Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Di hajar
Braaaaak.
Gadis wajah penuh sayatan itu jatuh melenting ketika sesuatu menabrak dia dari kejauhan dan orang itu tidak lain adalah Kiara bersama dengan Nana, energi yang mereka rasakan dari kejauhan tadi adalah sosok dari gadis berwajah hancur ini sehingga mereka langsung mendatangi tempat gadis itu berada yaitu di dalam kebun pisang milik Yasmin dulu ketika dia masih menjadi hantu gentayangan.
Kalau untuk arwah lain yang ada di desa ini mereka memang sudah sangat hafal dan ini tadi Kiara merasakan sendiri ada yang berbeda sehingga dia penasaran dan langsung mendekat, ketika mendatangi tempat ini maka dia langsung menyadari bahwa ini memang sosok yang berbeda dan sedang mengincar Vera.
Gadis yang baru saja dia temui tadi siang dengan penuh aura kegelapan karena dia memiliki sesuatu yang tak kasat mata dari dalam keluarga dia sendiri, ini bukan sebagai pelindung karena terasa sekali berbeda dan gadis berwajah hancur itu sama sekali tidak ada niat untuk berbaik hati kepada Vera.
Dia datang berulang kali karena ingin menyakiti dan ini bila tidak Kiara mendatangi tempat ini maka dapat di pastikan Vera juga akan celaka dibuat oleh gadis berwajah hancur itu, entah apa yang terjadi namun yang jelas dia pasti menyimpan dendam yang begitu besar terhadap Vera, entah itu dari lama atau baru-baru ini tapi yang jelas dia memang tidak akan pernah tinggal diam.
Sekarang dia juga yang berusaha untuk menghalangi perjalanan Vera dan yang lain untuk menuju rumah Kiara agar bisa mengobati Arum yang sedang sakit, dan sekarang justru dia bertemu secara langsung dengan sosok gadis yang sedang di incar oleh Vera.
Bukan hanya pertemuan biasa saja karena terlihat di sini bahwa Kiara pasti tidak akan pernah sanggup menahan emosi yang ada di dalam diri dia saat ini, terlebih lagi dia sudah menyadari tadi ketika gadis itu memiliki niat jahat untuk menghantui Vera yang sedang ketakutan dan ingin meminta bantuan dari para warga di sekitar sini.
Untung memang Kiara segera datang karena dia merasakan energi tersebut dan sekarang gadis berwajah hancur itu menatap Kiara dengan penuh kebencian, Kiara sendiri masih memperhatikan dengan seksama karena dia ingin mencari tahu bagaimana kematian datang menghampiri gadis itu sehingga ketika menjadi arwah gentayangan dia menyimpan dendam yang begitu besar.
Siapa yang sudah membunuh dia sehingga memiliki dendam terhadap Vera itu sendiri, sudah pasti Vera memilih sangkut paut dengan gadis ini sehingga ketika menjadi arwah gentayangan maka dia menghantui Vera dan yang lain juga untuk menuntut balas apa yang telah terjadi.
"Astaga Untung saja dia datang dan membantu aku." Vera menarik nafas lega.
"Kiara dapat teman dari mana kok seperti bentuk musang seperti ini." Nana memperhatikan Vera dengan seksama.
"Syukurlah dia sudah datang dan mau membantu aku sehingga nanti Arum tidak akan sampai cela." Vera sangat lega karena Kiara sudah ada di hadapan dia saat ini.
"Katakan siapa nama mu!" Kiara membentak keras kepada gadis yang berwajah hancur itu.
"Aku tahu kau adalah anak dari ratu ular tapi itu bukan berarti kau bisa mempertanyakan seluruh iblis yang ada di dunia ini." gadis berwajah hancur membantah keras.
"Aku bertanya sama sekali tidak ada membawa gelar dari orang tua ku, bila kau tidak mau mengaku maka aku pasti akan memberikan siksaan yang mantap untuk dirimu." ancam Kiara.
