NovelToon NovelToon
Legenda Manik Penciptaan

Legenda Manik Penciptaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Light Novel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Slycle024

Di bawah bayang-bayang aturan feodal-kultivasi, di mana jenius dari kalangan bawah pada akhirnya akan terkubur, Chen Yuan memilih mengamati.

Mengetahui bahwa sang ibu angkat telah dimanipulasi dan bahkan menganggapnya, pecahan kesadaran anak kandungnya sendiri, ia memilih untuk membayar hutang budi itu—bukan dengan darah, tetapi dengan memainkan peran untuk melindungi dan memperbaiki kehidupan saudaranya.

Di dunia yang kejam dan penuh kepentingan, ia memilih mencoba lagi untuk merasakan arti ketulusan, bukan pertukaran.

Demi membuatnya bahagia dan mampu berdiri di dunia ini, ia bahkan mencoba berbagai cara untuk meningkatkan eksistensinya.

Namun semua itu hanyalah awal.

Di balik semua itu, misteri tentang dirinya sendiri sangat rumit, apalagi segala sesuatu di sekitarnya.

Ini adalah kisah tentang seorang pemuda yang ingin mencoba lagi–bukan untuk kekuasaan, melainkan untuk menemukan arti kehidupan yang tak sempat ia miliki.

Kelanjutan World of Cultivation: Aimless Journey

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slycle024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertarung lagi

Pegunungan Qianxing dan kota Yanxing dipisahkan oleh sebuah hutan yang lebat, serta dihuni oleh beberapa monster biasa. Oleh karena itu, tempat ini sangat cocok untuk melakukan perburuan bagi kalangan bawah.

Saat ini, Chen Yuan bersembunyi di balik pepohonan, belatinya bertumpu ringan di tangannya sementara matanya yang tajam terus mengawasi.

Sesekali, suara-suara samar terdengar : jeritan teredam manusia, raungan monster, dan suara pertempuran. Tapi yang paling membuatnya tidak nyaman adalah lima sosok yang terus mencari sesuatu.

Nalurinya mengatakan bahwa mereka mencarinya, bahkan mereka terasa sangat familiar.

Bersembunyi dalam diam, ia menghela napas panjang sambil memikirkan beberapa rencana selanjutnya. 

Sudah kuputuskan!  

Aku harus memutus hubungan dengan keluarga Chen… paksa Xing’er berkultivasi… menjadi pengangguran… hidup bahagia!

Bagaimanapun, Chen Xing’er benar-benar unik, cantik, dan menawan dari segi penampilan. Jika bukan karena statusnya yang rendah, dia pasti jadi sorotan pria-pria keluarga ternama.

Setelah dirasa aman, ia berpindah dari pohon ke pohon, menghindari lima sosok tersebut, dan akhirnya tiba di sebuah benteng terbengkalai. 

Disana, ia menemukan Chen Xing’er yang menutupi wajahnya. Berkat warna rambutnya, ia dengan mudah menemukannya. Selain itu, ia juga menemukan dua bangku kosong, seolah-olah sangat percaya diri dengan kurungan tersebut.

Di sisi lain, di sebuah kedai yang tak jauh dari gerbang Kota Yanxing.

Chen Ming dan Su Qing makan serta minum dengan riang.

Tiba-tiba alis Chen Ming berkerut. Ia menatap Su Qing dan berkata, “Saudara Su, orang tua bau tanah itu memanggilku. Tolong jaga anak buahku dengan baik.”

“Baiklah,” jawab Su Qing tenang. “Tapi hari ini kamu yang membayar.”

Chen Ming tersenyum. “Itu mudah! Terima kasih, saudara Su.” 

Ia segera membayar tagihan, lalu menatap Su Qing sekali lagi. “Aku pamit. Sebelum matahari terbenam, aku pasti sudah kembali.”

“Ya, ya… pergilah,” balas Su Qing santai.

Sementara itu, di benteng terbengkalai.

Bang! Bang!..

Chen Yuan mengayunkan batang besi secara terus-menerus, berharap bisa menghancurkan kurungan.

