NovelToon NovelToon
Script Of Love: The Secret Identity

Script Of Love: The Secret Identity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Dalam permainan naskah ini, siapa yang sedang berakting dan siapa yang benar-benar jatuh cinta?"

Lin Xia hanyalah seorang penulis naskah mystery game yang hidup tenang, sampai suatu malam ia diundang dalam sebuah permainan peran (Script Killing) bertema Era Republik China yang sangat nyata. Di sana, ia bertemu dengan Gu Yan, pria misterius berdarah dingin yang berperan sebagai Kepala Militer.

Masalahnya, Gu Yan bukan sekadar pemain biasa. Ia memiliki identitas rahasia di dunia nyata. Hingga alur permainan tiba-tiba diubah oleh Penulis bayangan yang ternyata Adik Gu jingshen yaitu "Gu Yanran. Saat garis antara naskah dan realita mulai kabur, Lin Xia harus memilih: Mengikuti skenario untuk selamat, atau menulis ulang takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Pahitnya Obat dan Rahasia

[Waktu: Selasa, 28 April, Pukul 08.00 AM]

[Lokasi: Kediaman Utama Keluarga Gu, Shenzhen]

Cahaya matahari pagi yang menembus celah gorden sutra di kamar Gu Jingshen terasa seperti ribuan jarum yang menusuk matanya. Jingshen mengerang, memegangi kepalanya yang terasa seberat bongkahan batu.

"Berapa botol yang kuminum semalam?" gumamnya dengan suara serak.

Ingatannya samar. Ia ingat papan catur, wajah tegas ayah Lin Xia, dan aroma arak yang membakar tenggorokan. Namun, setelah gelas ketiga, semuanya menjadi gelap. Ia benar-benar lupa bagaimana ia bisa sampai kembali ke tempat tidurnya yang empuk ini. Ada ketakutan kecil yang merayap di hatinya—apakah ia melakukan hal memalukan? Apakah ia merusak citra CEO-nya yang agung di depan calon mertuanya?

[Waktu: Selasa, 28 April, Pukul 08.15 AM]

[Lokasi: Apartemen Lin Xia, Shenzhen]

Berbeda dengan Jingshen yang tak berdaya, dapur apartemen Lin Xia justru dipenuhi kepulan uap beraroma herbal. Atas instruksi dari Mama Lin, Lin Xia sedang mengaduk ramuan obat pereda mabuk tradisional yang terbuat dari jahe, madu, dan beberapa akar tumbuhan khusus.

"Pastikan dia meminumnya selagi hangat, Xia. Arak yang diminum Papamu itu sangat keras," ujar Mama Lin sambil menata roti bakar di meja makan.

Tuan Lin duduk di meja makan sambil membaca koran pagi, wajahnya tampak segar bugar seolah semalam ia hanya minum air putih. Ia melirik putrinya yang tampak sibuk menyiapkan termos kecil. "Kirimkan itu padanya. Katakan pada CEO itu, lain kali kalau tidak kuat minum, jangan sok jagoan di depan orang tua."

Lin Xia hanya tersenyum kecut. "Iya, Pa. Xia pergi dulu."

Setelah memastikan semuanya siap, Lin Xia berpamitan dan segera memesan taksi menuju Distrik Nanshan, kawasan elit tempat kediaman keluarga Gu berada.

[Waktu: Selasa, 28 April, Pukul 09.00 AM]

[Lokasi: Kediaman Utama Keluarga Gu, Shenzhen]

Taksi Lin Xia berhenti di depan gerbang besi raksasa yang menjulang tinggi. Tak lama, Ah Cheng muncul dan membukakan pintu kecil. Ia tampak lega melihat Lin Xia. "Nona Lin, untunglah Anda datang. Tuan Jingshen belum bisa bangun sejak tadi."

Ah Cheng mempersilakan Lin Xia masuk ke dalam rumah yang interiornya sangat megah namun terasa dingin. Saat melewati ruang makan menuju dapur, Lin Xia mendengar suara keras yang sangat ia kenali. Tuan Besar Gu sedang mengomel.

"Mabuk sampai tidak bisa berdiri! Memalukan! Bagaimana dia bisa memimpin rapat pagi ini jika otaknya penuh dengan aroma arak murahan?" seru Tuan Besar Gu dengan nada kecewa.

Nyonya Gu duduk di samping suaminya, mencoba menenangkan dengan mengusap lengan pria itu, sementara Gu Yanran duduk di depan ibunya, mengunyah roti dengan santai.

"Ayolah Pa, setidaknya dia punya kehidupan sosial sekarang. Lagipula, dia minum dengan seseorang yang dia kenal, bukan dengan sembarang orang," sahut Yanran membela kakaknya dengan nada malas.

Ah Cheng masuk ke area makan dan berbisik pada Nyonya Gu bahwa ada tamu. Nyonya Gu langsung berdiri, matanya berbinar. "Biar aku saja yang menemuinya. Yanran, kau habiskan makanmu dan bersiaplah ke kantor."

Nyonya Gu melangkah ke ruang tamu dan melihat Lin Xia yang berdiri kaku sambil memeluk termos. Lin Xia segera membungkuk hormat. "Selamat pagi, Nyonya Gu. Saya Lin Xia, saya datang untuk..."

"Aku tahu siapa kamu, Lin Xia," potong Nyonya Gu dengan senyum hangat yang tulus.

Lin Xia kaget. "Anda... mengenal saya?"

