NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:51.8k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Pertanyaan Terlarang

​​"Keluar dari mobil ini sekarang juga!" raung Dominic memecah keheningan yang mencekam setelah decitan ban mobil berhenti bergema.

​Sopir paruh baya itu masih gemetar memegang setir. Dia menoleh ke belakang dengan wajah pucat pasi. "Tapi Pak, kita masih berada di tengah jalan akses apartemen. Mobil lain bisa terhalang kalau kita berhenti di sini."

​"Aku bilang keluar! Pergi cari kopi, beli minuman, atau apa pun! Tinggalkan kami berdua di sini sekarang juga!" bentak Dominic makin kalap. Jari telunjuknya menunjuk ke arah luar jendela dengan sangat kasar dan penuh ancaman.

​Tanpa berani membantah sepatah kata pun lagi, sopir itu langsung membuka pintu dan berlari menjauh dari mobil hitam mewah tersebut. Kini hanya tersisa Dominic dan Harper di dalam kabin penumpang belakang. 

Suasana berubah menjadi sangat pengap. Hawa panas dari amarah dua manusia keras kepala itu seolah memenuhi setiap sudut ruangan sempit ini.

​Napas Dominic memburu cepat. Dadanya naik turun dengan kasar. Wajah tampan pria itu kini berubah merah padam, menahan emosi yang sudah menembus batas maksimal. Tangannya tidak lagi terlipat, melainkan mencengkeram sandaran jok kulit di depannya dengan sangat kuat hingga buku jarinya memutih pasi.

​Dominic menoleh perlahan. Dia menatap Harper dengan sorot mata yang menyala tajam, seakan ingin menelan wanita itu hidup-hidup malam ini juga.

​"Aku tidak suka kau bersama laki-laki lemah itu," desis Dominic dengan suara rendah yang mengancam. Kata-katanya penuh penekanan tajam pada setiap suku kata. "Dia sama sekali tidak selevel denganmu, Harper."

​Harper membalas tatapan membunuh itu tanpa rasa takut sedikit pun. Wanita itu justru menegakkan posisi duduknya, menolak untuk kalah dominasi dari pria di sebelahnya.

​"Lemah? Kau menyebut pria yang sopan, ramah, dan menghargai wanita sebagai pria lemah?" Harper tertawa sinis. "Hanya karena dia tidak suka berteriak memaki orang bawahannya seperti yang biasa kau lakukan setiap hari, bukan berarti dia lemah, Dom. Ryan jauh lebih berani darimu. Setidaknya dia berani jujur pada perasaannya sendiri dan tidak memakai taktik kotor."

​"Jujur? Dia hanya mencari celah untuk memanfaatkan posisimu!" potong Dominic cepat. "Kau itu wanita cerdas. Kau punya karir yang brilian di Vance Corp. Kau mengatur aset triliunan rupiah setiap hari. Kau adalah tangan kananku, pemikir utama di balik kelancaran jadwalku. Lalu kau mau merendahkan standar hidupmu demi pria berkemeja flanel murahan yang bahkan tidak bisa membedakan mobil mewah dan mobil sewaan?"

​"Standar hidupku bukan diukur dari merek kemeja atau harga mobil, Dominic Vance!" bentak Harper. Kesabarannya benar-benar sudah habis total. "Kau terus mengoceh soal level dan standar, seolah manusia itu cuma deretan angka di laporan keuanganmu. Ryan punya hati nurani. Dia memperlakukanku seperti manusia utuh. Bukan seperti mesin yang cuma berharga kalau bisa menghasilkan uang banyak untuk perusahaanmu!"

​"Dia tidak bisa melindungimu!" bantah Dominic keras kepala. Cengkeramannya pada jok kulit semakin erat. "Kalau ada masalah besar, apa yang bisa dia lakukan? Memberimu stiker gambar anak anjing untuk menenangkanmu? Dunia kita ini keras, Harper. Kau butuh pria yang bisa berdiri setara dengan kemampuan pikiran tajammu. Pria yang mengerti betapa kejamnya dunia bisnis tempatmu berada sekarang."

​"Dan pria itu adalah kau?" tantang Harper telak. Matanya memicing tajam menembus pertahanan Dominic. "Kau merasa dirimu paling pantas berdiri setara denganku karena kau punya uang dan kekuasaan absolut?"

​Dominic terdiam sesaat. Rahangnya menegang hebat. "Aku adalah orang yang memberimu posisi kuat ini. Aku yang melihat potensimu saat kau baru masuk ke perusahaanku lima tahun lalu. Aku tahu persis kapasitas otakmu. Tidak ada pria lain di luar sana yang bisa menampung ambisi dan kecerdasanmu selain aku."

