NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: ches$¥

melda, seorang wanita muda yang di hantui kematian tragis kakak nya bernama wulan. dan bertekad membalas dendam kepada agung perdana Kusuma putra konglomerat dan pewaris Kusuma grup yang telah menghamili dan menolak bertanggung jawab hingga membuat wulan depresi dan mengakhiri hidupnya. namun ditengah rencana balas dendam yang matang. melda justru terjebak dalam pusaran perasaan yang menguji batas antara cinta dan dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ches$¥, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lingkaran yang mulai mengikat

Pagi di kota itu datang dengan cahaya matahari yang lembut menembus jendela apartemen Alya.

Ia sudah bangun sejak subuh.

Di meja kecil dekat sofa, beberapa dokumen proyek energi dari Kusuma Group masih terbuka. Catatan-catatan kecil memenuhi pinggir halaman, sebagian ditulis cepat dengan tinta biru.

Alya menatap salah satu grafik di laptopnya.

Proyek pembangkit energi yang diajukan Kusuma Group terlihat menguntungkan di atas kertas.

Namun semakin dalam ia mempelajari detailnya, semakin ia merasa proyek ini seperti sebuah papan catur besar.

Bukan sekadar investasi.

Ada pengaruh, jaringan, bahkan kemungkinan perebutan posisi di industri energi yang sedang berkembang.

“Aku tahu kamu pasti belum tidur cukup.”

Suara Raka terdengar dari belakang.

Ia baru keluar dari kamar sambil merapikan rambutnya.

Alya menoleh.

“Aku bangun lebih awal.”

Raka melihat meja yang dipenuhi dokumen.

“Sepertinya kamu benar-benar tenggelam dalam proyek itu.”

Alya menutup laptopnya perlahan.

“Semakin aku mempelajarinya, semakin jelas satu hal.”

Raka menuangkan air minum ke dalam dua gelas.

“Apa itu?”

Alya menerima gelas yang diberikan.

“Proyek ini bukan sekadar kerja sama bisnis.”

Raka mengangkat alis.

“Lalu?”

Alya memandang ke arah jendela.

“Ini langkah strategis.”

Raka tersenyum kecil.

“Akhirnya kamu mulai melihatnya.”

Hari itu kantor Aurora Capital terasa jauh lebih sibuk dari biasanya.

Tim proyek energi sedang mempersiapkan laporan lanjutan untuk Kusuma Group.

Daniel memanggil beberapa staf senior ke ruang rapat kecil.

Alya termasuk salah satunya.

Ketika ia masuk ke ruangan itu, beberapa orang langsung menoleh.

Sebagian dari mereka sudah mulai mengenalnya setelah presentasi sebelumnya.

Daniel berdiri di depan layar proyektor.

“Kita akan mengirimkan analisis awal kepada Kusuma Group hari ini,” katanya.

Ia kemudian menampilkan beberapa grafik baru.

“Namun sebelum itu, aku ingin mendengar pendapat kalian.”

Beberapa manajer memberikan komentar tentang potensi keuntungan proyek tersebut.

Diskusi berlangsung cukup serius.

Lalu Daniel menoleh ke arah Alya.

“Alya?”

Ia sedikit terkejut karena kembali diminta berbicara.

Namun ia tetap berdiri dengan tenang.

“Menurut saya proyek ini sangat menjanjikan.”

Beberapa orang mengangguk.

Namun Alya melanjutkan kalimatnya.

“Namun kita harus berhati-hati dengan struktur pembagian investasi.”

Daniel memperhatikan dengan serius.

“Kenapa?”

Alya menunjuk salah satu grafik di layar.

“Jika kita melihat pola investasi Kusuma Group sebelumnya, mereka cenderung memperluas pengaruh melalui proyek jangka panjang.”

Salah satu manajer senior berkata,

“Itu bukan hal yang aneh dalam bisnis.”

Alya mengangguk.

“Benar. Tetapi dalam proyek ini mereka memberikan ruang yang cukup besar kepada kita.”

Ruangan menjadi sedikit lebih sunyi.

Daniel bertanya,

“Menurutmu apa artinya?”

Alya menjawab dengan tenang.

“Artinya mereka tidak hanya mencari dana.”

Daniel menyilangkan tangannya.

“Lalu?”

Alya berkata pelan,

“Mereka juga mencari sekutu.”

Kalimat itu membuat beberapa orang di ruangan saling berpandangan.

Daniel tersenyum tipis.

“Analisis yang menarik.”

Ia kemudian menutup diskusi itu.

“Baik. Kita akan memasukkan poin itu ke dalam laporan akhir.”

