NovelToon NovelToon
Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Aruna tidak pernah menyangka pekerjaannya sebagai editor akan membawanya masuk ke dalam kengerian zaman kuno. Setelah kecelakaan fatal, ia terbangun sebagai Lady Ratri, wanita bangsawan yang namanya identik dengan kekejaman. Tubuhnya rongsok, tenggorokannya terbakar racun. Arel, yang selama ini ia siksa memusuhinya.

​Di dunia barunya, Aruna tidak punya kawan. Suami jenderalnya menganggapnya sampah. Namun, sebuah layar transparan muncul Sistem Karma Ibu. Setiap tindakan baiknya pada Arel memberikan poin untuk bertahan hidup, sementara kekejaman akan mempercepat kematiannya.

Aruna harus memutar otak. Ia harus menjinakkan Arel yang sudah terlanjur trauma, menghadapi Lady Selina yang manipulatif, dan bertahan dari degradasi fisik.

Ini bukan sekadar cerita tentang tobat, tapi tentang perjuangan berdarah seorang wanita yang mencoba mencintai di tempat yang hanya mengenal benci. Bisakah Aruna mengubah takdir Ibu Jahat menjadi pelindung tangguh sebelum rahasia identitas aslinya terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 - Bara dalam Sekam

​Gelap. Dingin. Aruna merasa seperti tenggelam di dasar sumur yang tak berujung. Suara denting pedang dan teriakan di kejauhan terdengar seperti gema yang memudar. Namun, bau mesiu yang tajam dan amis darah tetap tertinggal di indra penciumannya, memaksanya untuk tetap sadar meskipun tubuhnya memohon untuk menyerah.

​"Madam! Tetaplah bangun!" Suara Mira terdengar serak di antara isak tangisnya.

​Aruna perlahan membuka mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah perih yang luar biasa di lengannya. Luka goresan itu telah dibalut, tapi darah masih merembes keluar, menciptakan noda merah pekat di atas kain putih. Ia tidak lagi berada di ruang belajar yang hancur itu. Ia berada di sebuah paviliun kecil di sudut belakang kediaman, tempat yang jauh dari gudang makanan yang terbakar.

​"Arel..." bisik Aruna, suaranya hampir hilang terbawa angin malam yang masuk melalui celah pintu.

​"Tuan muda aman, Madam. Beliau ada di kamar sebelah bersama Jenderal," jawab Mira sambil terus mengompres dahi Aruna.

​Aruna menarik napas lega, tapi dadanya justru terasa sesak. Body degradation dari racun lama Lady Ratri kini mulai bereaksi dengan luka barunya. Jantungnya berdegup tidak beraturan, dan penglihatannya sesekali kabur.

​Sistem Karma Ibu Aktif.

Status Kesehatan: Kritis (Efek luka terbuka dan racun sistemik).

Misi Darurat: Temukan dalang serangan sebelum fajar. Hadiah: Pemulihan seluler (20%).

​Aruna mencoba duduk tegak. "Mira, bantu aku berdiri."

​"Tapi Madam, Anda harus istirahat! Darahnya belum benar-benar berhenti!" Mira mencoba menahan pundak Aruna dengan wajah yang pucat pasi.

​"Jika aku hanya berbaring menunggu rasa sakit, orang yang mencoba membunuh Arel akan menyelesaikan tugasnya," Aruna menepis tangan Mira dengan sisa tenaganya. "Bawakan aku jubah hitam. Sekarang."

​Dengan langkah yang menyeret, Aruna keluar dari paviliun. Di luar, langit malam berwarna jingga karena api yang melahap gudang di kejauhan. Bau asap kayu terbakar sangat menyengat. Ia melihat para prajurit berlarian membawa ember air, tapi perhatian Aruna tertuju pada bayangan yang bergerak cepat menuju arah penjara bawah tanah... tempat Selina dikurung.

​Aruna mengikuti bayangan itu, bersembunyi di balik pilar-pilar batu besar. Setiap langkahnya meninggalkan jejak darah tipis di lantai, tapi ia tidak peduli. Amarah yang bukan miliknya. Amarah Lady Ratri yang asli mulai menyatu dengan tekadnya untuk bertahan hidup.

