Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Di Intai
Kemudian Cahya berdiri melihat ke arah Baron yang sedang terjatuh di bawah.
"Gue, udah bilang! Nggak ada urusan sama lu, semua?" Ucap Cahya yang sudah kesal karena merasa muak dengan wajah Baron dan teman-temannya.
Lalu Baron yang terjatuh masih dalam keadaan tertidur disana menatap ke arah Anil Tolares dan menganggukkan kepalanya.
"Lu belum tau siapa kita di sini? Beraninya lu ngomong gitu sama kita?" Kata Anil Tolares dengan geram.
Kemudian Anil Tolares tanpa banyak bicara langsung berjalan melemparkan bangku yang ada di sana ke arah Cahya, tetapi Cahya yang sudah siaga dari tadi langsung menghantam bangku itu menggunakan kaki nya hingga hancur berkeping-keping.
"Sama, lu juga belum tahu, siapa gue sebenarnya?" Ucap Cahya dengan dingin sembari menatap tajam ke arah rombongan baron.
Baron dan teman-temannya sempat terkejut melihat sikap dan tindakan Cahya, tetapi mereka meremehkan Cahya karena sering berkelahi dan banyak pengalaman di jalanan menjadi tidak gentar dan banyak orang yang mereka temui setelah kalah baru meminta ampun.
"Kayaknya, lu orang yang ke- 500 orang yang berbicara seperti itu pada kami setelah kalah baru memohon dan merengek minta dilepaskan! Mungkin bahkan rela naik ke ranjang kami.? Haha." Ucap Eki yang merendahkan Cahya dan menganggap Cahya tidak pengalaman sama sekali di dunia jalanan.
"Benarkah?" Ucap Cahya sembari merenggangkan ototnya lalu menatap serius ke arah Eki.
Tetapi Eki mundur selangkah melihat Cahya merenggangkan ototnya.
"Haaaahahahaha... Kenapa mundur, takut ya? Atau jangan-jangan, lu nyali sayur ya?" Ucap Cahya dengan dingin.
Dengan tiba-tiba saja, Anil Tolares habis melemparkan bangku mengambil balok yang di lihatnya kemudian langsung maju melancarkan pukulan dengan balok kayu.
"Wuuuusssshhh....wuuuuuushhh..." Pukulan Anil Tolares dengan kayu balok tidak mengenai Cahya sama sekali.
Lalu Baron dengan cara diam-diam berdiri kemudian mendekati Cahya dari belakang dan langsung menendang punggung Cahya.
"Auuuuuuuu..." Cahya terdorong kemudian langsung menuju ke arah Eki tetapi dengan siaga Cahya langsung menghantam Eki dengan pukulan lalu Eki yang tidak siaga pun terkena pukulan.
"Buuuugh..... Aduuuuuh... Bajingan.."
Lalu Cahya melihat ke arah Baron sementara Baron menyeringai melihat Cahya sudah berhasil Ia tendang.
"Sekarang giliran, lo!" Ucap Cahya yang menatap dengan dingin ke arah Baron hingga membuat Baron naik pitam, merasa diremehkan oleh seorang cewek.
"Brengsek lo! Lo pikir dengan ancaman lo gue gentar, gue kena tadi, karena gue lagi lengah aja? Kali ini jangan harap lo berhasil!" Ucap Baron dengan geram.
Kemudian Baron maju menyerang dengan pukulannya secara membabi buta tetapi Baron tidak menunjukkan celah kelemahan saat Baron menyerang.
"Plak..plak.. sini lo, hadapi gue jangan diem aja! Kenapa nggak bisa nyerang ya?" Kata Baron sembari tersenyum bengis.
Hingga Baron semakin membabi buta menyerang Cahya.
"Hahaha... Gue pikir lo, oke! Ternyata bacot lo aja, merasa hebat!" Kata Baron sembari tertawa lantang.
****
Sementara tempat lain setelah menyelamatkan Cahya.
Meggy sedang di ikuti oleh berandal hingga mencapai 10 orang untuk menangkap Meggy.
Lalu Meggy, berkata didalam hati." Jangan-jangan mereka yang waktu itu! Sebenarnya mereka ini siapa dari tadi ngikutin gue mulu?"
Meggy sembari melirik lelaki berandal yang sedang mengikuti di belakang, lalu Meggy tersenyum dingin karena memiliki ide untuk mengetahui keinginan mereka.
