NovelToon NovelToon
Owned By The Cold CEO

Owned By The Cold CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

"Satu malam untuk nyawa ibuku. Itu saja."

Bagi Kalea, cinta adalah sebuah kebohongan besar yang menghancurkan keluarganya. Ia tumbuh dengan kebencian pada pria setelah melihat ibunya ditinggalkan sang ayah demi kekuasaan. Namun, saat ibunya butuh operasi darurat dengan biaya yang mustahil ia jangkau, Kalea terpaksa menjual satu-satunya hal yang tersisa: kehormatannya.
Ia menyerahkan segalanya kepada Liam Jionel, sang penguasa bisnis berdarah dingin yang memandang manusia tak lebih dari sekadar angka dan aset.

Kalea mengira ia hanya menjual satu malam, namun ternyata ia telah menyerahkan seluruh sisa hidupnya ke tangan seorang iblis berwajah malaikat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

..

..

  Pagi itu, Jakarta Selatan masih diselimuti sisa hujan semalam. Di sebuah kafe berkonsep industrial yang menjadi tempat favorit pelarian orang-orang kantor J-Media, Aruna baru saja menyesap Iced Americano-nya. Namun, sedetik kemudian, gerakannya membeku. Matanya terpaku pada layar ponsel yang menampilkan notifikasi berita dari akun gosip paling berpengaruh di ibu kota.

"Gila..." Aruna bergumam pelan, napasnya tertahan. Tangannya gemetar hebat, nyaris saja gelas plastik di genggamannya meluncur bebas ke lantai marmer jika ia tidak segera menumpukannya ke meja.

Ghea dan Ziva yang duduk di hadapannya langsung menghentikan obrolan mereka. "Kenapa, Run? Muka lo kayak habis liat hantu," tanya Ghea sambil mengernyitkan dahi.

Aruna tidak menjawab. Ia hanya menggeser ponselnya ke tengah meja dengan jari yang masih bergetar. Ghea dan Ziva mendekat, menatap layar yang menampilkan foto paparazzi berkualitas tinggi. Di sana, seorang wanita dengan gaun hitam yang sangat elegan sedang digandeng masuk ke dalam Rolls-Royce oleh pria yang wajahnya mustahil tidak dikenali: Liam Jionel.

"Ini... ini Kalea?" Ziva menutup mulutnya, suaranya naik satu oktav. "Kalea sahabat kita? Yang kemarin izin karena ibunya kritis?"

Ghea terdiam seribu bahasa. Ia men-zoom foto itu berkali-kali. "Lihat profil sampingnya. Antingnya, cara dia ngiket rambut... itu fiks Kalea. Tapi cowok itu? Liam Jionel itu kan pemilik Jionel Group. Induk perusahaan kita, J-Media!"

"Tunggu dulu," Aruna memijat pelipisnya yang mendadak pening. "Berarti selama ini Kalea kerja di perusahaan milik 'tunangannya' sendiri? Kenapa dia nggak pernah cerita? Dia lembur sampai tipes, dia jungkir balik cari pinjaman buat rumah sakit... kalau dia punya hubungan sama Liam, semua itu nggak masuk akal."

"Gue rasa Kalea dijebak, atau dia lagi dalam masalah besar," bisik Ziva, matanya mulai berkaca-kaca. "Dunia Liam Jionel itu isinya predator. Lihat aja Clarissa, model itu pasti nggak akan tinggal diam. Kita harus cari Kalea."

Ketiganya tertegun. Meja yang biasanya penuh tawa itu mendadak sunyi. Mereka merasa seperti tidak benar-benar mengenal sahabat yang selama ini duduk satu ruangan dengan mereka. Di balik kesederhanaan Kalea, ternyata ada badai raksasa yang siap menelan gadis itu hidup-hidup.

Di saat yang hampir bersamaan, di The Obsidian—sebuah bar eksklusif yang hanya melayani kaum elit—suasana jauh lebih gelap. Aroma cerutu mahal dan whisky yang menyengat memenuhi ruangan. Liam Jionel duduk di sofa kulit paling pojok, membiarkan tubuhnya tenggelam dalam bayangan lampu temaram.

Di depannya, tiga sahabat lamanya—Kenzo, Ethan, dan Rayyan—sedang menatapnya dengan seringai yang provokatif.

"Langkah yang berani, Liam," Kenzo memutar gelas whisky-nya, membiarkan es batu berdentum pelan. "Membatalkan perjodohan dengan Clarissa demi seorang staf kreatif di anak perusahaanmu sendiri? Media bakal goreng ini sampai gosong."

Ethan, sang pengacara yang selalu bicara berdasarkan data, mengetuk meja. "Gue udah liat profilnya. Kalea. Dia bersih, nggak punya skandal, tapi dia nggak punya kekuatan. Clarissa itu ular, Liam. Dia bakal pake acara charity besok malam buat ngebantai harga diri Kalea di depan publik. Lo yakin gadis itu kuat?"

