Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eclipse Breaker — chapter 21: Kecurigaan yang Bangkit
Pagi di kota Asterra terasa tidak biasa.
Jalanan masih dipenuhi garis pembatas.
Tim evakuasi sibuk.
Dan Hunter Association bergerak cepat.
Namun bukan hanya karena kehancuran semalam.
Melainkan karena—
sesuatu yang tidak seharusnya ada.
Gedung pusat Hunter Association Asterra.
Ruang rapat utama.
Beberapa Hunter berdiri mengelilingi meja besar.
Di tengah ruangan—
sebuah layar menampilkan rekaman pertarungan.
Kael.
Bayangan.
Dan kekuatan yang… tidak dikenal.
Seorang wanita berambut pendek menyilangkan tangan.
“Rekaman ini sudah diverifikasi?”
Seorang analis mengangguk cepat.
“Ya. Tidak ada manipulasi.”
Seorang pria tinggi dengan aura dingin berdiri di depan layar.
Matanya tajam.
Diam.
Mengamati setiap gerakan Kael.
“…Menarik.”
Semua orang di ruangan itu langsung menoleh.
Karena mereka tahu—
siapa yang berbicara.
Raven Drayke.
Hunter Rank S.
Salah satu yang terkuat di Asterra.
Ia melangkah maju perlahan.
Matanya tidak lepas dari layar.
“Dia bukan Rank F.”
Seseorang langsung menjawab,
“Data resmi menunjukkan dia baru bangkit beberapa minggu lalu.”
Raven tersenyum tipis.
“Kalau begitu… datanya salah.”
Sunyi.
Tidak ada yang berani membantah.
Ia menunjuk layar.
“Gerakan. Reaksi. Kontrol energi.”
Ia berhenti sejenak.
“…Ini bukan pemula.”
Wanita tadi mengerutkan kening.
“Menurutmu dia apa?”
Raven menjawab tanpa ragu—
“…Ancaman.”
Ruangan langsung terasa lebih dingin.
Di sudut lain ruangan—
Seorang pria tua duduk diam.
Tidak banyak bicara.
Namun matanya—
tajam mengamati semuanya.
“…Eclipse.”
Ia berbisik pelan.
Tak seorang pun menyadarinya.
Kembali ke Kael.
Ia berjalan di jalanan yang mulai ramai.
Seolah tidak terjadi apa-apa.
Namun tatapan orang-orang berubah.
Beberapa mengenalinya.
Beberapa hanya merasa… ada yang aneh.
Kael berhenti sejenak.
Melihat layar besar di gedung.
Berita darurat.
“Insiden malam tadi diduga melibatkan kekuatan tak dikenal…”
Ia menatap beberapa detik.
Lalu berjalan lagi.
“…Mulai terlihat.”
Namun—
tiba-tiba—
sebuah suara menghentikannya.
“Kau Kael Ardent.”
Kael berhenti.
Menoleh perlahan.
Di belakangnya—
berdiri seorang pria.
Tinggi.
Tenang.
Aura berat.
Matanya tajam seperti pisau.
Raven Drayke.
Kael menatapnya.
“…Dan kau?”
Raven mendekat satu langkah.
“Seseorang yang ingin memastikan sesuatu.”
Sunyi.
Orang-orang di sekitar mulai menjauh.
Insting mereka berkata—
ini berbahaya.
Raven berdiri tepat di depan Kael.
“Pertarungan semalam.”
“Menarik.”
Kael tidak menjawab.
Raven tersenyum tipis.
“Tenang saja.”
“Aku tidak akan menyerang di sini.”
Ia menyilangkan tangan.
“Tapi aku ingin tahu…”
Tatapannya tajam.
“…apa kau sadar seberapa berbahayanya dirimu?”
Kael membalas tatapan itu.
Tanpa takut.
“Kalau aku berbahaya…”
Suaranya rendah.
“…kenapa kau masih berdiri di sini?
Beberapa detik hening.
Lalu—
Raven tertawa pelan.
“Heh…”
“Jawaban bagus.”
Namun matanya tidak tertawa.
“Bagus.”
“Itu berarti kau tidak lemah.”
Ia berbalik.
Mulai berjalan pergi.
Namun sebelum pergi—
ia berhenti.
“Dalam dua hari…”
“Raid besar akan dibuka.”
Kael menyipitkan mata.
“Rank A Gate.”
Udara seolah menegang.
Raven menoleh sedikit.
“Kalau kau benar seperti yang kulihat…”
Senyumnya tipis.
“…datang.”
Ia berjalan pergi.
Meninggalkan Kael.
Dan ketegangan yang belum selesai.
Di tempat lain—
Ruangan gelap.
Beberapa sosok berkumpul.
Salah satu dari mereka berbicara,
“Target telah terdeteksi oleh Hunter Association.”
Yang lain menjawab,
“Dan Rank S mulai bergerak.”
Sunyi sejenak.
Lalu—
perintah keluar.
“Percepat rencana.”
“Jika perlu…”
Suara itu menjadi dingin.
“…bunuh dia sebelum raid dimulai.”
Kembali ke Kael.
Ia berdiri diam beberapa saat.
Memikirkan semuanya.
“Raid…”
“Rank A…”
Dan—
Raven.
Ia menghela napas pelan.
“Kalau itu yang mereka mau…”
Bayangannya bergerak pelan di bawah kakinya.
“…aku akan datang.”
Matanya berubah.
Lebih tajam.
Lebih dingin.
Lebih siap.
Dan tanpa disadari—
dua kekuatan besar mulai bergerak menuju satu titik.
Satu—
Hunter terkuat.
Satu—
kegelapan yang bangkit kembali.
Dan di antara mereka—
sebuah raid yang akan menentukan segalanya