Meggy kemudian, bergumam di dalam hati." Apa aku pancing mereka aja, ke tempat yang sepi! Biar aku tau sebenarnya mereka mengikuti aku, apa nggak?"
Kemudian Meggy berjalan kesebuah gang sempit dan berjalan sembari melirik ke arah para berandal yang mengikuti nya.
Dan benar saja para 10 berandal itu langsung mengangguk memberikan kode kepada teman-temannya.
Tidak berapa lama kemudian mereka langsung memasuki gang dan setelah di dalam gang, mereka semua terkejut.
Lalu pria yang bertato Naga dileher dan beranting banyak, yang bernama Adrian, berkata."Loh, kemana cewek itu tadi? Kok nggak ada ya, bukannya dia memasuki gang ini tadi?"
"Iya..ya.. kemana cewek itu perginya! Tapi tadi benerkan dia masuk ke gang ini?" Ucap pemuda yang kurus bermuka codet bernama Hendro sembari celingukan mencari.
Tiba-tiba saja mereka yang sibuk berbincang kemudian mendengar pria yang gemuk berwajah sangar bernama Sopian menjerit kesakitan hingga terpental di dinding gang, lalu menabrak meja hingga patah.
"Aaaaah.... Aduh...duuuuh... Aaaaah.... Buuuuugh.... Kraaaaak.."
Teriak Sopian sembari mengeluarkan darah di mulutnya karena terpental ke dinding.
Sementara rombongan yang lainnya langsung siaga hingga mencari orang yang membuat Sopian terpental hingga terluka.
"Woy brengsek, keluar lo jangan sembunyi kalau berani!" Teriak Adrian mengumpat marah karena tidak melihat orang yang melukai temannya itu hingga terluka.
"Hei... Bro kita nggak bermaksud apa-apa! Kita hanya ingin mengenal lo aja kok!" Ucap Hendro sembari menyeringai dengan mata tajam melihat ke area tempat mereka berada saat ini.
Sementara di balik pohon yang dekat dengan gang itu Meggy memperhatikan gerak gerik mereka karena para berandal itu siaga.
Lalu Meggy, berkata didalam hati."hehehe, Aku ikutin permainan kalian! Kalian pikir aku ini anak kecil usia 3 tahun mendengar ucapan kalian langsung percaya gitu aja?"
Setelah itu Meggy melihat ke arah salah satu pemuda kurus yang bertato sembari memegang rantai bernama Adam tetapi tidak waspada dan Meggy segera melompat menuju ke arah laki-laki itu kemudian langsung memukul tulang rusuk Adam hingga ia tidak berkutik.
Lalu Meggy langsung membantingnya dengan sangat cepat hingga menabrak temannya ada dua orang yang berada di dekat Adam.
"Aaaaaahhhh.... Buuuugghhhh... Kraaaaaak....." Teriak Adam dan dua temannya bernama Frenki dan Soni yang terkena tubuh Adam.
Hingga menabrak pagar kayu hingga jebol sementara rombongan Adrian, Hendro dan yang lainnya siaga melihat ke sekitar mencari keberadaan orang yang menyerang teman-temannya secara diam-diam.
Lalu Adrian berteriak memaki dengan sangat geram, kemudian berkata."Woyyyy.... Brengsek! Keluar lo jangan sembunyi aja kayak pengecut! Sini hadapi gue, kalau lo emang mau jadi musuh?"
Sementara Meggy yang sedang bersembunyi di atas pohon langsung melompat dan menampakkan diri di dekat tiang listrik di gang sembari bersandar.
Lalu Meggy, berkata dengan wajah dingin sembari tertawa."haaahaaha lucu banget ya kalian, udah jelas-jelas kalian emang lagi ngikutin gue dengan niat tidak baik! Kalian pikir gue nggak tau kalau kalian ngikutin gue beramai-ramai, hah!"
"Proook....proook...proook..."
Adrian bertepuk tangan sembari tersenyum dengan mata tajam menatap ke arah Megy.
Karena sangat terlihat kalau Adrian sudah kesal dengan Meggy menyerang teman-temannya secara sembunyi-sembunyi
Lalu Adrian, berkata."Hebat, hebat... hebat? akhirnya lo punya nyali juga muncul di depan gue! Lo tau nggak orang yang berurusan sama gue itu? nggak ada yang bisa pergi hidup-hidup dari hadapan gue? Jadi lo mending serahkan diri aja dan laki-laki ini bisa selamat!"
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke