NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Gila Di Alam Kiamat

Transmigrasi Gadis Gila Di Alam Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Hari Kiamat / Fantasi Timur
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[kiamat + ruang dimensi + wanita tangguh]
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.

Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?

kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pangkalan militer

Ia muncul di atap gedung tertinggi yang menghadap langsung ke pangkalan. Sebuah gedung perkantoran 6 lantai yang setengah runtuh, tapi posisinya sempurna untuk mengintai. Di bawahnya, kompleks militer yang luas terbentang barak-barak besar, tenda-tenda darurat, kendaraan lapis baja berjejer, dan puluhan penyintas berlalu lalang dengan berbagai aktivitas.

Tembok tinggi mengelilingi seluruh area, dengan menara pengawas di setiap sudut dilengkapi lampu sorot dan senapan mesin. Gerbang utama dijaga ketat oleh pria-pria berseragam. Beberapa kendaraan patroli keluar-masuk.

Lin Yan duduk di ujung pembatas gedung lantai 6, kakinya menjuntai ke bawah dengan santai. Ia mengeluarkan rokok baru, menyalakannya, dan mulai mengamati.

Dari ketinggian, ia bisa melihat beberapa orang sedang berlatih di lapangan terbuka. Ada yang mengendalikan tanah—membuat dinding kecil, lalu meruntuhkannya dengan konsentrasi. Ada yang mengendalikan air—membentuk bola air di telapak tangan, tapi bolanya pecah. Ada yang berlari super cepat—meski hanya beberapa langkah, lalu terjatuh.

"Mereka masih level 1 semua," gumam Lin Yan, matanya jeli menganalisis. "Latihan dasar. Belum bisa mengendalikan kekuatan dengan baik."

【Wajar. Mereka baru sadar punya kekuatan beberapa bulan. Tidak seperti kau yang sudah 30 tahun latihan di simulasi, curang banget ngechet.】

"Kecuali..." Mata Lin Yan tertuju pada satu sosok di tengah lapangan.

Gu Beichuan, dengan seragam hitamnya yang rapi, sedang berdiri tegap di depan target latihan. Di tangannya, petir biru menyala bukan percikan kecil, tapi gumpalan listrik padat yang berdenyut kuat, berkilauan di siang hari. Ia melepaskannya ke target latihan, dan target itu hancur berkeping-keping dalam sekejap, menyisakan abu.

【Level 3. Cukup kuat untuk standar manusia biasa. Dia sudah bisa mengendalikan petir dengan baik.】

"Tapi masih lemah di mataku." Lin Yan mengisap rokok. "Petirnya masih kasar, belum bisa dibentuk. Butuh latihan 2-3 tahun lagi atau di situasi hidup dan mati."

【Kau kan pengguna Reality Warper. Jangan bandingkan. Kau sudah level dewa.】

"Tapi lumayan untuk standar protagonis." Lin Yan mengamati lebih jauh. Di sekitar Gu Beichuan, beberapa orang lain ikut berlatih.

Hu Feng si playboy sedang mencoba kekuatan angin ia membuat pusaran kecil di telapak tangan, tapi anginnya tidak terkendali, menerbangkan rambutnya sendiri. Wang Lei berlatih fisik, memukul karung pasir dengan kekuatan super setiap pukulan membuat karung jebol. Chen Jie duduk di pinggir lapangan dengan mata terpejam, mungkin berlatih telepati.

【Mereka semua level 2. Hanya Gu Beichuan yang level 3.】

"Sepertinya begitu." Lin Yan tersenyum kecil. "Kita sudah sering melihat protagonis prianya. Apakah sebentar lagi aku akan menjadi protagonis wanitanya? Atau aku bertemu protagonis wanitanya, hm yang mana satu yeah"

Ia terkekeh sambil mengisap rokok, menghembuskan asap membentuk lingkaran sempurna.