​Di pintu masuk penjara, ia melihat dua penjaga sudah tergeletak tak bernyawa. Leher mereka disayat dengan sangat rapi. Ini bukan pekerjaan prajurit biasa, ini pekerjaan pembunuh profesional yang sangat pintar.

​Aruna masuk ke dalam lorong gelap yang hanya diterangi obor yang berkedip. Ia mendengar suara bisikan dari sel paling ujung.

​"Kau bodoh, Selina. Kenapa kau meninggalkan bukti kuning itu di kukumu?" Suara itu berat, dingin, dan sangat akrab di telinga Aruna.

​"Aku tidak sengaja! Ratri... wanita jalang itu tiba-tiba berubah! Dia bukan Ratri yang bodoh lagi!" Selina membalas dengan nada histeris.

​Aruna menahan napas. Ia mengintip dari balik dinding. Di sana, di depan sel Selina, berdiri seorang pria dengan jubah perwira tinggi. Itu adalah Letnan Barka, tangan kanan Jenderal Arvand yang paling dipercaya.

​"Rencanamu gagal total. Jenderal mulai curiga padaku karena aku yang mengatur jadwal patroli gudang," Barka mengeluarkan sebuah belati kecil dari balik pinggangnya. "Jika kau mati sekarang, rahasia ini akan terkubur bersamamu."

​"Barka, jangan! Aku melakukannya untuk kita! Agar warisan Arel jatuh ke tanganmu setelah kita menyingkirkan Arvand!" Selina memohon sambil merangkak di lantai penjara yang kotor.

​Aruna merasa mual. Jadi ini motifnya. Pengkhianatan di dalam keluarga yang melibatkan orang kepercayaan Jenderal. Aruna tahu ia tidak bisa melawan Barka sendirian dalam kondisi tubuh yang hancur ini. Ia harus memancing perhatian.

​Ia meraih obor dari dinding dan melemparkannya ke tumpukan jerami kering di dekat sel. Api langsung berkobar tinggi, menciptakan asap hitam yang menyesakkan.

​"Kebakaran! Ada penyusup di penjara!" teriak Aruna sekeras mungkin, meski tenggorokannya terasa seperti terbakar.

​Barka tersentak dan berbalik. Matanya bertemu dengan mata Aruna. "Kau... masih hidup, Lady Ratri?"

​Barka menerjang maju dengan kecepatan luar biasa. Aruna mencoba menghindar, tapi kakinya terlalu lambat. Barka mencengkeram leher Aruna dan membenturkannya ke dinding batu hingga terdengar suara tulang yang retak.

​"Harusnya kau mati di tangan pembunuh bayaran tadi," desis Barka, wajahnya kini hanya beberapa inci dari wajah Aruna. Bau alkohol dan keringat tercium jelas.

​Aruna tidak bisa bernapas. Penglihatannya mulai menggelap. Namun, tangannya yang bersimbah darah meraih tusuk konde emas di rambutnya yang sudah berantakan.

​Jleb!

​Aruna menusukkan konde itu sekuat tenaga ke arah mata Barka.

​"Aaaarrgh!" Barka melepaskan cengkeramannya, tangannya menutupi wajahnya yang kini mengucurkan darah segar.

​Aruna jatuh tersungkur, terbatuk-batuk mencari udara. Di saat yang sama, langkah kaki berat mendekat. Jenderal Arvand muncul dengan pedang terhunus, diikuti oleh Arel yang wajahnya penuh dengan kecemasan.

​"Barka?" Arvand menatap pemandangan di depannya dengan rasa tidak percaya yang mendalam. Tangan kanannya sedang mencoba membunuh istrinya di depan sel adiknya sendiri.

​"Jenderal... dia... dia yang memulainya!" Barka mencoba memfitnah, tapi suaranya pecah karena rasa sakit.

​Arvand tidak bicara. Ia hanya melihat tangan Aruna yang gemetar dan luka baru di leher istrinya. Ia melangkah maju dan dengan satu pukulan telak dari gagang pedangnya, membuat Barka pingsan seketika.

​Arvand kemudian berbalik menatap Aruna. Ada keraguan dan emosi yang sangat kompleks di matanya. Ia tidak segera membantu Aruna berdiri, tapi ia memerintahkan prajurit lain untuk membawa Selina dan Barka ke menara pengasingan.