Sementara itu di kantor Kusuma Group, suasana tidak kalah sibuk.

Agung berdiri di dekat jendela ruang kerjanya yang luas.

Dari lantai tinggi gedung itu, seluruh kota terlihat seperti peta besar yang hidup.

Di belakangnya, Bima sedang membaca laporan dari Aurora Capital.

“Analisis mereka cukup tajam,” kata Bima.

Agung tidak langsung menjawab.

Ia masih memandang kota.

“Aurora Capital memang selalu bekerja serius.”

Bima menutup dokumen itu.

“Alya yang menulis sebagian besar analisis ini.”

Agung menoleh sedikit.

“Dia lagi.”

Bima tersenyum.

“Sepertinya analis muda itu cukup berpengaruh dalam tim mereka.”

Agung berjalan kembali ke meja kerjanya.

Ia mengambil laporan itu lalu membaca beberapa bagian.

Beberapa catatan memang terlihat berbeda dari analisis biasa.

Lebih tajam.

Lebih berhati-hati.

Namun Agung tidak merasa terganggu.

Justru sebaliknya.

Ia menghargai orang yang mampu melihat lebih jauh dari permukaan.

“Jika kerja sama ini berjalan, kita akan sering bertemu tim mereka,” kata Bima.

Agung menutup laporan itu.

“Selama proyek berjalan lancar, itu tidak masalah.”

Hari-hari berikutnya berjalan cepat.

Proyek energi itu menjadi topik utama di kantor Aurora Capital.

Alya semakin sering terlibat dalam diskusi penting.

Beberapa staf yang awalnya meragukan kemampuannya mulai berubah sikap.

Bahkan Dina mulai bercanda,

“Sebentar lagi kamu bisa jadi manajer.”

Alya hanya tertawa kecil.

“Masih jauh.”

Namun jauh di dalam hatinya, ia tahu posisinya di perusahaan perlahan berubah.

Ia tidak lagi hanya analis baru.

Namanya mulai dikenal dalam tim proyek besar.

Dan itu membuatnya semakin dekat dengan dunia Kusuma Group.

Suatu sore setelah rapat panjang, Alya keluar dari kantor dengan langkah sedikit lelah.

Langit kota sudah berubah jingga.

Udara sore terasa lebih hangat.

Raka menunggu di mobil seperti biasa.

Ketika Alya masuk, ia langsung bertanya,

“Hari yang panjang?”

Alya mengangguk.

“Rapat hampir tiga jam.”

Raka tersenyum tipis.

“Selamat datang di dunia bisnis besar.”

Mobil mulai bergerak meninggalkan gedung kantor.

Alya bersandar di kursinya.

“Kadang aku merasa semua ini seperti permainan yang sangat besar.”

Raka meliriknya.

“Karena memang begitu.”

Alya memandang jalan di depan.

“Dan kita baru masuk ke bagian kecil dari permainan itu.”

Raka tidak membantah.

Ia tahu perjalanan ini masih panjang.

Namun satu hal yang membuatnya cukup tenang adalah perubahan yang terjadi pada Alya.

Ia tidak lagi hanya bergerak dengan emosi.

Sekarang ia mulai memahami cara kerja dunia yang ia masuki.

Beberapa hari kemudian sebuah kabar baru datang dari Kusuma Group.

Mereka mengundang tim Aurora Capital untuk mengunjungi lokasi proyek energi yang sedang mereka kembangkan.

Undangan itu langsung membuat kantor Aurora Capital kembali sibuk.

Daniel memanggil Alya ke ruangannya.

“Kita akan berangkat tiga hari lagi,” katanya.

Alya sedikit terkejut.

“Langsung ke lokasi proyek?”

Daniel mengangguk.

“Ya. Agung Kusuma ingin kita melihat langsung potensi yang mereka tawarkan.”

Alya memikirkan hal itu.

Perjalanan ini bukan hanya kunjungan biasa.

Melihat proyek langsung berarti mereka akan semakin terlibat dalam kerja sama tersebut.

Daniel berkata lagi,

“Aku ingin kamu ikut.”

Alya mengangguk.

“Baik.”

Ketika ia keluar dari ruangan itu, Dina langsung mendekat.

“Kamu ikut juga?”

Alya mengangguk.

Dina hampir melompat kegirangan.

“Perjalanan bisnis pertama!”

Alya tersenyum kecil.

Namun di dalam hatinya ada perasaan yang lebih rumit.

Perjalanan ini berarti ia akan berada lebih dekat dengan Kusuma Group.

