NovelToon NovelToon
The Pretense

The Pretense

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Sequel Novel "The End Of Before"

"Satu sayatan mengakhiri Hidupnya, satu dekapan memulai penebusannya."

Satu sayatan dalam di pergelangan tangan menjadi titik terakhir bagi Elowen Valerio. Baginya, kematian adalah satu-satunya jalan keluar dari jeratan cinta terlarangnya. Setelah Setahun pelarian bersama Jeff Feel-Lizzie tak cukup membasuh lukanya.

Namun, takdir berkata lain saat Ezzra Velasquez, seorang pria yang sedang menjalani hukuman sebagai pelayan hotel, menemukannya bersimbah darah.

Ezzra menyadari Elowen adalah labirin berbahaya. Dan Elowen sendiri merasa
menghadapi kenyataan bahwa maut jauh lebih ramah daripada Pria Bernama Ezzra Velasquez.

Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

Langit Los Angeles mulai menanggalkan jubah biru cerahnya, berganti dengan gradasi jingga kemerahan yang perlahan tenggelam ke dalam pelukan malam. Lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu, seperti kunang-kunang raksasa yang menandai berakhirnya hiruk-pikuk siang hari. Bagi Elowen Valerio, hari ini terasa seperti maraton emosional yang tak berujung—mulai dari rasa bersalah pada Jeff hingga pelecehan berani Ezzra di kantin universitas.

Elowen memarkirkan mobilnya di pelataran mansion mewah Valerio. Bangunan bergaya Eropa klasik itu tampak megah dan tenang, seolah tidak pernah terjadi tragedi berdarah di dalamnya seminggu yang lalu. Namun, Elowen tahu, setiap kali ia melintasi pintu besar itu, bayang-bayang kegagalannya untuk "pergi" selalu membuntutinya.

"Kau pulang, Sayang?" Suara lembut Vivian, sang mommy, menyambutnya begitu Elowen melangkah masuk ke ruang tamu yang luas.

Elowen tersenyum tipis, sebuah senyum yang ia usahakan terlihat sealami mungkin. "Iya, Mom. Hari ini sedikit melelahkan," ucapnya sambil mendekat dan mencium pipi wanita yang sangat ia cintai itu.

Melihat wajah Vivian yang kini tampak lebih tenang dibandingkan seminggu lalu membuat hati Elowen berdenyut perih. Ia belajar satu hal yang sangat mahal: kegilaannya tidak hanya hampir merenggut nyawanya, tapi benar-benar menghancurkan jiwa ibunya. Vivian adalah alasan utama mengapa Elowen kini mencoba untuk tetap berdiri, meskipun hatinya masih terasa seperti reruntuhan.

"Aunty El!"

Sebuah suara cempreng namun tenang memecah suasana. Dari arah ruang keluarga, seorang bocah laki-laki berusia hampir empat tahun berlari kecil menuju Elowen. Apolo. Putra dari kakak keduanya, Alvaro, dan istrinya, Florence. Bocah itu memiliki mata yang jernih dan aura ketenangan yang jarang dimiliki anak seusianya—entah warisan ketenangan dari sifat siapa.

Elowen langsung berjongkok, merentangkan tangannya, dan menangkap Apolo ke dalam gendongannya. "Hai, jagoan. Kenapa belum mandi, hmm?" bisik Elowen sambil mencium aroma bayi yang masih melekat pada ponakan kesayangannya itu. Menggendong Apolo selalu menjadi terapi tersendiri bagi Elowen; kemurnian bocah ini seolah mampu membasuh sejenak noda hitam dalam benaknya.

Drrtt... drrtt...

Ponsel di saku celananya bergetar. Elowen merogohnya dengan satu tangan yang bebas. Sebuah pesan dari nomor yang kini ia hapal di luar kepala muncul di layar.

Ezzra: Aku di depan gerbang mansion.