​Arel berlari mendekati Aruna. Ia tidak memeluknya, tapi ia berdiri sangat dekat, menutupi tubuh Aruna yang gemetar dari pandangan prajurit lain.

​"Kau... kau sangat berisik," gumam Arel pelan, meski tangannya diam-diam mencengkeram ujung jubah Aruna.

​Aruna tersenyum lemah. "Setidaknya... aku masih hidup."

​Namun, kemenangan itu terasa sangat singkat. Aruna merasakan sensasi dingin yang mendadak menyerang jantungnya. Body degradation mencapai titik puncaknya karena ia memaksakan diri bergerak dalam kondisi kritis.

​Darah mulai keluar dari hidung dan telinganya. Aruna jatuh ke depan, tepat ke arah Arvand yang dengan sigap menangkapnya.

​"Ratri! Jangan tutup matamu!" Suara Arvand yang biasanya dingin kini terdengar sangat panik.

​Aruna ingin menjawab, tapi mulutnya hanya mengeluarkan busa bercampur darah. Sistem di depan matanya berubah menjadi warna hitam pekat.

​Sistem Peringatan: Gagal jantung terdeteksi. Proses reinkarnasi tidak stabil.

Pesan Terakhir: Seseorang telah menukar obat pemulihanmu dengan racun lain.

​Aruna melihat bayangan seseorang berdiri di ujung lorong penjara, tersenyum tipis sebelum menghilang di balik kegelapan. Itu bukan Selina, bukan Barka, dan bukan Kaelan.

​Dunia Aruna perlahan menjadi sunyi. Satu-satunya hal yang ia rasakan sebelum kehilangan kesadaran adalah genggaman tangan kecil Arel yang sangat erat, seolah anak itu tidak ingin ia pergi lagi.

​Siapakah sosok ketiga yang menginginkan kematian Aruna lebih dari siapa pun? Dan mampukah Arvand menemukan penawar racun sebelum jiwa Aruna benar-benar terlempar keluar dari tubuh Lady Ratri?

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
apakah ini berry atau yg mulia summer /Facepalm//Facepalm/
Linda pransiska manalu: hhhhhhh
total 3 replies
vj'z tri
hadeuhhhh gak bisa liat orang senyum dikit ni mahluk 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ semoga bisa bersama kalian
Erchapram
LUAR BIAS!
Travel Diaryska
utk yg suka cerita intens perang ya mgkn bagus aja ceritanya.
tp kalo ak sih kurang sama cerita yg dr awal sampe akhir intens kaya gini. bukannya seru dan penasaran, malah kesel dr awal sampe akhir. maaf ya author kesabaranku setipis tissu bagi 4. semangat terus 👍🏻
Travel Diaryska
mc nya ga OP, sistemnya cuma jd notif doang, ga kasih hadiah obat bagus apa gitu biar mc fit. ga ada waktu buat mc heal dlu.
vj'z tri
kelennnnn lahhhh pokoke oyeeee🎉🎉🎉🎉
Erchapram
Sudah bab 18, teman-teman yang sudah baca tapi belum lanjut. Diharap segera melanjutkan karena sebentar lagi akan masuk bab 20.

Mohon bantuannya, supaya Novel ini lolos bab terbaik.

Terima kasih.
XZR-1ERLAND
Sungguh plotwits nyaa
vj'z tri
hadeuhhh olah raga jantung terus ini /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
vj'z tri
OMG pilihan apa lagi ini/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ kasihan jendral
vj'z tri
eeedodoeeee wes keracunan masih tenggak racun lagi /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
XZR-1ERLAND
duh thorr gw gak sabar liat ending nya , semoga happy ending ya thorrr, semangat trs thorr 💪
XZR-1ERLAND: iya kak Sama-sama, kakak juga jgn lupa mampir baca novel ku ya,btw aku masih jadi athour pemula, mohon dukungannya, kritik atau saran Kakak 👍
total 2 replies
vj'z tri
tahan diset loh ngobrol nya mau meledak ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
oalahhhh ini biang Lala nya ternyata 🤧🤧🤧
vj'z tri: sabarrrrr tunggu up /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ siapa lagi itulah sabar sabar
vj'z tri
kerennnnn 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
sabar sabar tunggu kelanjutan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
bener bener ni ya kelakuan pangeran kaleng /Shame//Shame//Shame//Shame/
vj'z tri
benar benar konspirasi /Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!