Chen Xing’er mendengus sambil menutupi telinga.

“Ah-Yuan! Apa kamu bodoh?” serunya kesal. “Meskipun terlihat seperti kurungan besi, ini semacam formasi. Jika aku tidak salah, mereka mengatakan Formasi Benteng Besi.”

Chen Yuan terdiam sesaat, berhenti mengayunkan batang besi.

Formasi Benteng Besi?

Ia menyipitkan mata, menggunakan metode asal surgawi, lalu mengetuk kurungan dengan batang besi. Pada saat itu, dia menyadari setiap kali menghantam, riak samar bergelombang menyebar.

Sial! Ini membuatku malu! Sejak kapan kecerdasanku turun?

Menghela napas dalam-dalam, ia menyadari ada bagian tertentu yang tak tersentuh oleh gelombang benturan. Matanya bergerak cepat, menelusuri setiap sisi dan berhenti tepat di sudut kiri belakang kurungan.

Apakah di sini?

Ia mengetuk pelan salah satu batang besi.

“Weeng!” Suaranya terdengar sama, tetapi riak yang muncul tak menyebar seperti sebelumnya—justru bergetar, terpusat di satu area.

Chen Yuan menatap Chen Xing’er. “ Xing’er! Mundurlah!”

Setelah Chen Xing’er menjauh, ia menyalurkan Qi spiritualnya ke dalam batang besi. Permukaannya memancarkan kilau redup, seperti ditelan bayangan.

Ia menghantam area itu.

KRAK!

Retakan tipis menjalar seperti kaca pecah. 

Namun bersamaan dengan itu, seluruh kurungan bergetar hebat. Simbol-simbol tersembunyi yang sebelumnya tak terlihat perlahan runtuh dan kurungan besi menghilang menjadi bintik bintik cahaya.

Chen Xing’er tiba-tiba terhuyung saat satu langkah mendekati Chen Yuan, jelas sekali dia sangat kelelahan.

Chen Yuan segera menangkap lengannya. “Kamu baik-baik saja?”

Chen Xing’er mengangguk pelan, tetapi perutnya tiba-tiba berbunyi lirih.

“...”

Suara itu terdengar jelas di benteng yang sunyi.

Chen Yuan terdiam.

Chen Xing’er menggigit bibirnya, telinganya memerah. 

“Aku… belum makan sejak pagi. Kamu sudah lima hari tidak kembali dan stok makanan juga sudah habis.”

Chen Yuan mengerutkan kening, ia melirik isi cincin ruang yang terlihat sangat menyedihkan dan mau tak mau mendesah pelan.Ia menatap Chen Xing’er lagi dan bertanya, “Apa mereka tidak memberimu makanan? Meski kita bukan anak kandung, tetapi pak tua… sudahlah! memikirkan saja sudah membuatku kesal.” suaranya jelas penasaran. 

“Ah-Yuan! Kau benar-benar menjengkelkan.” kata Chen Xing’er, jelas dia sangat tidak puas, bahkan seolah-olah berkata : Aku lapar, kenapa kamu mengoceh dan memaki pria tua itu… cepat beri aku makanan.

Chen Yuan terdiam sejenak, segera sadar.

Ia membantu Chen Xing’er duduk di bangku, membuang makanan sisa yang ada di meja, lalu mengeluarkan buah-buahan dan sebotol air yang ada dalam ruang penyimpanan kalungnya.

“Makanlah perlahan, aku masih punya banyak.”

Chen Xing’er mendengus pelan, mengambil salah satu buah-buahan, membelakangi Chen Yuan, dan mulai makan secara perlahan.

Chen Yuan memperhatikannya diam-diam. Ia tertawa getir. 

Apakah aku bahkan tidak layak melihat wajah saudaraku sendiri?

Namun sebelum hendak bertanya, suara santai diiringi langkah kaki terdengar dari luar benteng.

“Menarik sekali… kau ternyata bisa mengelabui mereka,” langkahnya semakin cepat, mendekat. “Aku tahu kamu jenius, tak kusangka, kamu bisa dengan mudah menemukan titik lemah Formasi Benteng Besi.”