"Tentu saja. Jingshen hampir selalu membicarakanmu akhir-akhir ini. Meskipun dia tidak mengatakannya secara langsung, matanya tidak bisa berbohong," ujar Nyonya Gu lembut.

Lin Xia tersipu malu. "Saya... saya membawakan obat pereda mabuk buatan ibu saya untuk Tuan Jingshen."

Nyonya Gu mengangguk dan menunjuk ke arah tangga besar. "Naiklah ke lantai dua, kamar paling ujung di sebelah kanan. Dia sedang sangat membutuhkan itu. Langsung masuk saja, Nak."

Lin Xia menuruti perintah itu dengan jantung yang berdebar kencang. Ia menaiki tangga dan sampai di depan pintu kayu jati yang kokoh. Setelah mengetuk pelan dan mendengar gumaman "masuk" yang lemah, ia mendorong pintu tersebut.

Di dalam, ia melihat Gu Jingshen terbaring dengan kemeja semalam yang sudah kusut, raut wajahnya tampak sangat tidak berdaya.

"Kenapa kau di sini?" tanya Jingshen, mencoba duduk meski kepalanya terasa berputar.

"Mengantar ini. Obat pereda mabuk," jawab Lin Xia singkat. Ia segera membuka termos, menuangkan cairan hangat ke mangkuk kecil, dan memberikannya pada Jingshen.

Jingshen menerimanya dan meminumnya perlahan. Rasa hangat menjalar di kerongkongannya, sedikit meredakan denyut di kepalanya. Sambil meminum obat, hatinya diliputi kegelisahan.

"Xia," panggil Jingshen setelah setengah mangkuk habis. "Semalam... saat aku mabuk di apartemenmu... apakah aku melakukan hal aneh di depan ayah dan ibumu?"

Lin Xia terdiam sejenak. Ia teringat bagaimana Jingshen mencium tangannya dan meracau manja di depan orang tuanya. Namun, melihat wajah Jingshen yang tampak sangat tertekan, ia memutuskan untuk menjaga harga diri pria itu.

"Tidak ada," bohong Lin Xia dengan wajah datar. "Anda hanya tertidur di meja makan setelah mencoba menyanyi lagu kebangsaan. Tidak ada yang aneh."

Jingshen menghela napas lega, meski ada sedikit rasa ragu di hatinya. Setelah obatnya habis, Lin Xia segera mengemasi barang-barangnya. "Aku harus segera ke cafe untuk bekerja. Istirahatlah, Tuan Gu."

[Waktu: Selasa, 28 April, Pukul 10.30 AM]

[Lokasi: Ruang Kerja Pribadi Gu Jingshen, Kediaman Gu]

Setelah kepergian Lin Xia, rasa sakit di kepala Jingshen mulai mereda berkat ramuan tersebut. Alih-alih tidur kembali, rasa penasaran justru membakar pikirannya. Ia beranjak dari tempat tidur dan melangkah menuju pintu samping di dalam kamarnya yang menghubungkan langsung ke ruang kerja pribadinya.

Ia membuka laptopnya. Kemarin, saat di perusahaan Yanran, sistem keamanan folder Memory_J_Y baru terbuka sebagian. Namun sekarang, karena sinkronisasi server yang sudah pulih 100%, folder itu terbuka sepenuhnya.

Mata Jingshen membelalak saat melihat isi folder tersebut. Isinya bukan hanya memori masa kecil, melainkan data-data sensitif yang selama ini disembunyikan oleh Tuan Besar Gu.

Ada sebuah sub-folder bernama "Origin_GJS". Jingshen membukanya dan menemukan dokumen perceraian antara ibu kandungnya dengan seorang pria bernama Zhuo Jianjun—ayah kandung Jingshen. Di sana juga terdapat data yang menunjukkan bahwa Tuan Besar Gu menggunakan pengaruh kekuasaannya untuk memaksa ayah kandung Jingshen pergi dan menghilang agar ia bisa menikahi Nyonya Gu.

Yang paling menyakitkan adalah bukti bahwa kecelakaan api saat mereka kecil, yang selama ini dianggap kecelakaan murni, ternyata terjadi karena kelalaian sistem keamanan di fasilitas milik Tuan Besar Gu, yang kemudian dikambinghitamkan kepada ayah kandung Jingshen untuk memutus hubungan mereka selamanya.

"Jadi selama ini... aku hanyalah pion untuk melegitimasi kekuasaannya?" desis Jingshen dengan tangan mengepal hingga gemetar.

Ia segera mengambil sebuah flashdisk dan memindahkan seluruh data tersebut ke dalamnya. Setelah memastikan transfer selesai, Jingshen menghapus folder asli dari laptopnya secara permanen. Ia tidak ingin Yanran atau Lin Xia melihat kenyataan pahit ini sekarang. Biarlah ini menjadi senjatanya sendiri.

Kini, rasa hormat yang selama ini ia berikan kepada ayah tirinya menguap tak berbekas, digantikan oleh bara dendam yang dingin. Tuan Besar Gu telah mencuri masa kecilnya, menghancurkan keluarga aslinya, dan mencoba mengontrol masa depannya dengan Lin Xia.

"Permainanmu sudah berakhir, Tuan Gu," gumam Jingshen dengan tatapan mata yang kembali tajam dan mematikan, lebih tajam dari sebelumnya. "Aku akan mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi milikku."

1
Celine
Keren Author
Ika Anggriani
serem juga😭
Agry
/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!