NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi
Popularitas:256.7k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jualan "hasil tani"

"Gue duluan ya. Mending kalian cepet pergi dari sini, takutnya mereka bawa pasukan lebih banyak," saran Banyu santai.

Tanpa menunggu ucapan terima kasih lebih lanjut, Banyu melambaikan tangan dan berjalan menuju pangkalan taksi Bluebird, meninggalkan Sonia yang masih menatap punggungnya dengan tatapan memuja.

"Tunggu!"

"Banyu! Tunggu bentar!"

Banyu baru berjalan beberapa langkah menuju pangkalan taksi ketika suara cempreng Sonia menghentikannya.

Dia menoleh ke belakang. Pemandangan yang menyambutnya sungguh... menyegarkan.

Sonia berlari kecil mengejarnya. Karena lari terburu-buru, "aset" di dada gadis itu berguncang hebat mengikuti irama langkah kakinya, menciptakan gelombang visual yang membuat mata Banyu sebagai pria normal yang sehat walafiat refleks terkunci selama beberapa detik.

Buset... gempa lokal, batin Banyu, menelan ludah.

Begitu sampai di depan Banyu dengan napas terengah-engah, Sonia langsung menodongkan tangan kecilnya yang putih.

"Sini HP lo!"

Banyu, yang nyawanya belum kumpul sepenuhnya karena masih terbayang guncangan tadi, bertanya dengan tampang plonga-plongo. "Hah? Buat apaan?"

"Minta nomor WA lo lah! Biar gampang kontekan!" Sonia melotot galak, tapi pipinya merona merah. "Kenapa? Nggak mau ngasih?"

Banyu tersadar, lalu tertawa canggung. "Oh... kirain mau malak juga. Ya mau lah. Gue cuma kaget aja cewek cantik minta nomor duluan. Starstruck gue."

"Halah, gombal!" Sonia merebut HP Banyu, mengetikkan nomornya sendiri, lalu melakukan missed call.

Setelah mengembalikan HP itu, dia berkacak pinggang. "Udah gue save. Awas kalau gue chat nggak dibales. Btw, hari ini makasih banget ya. Lo udah nyelametin liburan kita. Sebagai gantinya, kalau lo butuh tour guide di Bandung, gue siap anter. Gratis!"

Mendengar tawaran itu, otak bisnis Banyu langsung jalan. Kebetulan dia buta peta Bandung.

"Hmm, boleh juga tawaran lo," kata Banyu. "Sebenernya gue lagi nyari Toko Obat Herbal China yang paling gede dan paling bonafit di Bandung. Lo tahu nggak?"

"Tahu dong! Gue kan anak gaul Bandung," jawab Sonia bangga. "Emang mau ngapain?"

"Gue mau jual 'Oleh-oleh' khas kampung gue. Barang bumi alias hasil tani," jawab Banyu santai.

"Oke, gampang! Gue anter sekarang!" potong Sonia semangat.

Dia langsung berbalik dan memanggil teman-temannya yang masih bengong di kejauhan. "Woy! Kita ke Jalan Otista dulu ya! Nganter Banyu!"

Teman-temannya, terutama Rina dan Dedi, setuju saja karena merasa berhutang budi. Tapi Kepin? Wajahnya makin masam seperti minum cuka. Dia tidak mau ikut, tapi lebih tidak rela lagi membiarkan Sonia berduaan dengan Banyu. Jadi dengan berat hati dan gengsi setinggi langit, dia ikut mengekor.

---

Setengah jam kemudian.

Rombongan itu tiba di depan sebuah bangunan tua bergaya art-deco di Jalan Otista. Papan namanya besar dengan huruf emas dan aksara Mandarin: SUMBER WARAS (TONG REN TANG).

Ini adalah cabang lokal dari jaringan toko obat legendaris. Begitu masuk, aroma jamu godok, ginseng, dan kayu manis langsung menyergap hidung. Suasana di dalam sangat hening dan berkelas, membuat Rina dan Dedi refleks memelankan suara mereka.

Kepin, yang dari tadi diam menahan dengki, akhirnya tidak tahan untuk menyindir. Dia melihat tas selempang Banyu yang kecil dan kucel.

"Bro," bisik Kepin dengan nada meremehkan yang cukup keras. "Lo yakin mau jual 'oleh-oleh' di sini? Ini toko high-end lho. Mereka nggak nerima singkong atau kerupuk kampung. Malu-maluin kita aja nanti."

Dalam pikiran sempit Kepin, "hasil tani" yang dimaksud Banyu paling cuma akar alang-alang atau jamur kayu biasa yang harganya recehan.

Banyu sama sekali tidak menggubris Kepin. Dia berjalan lurus menuju etalase kaca tempat seorang pegawai berseragam rapi sedang berdiri.

"Siang, Mas. Saya mau jual barang. Bisa tolong dicek?" Banyu meletakkan satu kotak kayu di atas meja kaca.

Pegawai itu menatap kotak kayu polos itu dengan skeptis. "Barang apa ya, Pak? Kami selektif menerima barang."

"Cek aja dulu," kata Banyu singkat sambil membuka tutup kotaknya.

Pegawai itu melongok sedikit. Begitu melihat isinya, matanya langsung membelalak. Ekspresi bosan di wajahnya lenyap seketika, digantikan kepanikan profesional.

