NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Dengan jemari yang sedikit gemetar, Kyara membuka bungkus kado berwarna merah muda itu. Setelah lapisannya terlepas, tampak sebuah kotak perhiasan berwarna cokelat tua dengan penutup yang rapat. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Perlahan ia mengangkat tutup kotak itu. Begitu tutupnya terbuka, mata Kyara langsung melebar. Tangannya refleks menutup mulut. "Masya Allah ..." bisiknya lirih.

Di dalam kotak itu terbaring sebuah kalung berlian yang berkilauan indah. Mata rantainya tampak halus dan elegan, sementara liontin berlian di tengahnya memantulkan cahaya lampu kamar hingga berkilat-kilat.

Kilauannya begitu terang sampai membuat mata Kyara hampir silau. Beberapa detik ia hanya terpaku menatapnya. Tubuhnya terasa kaku, seolah otaknya belum sepenuhnya memproses apa yang sedang dilihatnya.

Kalung itu tampak begitu mahal, bukan sekadar perhiasan biasa. Di sisi dalam kotak itu juga terselip sebuah kartu kecil.

Dengan gerakan ragu, Kyara menurunkan tangan dari mulutnya lalu mengambil kartu tersebut. Ia membacanya cepat.

"Sertifikat keaslian?" Matanya kembali melebar. Tertulis jelas bahwa kalung berlian itu asli, lengkap dengan nomor seri dan cap toko perhiasan yang sangat asing baginya.

Napas Kyara tertahan. Ia kembali menatap kalung itu, lalu kartu sertifikat di tangannya, lalu kembali lagi ke kalung tersebut. Tangannya mulai gemetar. "Ini beneran asli?" gumamnya hampir tak percaya.

Dadanya berdebar semakin kencang. Ia bahkan tidak berani menyentuh kalung itu terlalu lama, seolah takut benda mahal itu tiba-tiba menghilang.

Beberapa detik berikutnya Kyara hanya mampu memandangi isi kotak itu. Kalung berlian yang berkilauan ... lengkap dengan sertifikat aslinya.

Pikirannya mulai dipenuhi pertanyaan.

"Siapa yang mengirimkan perhiasan semahal ini untukku?"

Kyara masih duduk terpaku di tepi ranjang, kotak perhiasan itu terbuka di pangkuannya. Kilauan berlian dari kalung di dalamnya memantulkan cahaya lampu kamar, berkelip-kelip seperti mengejek kebingungannya. Keningnya berkerut dalam. "Ya Allah ... kenapa ada orang yang tiba-tiba mengirimkan perhiasan untukku?" gumamnya pelan.

Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.

Kenapa?

Untuk apa?

Pikirannya langsung melayang pada satu nama. "Apa mungkin Doni, ya?"

Namun hanya dalam hitungan detik Kyara segera menepis kemungkinan itu. Ia menggeleng pelan, seolah menolak ide yang bahkan baru saja muncul. "Tidak mungkin Doni memberikan ini," bisiknya lirih.

Matanya kembali menatap kalung berlian itu dengan ragu. "Ini harganya pasti tidak main-main?"  Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, Kyara perlahan mengangkat kalung itu dari dalam kotak. Liontin berliannya langsung berkilau terang saat terkena cahaya.

Indah. Sangat indah.

Untuk sesaat, ada rasa senang yang menyelinap di hatinya. Perhiasan semewah itu tentu akan membuat siapa pun terpukau. Namun di saat yang sama, rasa takut ikut menyergap. Jantungnya berdetak lebih cepat. "Jangan-jangan ... kurir tadi salah kirim?" gumamnya lagi.

Ia menelan ludah. Tapi ingatannya segera kembali pada ucapan kurir saat menyebutkan kalau paket ini untuk Kyara Nawasena.

Kyara menghela napas panjang. "Tapi kurir itu menyebut nama panjangku. Berarti kalung ini memang untukku," bisiknya pelan. "Artinya ... tidak mungkin salah alamat." Ia kembali menatap kalung itu. Kilau berlian itu begitu memikat hingga membuatnya sulit berpaling. "Berarti ... orang yang mengirimnya, memang mengenalku. Tapi siapa ya? Perasaan ... aku tidak punya saudara atau kenalan orang kaya raya," gumamnya lagi.

Namun justru pemikiran itu membuat kepalanya semakin pening.

Siapa orang sekaya itu? Dan kenapa memberikan kalung berlian kepadanya?

Kyara mengusap pelipisnya yang mulai terasa berdenyut. "Ah ... pusing," desahnya. Ia buru-buru memasukkan kembali kalung itu ke dalam kotaknya, lalu menutup tutupnya dengan cepat, seolah benda itu bisa membawa masalah besar jika terlalu lama dibiarkan terlihat. "Nanti sajalah aku cari tahu," gumamnya pada diri sendiri.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Suami dan mertuanya. Mereka sedang pergi melayat dan bisa saja pulang kapan saja.

Jantung Kyara kembali berdegup lebih cepat. "Ya Tuhan ... aku harus menyembunyikan kalung ini dulu," bisiknya panik. Ia menatap sekeliling kamar, mencari tempat yang aman.

Akhirnya Kyara bangkit dari ranjang, membuka lemari pakaiannya. Di sana ada beberapa tumpukan baju lamanya ... baju-baju yang sudah lama tidak ia pakai. Dengan cepat ia menyelipkan kotak itu di antara lipatan baju-baju tersebut, cukup dalam agar tidak mudah terlihat. Setelah itu ia menutup kembali lemari dengan hati-hati.