Jantung Elowen mencelos. Untuk apa pria gila ini kemari? batinnya panik. Belum sempat ia membalas, pesan kedua masuk.

Ezzra: Mommy menyuruhku untuk mengantar pancake buatannya untukmu. Jangan biarkan aku diusir penjagamu karena dikira penagih hutang.

Elowen menghela napas panjang. Ia menurunkan Apolo ke lantai namun tetap menggandeng tangan kecil itu. "Mom, El ke depan sebentar ya. Ada teman yang mengantar titipan," pamitnya pada Vivian yang sedang sibuk merapikan bunga di vas.

Begitu ia membuka pintu utama, lampu sorot mobil muscle milik Ezzra sudah membelah kegelapan halaman mansion. Mobil itu berhenti tepat di depan tangga masuk. Ezzra turun dengan gerakan santai yang selalu terlihat provokatif di mata Elowen. Meskipun malam mulai gelap, cahaya lampu taman menyingkap senyum miring yang menghiasi wajah tampannya.

"Untuk apa kemari?" tanya Elowen ketus, kembali menggendong Apolo yang tampak penasaran melihat pria asing di depannya.

"Sudah kubilang di pesan, bukan?" Ezzra melangkah mendekat, memegang sebuah kotak hangat yang aromanya segera menyeruak ke udara—aroma mentega dan sirup maple yang menggoda. "Aku membawakan mu pancake buatan Mommy. Dia sangat berterima kasih karena kau sudah menjadi 'pasien' pertamaku di hotel."

Elowen mendengus. "Hanya untuk ini?"

"Hmm, mungkin," jawab Ezzra singkat, matanya kini beralih pada bocah di gendongan Elowen. "Hallo, Boy," sapa Ezzra dengan suara yang tiba-tiba melunak.

Ezzra secara alami mengambil alih Apolo dari gendongan Elowen. Anehnya, Apolo yang biasanya tenang dan sedikit pemalu terhadap orang baru, justru tampak nyaman dan langsung memegang bahu Ezzra.

"Siapa namanya, Baby?" tanya Ezzra tanpa menoleh pada Elowen.

"Apolo. Dan jangan panggil aku begitu, Ezzra!" desis Elowen cepat, melirik ke arah pintu rumah, takut ibunya mendengar panggilan intim itu.

"Elowen? Siapa yang datang?" Vivian muncul di ambang pintu.

Begitu melihat sosok pria yang berdiri di sana, Vivian tersenyum lebar. Ia mengenali Ezzra sebagai putra Velasquez yang telah menyelamatkan putrinya. "Oh, Ezzra! Masuklah, Nak. Jangan berdiri di luar."

Ezzra tersenyum sopan—senyum yang sangat berbeda dengan seringai di kantin tadi sore. "Terima kasih, Tante. Saya hanya mengantar titipan dari mommy."

Di dalam ruang tamu, suasana menjadi jauh lebih hangat dari yang Elowen bayangkan. Vivian menyuruh mereka duduk sementara ia pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman. Elowen terpaksa duduk di sofa yang sama dengan Ezzra karena Apolo tidak mau lepas dari pria itu.

"Kau suka robot?" Ezzra bertanya pada Apolo sambil menunjukkan sesuatu di ponselnya.

Apolo mengangguk antusias, mulai berceloteh tentang mainan favoritnya. Ezzra menanggapi dengan sabar, sesekali mengeluarkan lelucon konyol yang membuat Apolo tertawa terpingkal-pingkal. Elowen, yang awalnya bersikap defensif, tanpa sadar ikut tersenyum. Melihat sisi "manusiawi" Ezzra yang bisa begitu akrab dengan anak kecil adalah sesuatu yang tidak masuk dalam perhitungannya.

Vivian yang baru kembali dari dapur dengan nampan berisi teh hangat tertegun sejenak di ambang pintu. Ia memperhatikan bagaimana putrinya—yang selama seminggu ini hanya murung dan tertawa terpaksa—kini tampak benar-benar tersenyum lepas saat Ezzra menggoda Apolo.

