NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Bayangan Yang mengintai

Malam masih menyelimuti desa kecil itu ketika angin dingin berhembus pelan dari arah hutan tua. Tidak ada yang berubah di permukaan—rumah-rumah tetap sunyi, jalan tanah tetap kosong, dan kehidupan manusia tampak berjalan seperti biasa. Namun jauh di balik ketenangan itu, sesuatu sedang mengawasi.

Di batas hutan yang gelap, di antara pepohonan besar yang menjulang tinggi, sesosok bayangan berdiri diam tanpa suara. Matanya menyala redup di balik kegelapan, mengarah lurus ke desa yang terlihat kecil dari kejauhan.

Raja Serigala.

Tubuhnya tersembunyi di balik bayangan, namun auranya terasa berat dan liar. Tidak seperti Edward yang tenang dan terkendali, keberadaan makhluk ini membawa tekanan yang kasar, seperti badai yang tertahan sebelum menghancurkan segalanya.

Ia tidak bergerak.

Hanya mengamati.

Sudah beberapa malam ia berada di sana, memperhatikan desa itu dari kejauhan. Setiap pergerakan, setiap cahaya, setiap perubahan kecil tidak luput dari pengamatannya.

Dan malam itu… ia akhirnya memahami sesuatu.

Tatapannya menyempit sedikit.

“Jadi kau sudah bergerak lebih dulu…”

gumamnya pelan, suaranya berat dan dalam.

Ia bisa merasakannya.

Aura yang menyelimuti desa itu.

Sebuah lapisan kekuatan yang sangat halus, hampir tidak terlihat, namun cukup kuat untuk dirasakan oleh makhluk seperti dirinya.

Segel.

Segel yang tidak biasa.

Bukan segel yang dibuat oleh manusia.

Melainkan sesuatu yang jauh lebih tua.

Lebih kuat.

Lebih… pribadi.

Raja Serigala mengangkat tangannya perlahan, seolah mencoba menyentuh sesuatu yang tidak terlihat di udara. Ujung jarinya berhenti beberapa senti sebelum batas hutan.

Lalu—

“Menarik…” Ia menarik tangannya kembali.

Ada sedikit tekanan bukan sesuatu yang menyakitkan namun cukup untuk menunjukkan satu hal yang jelas desa itu telah dilindungi.

Dan hanya ada satu makhluk di dunia ini yang mampu membuat segel seperti itu dengan kekuatan sebesar itu.

Edward.

Raja Vampir itu tidak hanya datang Ia telah mengambil langkah lebih jauh.Ia melindungi.

Itu berarti satu hal.

“Dia benar-benar ada di sana…”

Tatapan Raja Serigala berubah Lebih tajam Lebih dingin.

Ia tidak perlu melihat langsung untuk mengetahui siapa yang dilindungi oleh segel itu Kalung berlian hijau aura darah suci.

Dan sekarang… segel dari Raja Vampir sendiri Semua petunjuk itu mengarah pada satu jawaban.

Ratu Vampir.

Atau lebih tepatnya…reinkarnasinya.

Raja Serigala tersenyum tipis Namun senyum itu tidak membawa kehangatan.

Melainkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

“Setelah sekian lama… akhirnya aku menemukanmu.”

Angin malam berhembus lebih kencang, membuat daun-daun di sekitar hutan bergesekan dan menghasilkan suara halus yang memecah kesunyian.

Namun ia tetap diam tidak terburu-buru Tidak gegabah telah menunggu sangat lama.

Beberapa hari… atau bahkan beberapa tahun lagi bukanlah masalah baginya.

Namun satu hal yang tidak ia sukai…adalah kenyataan bahwa Edward sudah berada di sana lebih dulu Itu berarti situasinya tidak lagi sederhana Ia tidak bisa langsung masuk dan mengambil apa yang ia inginkan.

Bukan tanpa perhitungan Ia melangkah perlahan ke samping, bergerak di antara pepohonan tanpa suara. Setiap langkahnya ringan namun penuh kekuatan, seperti predator yang menguasai wilayahnya.

Tatapannya tidak pernah lepas dari desa itu Ia memperhatikan setiap detail.Pola kehidupan manusia letak rumah jarak antara satu tempat ke tempat lain dan yang paling penting…jalur keluar masuk.

“Segel ini tidak sempurna…”gumamnya pelan.

Meskipun kuat, segel itu tetap memiliki batas.

Itu bukan benteng yang tidak bisa ditembus.

Hanya… tidak bisa dimasuki secara langsung.

Raja Serigala berhenti di sebuah titik yang sedikit lebih tinggi dari tanah sekitar. Dari sana, ia bisa melihat desa dengan lebih jelas.

Lampu-lampu rumah mulai padam satu per satu manusia tidur tidak sadar.

Tidak tahu bahwa mereka berada di tengah permainan dua makhluk yang telah hidup jauh lebih lama dari sejarah mereka.

“Kalau aku tidak bisa masuk…”

Ia menunduk sedikit, berpikir.

“Berarti aku harus membuat mereka keluar.”

Senyum tipis kembali muncul di wajahnya.

Rencana mulai terbentuk.Ia tidak perlu menghancurkan segel itu.

Ia hanya perlu… memancing targetnya keluar dari perlindungan.

Dan manusia… sangat mudah dipancing.

Terutama manusia yang memiliki hubungan.

Keluarga Perasaan kelemahan Ia mengangkat kepalanya kembali, menatap ke arah desa dengan tatapan yang lebih fokus.