"Kalau kau tidak mau memberitahu nama mu, aku juga tidak keberatan untuk mencabik tubuh jelek mu itu dengan kuku ku yang cantik ini." Nana mempertunjukan kuku dia yang sudah di cat warna kuning.
"Aih geli sekali aku melihat kuku warna tai seperti itu." Kiara saja sampai geli sendiri.
"Bocah sialan, berani sekali dia menghina kuku yang ini di hadapan iblis lain." Nana menggerutu kesal.
"Kalian semua tidak usah ikut campur karena aku memiliki hubungan sendiri dengan keluarga gadis itu!" gadis berwajah hancur menunjuk Vera.
"Ya aku justru ingin tahu kau memiliki hubungan apa dengan keluarga gadis itu sehingga terus saja menghantui seperti ini." Kiara masih berbicara lembut karena dia ingin mencari tahu.
"Hahhh dasar manusia kepo dan tidak mau mengurus urusan sendiri." gadis berwajah hancur malah memilih untuk bungkam.
Kiara yang mendengar itu semua tentu saja menjadi emosi padahal sejak tadi dia sudah berusaha untuk berbicara baik namun tetap saja justru mengundang emosi yang cukup besar di dalam diri ini ketika pertanyaan dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban, andai saja dia mau memberikan jawaban maka pasti permasalahan akan segera selesai dan tidak akan ada pertengkaran di antara mereka.
Greeeeep.
"Aku bertanya pada dirimu sudah sangat baik, tapi kau malah membuat ulah!" geram Kiara mencekik leher gadis itu.
"Hajar saja, mulut nya kurang ajar sekali sudah di tanya baik!" Nana stay jadi kompor.
"Le...lepaskan!" gadis berwajah hancur berusaha untuk berontak Karena dia sudah kesakitan.
"Kau berpikir aku hanya omong kosong saja ketika akan membuat dirimu musnah!" geram Kiara karena dia bila sudah bertindak maka tidak akan pernah memberi ampun.
Braaaaaaak.
"Hah!" Vera kaget sendiri ketika Kiara membanting tubuh hantu itu.
"Sudah aku tanya dengan baik tapi ternyata kau sangat suka kekerasan seperti ini." Kiara berjalan mendekati gadis itu kembali.
"Hahh, gadis sial ini memiliki kekuatan yang sangat tinggi." gadis berwajah hancur merasakan leher yang seolah ingin hancur lebur.
Taappp.
"Aaaaghh!"
"Siapa nama mu?!" Kiara bertanya sambil menginjak kepala gadis itu.
"Lepaskan aku!" gadis berwajah hancur masih berusaha untuk tetap berontak.
Namun mau sekuat apa dia berusaha untuk melepaskan diri dari pijakan kaki Kiara, maka itu sama sekali tidak ada fungsi sehingga dia tetap saja tidak bisa melarikan diri dan kepala terasa mau pecah akibat kaki Kiara yang masin saja menekan dan menghimpit kepala dia di tanah.
"Nama!" bentak Kiara sangat menggema.
"Alamak, ini Digo kalau melihat sudah pasti akan mundur." Nana saja sampai kaget.
"Takut sekali aku, ya Tuhan dia bisa sangat galak." Vera memegang dada karena kaget juga.
"Aku tidak akan pernah tunduk padamu, kau hanya anak yang tidak tau untung!" bentak gadis berwajah hancur.
Tentu saja emosi Kiara semakin tidak terkendali dan dia merasa gadis berwajah hancur ini seolah ingin menantang dirinya untuk melakukan kekerasan yang lebih parah lagi, tidak akan pernah dia mau melakukan kekerasan bila iblis yang ada di hadapan dia saat ini bisa untuk diajak kerja sama namun ternyata dia malah menolak dan ingin menantang Kiara seperti ini.
Selamat malam Besti, yok like dan komen nya kalian semua ya.
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍
mngkn Nana kucing yg nyamar jadi Siti palsu