Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 Sah.
Hari Pernikahan.
Leticha saat ini berada di dalam kamar menggunakan gaun pengantin lengan panjang. Tidak banyak pernak-pernik pada gaun tersebut benar-benar sangat tertutup.
hair stylist rambutnya tampak simple di sanggul dan menggunakan selayar panjang. Leticha memakai make up simple, memperlihatkan wajah cantik yang natural dan begitu pangling di hari pernikahannya.
Wajahnya sejak tadi tampak cemberut duduk di depan cermin tidak memiliki semangat di hari pernikahannya, walau seperti itu kecantikan di wajahnya tidak berkurang sama sekali ya.
"Jadi aku akan menikah, beberapa menit ke depan aku akan menjadi istri seorang pria dewasa. Bagaimana tidak dewasa usianya belasan tahun di atasku," ucap Letisha dengan cemberut.
Ceklek.
"Letisha!" pintu kamar terbuka begitu cepat membuatnya membalikkan tubuh.
Winona menghadiri pernikahan itu tersenyum dengan tangannya melambai. Winona juga terlihat cantik menggunakan dress berwarna biru di bawah lututnya.
"Hmmmm, sahabatku benar-benar sangat cantik," pujinya memasuki kamar tersebut.
"Jangan mengejekku!" ucapnya.
"Hey, sudahlah terima saja pernikahan kamu. Bye the way aku tadi melihat calon suamimu, dia sudah menunggu di bawah dan ternyata dia tampan juga," ucap Winona.
"Tampan dari mana, bapak-bapak seperti itu," jawabnya kesal.
"Hey, justru pria dewasa seperti itu bisa membuat nyaman dan terlebih lagi sangat bergairah jika berada di atas ranjang," ucapnya dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Apaan sih, bicara masalah ranjang, siapa juga yang mau tidur dengannya," sahut Letisha.
"Kamu jangan termakan dengan ucapan sendiri, hati-hati berbicara. Jika sudah menjadi istri, bukankah kamu harus menjalankan tugas kamu sebagai seorang istri dan terutama melayani suami. Hey biasanya pria dengan usia pematang itu pasti sangat menggebu-gebu masalah hubungan seksual, kamu siap-siap saja diajak tempur setiap hari," ucap Winona.
"Stop deh Winona!" kesal Letisha.
"Kamu sok jual mahal, kalau aku sih calon istrinya mau-mau aja, wajahnya sangat tampan dan juga terlihat dewasa, masa bodoh dengan usia berapapun itu, wajahnya bahkan tidak memperlihatkan bahwa dia sudah berumur 36 tahun," ucap Winona.
"Kalau begitu kamu saja yang menikah dengannya," celetuk Letisha.
"Boleh! Bagaimana kalau kita tukaran saja aku memakai cadar dan ketika sudah sah menjadi istrinya aku akan memperlihatkan wajahku, kita menipunya seperti cerita-cerita dalam film," ucap Winona malah meladeni sahabatnya itu dengan isi pemikiran yang tidak jelas.
"Ha-ha-ha-ha-ha-ha, lucu!" sahut Letisha.
"Mungkin semua itu bisa saja kita lakukan dan setelah itu Papa akan membunuhku," sahut Leticha tampak kesal.
Keduanya sama-sama melihat kamera pintu ketika mendengar suara langkah kaki. Mata Winona tampak begitu sinis pada wanita yang berdiri di depan pintu tersebut dengan kedua tangannya dilipat di dada.
"Semua orang sudah menunggu," ucap Vanila.
"Baiklah, kami akan segera turun," sahut Winona.
"Aku sedang tidak bicara denganmu," sahut Vanila kemudian langsung pergi
Winona terlihat begitu kesal dan rasanya ingin menerkam Winona.
"Aku tidak membayangkan bagaimana kamu tinggal satu rumah dengan wanita seperti itu, pantas saja yang membuatmu stress wanita itu," ucap Winona.
"Sudahlah abaikan saja dengan apa yang dia katakan, dia itu bukan manusia dan tidak ada gunanya berbicara dengannya," sahut Letisha.
"Ya, sudah kalau begitu sebaiknya sekarang kita turun. Semua orang sedang menunggu jangan sampai kamu terkena masalah," ucap Winona membuat Letisha mengganggukan kepala dengan terpaksa.
Winona mendampingi sahabatnya berjalan menuju tempat proses ijab kabul, pernikahannya diadakan secara outdoor tersebut terlihat dihadiri para tamu undangan yang sekarang pandangan mata mereka tertuju pada pengantin cantik tersebut.
Termasuk keluarga calon suaminya juga tampak tersenyum, tampak berhijab, apapun dari perkataan dan senyum mereka sudah terlihat bahwa sangat mengagumi calon istri dari putra mereka.