“Gadis itu tidak hidup sendiri…”

Ia sudah mengamati cukup lama untuk mengetahui itu.

Ia melihatnya.

Alana.

Berjalan di desa.

Berbicara dengan orang-orang.

Tertawa kecil.

Hidup sebagai manusia biasa.

Dan di sekelilingnya…

ada orang-orang yang ia sayangi.

Itu cukup.

Lebih dari cukup.

“Jika aku menyentuh mereka…”

Ia berhenti sejenak.

Membayangkan kemungkinan yang ada.

“…dia pasti akan keluar.”

Namun ia tidak langsung bertindak.

Ia bukan makhluk bodoh yang hanya mengandalkan kekuatan.

Ia telah hidup terlalu lama untuk membuat kesalahan seperti itu.

Terlebih lagi…

Edward ada di sana.

Itu berarti setiap langkah harus diperhitungkan.

Setiap gerakan harus tepat.

Ia menutup matanya sejenak.

Merasakan udara.

Merasakan tanah.

Merasakan sisa-sisa energi yang tertinggal di sekitar desa.

Dan di antara semua itu…

ia menemukan sesuatu yang menarik.

Jejak.

Sangat samar.

Namun ada.

Jejak kekuatan vampir yang berbeda dari Edward.

Lebih lemah.

Namun masih jelas.

Matanya terbuka perlahan.

“Jadi bukan hanya dia…” gumamnya pelan.

Itu berarti ada kemungkinan lain Pion atau mungkin…jalan masuk.

Senyum di wajahnya kali ini sedikit lebih lebar.

“Menarik sekali.”

Ia mulai berjalan menjauh dari batas desa, kembali masuk lebih dalam ke hutan. Langkahnya tetap tenang, namun pikirannya bergerak cepat menyusun rencana.

Ia tidak akan menyerang malam ini tidak besok namun itu tidak berarti ia akan diam Ia akan mengamati mencari celah dan ketika saatnya tiba…ia akan bergerak dengan cara yang tidak bisa dihentikan.

Beberapa saat kemudian, tubuhnya berhenti di tengah hutan yang lebih gelap dan lebih dalam. Tempat di mana cahaya hampir tidak bisa menembus.

Ia berdiri diam, lalu berbicara tanpa menoleh.

“Kau melihatnya, bukan?”

Suasana hening.

Namun beberapa detik kemudian, bayangan lain muncul dari balik pepohonan.

Lebih kecil.Lebih ringan namun tetap membawa aura yang tidak biasa.

Seseorang berlutut di belakangnya.

“Ya, Yang Mulia.”

Suara itu rendah.

Penuh hormat.

Raja Serigala tidak menoleh.

“Apa yang kau rasakan?”

“Segel… sangat kuat.”

“Dan Raja Vampir benar-benar ada di sana.”

Raja Serigala mengangguk pelan.

“Bagus. Berarti kita tidak salah arah.”

Ia akhirnya berbalik sedikit, cukup untuk memperlihatkan sebagian wajahnya yang dingin.

“Siapkan yang lain.”

Bayangan itu menunduk lebih dalam.

“Perintah apa yang harus kami jalankan?”

Raja Serigala menatap ke arah desa sekali lagi dari kejauhan.

Tatapannya penuh perhitungan.

“Kita tidak akan menyerang.”

Bayangan itu sedikit terkejut, namun tetap diam.

“Kita akan… menunggu.”

Ia melanjutkan dengan nada yang lebih rendah,

“Dan membuat mereka keluar dari sarangnya.”

Angin kembali berhembus, kali ini lebih kuat Pepohonan bergoyang pelan Malam terasa lebih dingin.

“Mulai dari pinggiran desa.”

“Amati manusia-manusia yang dekat dengannya.”

“Cari yang paling lemah.”

Perintah itu sederhana Namun maknanya sangat jelas.

Bayangan itu mengangguk.

“Baik.”

Namun sebelum ia menghilang, Raja Serigala kembali berkata,

“Jangan sampai Raja Vampir menyadarinya.”

“Untuk sekarang… kita hanya bayangan.”

“Bukan ancaman.”

Bayangan itu menjawab pelan,

“Dimengerti.”

Dalam sekejap, ia menghilang ke dalam kegelapan.

Raja Serigala kembali berdiri sendirian Namun kali ini…ia tidak hanya mengamati Ia sudah mulai bergerak perlahan Diam-diam.

Mematikan tatapannya kembali tertuju ke arah desa ke arah tempat di mana targetnya berada.

“Edward…” gumamnya pelan.

Nada suaranya tidak marah tidak juga terburu-buru Namun penuh dengan sesuatu yang jauh lebih berbahaya keyakinan.

“Kali ini… aku tidak akan kalah.”

Ia mengingat pertempuran di masa lalu.Pertarungan yang berakhir tanpa kematian tanpa pemenang yang jelas namun itu sudah lama sekarang situasinya berbeda sekarang…ia memiliki tujuan yang lebih besar.

Dan ia tidak akan membiarkan siapa pun menghalanginya.

Terutama…

Raja Vampir.

Malam terus berjalan Desa tetap tertidur dalam ketenangan yang palsu.

Tidak ada yang tahu bahwa di luar sana…di balik hutan yang gelap…sebuah rencana sedang disusun rencana yang perlahan akan menyeret mereka semua ke dalam sesuatu yang tidak bisa mereka hindari.

Dan ketika saat itu tiba…tidak akan ada lagi tempat untuk bersembunyi karena bayangan yang mengintai…telah mulai bergerak.

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!