NovelToon NovelToon
Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:192k
Nilai: 5
Nama Author: Byiaaps

“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Benny, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Mendatangi apartemen tempat tinggal kembar, Khale tak dapat menyembunyikan raut wajahnya yang ingin bicara empat mata dengan mantan istrinya itu.

“Syafira!” panggilnya dengan nada tinggi.

“Om, sudah pulang ya?” Khayra datang menghampirinya dan langsung memeluknya.

Melepas rindu, Khale memeluk sekian detik anak perempuannya itu. Rasanya lega sekali. Seakan seluruh penat mereda perlahan.

“Khanza sedang tidur ya?” tanya Khale membelai lembut poni Khayra selepas memeluknya.

Mengangguk, Khayra dengan manja mengatakan kerinduannya karena Khale tak tampak beberapa hari ini.

Meminta maaf, Khale mengaku sedang ada pekerjaan di luar kota dan dia berjanji akan segera mengajak kembar bermai di playground.

“Sayang, bunda mana?” Khale ingin segera menemui mantan istrinya itu.

Khale pun bergegas menuju kamar Syafira, sesuai arah telunjuk Khayra.

Tanpa mengetuk pintu, Khale masuk ke dalam kamar membuat Syafira yang baru saja mengancingkan dasternya terperanjat.

“Khale! Apa-apaan kamu? Bukan berarti apartemen ini milikmu, kamu berhak memasuki area privasiku!” tegur Syafira.

Tersenyum kecut, Khale langsung memborong kalimat-kalimat protesnya. “Memangnya kenapa kalau aku tak sengaja melihatmu sedang telanj*ng sekalipun? Apa kamu hanya ingin memperlihatkan tubuhmu pada lelaki lain?”

Tak terima dengan ucapan Khale,Syafira mendekat ke arahnya. “Apa maksudmu?”

“Mau sampai kapan kamu selalu mengambil keputusan sendiri semaumu. Sedari dulu kamu tak pernah berubah, apa tak kapok dengan semua yang telah terjadi karena kamu yang selalu memutuskan apa-apa sendiri!” Khale mengeluarkan kemarahannya.

Bunda kembar itu masih tak mengerti apa maksud Khale.

Menunjukkan foto kiriman Putra di ponselnya, Khale mengungkapkan kemarahannya karena ia sudah memberikan cek kepada Putra, tapi Syafira malah mencari jalan sendiri untuk melunasinya, terlebih dengan cara murahan seperti ini.

Melihat foto tersebut, Syafira terdiam mematung, ada rasa trauma dalam dirinya ketika mengingat kejadian itu.

“Aku bahkan tak tahu apa saja yang sudah kamu lakukan dengannya selama ini,” tutur Khale dengan nada kecewa.

Mengambil nafas panjang, Syafira berancang-ancang mengeluarkan kalimat mutiaranya.

Menunjuk Khale, raut wajah bunda kembar itu memerah. “Mau aku berbuat sehina apapun dengannya, tidak akan lebih hina darimu! Kamu yang sudah berzin* dengan pelakor itu! Aku bahkan tak mengurus soal kalian yang sudah berani tidur bersama di kamar kita dulu! Kamu yang tidak punya malu, sudah cerai karena dia, masih juga berhubungan dengannya!”

Kembali menunjukkan ponselnya, Khale memperlihatkan foto saat ia dan Karina tengah dipotret di dalam kamar malam itu.” Maksudnya foto ini? Aku tidak pernah berhubungan bad*n dengannya! Aku memang tak bisa menghindari ciumannya saat itu, tapi aku masih berpegang teguh pada diriku. Tidak akan pernah ada cerita aku melakukan hubugan itu tanpa ikatan pernikahan.”

