NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Ingatan Masa Lalu dan Sebuah Transaksi

Tenggg... Tenggg... Tenggg...

Bel tanda berakhirnya jam pelajaran sekolah berbunyi nyaring, memecah kebosanan yang sejak tadi menyelimuti ruang kelas 2-B.

Murid-murid langsung bersorak kegirangan. Mereka buru-buru memasukkan buku ke dalam tas, merencanakan tempat nongkrong, atau bersiap pergi ke tempat les. Suasana kelas yang tadinya tenang seketika berubah menjadi pasar yang bising.

Ye Xuan masih duduk diam di kursinya. Pandangannya menatap kosong ke arah selembar kertas buram di atas mejanya yang sejak tadi dia coret-coret. Otaknya yang berisi ingatan pria berusia 35 tahun sedang memilah-milah memori dari belasan tahun yang lalu, mencari satu celah peristiwa yang bisa memberinya uang dengan cepat.

"Di tahun ini... tepat beberapa bulan sebelum ujian kelulusan..." batin Ye Xuan sambil mengetuk-ngetukkan ujung penanya ke atas meja. Matanya menyipit tajam. "Ada sebuah insiden besar di Kota Jinghai yang membuat dunia bawah tanah dan pasar saham bergemuruh."

Dia menuliskan satu marga di atas kertas itu... Keluarga Song.

Keluarga Song adalah salah satu dari tiga pilar konglomerat raksasa di Kota Jinghai. Di permukaan, mereka menguasai industri properti dan farmasi. Namun di balik layar, mereka adalah keluarga beladiri kuno yang memiliki ratusan petarung dan kultivator tingkat tinggi.

"Hahhhhh..." Ye Xuan menghela napas pelan, senyum tipis yang dingin terukir di sudut bibirnya. "Song Tianming. Sang Patriark Keluarga Song. Jika ingatanku tidak salah, orang tua itu akan mati mendadak tiga hari dari sekarang."

Di masa lalunya, kematian Song Tianming diumumkan sebagai serangan jantung. Namun, ketika Ye Xuan dewasa dan dunia beladiri modern mulai terekspos ke publik akibat perang antar klan, terungkap fakta bahwa Song Tianming sebenarnya tewas karena penyimpangan energi kultivasi yang diperparah oleh racun dingin mematikan. Racun itu ditanamkan oleh faksi musuh selama bertahun-tahun melalui teh yang dia minum.

Keluarga Song sangat kaya. Mereka bersedia membayar miliaran yuan bagi siapa saja yang bisa menyembuhkan Patriark mereka. Sayangnya, di masa lalu, tidak ada satupun tabib yang berhasil mendiagnosis racun tersebut, apalagi menyembuhkannya.

"Sebuah tambang emas yang sedang menunggu untuk digali," gumam Ye Xuan. Dia meremas kertas buram itu menjadi bola kecil dan membuangnya ke tempat sampah di bawah mejanya. "Jika aku bisa menyelamatkannya malam ini, aku tidak perlu lagi khawatir soal biaya hidup, dan aku bisa membeli puluhan tiket gacha."

"Ye Xuan!"

Sebuah suara lembut yang sangat familiar menghentikan lamunannya.

Lin Xia berdiri di samping mejanya. Gadis itu sudah merapikan seragamnya, memakai sedikit lip tint berwarna merah muda yang membuat bibirnya terlihat sangat menggoda, dan menyampirkan tas sekolah bermerek di bahunya. Postur tubuhnya sedikit condong ke depan, memberikan pemandangan yang samar namun memikat dari belahan blusnya yang sengaja tidak dikancingkan penuh di bagian atas.

"Kamu mau langsung pulang?" tanya Lin Xia dengan nada suara yang sedikit manja. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya yang bulat. "Hari ini giliranku membuang sampah kelas, tapi kantong plastiknya sangat berat. Bisakah kamu membantuku membawanya ke tempat pembuangan di belakang sekolah? Kumohon?"

Gadis itu memberikan tatapan memelas yang biasanya selalu berhasil membuat remaja laki-laki mana pun bertekuk lutut dan rela menjadi pesuruhnya.

