Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mertua
Tentunya Satria merasa tegang karena harus bertemu dengan calon mertuanya itu, Iya sangat penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh calon mertuanya. Ia sangat takut kalau yang akan disampaikan oleh calon mertuanya itu adalah ketidaksetujuannya, apalagi sebelumnya Ia memang sudah bertengkar sangat hebat dengan Rina.
" Silakan duduk Satria." ucapnya dan Satria pun langsung duduk.
" Izin bertanya Om, kalau boleh tahu om dan tante ingin menyampaikan apa ya?" tanyanya yang khawatir.
" Kami ingin bertanya bagaimana progres hubungan kalian berdua?"
" Sejauh ini kami baik-baik saja Om."
" Kau yakin dengan perkataanmu itu Satria?"
" Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada om dan tante, karena memang sebelumnya saya dan juga Rina sempat bertengkar."
" Syukurlah kalau kau menyadari hal tersebut, lalu apakah kalian masih ingin bersama?"
" Tentu saja kami masih ingin bersama om, Saya sangat mencintai Rina."
" Baiklah kalau kau memang sangat mencintai Rina, tapi mengapa kalian terus saya bertengkar?"
" Ada sedikit kesalahpahaman di antara aku dan juga Rina, Om. Dan aku juga bingung harus menjelaskannya dari mana kepada Om dan juga tante."
" Memangnya kesalahpahaman seperti apa yang terjadi antara kalian hingga akhirnya kalian bisa bertengkar sangat hebat?"
" Mungkin Ini semua adalah salahku yang terlalu sibuk dan tidak sempat mengabari Rina, om. Sehingga akhirnya Rina mengira kalau aku sudah ada wanita lain di luar sana, dan itulah yang menyebabkan kami berdua bertengkar dengan sangat hebat."
" Kau yakin kalau itu semua hanya kesalahpahaman saja Satria, bukan kau memiliki wanita lain di luar sana?"
" Saya sangat yakin kalau itu semua hanyalah kesalahpahaman saja, om. Saya sangat mencintai Rina dan karena itu saya tidak ingin kehilangan Rina."
" Lalu Apa bukti yang bisa saya lihat kalau kau memang benar-benar mencintai putri saya?"
" Bila Om berkenan bulan depan saya ingin bertunangan dengan Rina."
" Kau yakin dengan perkataanmu itu Satria, karena jika kau sudah bertunangan maka hubungan kalian tidak akan mungkin dipisahkan lagi."
" Saya sudah yakin dengan keputusan saya om, dan setelah ini saya akan menghubungi orang tua saya."
" Baiklah kalau kau memang sudah yakin dengan keputusanmu itu, saya tunggu kedatanganmu bulan depan di rumah ini bersama dengan kedua orang tuamu."
" Baik Om, terima kasih karena telah memberikan saya kesempatan untuk menjelaskan semuanya."
" Saya paham dan juga mengerti ketika masih menjalin hubungan pasti tentunya ada pertengkaran, tetapi saya tidak ingin pertengkaran kalian akhirnya memisahkan kalian yang masih saling mencintai. Tapi saya tekankan sekali lagi Satria, jika kau menyakiti Rina maka saya tidak akan segan-segan kepadamu."
" Saya paham dan juga mengerti Om, kalau begitu bolehkah saya izin untuk membawa Rina keluar Om?"
" Baiklah saya akan memberi izin kepadamu untuk membawa Rina keluar, tetapi pulangnya Rina jangan malam-malam ya." ucapnya
" Baik Om." ucapnya dan ia pun menghampiri Rina yang saat ini sedang menonton televisi di ruang tv, sedangkan sebelumnya Satria dipanggil ke ruang keluarga.
Satria tersenyum melihat kekasihnya yang saat ini sedang tertawa menonton televisi, Ia pun kemudian duduk di samping Rina. Rina yang melihat kedatangan Satria langsung mematikan televisinya, Ia pun sangat penasaran dengan apa yang sudah dibicarakan Satria dengan kedua orang tuanya. Karena memang kedua orang tuanya tidak memberitahukannya apa yang ingin mereka bicarakan, sehingga ia sangat penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh mereka.