“Lalu kamu pikir, aku bisa melakukannya pada pria lain tanpa adanya pernikahan? Yang murahan itu mantan kekasihmu itu, bukan aku! Asal kamu tahu, Putra menemuiku di minimarket dan memberikanku penawaran untuk makan malam dengannya agar hutangku lunas, tanpa kamu harus merogoh uangmu sebesar itu. Karena aku masih peduli padamu yang harus mengganti rugi, tentu aku tidak ingin merepotkanmu! 1 Milyar bukan uang yang sedikit, uang itu tak sebanding dengan total yang harus aku kembalikan pada Putra! Tapi dia mengingkarinya!” ujar Syafira meledak-ledak.

Menahan tangisnya, batinnya terguncang ketika kembali menceritakan kejadian hina itu pada Khale, termasuk jebakan Putra. “Untung ada Darma yang menyelamatkanku! Kalau tidak, aku sudah diperk*sa olehnya!”

Terdiam, emosi Putra mereda perlahan. “Kenapa kamu tidak pernah bercerita soal penawarannya? Kenapa kamu selalu mencari solusi sendiri, itu yang membuatku kecewa! Aku tidak pernah keberatan membayar uang itu padanya, demi agar dia tidak mengganggumu lagi.”

Tak ingin kalah, Syafira berganti mengatai Khale yang lebih terbuka pada Karina tentang kabar terkini kebakaran itu, ketimbang pada mantan istrinya sendiri. “Kita memang sudah selesai, ya sudah, jangan protes bila kita urus masalah kita masing-masing. Aku bahkan selalu memikirkan perusahaanmu dan ingin tahu bagaimana perkembangan kasusnya. Tapi aku hanya mendengar sedikit informasi, itu pun dari anak buahmu. Tapi dengan dia, wanita yang sudah membuatmu dipanggil om oleh anak-anakmu sendiri, kamu begitu rajin memberinya informasi. Bahkan kamu tak sekalipun menanyakan tentang kembar yang selalu menanyakanmu setiap hari!”

“Bukannya setelah dari Jogja kamu tak langsung ke rumah atau kantor bahkan ke apartemen menemui anak-anakmu? Tapi kamu ingin menemui mantanmu itu dan anaknya terlebih dulu! Lebih baik saja kamu tak lagi menemui kembar!” Syafira lalu meminta Khale keluar dari kamarnya dan tak menemuinya lagi atau ia akan membawa kembar pergi dari apartemen ini.

“Kita masih perlu bicara, Syaf. Jangan seperti anak kecil,” pinta Khale yang tetap ditolak oleh sang mantan istri.

Sementara itu, Yogi dan anak buahnya yang masih di Jogjakarta atas perintah Khale, terus memantau segala aktivitas yang terjadi di lokasi proyek yang sudah beri garis kuning polisi, mendampingi kasusnya yang sedang diusut.

Saat ia tengah sarapan di salah satu warung nasi sederhana di sekitar lokasi proyek, tak sengaja ia bertemu dengan 2 orang pekerja konstruksi yang salah satunya sedang menyantap sarapan.

“Asing sekali mereka. Apa mungkin mereka pekerja proyek lain? Tapi, tak ada proyek lagi di sekitar sini kecuali milik Pak Khale,” batinnya dalam hati.

Melanjutkan makannya, Yogi tetap fokus pada sekitarnya, hingga ia mendengar percakapan kedua orang pekerja tersebut.

“Setelah ini dapat panggilan ke mana lagi?” tanya pekerja berbaju biru yang sedang menghisap rokok.

Mengangkat pundak, temannya yang sedang makan itu tak tahu dan hanya mengatakan bahwa ia akan memikirkannya nanti setelah honornya cair.

“Enak juga ya, jadi pekerja panggilan begini, dari pada ikut proyek,” lanjut pekerja berbaju biru itu lagi.

...****************...