Chen Yuan membeku.

Chen Xing’er berhenti makan. Ia mengenakan cadarnya kembali, berbalik, dan menatap sosok itu, Su Qing dengan kemarahan. 

Suara itu kembali terdengar, kali ini lebih dekat. 

“Sudah empat tahun berlalu, kau seharusnya masih mengenalku, kan?

Nada suara itu terdengar malas, tapi mengandung tekanan halus seperti angin sebelum badai.

Chen Yuan mendesah pelan.

Persetan! Kenapa hidup tenang sulit sekali!

Ia melangkah dan berdiri di depan Chen Xing’er, lalu berkata dengan suara datar, “Apakah anjing dan kucing layak diingat? Apakah kau merasa hebat dengan status menjijikan itu?”

“Haha… kau sangat menakjubkan seperti biasa,” 

Su Qing menunjukkan rasa jijik, sambil memperhatikan Chen Yuan yang berdiri di hadapannya dengan batang besi di tangannya. Ia melanjutkan dengan suara lirih, “Sebenarnya aku juga merasa tidak puas dengan posisi ini, tapi apakah aku punya pilihan lain?”

Jantung Chen Yuan berdebar kencang, dadanya terasa sesak. 

Ia paham perasaan dipaksa menjadi anjing dan kucing demi kepentingan bersama. 

Tapi… kenapa kalian tidak bersatu dan melawan? 

Apakah sesulit itu menghancurkan sebuah formasi?

Merasa diabaikan, Su Qing mengeluarkan gada dan melakukan gerakan pertama, menerjang ke depan dengan dorongan cepat dan tepat ke arah dada Chen Yuan.

Namun, naluri Chen Yuan sangat tajam, dan belati muncul di tangan kanannya, terangkat untuk menangkis serangan itu. Besi beradu besi dengan bunyi dentingan tajam, benturan itu terasa hingga membuat tangannya mati rasa.

Su Qing segera mengikuti, mengayunkan gadanya dengan gerakan melengkung brutal bertujuan untuk menghancurkan kepala Chen Yuan, tetapi Chen Yuan bergerak kesamping, angin berhembus di telinganya saat senjata itu lewat.

Untuk sesaat, yang bisa dilakukan Chen Yuan hanyalah bertahan. 

Batang besi di tangan kirinya menari, menangkis dan memblokir, tubuhnya bergeser dengan  terampil dan luwes seperti kelinci giok. Sementara itu, belati di tangan kanannya sangat pasif, seperti pajangan.

Dari sudut tertentu, gerakannya sangat sederhana. Namun, gada Su Qing selalu meleset beberapa sentimeter dari tubuh Chen Yuan. 

Ini semua berkat keterampilan langkah mikro milik Chen Yuan.

Beberapa sesaat kemudian, ia menyadari bahwa gada Su Qing retak sedikit demi sedikit ketika beradu dengan batang besi miliknya. Tidak hanya itu, dalam beberapa momen ia melihat titik atau garis merah pada gada tersebut.

Su Qing menerjang lebih ganas, gadanya bersinar. 

Ia mengayunkan-nya dengan gerakan brutal, tetapi pada saat sepuluh sentimeter dari bahu Chen Yuan, gada itu meleset dan menghantam tanah, menyebabkan retakan menjalar dan berhenti satu meter di depan Chen Xing’er.

Ini jelas semacam peringatan.

Melihat itu, Chen Yuan tanpa ragu membakar esensi darah.

Tubuhnya langsung menegang dan cahaya kemerahan menyelimuti. Seketika, kekuatannya langsung melonjak.

Su Qing menyipitkan mata. “Membakar esensi darah? Kau sekarang benar-benar menyedihkan.”

BOOOM!

Tanah di bawah kaki Chen Yuan retak saat ia melesat maju. Batang besinya kini dilapisi cahaya merah menyala, seperti bara yang baru keluar dari tungku penempaan.

