tangan Tony.

“Lepaskan!” bentak Amanda, membuat Tony terkejut, diapun cengengesan sambil melepas tangannya Amanda.

“Maaf, maaf, aku terpesona, kau sangat cantik,” kata Tony.

Amanda benar-benar tidak bisa menahan lagi perasaannya.

“Maaf Vincent, aku mau ke toilet,” ucap Amanda, buru-buru berdiri.

“Oh jangan lama-lama..ihik ihik ihik,” kata Tony masih cengengesan, membuat Amanda bergidik melihat giginya yang ompong, kenapa pria itu tidak mencari tukang tambal gigi? Diapun buru-buru pergi dari tempat itu. Dicarinya Agatha ke toilet. Dia kesal Agatha tidak muncul-muncul juga. Tetapi ternyata di toilet sangat penuh dan mengantri, entah Agatha sudah selesai atau belum ke toiletnya. Ditelponnya nomor Agatha.

“Kau dimana?” tanya  Amanda.

“Aku sebentar lagi sampai counter pizza. Apa kau sudah bertemu Vincent?” tanya Agatha.

“Lebih baik ga usah deh, ancur habis,” gerutu Amanda.

“Ya udah aku  tunggu di counter bakso,” kata Agatha.

“Ya aku kesana,” jawab Amanda.

Agatha menutup telponnya dan tiba-tiba seseorang menabraknya.

“Aduh!” teriaknya dengan kesal, karena tabrakan dibahunya sangat keras.

“Apa kau tidak lihat? Jalan selebar ini kau menabrakku!” teriak Agatha, sambil memegang bahunya yang terasa sakit.

Vincent tampak terkejut dia menabrak orang. Tadi dia buru-buru kabur meninggalkan Meli yang sedang berbelanja, karena terburu-buru dia menabrak seseorang.

Mendengar makian itu, dia kesal, tapi kekesalan dihatinya tiba-tiba hilang saat melihat siapa yang ditabraknya, seorang gadis cantik berbaju merah.

“Hai, aku minta maaf, aku tidak sengaja,” kata Vincent, mulai tebar pesona.

Agatha melihat pria itu, memang tampan sih, tapi kelihatannya kegatelan nih cowok, ganjen amat.

Tanpa bicara apa-apa, Agatha membalikkan diri,  Vincent buru-buru mencegatnya.

“Sebagai permintaan maafku, bagaimana kalau aku mentrakirmu?” kata Vincent.

“Maaf, aku tidak berminat,” jawab Agatha dengan ketus.

Deg! Gila! Dia dicuekin habis nih cewek, apa dia kurang ganteng? Batin Vincent. Agathapun langsung pergi meninggalkan Vincent.

Agatha memberengut sepanjang jalan, menuju counter bakso tempat janjiannya dengan Amanda. Cowok sok ganteng! Batinnya.

Setelah dari toilet, Amanda menuju counter bakso, sebelum ke tempat counter-counter makanan, dia harus melewati lorong lorong  rak rak boneka. Dilihatnya deretan boneka boneka itu, ada boneka panda yang lucu, diapun akan mengembilnya tapi seseorang juga ternyata mengambil boneka itu. Diapun menatap orang yang juga memegang boneka itu. Amanda terkejut saat melihat orang itu.

“Pak Jonathan?” gumamnya menatap pria tampan itu.

Jonathan juga kaget bertemu lagi dengan Agatha, tapi ternyata gadis itu berganti costum warna biru.

*******************

 Jangan lupa like vote dan komen.

Masih bingung ya ceritanya, butuh beberapa episode lagi.

1
Pasikah CwElosbes
cerita yg bagus ga terllu berbelit Belit
Yasinta Nuriyati
1 vote & ☕
Semangat terus berkarya Kakak author 🔥😘
Yasinta Nuriyati
Kakak author sambil nunggu karya terbarunya..baca2 cerita yang ini sangat bagus juga.. Terima kasih Kakak author karyanya sangat menghibur 🤗😘
Intan Khairani AM
😍
Intan Khairani AM
😍😍😗😗
benar....lebih baik dicintai dari pada mencintai....kita sekalu merasa dijadikan ratu....karena dalam dunia nyata...aq sudah merradasakan sendiri....
ayudisa
bagusss🥰🥰🥰
AsriMaria
Alur ceritanya bagus, konflik dan penyelesaiannya bagus tidak terlalu panjang tapi mampu menggambar kan cerita dengan baikr dan happy ending. Tata bahasanya juga baik.
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
senyum2 sndiri baca ceritamu thor...gokil...😂😂😂😂
Soraya
slmt y Vincent 👍
Soraya
keren 👍
Soraya
permisi numpang duduk dl ya bru singgah👍
Ratna Sari Dewi
🤣🤣🤣
Meimawati
Q puas baca karyamu thoor.,.
tatik mufidah
pdhl bagus loo ini novelnya, yg like kok cmn dikit ya, blm tau mampir sini kayak e
tatik mufidah
wuahaha, kerjakeras vincent
Patrish
lebih indah dicintai..
daripada mencintai..
karena cinta akan tumbuh seiring waktu..
karena kasih yang diberikan setiap hari akan mengikis kebekuan hati..
❤❤❤❤❤❤
Patrish
aduh Vincent.... 🙈🙈😩😩😩😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!