1
Lisna Wati
lanjut
Feri Setyawati
khale termasuk laki laki bodoh. jadi klop lah dengan Safira. yang laki di cundangi karina. yang perempuan di cundangi putra.
Feri Setyawati
shafira jadi perempuan tidak punya prinsip. gampang di rayu. kelewat tolol sih.
Feri Setyawati
syafirah bodoh. plin plan.
Niza Neza
terlalu muter2 kayak gasingan
Niza Neza
katanya waktu sklh berprestasi dpt biasiswa tp otak di taro lutut. udah tau putra sprt apa tetap di ladenin. disuruh buka hijab di ladenin. itu di ngangkang jg oke x. dasar goblog kelewat
Niza Neza
gampang banget si fira ini di ombang ambingkn hanya dngn sebuah ucapan. katanya anak berprestasi waktu sklh. ...
tp ko.....kenyata'an tak sesuai
Kembarr Kembaarr
ternyata karina ini sosok wanita kranjingan yaaa... dn si khale pria bodoh yg dngn mudah di bohongi oleh si kranjingan
Memyr 67
kalau suami saya modelan khale, saya juga langsung kabur menghilang. nggak mau muncul sekalipun di depannya. apaan? yg jadi istrinya siapa yg jadi prioritas mantan pacar. istri disuruh mengalah ke mantan pacar? lupakan
ayu cantik
suka
Memyr 67
𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖽𝗂 𝗋𝖾𝗌𝗍𝗈𝗋𝖺𝗇 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅. 𝗌𝗅𝖾𝗌𝖺𝗂 𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗌𝗒𝖺𝖿𝗂𝗋𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗉𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗄𝖺𝗆𝖺𝗋 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖽𝗂𝗉𝗋𝖾𝗍𝖾𝗅𝗂
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗒𝖺? 𝗌𝗒𝖺𝖿𝗂𝗋𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝗂𝖺 𝗆𝖺𝗆𝗉𝗎 𝖻𝖾𝗋𝗄𝗈𝗋𝖻𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝖺𝗀𝖺𝗋 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝗄𝖾𝗍𝗂𝗄𝖺 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝖾𝗆𝗂𝗅𝗂𝗁 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀𝗀𝖺𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝖾𝗆𝗂 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝗁𝖺𝗀𝗂𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗂𝗇? 𝗄𝗁𝖺𝗅𝖾 𝗌𝖾𝗇𝖽𝗂𝗋𝗂 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗌 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝗍𝖺𝗇 𝗉𝖺𝖼𝖺𝗋𝗇𝗒𝖺. 𝗍𝗂𝖺𝗉 𝗄𝖺𝗅𝗂 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗅𝖾𝗉𝗈𝗇, 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗌𝗎𝗇𝗀 𝗆𝗅𝗎𝗇𝖼𝗎𝗋. 𝗌𝖾𝗈𝗅𝖺𝗁 𝗉𝗋𝗂𝗈𝗋𝗂𝗍𝖺𝗌 𝗁𝗂𝖿𝗎𝗉𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗇𝗍𝖺𝗇 𝗉𝖺𝖼𝖺𝗋 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝗍𝖺𝗇 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗆𝖾𝗉𝖾𝗍 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝗍𝖺𝗇 𝗉𝖺𝖼𝖺𝗋 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗅𝗈𝗀𝗂𝗄𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖾𝗋𝗋𝗈𝗋
Memyr 67
𝗄𝗁𝖺𝗒𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗄𝗁𝖺𝗅𝖾? 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈
Dede Bleher
Thor hebaat.
bikin peran utama tangguh
Dede Bleher
pergilah sebelum tambah sakit!
Rosita Tumbelaka
Aq juga akan lakukan hal spt Syafira...
Dara Sari
maaf yaa Thor sedikit koreksi....cerita nya berbelit-belit dan muter muter...kurang penegasan dlm cerita nya Syafira juga lembek...ga ada sifat tegas nya...mohon maaf ya Thor kl dikritik 🙏🙏
Rezi Linda
putra nggak tulus. ..jgn. sampe nikah sm syafira...balikan aja sm khale...khale nggak nikah jg sm karina...jgn di buat berteletele lah critanya 😄
Nina Rochaeny
ehhh..endingnya gmn ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!