​"Kau terlalu percaya diri, Bos," cibir Harper tanpa ampun. "Kau tidak menampung ambisiku. Kau mengeksploitasi tenagaku. Kau memaksaku bekerja di luar batas wajar hanya demi memuaskan target gilamu. Lalu saat aku mencoba mencari sedikit kebahagiaan di luar tembok kantor, kau menghancurkannya dengan cara paling pengecut yang pernah kulihat."

​"Aku melakukan itu karena dia pria yang salah untukmu!" raung Dominic kehilangan kendali atas volume suaranya.

​"Lalu siapa pria yang benar untukku? Kau?!"

​"Ya!"

​Satu kata itu meluncur begitu saja dari mulut Dominic. Keras, lantang, dan sangat jelas.

​Hening seketika membekap kabin mobil tersebut. Suara napas mereka berdua terdengar saling memburu di udara yang semakin menipis. Dominic mematung. Dia baru saja meneriakkan pengakuan egois yang selama lima tahun ini selalu dia kubur dalam-dalam di bawah tumpukan dokumen kerja.

​Harper tertegun sejenak, namun wajahnya kembali berubah sedingin es dalam hitungan detik. Wanita itu memutar tubuhnya sepenuhnya menghadap Dominic. 

Jarak di antara mereka sangat dekat sekarang. Harper mencondongkan wajahnya, menatap langsung ke dalam manik mata pria arogan di depannya itu lekat-lekat tanpa berkedip.

​"Kau rela membatalkan tiket pesawat secara sepihak. Kau menguntitku sampai ke restoran Italia. Kau membuat keributan besar soal tikus got, dan kau bahkan mengarang cerita konyol tentang peretasan data perusahaan," bisik Harper pelan, menyebutkan satu per satu tindakan gila Dominic malam ini dengan nada menuduh.

​Tatapan Harper mengunci mata Dominic tanpa memberi celah sedikit pun untuk lari atau mencari alasan baru.

​"Kenapa kau peduli sebesar ini padaku?" tanya Harper tajam. Suaranya mengiris sisa-sisa ego Dominic. "Kau cemburu, Bos?"

​Hening panjang kembali menguasai mobil mewah itu. Waktu seolah berhenti berdetak malam ini. Dominic menatap wajah Harper yang menuntut jawaban mutlak darinya. Tenggorokan CEO angkuh itu mendadak terasa luar biasa kering dan kaku.

​Dominic menelan ludah.

1
Savana Liora
halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
Siti Hasanah
CEO gilaaaa
MamDeyh
Blm up lagi nih kak😀
Savana Liora: halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
total 1 replies
Rismayanti Ishar
Alhamdulillah cerita Novelx bagus2 semua 👏👏👏👏
Rasax semangat banget klu baca alurx👌Tiap hari kerjaan rmh cpt2 saya selesaikan Krn satu tujuan 🤭 mau lanjt lanjut baca karya KK Savana Liora 🥰🥰🥰🥰
sehat dan sukses sell ya Thor & ditunggu karya selanjutnya 🤲🤲🤲🤲🤲
TETAP SEMANGAT 💪💪💪💪💪
Muft Smoker
good Harper ,,
Kalo perlu si Dom tu sruh tdur di atas air laut pake sekoci ,,
biar Tau rasa dy ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Rlyn
bgus harver🤭🤣
Muft Smoker
khawatir yx Pak bos ,,
makany jgn natckal Pak bos ,, nnti di tinggal Harper baru Tau anda ,,
😑😑😑
Eli Rahma
kok ada yaah manusia bentuknya modelan si Dom..bnr² bikin tensi naik nih
Fbian Danish
cemburu ni yeeee......
Pa Muhsid
galak amat pak bos cinta nya makin dalam ya makanya makin galak
Naureen Ridwan
punya boss kayak gitu ... udh q geprekk
Mei Saroha
kapan nihh bikin bos Dombret nyeselll.. pengen tau reaksinya
Sastri Dalila
cieee😅😅
Rlyn
pertama 🤭🤣
MamDeyh
Ya Allah kuatkan saya,Ya Allah kuatkan saya tiap baca kelakuan DomDom /Sob//Gosh/
Savana Liora: Aamiin
total 1 replies
Muft Smoker
pengen aq rujak si Dom ini kak ,,
boleh ta ,, 🤭🤭🤭😁😁😁

next kak
Muft Smoker: asyyaaap laa kak ,,
di rujak sing Lada ,, 👍👍👍🤭🤭🤭
total 2 replies
Maria Lina
emosi lamo"nengok dom thor
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
.
Mantappp
Mei Saroha
nelen ludah jangan lama2 Thor... kaga laper apa si Dom? eh, ud makan burger ya 🤭😊 tapi emosi tingkat dewa gitu pasti laper lagi kannn
Mei Saroha
jd pengen kasih bom kentut ke Dom mister perfect. asli nyebelin kuadrat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!