【Mimpimu terlalu tinggi. Beberapa hari lagi dia akan menemukan protagonis wanita saat mencari perbekalan di kota timur. Protagonis wanita itu Lin Yuxi punya kemampuan ruang yang cukup besar, jadi dia akan dibawa ke pangkalan.】

"Oh, yang bisa nyimpen barang kayak gudang berjalan?" Lin Yan mengingat-ingat. "Di novel asli, dia ketemu Gu Beichuan saat dikejar zombie, lalu Gu Beichuan menyelamatkannya. Terus dia jatuh cinta pada pandangan pertama?"

【Sepertinya tidak. Awalnya protagonis wanita menyukai protagonis pria dan mencoba mendekatinya, tapi tidak membuahkan hasil. Gu Beichuan terlalu fokus pada tugas, cuek bebek. Lalu setelah dekat dengan antagonis pria Huo Lingfeng yang sudah menyukainya dari masa kecil, protagonis wanita itu langsung menyerahkan hatinya, sebenarnya masih ada kelanjutannya.】

"Ooh, aku tahu kelanjutannya." Mata Lin Yan berbinar, seperti anak kecil yang tahu akhir cerita. "Pasti protagonis pria menyadari bahwa dia mencintai protagonis wanita setelah melihatnya bersama orang lain, lalu keadaannya berbalik. Antagonis tidak terima, membuat tim sendiri untuk mencelakakan protagonis pria, tapi alhasil mereka sendiri yang mati. Benar, kan?"

【Bingo! Kamu tepat sekali. Mereka berdua dapat halo protagonis, jadi selalu selamat. Drama cinta segitiga klasik.】

"Wow, mereka pakai cheat." Lin Yan terkekeh. "Beruntung banget."

【Tidak sadarkah kamu juga pakai cheat? Reality Warper, sistem, kastil megah, adik tampan itu semua cheat. Hanya saja kamu pemalas dan tidak bekerja.】

Lin Yan tertawa kecil, menghembuskan asap. "Tidak ingatkah kau bahwa aku seorang pasien sakit jiwa? Sebelum transmigrasi ke sini, aku selalu hidup damai dan bermalas-malasan di RSJ. Kebiasaan itu terbawa."

【Baiklah, baiklah. Terserah padamu, gadis pemalas.】

Lin Yan tersenyum kecil, matanya kembali mengamati pangkalan. Ia melihat Hu Feng yang sedang menggoda beberapa gadis penyintas di dekat tenda logistik, membuat mereka tertawa. Wang Lei sibuk memindahkan kotak-kotak besar dengan kekuatan fisiknya. Chen Jie berbicara dengan beberapa orang di ruang komando sambil menunjuk peta.

Kehidupan di pangkalan teratur, terstruktur. Ada hierarki, ada aturan, ada pembagian tugas. Sangat berbeda dengan kehidupan santai di kastil.

"Seru juga liat mereka," gumam Lin Yan. "Hidup ribet, tapi punya tujuan."

Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu sensasi diawasi. Instingnya yang terasah selama 30 tahun simulasi langsung aktif. Ia mendongak.

Di atas, sebuah drone kecil melayang, kamera merahnya mengarah tepat padanya. Drone militer, dengan lambang pangkalan di badannya.

Di markas pangkalan, ruang pemantauan.

Hu Feng sedang duduk di kursi setelah selesai menggoda beberapa gadis, setengah malas memantau layar-layar CCTV. Tugas ini membosankan hanya melihat tembok dan pintu gerbang sepanjang hari. Tiba-tiba, salah satu layar menangkap sesuatu yang aneh.

Di layar drone yang sedang berpatroli di perimeter, tampak sosok bertudung hitam duduk di ujung pembatas gedung lantai 6, kaki menjuntai santai, asap mengepul dari wajah yang tertutup bayangan. Hanya mata merah yang terlihat tajam, dingin, menatap drone.

Hu Feng menegang, rokok di mulutnya hampir jatuh. "Wah, ada apa nih?!"

Ia cepat-cepat memutar gambar, memperbesar. Sosok itu jelas jaket hitam dengan logo mencolok, tudung menutupi kepala, dan rokok di tangan. Gaya duduknya santai, seperti sedang menikmati pemandangan, bukan mengintai.

