NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Axlyn tersentak kecil. “Tidak, Tuan. Saya baik-baik saja.”

Ia menurunkan tangannya cepat-cepat. Di balik kain setelan itu, dua kehidupan kecil tumbuh perlahan. Setiap malam ia berbicara pelan pada perutnya, berjanji akan kuat. Anak kembar dari pria yang kini menatapnya seperti orang asing. Pria yang tidak mengingat dirinya baik disaat lima tahun yang lalu di Kota Xennor maupun dua bulan yang lalu di Praha.

Kay tidak tahu kenapa, tapi melihat gerakan kecil tadi membuat dadanya menghangat sekaligus nyeri. Rasanya sangat aneh, perasaan yang sebelumnya tidak pernah Kay rasakan belakangan ini karena efek kehamilan simpatik yang ia alami.

Dan baru kali ini, perasaannya jauh lebih tenang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Bahkan sejak menginjakkan kaki di Mansion ini Kay belum mengalami mual ataupun pusing yang selama ini menjadi rutinitas barunya. Seolah Kay baru saja menemukan obat mujarab.

“Papah mungkin telalu dekat cama Kak Alyn, makanya Kak Alyn jadi ndak nyaman,” ujar Hezlyn memberikan alasan yang paling masuk akal.

“Kalau begitu maafkan atas sikapku barusan,” ucap Kay meminta maaf langsung pada Axlyn.

“Tidak apa, Tuan!” balas Axlyn. “Sayang, maafkan mamah yang tidak bisa memberitahu Papah kalian bahwa kalian ada di sini. Maaf, karena membuat kalian berdua juga menjadi sosok yang terlupakan oleh Papah kalian sendiri. Mamah melakukan ini karena tidak ingin menghancurkan kebahagiaan Papah kalian saat ini.”

Kay mencoba mengalihkan perhatian pada Hezlyn yang sedang bercerita, tapi gagal. Matanya selalu kembali pada Axlyn yang berdiri di depannya. Pada cara wanita itu berdiri sedikit lebih kaku ketika ia terlalu dekat. Pada caranya menghindari kontak mata lebih dari dua detik. Seolah ada sesuatu yang ia sembunyikan. Seolah jika mata mereka bertemu terlalu lama, rahasia besar akan runtuh.

“Aneh, kenapa aku terus merasa tidak asing dengannya? Aku bahkan tidak bisa mengalihkan perhatianku padanya,” Kay bertanya-tanya dalam hatinya sendiri.

“Kamu yakin kita tidak pernah bertemu sebelumnya?” Kay bertanya lagi, lebih pelan.

Ruangan mendadak terasa sunyi. Axlyn mengangkat wajahnya hingga mata mereka kembali bertemu. Ada ribuan kenangan yang hampir tumpah dari tatapannya. Terutama cara Kay dulu melindunginya, bahkan hingga mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Namun Axlyn sudah bertekad untuk tetap menyembunyikan yang sebenarnya sampai Kay sendiri yang mengingat tentang dirinya. “Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya. Saya hanya menjalankan tugas menjaga Nona kecil di sini, Tuan.”

Jawaban itu seperti dinding. Rapi, tegas dan seolah tak bisa ditembus oleh apapun untuk menemukan kebenarannya. Alhasil, Kay hanya mampu menghela napas meski ada banyak pertanyaan yang kini menganggu pikirannya.

“Kenapa hatiku seolah tidak percaya? Kenapa rasa kehilangan yang tak bisa aku jelaskan selalu muncul setiap kali dia berpaling?”

“Aku tanya sekali lagi. Apa kamu yakin… kita tidak pernah bertemu sebelumnya?” Nada suaranya kali ini bukan lagi sekadar penasaran. Ada dorongan dan keyakinan samar yang membuatnya hampir frustrasi.

Axlyn menahan napas. Jarak mereka hanya sejengkal. Ia bisa menghitung hela napas Kay. Bisa merasakan hangat tubuh pria itu yang dua bulan lalu pernah ia rasakan. Namun, fakta bahwa Kay masih tetap tidak mengingatnya membuat perasaan kecewa itu kembali meliputi hatinya. Apalagi sekarang, ia hanyalah pengawal dari gadis kecil yang mungkin saja anak kandung Kay dengan wanita lain.

“Saya yakin, Tuan,” jawabnya tenang. Padahal jantungnya berdegup liar, seolah ingin membongkar semua kebohongan yang ia paksa bangun.

Kay menggeleng pelan. “Tidak. Setiap kali aku melihatmu, rasanya seperti ada sesuatu yang hilang… dan aku yakin kau pasti tahu jawabannya, bukan?”