Lebih dekat dengan dunia yang selama ini ia coba pahami.

Malam itu di apartemen, Alya memberitahu Raka tentang rencana perjalanan tersebut.

Raka terlihat berpikir cukup lama.

“Aku tidak menyangka mereka mengundang kalian langsung ke lokasi proyek.”

Alya duduk di sofa.

“Apa menurutmu itu aneh?”

Raka menggeleng.

“Tidak juga.”

Ia menyilangkan tangannya.

“Agung memang tipe orang yang suka menunjukkan rencananya secara langsung.”

Alya memandang jendela.

Lampu kota kembali terlihat seperti bintang yang jatuh ke bumi.

“Perjalanan ini mungkin akan mengubah banyak hal,” katanya pelan.

Raka menatapnya.

“Mungkin.”

Namun ia tahu satu hal.

Setiap langkah yang Alya ambil sekarang membawa dirinya semakin dalam ke lingkaran dunia Kusuma Group.

Dan ketika seseorang sudah berada di dalam lingkaran itu…

Tidak semua orang bisa keluar dengan mudah.

Alya meminum kopinya perlahan.

Ia tidak tahu apa yang menunggu di depan.

Namun ia tahu satu hal dengan pasti.

Perjalanannya baru saja memasuki bab yang lebih besar.

Dan cerita yang sedang ia jalani perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih kompleks dari yang pernah ia bayangkan sebelumnya.

1
Hunk
Permintaannya sederhana. Namun tak mudah.
Paavey 2001: terkadang yg sederhana itu disepelekan/Frown/
total 1 replies
Hunk
Muda banget 24 tahun, udah di kasih beban hidup/Cry/
Paavey 2001: iya kak kasian yaa/Frown//Frown/
total 1 replies
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
soalnya yg satu penub ambisi yg satunya cuma lembut dan menawan juga jadi admin di perusahaan kecil.
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡: selau ditunggu
total 2 replies
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
Melda sama Wulan ini nanti kira kira kayaknya sifatnya berlaeanan dehh.
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
bisa dijadiin puisi tentang senjaa ini.
Suka aku sama kaliamat nya kk kaya puisi apalagi kalo bacanya pake Nada.
Paavey 2001: hehe mencoba jadi puitis aja sih kak
total 1 replies
Paavey 2001
bukan lagi kakak udh ngalahin percintaan jendral tianfeng😁😁
Paavey 2001
tapi gk gt kak, baca seksama agar tidak galfok🤭
MARDONI
Aku suka banget hubungan kakak adik antara Wulan dan Melda di sini, hangat tapi juga bikin haru 😭 Wulan yang terus berusaha percaya sama Agung sementara Melda diam-diam khawatir itu kerasa banget emosinya. Apalagi di akhir pas Wulan bilang berharap cintanya cukup kuat… aduh rasanya hati ikut takut juga.
Paavey 2001: siapin tissue nya kak agar tidak terlihat orang lain😁
total 1 replies
izmie kim
tanggung jawab yang harus di ambil alih karena keadaan itu terkadang sebuah pengorbanan yang gak mudah banyak yang harus kita korbankan
Paavey 2001: betul banget kakak
total 1 replies
cimownim
semoga terwujud ya Wulan🤗
Paavey 2001: amiin kakak
total 1 replies
SarSari_
semua perempuan kayaknya harapannya gini deh ya🫣
Paavey 2001: semoga harapan kakak disegerakan ya
total 1 replies
putrijawa
cinta mereka cukup berat cobaannya
Indira Mr
Ujian Wulan dan Agung dengan status yg berbeda..semoga mereka kuat 💙💙💙
Indira Mr
Wulan mulia kakak yg bertanggung jawab 😂😂😂💙
Paavey 2001: heheh iya kak, sama seperti kakak juga ya🤭
total 1 replies
Paavey 2001
hehe gk bisa kak udah alur cerita nya begitu 😁 melda juga bagus kok kak gk kalah jauh dengan wulan nantikan aja bab selanjutnya dijamin lebih bagus
Emi Sudiarni
seru bngat. jgn di matikan wula👍n nya ya thor
Paavey 2001
Terima kasih kakak cantik
chiechie kim
aku suka cerita nya
Emi Sudiarni
bgus bngat meng hari biru.. tpi sayang bngat si wulan hrus di matikan, pd hal sdah terbiasa dgn sosok wulan, klw di gantikan melda sy kira udah kurang menarik lgi utk di baca
Paavey 2001: tunggu kelanjutan nya aja ya kak dijamin bagus
total 1 replies
Paavey 2001
jelek ya kak cerita nya/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!