Ye Xuan menatap Lin Xia dari atas sampai bawah. Dia tahu persis taktik ini. Lin Xia tidak pernah benar-benar menganggapnya teman. Gadis ini hanya suka memanfaatkan laki-laki yang memiliki perasaan padanya untuk melakukan pekerjaan kotor, sementara dia sendiri menjaga citranya tetap bersih dan elegan.

Di masa lalu, Ye Xuan yang naif pasti akan langsung mengangguk dengan wajah memerah, mengangkat sampah busuk itu dengan senang hati, hanya demi mendapat senyuman palsu dan ucapan terima kasih dari bibir manis Lin Xia.

Namun sekarang? Memikirkannya saja membuat Ye Xuan merasa mual.

Ye Xuan menyampirkan tas ranselnya yang sudah pudar ke sebelah bahu. Dia berdiri, tinggi badannya sedikit melampaui Lin Xia, menatap gadis itu dengan sorot mata yang sedingin es.

"Aku sedang sibuk sekarang, Lin Xia," jawab Ye Xuan datar, tanpa emosi sama sekali. "Mintalah bantuan pada anak laki-laki lain yang sejak tadi terus menatap kakimu dari meja depan. Mereka pasti dengan senang hati akan melakukannya."

"Hah...?"

Mata Lin Xia membulat. Mulutnya sedikit terbuka, benar-benar terkejut dengan jawaban lugas dan sangat menohok itu. Wajahnya langsung memerah, antara malu karena niatnya ditebak dengan sangat akurat, dan marah karena merasa harga dirinya diinjak.

"Ye... Ye Xuan! Kenapa kamu berbicara seperti itu padaku?!" suara Lin Xia sedikit bergetar, nada manjanya seketika hilang digantikan oleh rasa kesal.

"Hahaha..." Ye Xuan tertawa pelan, sebuah tawa kering yang merendahkan. "Jangan berpura-pura bodoh. Aku tidak punya waktu untuk bermain peran dengan anak kecil sepertimu."

Tanpa mempedulikan reaksi Lin Xia yang mematung dengan wajah pucat pasi, Ye Xuan melangkah melewatinya begitu saja dan keluar dari ruang kelas. Dia meninggalkan cinta pertamanya itu terdiam kaku di tengah kelas, menggigit bibir bawahnya hingga hampir berdarah karena rasa malu yang luar biasa.

Monolog batin Ye Xuan berputar sejenak. "Gadis bodoh. Di kehidupan ini, kau bahkan tidak layak menjadi batu pijakanku."

Tiga jam kemudian. Matahari sudah terbenam, digantikan oleh lampu-lampu neon jalanan Kota Jinghai yang mulai menyala terang.

Ye Xuan berjalan menyusuri sebuah gang sempit di kawasan kota tua. Tempat ini jauh dari gemerlap gedung pencakar langit, dipenuhi oleh ruko-ruko kuno yang menjual barang antik, jimat, dan obat-obatan tradisional. Bagi orang awam, ini hanyalah pasar loak. Namun bagi mereka yang mengerti, tempat ini adalah pinggiran dari pasar gelap dunia beladiri.

Dia berhenti di depan sebuah toko obat tradisional bernama 'Klinik Chuncao'. Bau herbal yang sangat pekat langsung menusuk hidungnya.

Ye Xuan mendorong pintu kayu berderit itu.

Kringgg... Lonceng kecil di atas pintu berbunyi. Di dalam toko yang sedikit temaram itu, seorang pria tua berkumis tipis sedang duduk santai di balik meja kasir sambil menghisap pipa tembakau.

"Toko sudah mau tutup, Nak. Kalau mau beli obat flu, pergi saja ke apotek modern di seberang jalan raya," ucap pria tua itu tanpa repot-repot menatap Ye Xuan.

Ye Xuan berjalan mendekati etalase kaca yang kusam. Matanya yang kini diperkuat oleh insting Tabib Dewa menyapu deretan herbal kering di dalam toples kaca. Dia tidak punya uang sepeser pun saat ini. Bahkan untuk membeli satu set jarum perak termurah pun dia tidak mampu. Tapi dia tahu cara mendapatkan apa yang dia butuhkan.

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!