Apa mereka sedang dekat? batin Vivian bertanya-tanya. Sebagai seorang ibu, ia merasakan ada chemistry yang aneh dan intens di antara mereka. Sesuatu yang lebih elektrik daripada hubungan tenang Elowen dengan Jeff selama ini.

Apa dia dan Jeff sudah putus? Vivian mulai berspekulasi. Ia tahu alasan Nekat Elowen Minggu Lalu bukan karena Jeff, melainkan luka lama keluarga yang mereka semua ketahui dengan baik. Namun melihat Elowen bersama Ezzra seperti memberikan harapan baru bagi Vivian.

Waktu berlalu cepat hingga hampir memasuki waktu makan malam keluarga. Ezzra melirik jam tangannya dan berdiri. "Tante, saya pamit pulang dulu," ucapnya sopan pada Vivian.

Meskipun tato di punggung tangannya terlihat sedikit menyembul dari balik lengan kemeja dan penampilannya yang sedikit urakkan, aura ketampanan dan karisma Ezzra tetap terpancar kuat.

"Tidak mau makan malam di sini saja? Daddy dan kakak-kakak Elowen akan segera bergabung," tawar Vivian dengan tulus.

Ezzra melirik Elowen yang tampak menahan napas, lalu kembali menatap Vivian dengan senyum penuh arti. "Terima kasih banyak atas tawarannya, Tante. Tapi tidak pantas rasanya jika di hari kencan pertama kami, saya langsung ikut makan malam keluarga. Lain kali saja, Tante," ucapnya dengan nada yang sangat meyakinkan.

Mata Elowen membelalak sempurna. Kencan pertama?! Sejak kapan?! Ia ingin membantah, ingin mengatakan bahwa Ezzra hanya berhalusinasi, tapi kata-kata itu tertahan di tenggorokannya saat melihat Vivian justru tersenyum sangat lebar dan mengangguk paham.

"Oh, Baiklah kalo Begitu," goda Vivian.

Setelah mobil Ezzra menghilang dari gerbang mansion, Vivian langsung merangkul pundak putrinya. "Sejak kapan kalian berpacaran? Kalian sudah saling mengenal sebelumnya?" tanya Vivian dengan nada interogasi yang manis. "Dan... bagaimana dengan Jeff??"

Elowen mematung di tempatnya. Kepalanya berdenyut. Ia bisa saja mengatakan yang sejujurnya bahwa Ezzra hanya pria kurang ajar yang mencoba mengacaukan hidupnya. Tapi, bayangan Jeff yang begitu baik, begitu suci, dan begitu "membosankan" tiba-tiba terasa seperti beban yang terlalu berat untuk dipikul di atas luka yang ditinggalkan Ezzra semalam.

Entah dorongan gila dari mana, atau mungkin karena ia ingin melepaskan diri dari tuntutan menjadi "kekasih sempurna Jeff", Elowen menarik napas dalam.

"Jeff? Kami sudah usai, Mom," dusta Elowen dengan suara yang tenang namun dingin.

Vivian terkejut, namun tidak tampak kecewa. "Oh, benarkah? Kapan?"

"Seminggu yang lalu. Kami merasa sudah tidak searah," lanjut Elowen, membangun kebohongan di atas kebohongan. Di dalam hatinya, ia menjerit meminta maaf pada Jeff. Tapi di sisi lain, ia menyadari bahwa sejak Ezzra menyentuhnya, ia memang sudah tidak pantas lagi berada di sisi Jeff.

Elowen berjalan menuju kamarnya dengan kotak pancake di tangan. Ia tahu, dengan mengatakan itu pada ibunya, ia baru saja menyerahkan dirinya ke dalam cengkeraman Ezzra Velasquez sepenuhnya. Pria berandal itu baru saja memenangkan satu putaran lagi tanpa perlu bersusah payah, dan Elowen baru saja membakar jembatan kembalinya menuju kehidupan normal yang ia miliki bersama Jeff.

