Tolong tinggalkan Like Dan comment yah ❤😍
Danny sudah memantapkan pilihannya pada Rose, gadis yang lebih mudah darinya. Rose sudah terlanjur hidup dalam gelapnya masa lalunya, begitu berhasil mendapatkan Rose, ada saja cobaan dalam hubungan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesicca26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan
Semenjak pulang dari rumah Danny, Rose sering mendapat kiriman makanan ketempat kerjanya. Danny bahkan tau jadwal kerja Rose, kapan dia akan masuk. Dia ingat jelas sesaat sebelum turun dari mobil Danny saat Danny mengantarnya pulang kerumah.
"Mulai besok asistenku akan mengantarkan kamu makanan ditempat kerja, aku mau kamu makan makanan yang sehat. Jangan makan mie instant lagi."
Rose menggeleng-geleng sendiri mengingat apa setiap kata yang diucapkan Danny, seolah-olah mereka sudah jadian. Bulu kuduknya berdiri merinding jika harus membayangkan dirinya berpacaran untuk pertama kali dengan pria yang baru dia kenal. Dan naasnya, pria itu nggak melakukan pendekatan lebih dahulu juga nggak menyatakan cinta dengan romantis.
"Apa jangan-jangan dia punya jiwa psikopat? Apa baiknya aku lapor ke polisi yah??" Rose bergumam sendiri sambil mengetuk-ngetuk jemarinya diatas etalase kosmetiknya "Ahh percuma, dia kan horaangg kaya. Mana bisa aku lapor dia, pasti dia bakal bebas dengan mudah. Malah bisa aja aku yang dipenjara karna memfitnah seorang pengusaha kaya. Hiii..." Lanjutnya lalu menggosok-gosok lengannya karna merinding
"Kamu kenapa? sakit??" terdengar suara bass seorang pria dari sampingnya
Rose memekik kaget lalu terjatuh kelantai karna nggak sempat bertahan dietalase.
Bukk!!!
"Duhhh!!!" Rose menjerit sakit
Cepat-cepat Hendrik membantu Rose bangun, Rose berdiri sambil memegang bokongnya yang mendarat sempurna dilantai. Bukan hanya sakit, Rose juga merasa malu karna mendadak jadi pusat perhatian. Bokongnya berasa nyut-nyut karna terjatuh dari kursi yang cukup tinggi, nggak menanggapi pertanyaan Hendrik, Rose terdiam menahan rasa sakit. Dia menunggu sampai rasa sakitnya berkurang sedikit lalu duduk kembali.
"Nggak apa-apa pak, makasih." jawabnya malu
"Sakit nggak? nanti saya minta pihak management mall mengganti tempat duduk kamu, bahaya itu, bisa mencelakai karyawan saya."
Yang berbahaya itu bapak! ngagetin, muncul mendadak kayak setan! rutuk Rose dalam hati
"Lumayan pak, namanya juga jatoh dari kursi tinggi. Duhh, nyut-nyutan."
"Apanya nyut-nyutan?" tanya Hendrik refleks
Rose melih at wajah Hendrik dengan heran tanpa menjawab,mengerti dengan pertanyaannya barusan Hendrik mengalihkan pembicaraannya.
"Oh iya, Rose, besok kita ada event diluar. Jadi kamu nggak perlu masuk disini tapi ikut kita pergi, nanti Sessy yang akan masuk full."
"Event pak? Dimana?"
"Dipasar, karna meski masa pandemi gini tapi pasar jadi tempat satu-satunya yang paling ramai dan nggak bisa ditinggal pelanggan. Besok kamu langsung ke pasar aja, alamat jelasnya nanti saya WA kamu yah. Satu lagi, eventnya pagi-pagi. Pakai seragam pink kamu yah."