Kyara berdiri diam beberapa saat di depan lemari. Dadanya masih berdebar. Rasa takut, penasaran dan juga sedikit kegembiraan bercampur menjadi satu. Matanya kembali melirik ke arah lemari itu. Kotak kecil berisi kalung berlian itu kini tersembunyi rapi di dalam sana. Namun satu hal yang membuat Kyara gelisah ... ia sama sekali belum tahu siapa orang yang mengirimnya.

Di saat yang hampir bersamaan, mobil Doni berhenti di halaman rumah. Hesti turun lebih dulu, sementara Doni masih berdiam sejenak di dalam mobil.

Begitu pintu rumah terbuka, Hesti langsung melangkah masuk dengan wajah lelah, namun sorot matanya masih menyisakan kepuasan tersendiri. Tanpa banyak bicara, ia langsung menuju kamarnya.

Pintu kamar terbuka, lalu ditutup kembali dengan pelan. Hesti berjalan ke depan cermin besar di meja riasnya. Tangannya segera terangkat untuk melepas anting emas besar yang sejak tadi menggantung di telinganya. "Haduh ... berat juga," gumamnya. Satu per satu perhiasan yang ia kenakan mulai dilepas. Gelang emas tebal di pergelangan tangannya. Kalung emas yang menjuntai dari leher sampai pusar. Bahkan cincin-cincin besar yang menghiasi jemarinya. Semua itu ia letakkan dengan hati-hati di atas meja rias. Kecuali cincin berlian yang ada di jari tengahnya. Itu adalah perhiasaan kebanggaannya.

Tatapannya sempat tertuju pada bayangan dirinya di cermin. Sudut bibirnya sedikit terangkat.

Tadi, saat melayat, ia memang sengaja memakai hampir semua perhiasan terbaiknya. Bukan semata-mata untuk datang melayat, tetapi juga untuk "menunjukkan diri" di depan para tetangga.

Beberapa ibu-ibu bahkan sempat memuji kalung emas yang ia pakai. Hesti tersenyum tipis mengingatnya. "Biar mereka tahu," gumamnya pelan. "Kalau aku adalah orang terkaya di kompleks ini."

Sementara itu, Doni baru saja menutup pintu depan. Ia langsung melangkah menuju tangga dan menaikinya menuju lantai dua. Langkahnya pelan, tetapi pikirannya penuh. Ucapan ibunya di mobil tadi terus terngiang-ngiang di kepalanya.

"Pokoknya, Mama mau kamu menceraikan si Kya secepatnya. Mama nggak mau pura-pura baik lagi. Kamu bisa dapatkan wanita yang jauh lebih segalanya dari si Kyara. Dan pastinya nggak mandul kayak si Kya."

Rahang Doni mengeras. Ia berhenti sejenak di anak tangga terakhir, lalu menghela napas panjang. "Aku nggak jadi deh mempoligami si Kya," gumamnya dalam hati. "Aku akan menceraikan dia saja." Ia melangkah lagi menuju koridor kamar. "Bener juga kata Mama," lanjutnya dalam pikirannya. "Si Kya udah nggak berguna."

Wajah Kyara sempat terlintas di benaknya, tetapi tidak ada rasa bersalah di sana. Hanya perhitungan dingin. "Ngapain aku baik-baikin dia lagi?" Namun langkah Doni perlahan melambat. Dahinya berkerut. "Tapi aku harus cari cara," gumamnya pelan. Ia tidak ingin perceraian itu membuatnya terlihat buruk di mata orang-orang. Apalagi di lingkungan mereka yang masih sering bergosip tentang rumah tangga orang lain. "Kalau aku menceraikan dia begitu saja, nanti orang-orang malah mengira aku yang jahat," pikirnya.

Doni menyandarkan punggungnya sebentar di dinding koridor, menatap kosong ke depan. "Tapi kalau semua orang tahu dia yang salah ..." gumamnya. Sudut bibirnya perlahan terangkat tipis. "Itu baru enak." Ia menyilangkan tangan di dada, otaknya mulai bekerja mencari kemungkinan. "Tapi gimana caranya, ya?" bisiknya. "Apa yang harus kulakukan supaya semua orang percaya, kalau Kyara lah yang salah?"

1
falea sezi
bkin cerai lah lama amat g sat set kya menye menye agak. oon
falea sezi
harusnya semua isi ATM di kuras
falea sezi
muter. doank. sih. Thor hadehh. g sat sett. kelamaan. drama. doank
falea sezi
menye menye oon
stela aza
menjijikan
stela aza
males bgt kebanyakan drama
stela aza
Nora bgt biyunge Doni Karo Doni ,, melayat kaya mau kondangan
Ama Apr: haha orkay sombong adigung kk
total 1 replies
stela aza
Thor emang si Kya g punya kelebihan selain beres2 rumah ,,, kasian amat mau minggat dari rumah itu nunggu ngumpulin duit di kasi Doni 🤦
stela aza: kalau bisa karakter cewenya jgn cuma cantik doank Thor harus punya kelebihan yg bisa di banggakan 🤭
total 2 replies
I Love you,
🤣🤣🤣🤣🤣 kaget ya...🙏🙏
Ama Apr: hehe iya
total 1 replies
I Love you,
nnk karma tunai bayar nya g nyicil loh🤣🤣
Ama Apr: hehehe
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤😤selingkuh dia😡😡
Ama Apr: iya kk
total 1 replies
falea sezi
bertele tele tolol males
Ama Apr: skip aja kk
total 1 replies
falea sezi
ngadu ngadu percuma ambil tindakan. lah. goblok. je males. like. lahh g jelas
falea sezi
oon menye menye
Amy
jgn mau kyaa
Ama Apr: semoga kya nggak luluh
total 1 replies
CB-1
lanjut kaak💪
Ama Apr: siap kk, makasih🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!