Letisha terlihat tidak semangat, tetapi kecantikan di wajahnya tidak membuat orang-orang menyadari bahwa pernikahan itu terpaksa dia jalani, Letisha juga terpaksa tersenyum tipis, sudah tidak bisa lagi dia berbuat semena-mena untuk membatalkan pernikahan itu.
Karena semua keburukan yang dia lakukan tetap saja tidak menghasilkan apapun.
"Cantik bukan calon istrimu!" ucap Winona saat berdiri di hadapan Rakash.
Leticha dengan cepat menyikukan perut temannya itu karena sudah membuatnya malu.
"Winona benar-benar," batin Letisha.
Entah mengapa dia mengharapkan reaksi dari pria di hadapannya itu tetap saja datar tanpa berekspresi apapun atau bahkan tidak menjawab pertanyaan dari sahabatnya.
Winona membantu sahabatnya untuk duduk pada kursi yang sudah disediakan untuk dia dan juga calon suaminya bersama dengan penghulu yang sudah duduk di depan mereka.
"Bagaimana apa kita sudah bisa melanjutkan pernikahan ini?" tanya penghulu.
"Silahkan Pak," sahut Ricard.
"Baiklah!" penghulu berjabat tangan dengan Rakash.
"Bismillahirrahmanirrahim! saya nikahkan engkau Rakash Al Ilham Dharma dengan Leticha Aulia binti Ricard dengan mas kawin seperangkat alat shalat, emas 250 mayam di bayar tunai!"
"Saya terima nikahnya Letisha Aulia binti Richard dengan mas kawin tersebut dibayar tunai,"
"Bagaimana saksi sah?"
"Sah!"
"Alhamdulillah!"
akhirnya proses ijab kabul tersebut berjalan dengan lancar dengan satu tarikan nafas, disambung dengan doa begitu khusyuk.
"Kenapa nasibku benar-benar begitu sial, aku sudah berusaha melakukan semuanya dan ternyata pernikahan ini tetap terjadi. aku sekarang sudah menjadi istrinya, aku tidak bisa mengubah apapun lagi," batin Letisha tampak begitu pasrah.
Setelah doa selesai pasangan pengantin tersebut mendapat arahan untuk saling berhadapan satu sama lain. Letisha tampak begitu kesal menatap suaminya itu dengan merapatkan giginya dan seolah-olah ingin menangkap dan sementara reaksi Rakash seperti biasa hanya tampak begitu tenang.
Keduanya saling bertukar cincin pengantin yang dipasang indah di jari manis Letisha, kemudian Letisha mencium punggung tangan Rakash sesuai dengan arahan penghulu.
Meski Rakash begitu sangat tenang tetapi dia juga tampak begitu gugup saat pertama kali mencium lembut kening istrinya.
"Alhamdulillah kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri, silakan dibacakan kewajiban seorang suami dan juga hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan dan silakan ditandatangani buku pernikahannya," ucap penghulu.
Rakash menganggukkan kepala dan membaca janji pernikahan dengan semua ketentuan dan kewajiban seorang suami, pasangan tersebut terlihat romantis dan memberikan kebahagiaan untuk orang-orang.
"Tampan bukan!" Vanila kaget tanpa menyadari ternyata Winona sudah berdiri di depannya.
"Kamu menyesal tidak menikah dengannya dan justru memberikan kepada saudaramu?" tanya Winona karena sejak tadi memperhatikan ekspresi dari saudara sahabatnya itu yang terlihat tidak suka dengan pernikahan itu.
"Leticha benar-benar sangat beruntung, punya suami tampan kaya raya dan aku yakin setelah ini hidupnya benar-benar akan hedon, setiap hari bolak-balik ke Luar Negeri dengan menggunakan uang suaminya tanpa limit," ucap Winona.
"Kenapa juga aku harus iri! pernikahan itu juga tidak akan bertahan, aku sangat mengenal seperti apa Letisha dan bentar lagi juga akan dicampakkan oleh laki-laki jika menurutnya tidak berguna," ucap Vanila.
"Wau, Jadi benar sekarang kamu sudah menyesal karena telah menyerahkan laki-laki yang seharusnya menikah denganmu pada Letisha, jangan bohong wanita bertopeng, kau terlihat tidak menyukainya, makanya sebelum menyerahkan seseorang kepada saudaramu, kau selidiki dulu,"
"Usinya memang cukup berumur, tetapi untuk wanita zaman sekarang lebih suka pria dewasa, lebih hot dan bisa memanjakan," Winona tidak henti-hentinya membuat Vanila kesal dengan membuat Vanila semakin panas.
Bersambung.....