"Komandan! Cepat lihat!" teriak Hu Feng.

Gu Beichuan yang sedang briefing dengan Chen Jie langsung berjalan cepat ke ruang pemantauan. Wang Lei dan beberapa prajurit ikut penasaran.

Gu Beichuan menatap layar. Seketika, ia teringat sesuatu. Mata merah itu... gaya duduk itu... rokok itu... Ia sudah melihatnya dua kali di rumah sakit dan di tambang. Orang misterius yang memberi informasi zombie, yang menciptakan kehancuran di area tambang.

"Orang itu..." gumamnya.

Di layar, sosok itu menatap drone dengan ekspresi datar meski wajahnya tak terlihat, tatapan matanya cukup berbicara. Perlahan, ia menghembuskan asap. Asap itu membentuk lingkaran sempurna di udara dingin, seperti sengaja, seperti tantangan.

Lalu, dalam sekejap, sosok itu menghilang.

Layar hanya menunjukkan gedung kosong, dengan bekas asap yang masih mengepul tipis.

Hu Feng hampir jatuh dari kursi. "HILANG! Dia menghilang begitu saja! Teleportasi?!"

Gu Beichuan diam, matanya menyipit. Rahangnya mengeras. "Dia... orang yang sama. Yang empat bulan lalu memberi informasi tentang zombie di utara. Yang kita temui di rumah sakit dan tambang."

"Komandan yakin?" tanya Wang Lei.

"Mata merah itu. Gaya duduknya. Dan caranya menghilang." Gu Beichuan menghela napas panjang. "Dia bukan manusia biasa. Kekuatannya jauh di atas kita."

Wang Lei yang ikut melihat bergumam, "Dia memantau kita? Apa dia ancaman?"

Gu Beichuan menggeleng, matanya masih tertuju pada layar kosong. "Kalau dia mau serang, sudah dari dulu. Dia punya kesempatan berkali-kali. Mungkin dia hanya... penasaran. Atau iseng."

Hu Feng bersiul pelan, matanya berbinar. "Orang misterius. Keren juga. Aku jadi penasaran. Mau cari tahu lebih lanjut?"

"tidak perlu" Gu Beichuan tegas. "Dia sepertinya bukan tipe yang suka diganggu. Kita sudah lihat sendiri kekuatannya. Biarkan dia. Mungkin suatu hari dia akan datang sendiri kalau butuh sesuatu."

Chen Jie menambahkan, "Dari pola pengintaiannya, dia hanya melihat, tidak mendekat. Mungkin dia hanya ingin tahu perkembangan kita. Tidak ada tanda-tanda permusuhan."

"Tetap tingkatkan kewaspadaan," perintah Gu Beichuan. "Tapi jangan cari masalah dengannya."

Di atap gedung lain, sekitar 2 kilometer dari pangkalan, Lin Yan muncul dengan rokok masih di tangan. Ia terkekeh kecil, geli melihat reaksi mereka.

"Lucu juga lihat mereka panik. Sampai teriak-teriak."

【Kau sengaja bikin mereka penasaran?】

"Biarin. Ini Seru kau tau itu." Lin Yan mengisap rokok terakhir, membuang puntungnya dengan jentikan jari. "Besok kerja bakti lagi. Sekarang pulang. Udah laper."

【Kau ingat besok ada pertemuan dengan Profesor Chen? Hasil penelitian tiga bulan sudah keluar.】

"Iya, ingat. Besok juga." Lin Yan meregangkan tubuh. "Hari ini istirahat dulu. Lumayan capek meski cuma main-main."

Di kastil, sore mulai turun. Lampu-lampu taman otomatis menyala, menerangi bunga mawar hitam dan merah yang bermekaran indah. Suasana damai, kontras dengan dunia luar yang hancur.

Lin Feng sedang berbincang dengan Xiao Li di taman dekat air mancur. Mereka duduk di bangku batu, berbicara tentang sesuatu Xiao Li tersipu, Lin Feng tersenyum ramah sambil sesekali tertawa. Tampak akrab.