Rayyan menyahut sambil menatap asap cerutunya yang membumbung. "Clarissa udah mulai cari celah. Dia bakal bongkar asal-usul Kalea yang dari rumah susun. Di dunia kita, kemiskinan itu dosa yang nggak termaafkan, lo tahu itu kan?"

Liam menyesap minumannya, lalu meletakkan gelasnya dengan dentingan yang tegas. "Clarissa pikir dia ular yang paling berbisa. Dia lupa kalau Kalea itu api. Api nggak butuh silsilah keluarga buat menghanguskan apa pun yang berani menyentuhnya."

"Lo beneran naruh perhatian sama dia, atau cuma jadiin dia tameng?" tanya Kenzo menyelidik.

Liam menyeringai tipis, sorot matanya tajam dan berbahaya. "Gue suka nyalinya. Dia satu-satunya orang di kantor yang berani membela diri tanpa bawa-nama gue, padahal dia nggak tahu gue pemiliknya. Dia punya taring, dan besok malam, gue mau liat dia ngerobek senyum palsu Clarissa."

Malam harinya di mansion, keheningan terasa begitu mencekam. Kalea berdiri di balkon, menatap lampu-lampu kota yang tampak seperti hamparan perhiasan yang tak tersentuh. Cincin berlian di jarinya terasa sangat dingin dan berat.

Pintu penghubung terbuka. Liam masuk dengan langkah pelan namun dominan. Ia berdiri di belakang Kalea, membiarkan aroma sandalwood-nya mengusik indra penciuman gadis itu.

"Sahabat kantormu mulai mencari," ucap Liam datar.

Kalea berbalik, wajahnya kaku. "Mereka kecewa, Liam. Mereka pikir aku pembohong. Dan fakta bahwa kau adalah pemilik J-Media... itu bikin aku merasa kayak orang bodoh yang dimainin di tanganmu selama ini."

Liam mencengkeram lembut bahu Kalea, memaksa gadis itu menatap matanya. "Aku nggak pernah main-main. Aku liat kerja kerasmu, dan aku liat gimana kau bertahan di tengah tekanan. Itu sebabnya aku pilih kau. Besok di acara charity, Clarissa bakal nyerang asal-usulmu. Dia bakal bikin kau ngerasa nggak pantas ada di sana."

Wajah Liam merendah, suaranya berbisik tepat di depan bibir Kalea. "Kalau kau takut, bilang sekarang."

Kalea menyentak tangan Liam, dagunya terangkat tinggi dengan sorot mata yang menyala. "Aku sudah biasa hidup susah, Liam. Aku sudah biasa dihina. Clarissa cuma ular yang pake baju mahal. Dia nggak akan bisa bikin aku tunduk."

Liam terkekeh rendah, suara yang entah kenapa membuat jantung Kalea berdegup aneh. "Bagus. Besok, jangan jadi karyawan yang manis. Jadilah duri yang paling tajam. Biarkan mereka ngeremehin kau di awal, dan saat mereka ngerasa menang, jatuhin mereka dengan kenyataan yang paling pahit."

Liam mengusap pipi Kalea sejenak sebelum berbalik pergi. Kalea terdiam, mengepalkan tangannya kuat-kuat. Perang besok bukan cuma soal Liam atau Clarissa. Ini soal pembuktian bahwa meski dia berasal dari bawah, dia punya taring yang sanggup merobek siapa pun yang mencoba menginjaknya.

...----------------...

Pikiran Aruna melayang jauh ke tiga tahun lalu, saat J-Media pertama kali menerima mereka sebagai karyawan magang yang tidak punya apa-apa. Ia ingat betul sore itu, di bawah guyuran hujan deras di halte bus depan kantor, Kalea membagi satu bungkus nasi kucing menjadi empat bagian agar mereka semua bisa makan sebelum lembur dimulai.

"Nanti kalau kita sudah sukses, kita bakal makan di restoran paling mewah di Jakarta," ucap Kalea saat itu dengan tawa renyah, meskipun bajunya basah kuyup dan wajahnya pucat karena kelelahan.

Ghea juga teringat saat ibunya Kalea pertama kali masuk rumah sakit. Kalea tidak menangis di depan mereka. Ia tetap bekerja dua kali lipat lebih keras, matanya merah karena kurang tidur, namun ia masih sempat membelikan kopi untuk Aruna yang sedang galau karena putus cinta. Bagi mereka, Kalea adalah jangkar—sosok yang paling tangguh, paling jujur, dan paling anti dengan jalan pintas. Itulah mengapa, melihat Kalea kini terjebak di pusaran gosip bersama pria sedingin Liam Jionel, hati mereka terasa remuk. Mereka tahu benar, Kalea tidak mungkin berada di sana jika bukan karena keadaan yang memaksanya.

1
lia juliati
semoga hatinya selalu hangat oleh kalea
arilias
thor kpn cerita nya di lanjut?
arilias
masyaalloh cerita nya bagus bgt. awal awal bikin aku gregetan. dan sekarang cerita nya bikin aku penasaran sama bab selanjutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!