NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Kecurigaan Polisi

Di apartemen Mia, Xavier masuk ke dalam apartemen dengan kondisi mabuk. Pria itu berjalan sempoyongan dengan mulut bau alkohol. Ia terus menyebut nama Queen dan mengumpat tidak jelas.

Mia mendekati Xavier dengan enggan. Dia memutar kedua bola matanya dengan malas. Tadi siang dirinya sudah mendapat kabar tentang perampokan yang terjadi semalam di villa Queen, dari Xavier.

Mia berpikir mungkin itu hanyalah akal akalan Queen, agar Xavier segera pulang. Akan tetapi, saat dia mendengar semuanya secara keseluruhan dan bahkan Queen sampai diikat dan dihajar hingga babak belur, dia jadi meragukannya pemikirannya. Dia berpikir Queen tidak akan mungkin segila itu menyakiti dirinya sendiri. Akan tetapi, sayangnya kali ini pikirannya salah besar.

"Kenapa kamu mabuk-mabukan?"

"Mia, semuanya sudah hilang. Hilang tidak bersisa. Bagaimana aku harus menghadapi semuanya? Itu bukan jumlah yang sedikit. Wanita bodoh itu membuatku kehilangan semuanya."

"Apa yang kamu tangisi? Kenapa kamu jadi ikut bodoh? Meski kamu kehilangan barang-barang itu, semua itu bukan kamu yang membelinya. Kamu masih memiliki sepuluh persen saham di perusahaan Celestial. Kamu menerika deviden yang besar dari perusahaannya. Jangan terlalu di sesali."

Meskipun yang dikatakan oleh Mia itu benar, tetapi tetap saja hatinya merasa sakit karena kehilangan barang-barang itu. Namun, di depan Mia, dia tidak bisa menunjukkan ekspresi kehilangan itu. Ia khawatir akan membuat Mia cemburu.

Xavier tiba-tiba menarik Mia dan memeluknya. "Kamu benar. Aku beruntung memiliki kamu, Sayangku."

Xavier mel*mat bibir Mia dengan buas. Dia seolah merasa Mia adalah bintang keberuntungannya. Padahal selama ini apa yang dia miliki semuanya adalah pemberian Queen. Keduanya lalu larut dalam keintiman dan melupakan masalah perampokan itu.

Di satu sisi, di sebuah kantor polisi, mereka sedang membahas kasus yang mereka tangani. Tidak ada kejanggalan dalam kejadian dan CCTV telah diretas. Sulit untuk memulihkannya dalam waktu singkat.

"July apakah kamu sudah menulis semua kesaksian nyonya Queen? Apakah ada kejanggalan dalam laporannya?"

"Tidak ada yang janggal dari keterangan yang dia berikan."

July menghela napas panjang sesaat, sebelum kembali berkata, "Kecuali dia seperti menyembunyikan rahasia soal suaminya. Aku pikir suaminya patut dicurigai. Dari keterangan tuan Celeste, Xavier Bucher menikah dengan nyonya Queen dua tahun yang lalu. Mereka berpacaran selama satu tahun. Selama ini nyonya Queen membiayai kuliahnya, dia juga memberikan pekerjaan dan sahamnya di perusahaan pada pria itu.

Dalam kasus ini sebenarnya kehidupan Tuan Bucher ditanggung nyonya Queen. Seharusnya sikap yang dia tunjukkan tadi bukanlah mengkhawatirkan harta bendanya, tetapi kondisi istrinya, tetapi kalian melihatnya, Tuan Bucher langsung lari ke ruang penyimpanan seolah sedang memastikan sesuatu. Dia bahkan tampak gugup saat menghadapi tuan Celeste."

Dua orang polisi rekan July, tampak memikirkan ucapan July kali ini. Analisanya tidak salah. Memang gerak gerik Xavier sedikit mencurigakan. Terlebih hal ini terjadi di saat momentumnya begitu kebetulan. Sang suami sedang tidak berada di rumah, istrinya menjadi korban perampokan. Bahkan rampoknya tidak segan segan menyakiti korbannya. Sudah pasti perampok itu adalah orang-orang yang profesional.

"Lalu bagaimana? Apakah kita akan memantau gerak gerik suami nyonya Queen?"

"Ya, salah satu dari kita harus memantau pergerakannya. Bagaimana pun juga ini bukan kasus sembarangan. Kita tidak bisa mengabaikan status keluarga Celeste yang terpandang itu. Putrinya dirampok dan dipukuli di wilayah kita. Jadi demi menjaga nama baik kantor polisi ini, kita harus menemukan perampoknya.

Kedua rekan July langsung setuju dengan idenya. Mereka memang harus mengawasi gerak gerik suami Queen.