Lin Yan muncul di balkon kamarnya, melihat pemandangan itu. Ia tersenyum kecil.

【Adikmu mulai dekat dengan Xiao Li.】

"Iya. Biarkan. Dia butuh teman seusianya."

【Kau tidak cemburu? Biasanya kakak posesif bakal cemburu.】

"Kenapa harus cemburu?" Lin Yan mengeluarkan rokok, menyalakannya. "Dia bahagia. Asalkan Xiao Li tidak merebut adik laki-laki tampanku, dan asalkan dia baik, silakan saja. Lagi pula dia laki-laki tidak mungkin dia menyukai sesama jenisnya"

【Kau memang kakak aneh.】

"Makasih."

Lin Yan mengamati adiknya sebentar. Lin Feng tumbuh jadi pria baik tinggi, tampan, kuat, dan punya hati bersih. Sangat berbeda dengannya yang gila dan dingin. Tapi justru itu yang ia suka. Adiknya adalah cahaya di hidupnya yang gelap.

Ia masuk ke kamar, melepas jaket, dan menjatuhkan diri di ranjang. Hari yang melelahkan meski sebenarnya ia hanya main-main, teleportasi, dan mengintai.

Besok, hasil penelitian tiga bulan akan keluar. Mungkin dunia akan berubah lagi. Tapi untuk saat ini, ia hanya ingin tidur.

Di taman, Lin Feng melambai ke arah balkon yang kosong ia tahu kakaknya sudah pulang. "JIE! MAKAN MALAM! AKU MASAK AYAM GORENG!"

Dari dalam kamar, terdengar suara malas, "IYA! NANTI!"

Lin Feng tertawa, lalu kembali berbincang dengan Xiao Li. Hidup di kastil terus berjalan, damai dan tenang.

Sementara itu, di pangkalan militer, Gu Beichuan masih termenung di ruang komandonya, memikirkan mata merah itu. Siapa sebenarnya orang itu? Dari mana datangnya? Dan kenapa ia memantau mereka?

Misteri itu masih tersimpan rapat. Tapi suatu hari, pasti akan terungkap.

1
azka Heebat
double up thorr masih kurang /Sob/
nana
rekomendasi banget untuk peminat cerita kiamat, seru banget pokonya. soalnya si Lin yan ini kayak gila tapi sadar gimana ya dan ceritanya juga gak mudah di tebak, bagus pokoknya 🫶😍
nana
ceritanya bagus banget kak😍😍, maaf ya aku masih akun baru jadi gak bisa kasih gift 😭😭
Ellasama
up lagi dong, yg banyak y kak💪/Determined/
Weeks
thor jangan lupa update yaa 🤭
Weeks
Aku bakal rajin nunggu eps baru nya thor 🤭 semangat thor 💪
Weeks
seru banget cerita ny, wajib baca novel ini masa enggk baca padahal bagus loh 🤭
Ellasama
alurnya still good n selalu semangat buat karya dengan tema seperti ini👍🏻/Determined/
Ellasama
bagus👍🏻
Ellasama
makasih Thor udah up tetap semangat 💪/Determined/
Ellasama
kak kapan update lagi? dah gak sabar ni
Ellasama
semangat up ny jgn patah semangat pembaca setiamu ini akan selalu menanti dan terus mendukung dengan like Koment dan Gift 💪/Determined/
Ellasama
padahal novel ny sebagus ini tp kok gak ada yg baca y?/NosePick/
azka Heebat: iya bagus
total 1 replies
Ellasama
makin penasaran siapa yg jadi pasangan nya si Lin yan/NosePick/
Ellasama
yang s mangat💪
Ellasama
logika lurus yg patut dipertahankan di banyak novel bertema kan akhir dunia/Determined/
Ellasama
lanjut 💪 makin dibaca makin seru gila💪😊
Ellasama
seruu banget, yg belum baca diwajibkan baca seru banget alurnya beda dari kebanyakan novel bertema Apocalypse 💪😘
Ellasama
lanjut thor💪
Ellasama
semangat up ny💪😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!