Su Qing mendengus dingin, Qi spiritual-nya menyembur keluar dengan liar dan ganas. Ia  mengangkat gada, menyambut serangan tersebut.

KRAANG!

Benturan kali ini berbeda.

Retakan pada gada Su Qing membelah lebih lebar. 

Garis dan titik merah yang sebelumnya samar kini lebih jelas, seolah-olah memperlihatkan kelemahan secara terbuka. 

Chen Yuan tidak mundur, menyerang lagi. Ini juga berlaku untuk Su Qing.

Ia berputar, mengayun lagi dari samping. Batang besinya menebas udara dengan suara mendesis panas.

BANG!

Su Qing memblokir dengan ujung kepala gada.

Percikan cahaya merah meledak ke segala arah. Tanah di sekitar mereka mulai retak seperti jaring laba-laba. Perlu diketahui bahwa kelemahan senjata gada adalah pada kecepatan dan fleksibilitas.

Chen Yuan menyerang lagi.

Dan lagi.

Kedua senjata berbenturan puluhan kali dalam napas yang nyaris tak terhitung. Setiap benturan membuat retakan pada gada Su Qing semakin melebar. 

Getaran keras merambat hingga ke pergelangan tangannya.

Su Qing akhirnya menyadari sesuatu. 

“Cukup! Aku sudah bosan!” geram Su Qing, memaksa Qi spiritualnya meledak lebih kuat.

Mata Chen Yuan kini sangat dingin, ia menghentakkan kaki, memutar tubuhnya setengah lingkaran dan mengerahkan seluruh tenaga ke satu pukulan terakhir.

Batang besi itu menghantam tepat di titik retakan terbesar.

KRAAAAAAAAAK!!!

Suara pecahnya menggema seperti petir.

Gada Su Qing hancur berkeping-keping, serpihannya beterbangan di udara. Gelombang kejut menyapu tanah, memaksa Chen Yuan mundur belasan meter, sementara itu, Su Qing mundur lima meter ke belakang sebelum berhasil menstabilkan diri.

Debu perlahan mengendap.

Chen Yuan berdiri dengan napas berat. Cahaya kemerahan yang tadi membara di tubuhnya kini mulai meredup, menyisakan jejak panas samar di udara.

Di hadapannya, Su Qing menatap gagang gada yang tersisa di tangannya. Rahangnya menegang. Amarah mulai membara, tetapi kali ini tidak ada lagi kesombongan di matanya, hanya keseriusan yang mematikan.

Tanpa sepatah kata pun, Qi yang semula menyelimuti tubuhnya justru ditarik kembali ke dalam, dipadatkan hingga titik ekstrim. Tanah di bawah kakinya retak dan melebar dengan cepat, seolah tak sanggup menahan tekanan yang terkumpul.

Su Qing mengangkat gagang gada itu tinggi-tinggi.

Gaya Ketiga — Penghancur Gunung!

Qi spiritual melonjak ke dalam gagang tersebut, membentuk bayangan gada raksasa. Siluetnya semakin solid, semakin berat, memancarkan tekanan yang dapat menghancurkan gunung.

Dalam sekejap, gada energi itu terbentuk sempurna.

“Hancurkan!!”

Ia mengayunkannya turun.

Namun bukan ke arah Chen Yuan.

Melainkan ke arah Chen Xing’er.

Tekanan mengerikan itu menekan ruang di sekitar Chen Xing’er, bahkan tanah di bawah kakinya sedikit amblas. Tubuhnya terkunci di tempat, seolah gunung benar-benar jatuh dari langit dan menindihnya. 

Wajah Chen Yuan berubah drastis.

Tanpa ragu, ia menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul tepat di depan Chen Xing’er. Niat pembunuh yang luas menyebar dari tubuhnya, begitu pekat hingga udara di sekitarnya seolah berubah warna.

Matanya terangkat menatap gada raksasa yang turun dari langit. Kali ini, dia melihat titik merah di antara kepala dan gagang gada.

Menarik! 

Entah kenapa aku bisa melihat kelemahan apapun setelah melepaskan niat membunuh.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!