Sementara itu di kediaman Lewis, Bryan sekarang sedang duduk di ruang kerjanya dan Ethan berdiri memberikan laporan. Bryan tampak serius mendengarkan, dia mengusap dagunya sambil berpikir. Ethan sudah melakukan hampir 50% tugasnya, mereka hanya tinggal menunggu Xavier masuk ke dalam jebakannya.

"Ethan, satu hal lagi yang harus kamu lakukan, tolong awasi jalannya penyelidikan perampokan di villa Queen. Pastikan tidak ada satu pun petunjuk yang mengarah pada Queen."

Ethan mengangguk, dia sudah tahu jika perampokan di villa milik nyonya Queen adalah hasil rekayasa perempuan itu. Bahkan Ethan terkagum dengan cara pikirnya yang luar biasa. Sebagai seorang wanita, wajah adalah aset berharga, tetapi dia bahkan tidak peduli dengan wajahnya, dia membuat semuanya tampak sempurna dengan wajah babak belurnya.

"Bagaimana perkembangan dari kantor polisi?"

"Kemungkinan mereka akan mengarahkan kecurigaannya pada tuan Xavier. Dia tidak berada di villa di malam perampokan itu dan menurut keterangan dari polisi, begitu tuan Xavier masuk, dia tidak langsung mencari nyonya Queen, tetapi justru melihat ke ruang penyimpanan."

"Apakah kamu yakin?"

"Tentu, Tuan. Informasi ini saya dapat dari rekan polisi yang menangani masalah ini langsung."

"Baiklah. Kamu bisa kembali. Terima kasih untuk kerja kerasmu hari ini."

Setelah Ethan pergi, Bryan mengambil rokok dan pemantik dari laci meja kerjanya. Dia menyalakan rokoknya dan mulai menghisapnya. Mata Bryan menyipit saat asap mengepul di depan wajahnya. Pria itu merasa semakin penasaran pada sosok ibu susu putrinya. Dia merasa perasaan tadi begitu nyata, seolah dia benar-benar pernah melihat Queen dan Sofia. Hanya saja, dalam kilasan bayangan tadi, Queen terlihat agak kurus dan Sofia jauh lebih besar dari sekarang.

Meski hubungan mereka berdasarkan pada hubungan saling memanfaatkan, tetapi Bryan merasa Queen sangat istimewa. Bahkan tidak butuh waktu lama baginya untuk bisa merasakan kemistri diantara dirinya dan Queen. Seolah mereka memang tercipta untuk saling melengkapi.

Maka dari itu, Bryan tidak akan ragu untuk membantu Queen membalaskan dendam pada siapapun musuhnya.

Usai merokok, Bryan masuk ke kamar dan mandi, dia tidak akan secara gila masuk ke ruangan putrinya dengan bau asap seperti ini.

Usai mandi, Bryan memakai piyama kimononya. Dia keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar putrinya Ella.

Awalnya Bryan pikir, Queen tidak akan mungkin berada di kamar itu, tetapi dia salah. Perempuan itu ada di sana dengan rambut setengah basah. Dia duduk sambil menyusui Ella, sedangkan Sofia ada di sampingnya membuka matanya dan bergerak seperti ulat dalam kepompong.

"Dimana pengasuh bayinya?"

"Mereka sedang beristirahat di samping. Tidak mudah menjaga bayi. Jadi aku memutuskan untuk bergantian dengan mereka."

"Itu sudah tugas mereka, Queen."

"Pengasuh juga manusia. Jika mereka terlalu lelah, aku khawatir itu akan mempengaruhi kestabilan emosi mereka."

Bryan tidak berkata apa-apa lagi. Dia melirik Sofia yang bergerak gerak di samping Queen.

"Putrimu cantik sekali," ujar Bryan sambil memainkan tangan Sofia. Gadis kecil itu menggenggam tangan Bryan dan menatap Bryan dengan alis berkerut.

"Ya, dia memang sangat cantik dan begitu juga putrimu. Dia memiliki sepasang mata yang sangat cantik."

"Apakah dia sudah minum?"

"Tentu saja. Dia selalu mendahului Ella jika soal urusan minum, seperti tidak mau kalah."

Bryan tersenyum sambil sesekali menyentuh pipi Sofia. Keduanya bersikap biasa dan sama-sama melupakan kejadian siang tadi.

"Sebaiknya kamu keringkan rambutmu. Kamu akan sakit jika tidur dengan rambut basah."

Queen meletakkan Ellara di sebelah Sofia dan lalu dia mengambil pengering rambut dan mulai mengeringkannya.

Bryan dan Queen terlihat seperti pasangan yang membesarkan anak bersama-sama.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
Dewi kunti
dinikahkan sama bpknya ellara saja😄😄😄😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!