" Sudah selesai berbicara dengan Mami dan juga Papi?"
" Sudah sayang, sekarang ganti bajumu karena aku ingin mengajakmu keluar jalan-jalan."
" Aku belum izin Papi."
" Aku sudah meminta izin kepada Papi untuk membawamu jalan-jalan keluar sayang, Jadi sekarang segera ganti pakaian." ucapnya dan Rina pun tersenyum, Ia pun segera pergi menuju ke kamarnya untuk mengganti pakaian.
Setelah mengganti pakaian mereka berdua pun segera pergi meninggalkan rumah tersebut, mereka memutuskan jalan-jalan untuk menghabiskan waktu berdua. Tentunya hal itu dimanfaatkan untuk mengenal satu sama lain, dan Satria tidak ingin kalau Rina akan sering marah kepadanya. Ia pun menjelaskan semuanya kepada Rina, dan ia tidak ingin kalau ada kesalahpahaman lagi diantara ia dan juga Rina.
...🌟🌟🌟...
Saat ini Gina sudah tertidur, tetapi Grace masih mengerjakan tugasnya sebagai translator. Ia pun segera men-translate semua isi buku tersebut ke dalam bahasa Indonesia, dan ia berharap dengan begadang akan segera menyelesaikannya. Karena Iya hanya dikasih waktu paling lama 2 minggu, dan ia juga harus menyambi magang serta kuliah.
Tugas itu memang terbilang sulit karena waktu yang dimiliki Grace sangatlah singkat, tetapi ia tetap berusaha profesional dan mengerjakan tugasnya itu. Ia tahu kalau mengerjakan tugas itu tentunya tidak bisa terburu-buru, karena itu ia berusaha mencicilnya sedikit demi sedikit. Dan ia berharap tugas itu bisa selesai kurang dari 2 minggu, tentunya mengingat kesibukannya yang sangatlah padat.
Grace pun mengerjakan pekerjaannya itu hingga larut malam, hingga tanpa dia sadari waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Iya pun akhirnya memutuskan untuk beristirahat, karena memang iya tidak bisa jika tidak beristirahat. Esok hari kegiatannya pasti akan terganggu jika ia tidak beristirahat, dan ia sangat tidak ingin merepotkan teman-temannya.
...✨✨✨...
Keesokan harinya Grace melihat teman-temannya dari universitas sebelah yang tentunya sedang sangat sibuk, Grace dan teman-temannya tau kalau hari ini mereka akan menyiapkan kebutuhan perpisahan mereka yang akan terjadi minggu depan. Tentunya mereka semua sedang sibuk menyiapkan berkas-berkas yang harus ditandatangani, mereka harus menyiapkan semua laporan-laporan itu. Kemudian meminta tanda tangan kepada guru pamong dan setelah itu kepada Kepala sekolah.
" Udah main siap-siap mau pergi aja dari sekolah ini ya?" ucap Grace
" Ya mau bagaimana lagi, namanya masa magang kami juga telah selesai." jawab Khalid
" Tungguin kami Napa jadi selesainya bareng-bareng." ucap Gina
" Sayangnya kami nggak bisa menunggu selama itu Gina, masa magang kami harus selesai minggu depan." ucap Kenan
" Terus kalau kami pengen ketemu sama kalian bagaimana, udah nggak asik tahu kalau nggak ada kalian lagi di sekolah." ucap indah
" Kalau kalian memang ingin bertemu dengan kami, ya tinggal hubungi aja nanti kita ketemuan di luar." ucap Kurniawan
" Ketemu di luar sama ketemu di sekolah itu rasanya beda, dan lebih enak ketika kita ketemu di sekolah." ucap Intan
" Tapi kami tidak akan mungkin bisa di sini terus, kami juga harus mengajukan judul skripsi kami. Kalian mah anak semester 4 sedangkan kami anak semester 6." ucap Jenny
" Kenapa sih program magangnya harus berbeda, jadi kan nggak asik harus berpisah di tengah-tengah kayak begini." ucap Ira
" Tapi kalau bukan karena program magang yang berjalan di tengah-tengah seperti ini, maka kita tidak akan mungkin bertemu." ucap Jessica.
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)