Kalimat itu membuat Axlyn hampir goyah. Lagi-lagi tangannya refleks menyentuh perutnya, gerakan kecil yang segera ia hentikan ketika menyadari tatapan Kay turun mengikuti pergerakannya. Entah mengapa melihat Axlyn yang terus mengelus perutnya sendiri membuat Kay semakin merasa curiga bahwa Axlyn tengah berusaha menyembunyikan sesuatu darinya.

“Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Kay, suaranya merendah.

“Kay, kau di sini rupanya.”

Belum sempat Axlyn menjawab, suara lain memotong. Suara itu berasal dari Noah yang kini berjalan menghampirinya dengan ekspresi tengilnya. Di belakangnya, tak lama kemudian Spencer menyusul, kedua tangannya dimasukkan ke saku celana. Mereka berhenti ketika melihat jarak Kay dengan Axlyn yang terlalu dekat.

“Ada apa ini?” tanya Noah ringan, tapi sorot matanya tajam.

Kay tidak mundur. “Noah… bukankah kau kenal dia. Katakan padaku dengan jujur… apakah aku benar-benar tidak punya hubungan apa pun dengannya? Karena entah mengapa aku merasa sangat tidak asing dengannya.”

Ruangan terasa membeku. Axlyn menunduk, menyembunyikan getar di matanya. Noah dan Spencer saling berpandangan singkat seolah ada percakapan tanpa suara. Lalu, hampir bersamaan, keduanya menjawab.

“Itu mungkin hanya perasaanmu saja.” Kata Spencer dan Noah serentak. Nada mereka berbeda, tapi kalimatnya sama persis.

“Axlyn adalah teman lamaku, kami juga sudah lama tidak bertemu. Aku bahkan tidak tahu bahwa dia kini bekerja sebagai pengawal Hezlyn,” ujar Noah memberikan alasan lain.

Kay mengerutkan dahi. “Hanya perasaanku?”

“Atau jangan-jangan kau merasa dia adalah wanita yang kau tiduri saat di Praha?” celetuk Spencer yang ingin melihat reaksi Axlyn untuk memastikan dugaannya.

Degh, …

Dan benar saja, tubuh Axlyn seolah seketika mematung saat mendengar kalimat yang Spencer lontarkan. Bahkan tanpa sadar, tangannya kembali menyentuh perutnya seakan berusaha menyembunyikan sesuatu yang ada di dalamnya.

Kay kembali menangkap pergerakan itu, dimana Axlyn selalu mengelus bagian perutnya. Namun, kali ini bukan hanya Kay yang memperhatikannya. Akan tetapi, Spencer juga turut memperhatikan termasuk raut wajah yang Axlyn perlihatkan ketika dirinya membahas tentang wanita yang bersama Kay saat di Praha.

“Apa mungkin Axlyn adalah wanita yang sedang Kay cari. Jika itu benar … maka kemungkinan besar saat ini Axlyn sedang mengandung anak dari Kay. Namun, kenapa Axlyn tidak mengatakan apapun dan masih bersikap seolah kita semua tidak saling mengenal?” Spencer kembali menebak-nebak apa yang terjadi.

Noah akhirnya melangkah maju. “Apa maksud ucapanmu barusan?”

Kay pun langsung memastikan, “Benarkah itu kau?”

Bersambung ….

1
Lisa Halik
rumit2..huhuhuhu
Sri Yatun
pikiran yg blm pasti memang menakut kan tp g tau kedepannya sprt apa, pusing pusing mikirin masa lalu dan masa depan ternyata wanita satu yg d pikir kan,yg JD pertanyaan spancer adalah musuh dan dalang lupa ingatan mu Kay,bukan kecelakaan mobil,tp bersabar pelan pelan dengan bertarung kembali mungkin akan mengingat memori yg hilang,dan merencanakan strategi pun mungkin akan perlahan mengingat sedikit sedikit, semangat dan bersabar y calon ayah
Rani R.I
apa harus menunggu anak yg ada di dalam kandungan Axlyn baru mereka menyadari dan menyesal..knp seperti pada egois semua...kay tersiksa,, apa lg Axlyn....
Lisa Halik: makin rumit....kelamaan tahunya...huhuhuh
total 2 replies
Shee_👚
jangan sampai salah oranh
Shee_👚
tenang aja g perlu milih noah, karena orang yang kalian cari dan bicarakan orang yang sama
Shee_👚
orang bingung menjelaskan nya kay, kalau mereka bercerita otomatis dispenser juga ke bawa, dan mereka g mau kalian saling bermusuhan lagi.
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Lisa Halik: nah sama kita mbak kesel sangat sama axlyn...buat badmood..huhuhu
total 1 replies
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!