"Seragam pink pak?? tapi kan eventnya dipasar." protes Rose. Seragam pink yang dimaksud Rose adalah sejenis dress terusan satu jengkal diatas lutut. Dia nggak bisa membayangkan dirinya memakai baju minim dikeramaian pasar, dimana banyak preman pasar dan laki-laki mata kranjang yang jarang lihat paha mulus berkeliaran.
"Itu udah permintaan dari atas Rose, saya bisa apa? Saya juga udah coba minta pakai seragam yang celana panjang, tapi mereka mintanya itu. Sudah, kamu tenang aja. Eventnya kan ada saya dan yang lain, nggak akan ada yang brani macam-macam." Jelas Hendrik menenangkan Rose
Hati Rose masih terasa berat harus turun event memakai seragam minim, dia khawatir mendapat perlakuan nggak bagus dari pelanggan pria.
Kenapa nggak Sessy aja sih? Dia kan lebih pengalaman, dia juga bisa taekwondo. Kalo ada yang macam-macam bisa dia sikat habis. bathin Rose merengek
"Permisi, mbak, saya mau bedak sama liptint yang ini." pinta seorang pelanggan perempuan sambil menunjuk produk yang mau dia beli
"Oh iya sebentar yah saya bungkus." kata Rose ramah
Rose kembali memekik kaget saat dia berbalik sosok Danny sudah dihadapannya, tubuhnya mundur mendadak dan hampir terjatuh, secepat kilat tangan Danny menangkapnya. Posisi mereka berdua kini terlihat berpelukan, mata Rose seolah terkunci menatap mata Danny yang tajam. Sejenak mereka terdiam diposisi itu, lalu kemudian dikagetkan dengan suara sekertaris Danny.
"Pak.." ujarnya menyadarkan Danny dan Rose
Keduanya lalu berjauhan, Danny melihat sekertarisnya memberi kode jika mereka berdua sedang diperhatikan oleh karyawan-karyawan dan pelanggan disitu.
Danny berdiri tegak sambil menyilangkan kedua tangannya dibelakang "Kebetulan aku baru selesai bertemu klien diatas, kamu juga sebentar lagi bertukar shift dengan teman kamu. Kita pulang sama-sama yah."
"Tidak terima kasih." tolak Rose berbicara tanpa jedah
"Rose, ini kotak makannya. Makasih yah, enak banget loh." potong Naura sambil menyerahkan kotak makan yang diisi ditas kecil
Mata Danny menyipit melihat kotak makan yang diberi Naura, lebih tepatnya kotak makan yang dia berikan untuk Rose. Rose jadi salah tingkah saat Danny mengetahui makanan yang diantar sekertarisnya dia berikan pada orang lain.
Danny tersenyum "Wah, Rose saya juga boleh nyicipin bekal kamu?" ucapnya sambil menatap Rose
Rose memalingkan wajahnya nggak merespon, bukan karna sombong atau menolak, tapi dia malu ketahuan memberikan bekalnya keorang lain.
"Wah bapak harus cobain bekalnya Rose, udah seminggu ini saya dia kasihin bekalnya dia. Katanya dia bawa lebih, jadi lebihnya dikasihin kesaya.." sambung Naura dengan wajah girangnya
"Seminggu yah?" ulang Danny
Rose masih saja memalingkan wajahnya sambil menggigit bibirnya, dia benar-benar speechless nggak bisa berkomentar.
Sialan lo Naura, ada jatah lo sebentar setelah Danny pulang. Umpat Rose dalam hati
Diluar dugaan, Danny menggandeng Rose pulang. Rose nggak bisa bertingkah lebih karna dia masih menjadi tontonan teman-teman sesama SPGnya. Danny sengaja menggandeng tangan Rose agak kuat karna dia tau Rose akan mencoba untuk lari darinya, dengan pintar Danny juga memanfaatkan keadaan didepan banyak orang karna dia tau kali ini Rose nggak akan bertingkah lebih karna malu jika terlihat bertengkar dengannya.