Malam itu, di dalam kamarnya, Elowen memakan pancake buatan ibu Ezzra. Rasanya manis, sangat manis, hingga terasa pahit di lidahnya yang terbiasa dengan rasa sakit. Ia tahu, permainan ini baru saja naik ke level yang jauh lebih berbahaya.

1
Dev..
waahh ngeri pembalasannya 🤧
Ros 🍂: author Minta maaf ya kak 🤭🙏🏼
total 1 replies
ren_iren
akhirnya, kau akhiri juga derita tiada akhirnya si elowen kak.... gas halalin Ez biar bisa ehm..... 🤭😁😂🤣
Ros 🍂: hmmm tunggu kak tunggu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Dev..
bener ternyata dugaanku klo yg nyekap Jeff ibunya Ezzra😊 semangat balas dendamnya Tante🙌
Ros 🍂: hiyah kak🥰
total 1 replies
Dev..
apa yg culik Jeff itu ibunya Ezzra y thor??
Ros 🍂: wkwkw bisa ketebak ya kak🤭🤣
total 1 replies
Forta Wahyuni
gercep tangkap Jeff, tunjukkan kekuatan kluarga elowen dan ezzra n mencari psikopat sep Jeff tdk lah susah. hancurkan smua yg berhubungan dgn jeff
Ros 🍂: Nah benar kak🤭🙏🏼
total 1 replies
ren_iren
syokkkk diriku....
biasanya si laki yg dibikin babak belur di ceritamu kak....
poor elowen...
Ros 🍂: maafkan author 🤭 🙏🏼🫶
total 1 replies
Dev..
ngeri banget Jeff kyk psikopat gtu😡
Dev..: maafnya gk diterima thor,,harus dipenjara Jeff.nya. 🙂
total 2 replies
winpar
lnjut thorrrr
Ros 🍂: siap kak🙏🏼🥰
total 1 replies
ren_iren
sihhhh ngeri kali derita elowen tiada akhir..... dahlah patah hati trauma dikelonin ezzra cinta ma ezzra nah sekarang dibonyokin lagi sm si Jeff...
ren_iren: apakah karma....
dulu kan dia jahatin flo, yaa meski flo sm al enak2 nananinu.... 🤭
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Sedih tp untung El msh selamat 😔
Ros 🍂: hihi🤭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Wuiiihhh Ibunda Ratu, udh dtg 😎😍🤩
Ros 🍂: haha iya Kak🤭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Klo 2 Sahabat saling mngkhianati, jdx gini y, De 🤦🤦🤦
Ros 🍂: iya kak, Entahlah Mau kasihan sama siapa author bingung 😅🤣
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Wkwkwkwk untung pny bnyk cadangan hp & nomor y 🤭🤭🤭
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Casing beda tp 'dalamny' sama 🤦🤦🤦
Ros 🍂: kasihan sekaleee🤭🤣
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Kdng berbicara jujur, perlu energi super extra
Ros 🍂: ma'aciww kak 🫶🏼😍🙏🏼
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Itulah knp kita lebih suka cabe yg pedas y 🤣🤭🤦
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Iya, Ade, Bener Bgt 🤣👍🥳
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Nh itu, anggap aja, dirimu lg, mnikmati Movie mngenai masa muda mu, Logan 🤦🤦🤦
Ros 🍂: iya kak🤭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Wkwkwkwk klo bisa mah, kedua ny 🤣🤭🤦
Ros 🍂: hahah Benar kak🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Mkx, kudu djaga baik² dah tu
Ros 🍂: Tidak akan pernah kak🤣🤣
total 3 replies
mbuh
lanjooottttttt🤣
Ros 🍂: sabarrrrr🤭🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!