"Tu-tunggu sebentar, Pak! Jangan kemana-mana! Saya panggil Manajer dulu!"

Pegawai itu setengah berlari menuju pintu belakang.

Melihat reaksi heboh pegawai itu, Sonia dan teman-temannya penasaran dan mengerumuni Banyu.

"Apaan sih, Nyu? Kok dia kayak liat hantu?" tanya Sonia sambil mengintip ke dalam kotak.

Di dalam kotak itu, terbaring sebatang akar tanaman yang bentuknya mirip manusia kecil, berwarna kekuningan, dengan akar serabut yang rumit.

"Yah... kirain apaan," celetuk Kepin sambil tertawa sinis. "Cuma akar kering kerempeng gini? Ini mah lebih kecil dari Ginseng Amerika yang biasa gue minum. Paling juga laku seratus ribu."

Sonia melotot pada Kepin. "Lo bisa diem nggak sih, Vin? Berisik banget dari tadi!"

Belum sempat Kepin membalas, seorang pria paruh baya dengan kepala agak botak dan kacamata tebal muncul tergesa-gesa dari ruang belakang. Dia adalah Koh Ah Meng, Manajer Senior toko itu.

"Siapa? Siapa yang bawa barang?" tanya Koh Ah Meng dengan napas memburu.

"Saya, Koh," jawab Banyu tenang.

Koh Ah Meng segera memakai sarung tangan kain putih, lalu dengan hati-hati seperti memegang bayi baru lahir mengangkat ginseng itu dari kotaknya. Dia mengeluarkan kaca pembesar, meneliti setiap guratan, setiap akar serabut, dan mencium aromanya.

Suasana hening tegang.

Setelah dua menit yang terasa sangat lama, Koh Ah Meng meletakkan kembali ginseng itu dengan tangan gemetar. Dia menatap Banyu dengan pandangan hormat yang luar biasa.

"Anak muda... ini barang super. Ginseng Liar, usia minimal 30 tahun. Pengeringan sempurna. Energi Qi-nya masih kuat sekali."

Koh Ah Meng menelan ludah, lalu melanjutkan dengan suara tegas.

"Kalau kamu niat lepas hari ini... Toko kami berani bayar Dua Ratus Juta Rupiah."

*Hening.*

Rahang Kepin jatuh sampai ke lantai. Matanya melotot seperti mau keluar dari rongganya.

"Dua... dua ratus... juta?" gumam Kepin gagap. Wajahnya yang tadi penuh ejekan kini pucat pasi, lalu berubah merah padam karena malu yang amat sangat.

Rina dan Dedi mematung. Sonia menutup mulutnya dengan tangan saking kagetnya.

"Gila..." desis Sonia. "Itu akar... seharga mobil Brio baru?!"

Banyu tersenyum tipis, melirik Kepin sekilas dengan tatapan 'Gimana? Enak ditampar duit?', lalu kembali menatap Koh Ah Meng.

"Dua ratus juta ya? Hmm..." Banyu pura-pura berpikir, padahal dalam hati dia sedang pesta pora. Gila! Naik dua kali lipat dari harga Jakarta! Bener kan feeling gue!

"Oke, Koh. Deal. Tapi saya punya tiga batang. Semuanya kualitas sama," kata Banyu sambil mengeluarkan dua kotak lagi dari tasnya.

Gedebuk.

Sepertinya Kepin baru saja pingsan berdiri.

1
Was pray
beli lahan nyu udah punya modal Gedhe masak puas cuma nyewa terus .. peningkatan lah...kalau nyewa rentan dipermainkan sama pemilik lahan, predikat petani sultan kok gak punya lahan sendiri, mobil juga gak punya , apa gunanya punya duit banyak kalau lahan ngrental , mobil juga ngrental.... lucu deh... 🤣🤣
Naga Hitam
kapan banyu bisa nyetir...
sitanggang
mcnya kok goblok yaa
Jujun Adnin
up
Was pray
bos sultan kok hobinya nebeng .. komedi deh, buayapZ punya uang banyak mau bepergian aja ribet nyari Tebengan... 🤣
KETUA SEKTE
Picky Eater: Makan Pilih2
Was pray
katanya sultan motor aja gak punya... bantu tu sultan dalam dunia komedi .
Rizky Rizkun Karim Rizky
mampus lu jing....🤣🤣🤣
Jujun Adnin
ok
asammanis
thanks thor seru banget ceritanya 👍👍👍
Tio Kusuma
jossssss
Tio Kusuma
mantepppp....lanjut thor
muchamat efendi
banyu2 ngakak tingkahnya, 🤣🤣🤣🤭
muchamat efendi
wkwkwk🤭🤣
asammanis
jackpot 🤣
asammanis
umpan lambung yg sangat cantik dari bang anton🤣🤣
Rizky Rizkun Karim Rizky
ini bagus sih menrt ku...tetep semangat Thor....request dong bikin cerita tentang pemancing pake sistem gitu...😁
Rizky Rizkun Karim Rizky
emak2 emang sadis klo soal tawar menawar..🤣🤣
Rizky Rizkun Karim Rizky
kereeeeen thor.....hidup petani perkasa...💪💪💪
Simba Berry
sultan duit miliaran usaha banyak kok kemana mana naik ojek dan taksi.kalau emang belum bisa nyetir ya pake sopir pribadilah.gitu aja repot🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!