Begitu masuk didalam mobil Rose mengeluarkan semua umpatan yang dia tahan sedari tadi, tangannya menarik tissue didepannya sambil merobek-robeknya dan menghamburkan keseisi mobil.
"Sudah puas?" tanya Danny dengan nada bicara lembut nan sabar
"Nggak!! belum.." jawab Rose mendengus kesal
"Yasudah, pak, jalankan mobilnya. Dan kamu lanjutkan aja khotbah kamu."
Rose kembali mendengus kesal dan mengeluarkan pidato nan panjangnya, Danny diam saja sambil sesekali tersenyum.
"Mulai besok aku yang akan mengantar makanan untukmu, dan aku akan pergi kalo makanannya sudah habis."
Rose melototi Danny diikuti wajah acuh Danny seolah nggak menanggapi wajah nggak senang dari Rose.
"Aku nggak mau!! pokoknya nggak, TITIK!!" Tolak Rose mentah-mentah "Kamu itu bukan mama papa ku, nggak usah bertindak seolah-olah kamu itu mereka."
"Aku sudah pernah bilang, pilihanku nggak pernah salah. Dan.." ucap Danny menggantung
"Dan apa??"
"Aku nggak keberatan kalo harus setiap hari kerumah kamu dan makan bersama mereka, seru kayaknya bisa makan bersama calon mertua."
"Calon mertua??? kamu boleh bermimpii, aku mendingan jadi prawan tua. Cihhh..."
Bibir Danny hanya mengembangkan senyum nggak menggubris ocehan Rose.
"Pak tolong mampir ditempat biasa, bungkus paket keluarga besar." perintah Danny
Rose diam saja karna nggak tau lagi apa yang harus dia bicarakan, Danny benar-benar nggak menggubris semua ucapannya dan tetap melakukan apa yang dia mau.
Mobil yang ditumpangi Danny dan Rose berhenti disebuah restoran, sekertaris sekaligus sopir pribadinya turun dari mobil dan masuk kedalam restoran. Nggak lama kemudian sekretarisnya keluar lagi sambil membawa beberapa plastik besar berisi makanan, Rose terus diam nggak memperdulikan apa yang dikerjakan sekertarisnya.
Sepanjang perjalanan Rose nggak mengeluarkan suara, dia hanya berharap bisa cepat sampai dirumah.
Begitu sampai dirumah Danny langsung turun bersama sekertarisnya, Rose cepat-cepat turun karna nggak mau sampai terlihat orangtuanya.
"Eittsss ngapain kalian berdua ikut turun??" Tanya Rose sambil menghalangi Danny
Sekertaris Danny mengeluarkan semua makanan yang dibeli tadi.
"Antar kedalam yah pak Sam." perintah Danny sopan
Tangan Rose secepat kilat menyergap pak Sam "Jangan, jangan masuk kedalam."
"Yaudah pak kita berdua sama-sama masuk, sekalian silaturahmi."
"Stopp!!" jerit Rose "Mending kamu sama sekertaris kamu ini pulang deh."
"Kita nggak akan pulang sebelum makanan ini sampai ketuannya." elak Danny
Rose menarik nafas panjang lalu mengulurkan tangannya "Sini, nanti aku yang bawa." katanya terpaksa
Danny memberi kode pada pak Sam disusul pak Sam segera memberikan plastik berisi makanan pada Rose, Rose menerimanya dengan terpaksa.
"Udah pergi sana." usirnya ketus
"Dihabisin yah, ingat, jangan makan yang nggak sehat." pesan Danny lalu meninggalkan Rose dihalaman yang nggak jauh dari rumahnya
Dari kaca spion Danny bisa melihat wajah cemberut Rose, cewek yang dia sukai itu masih belum bisa bersiikap lembut padanya. Dan dia tau, dia harus berusaha lebih keras lagi untuk memenangkan hati Rose.
Sekalian kasih rekomen novel yang rapi juga, judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib pakek tanda kurung ya nyarinya
mampir juga di ceritaku yh thor
"love with enemy